![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
23:55
Walaupun hari sudah sangat larut malam, tetapi Zelia masih duduk di kursi belajarnya tanpa ada niatan untuk tidur. Gadis itu dari tadi berusaha untuk belajar, karena ada beberapa tugas yang harus di kumpulkan besok.
Tetapi hatinya sama sekali tak tenang, Marvel. Laki-laki itu yang sedari tadi terus mengganggu pikirannya, bagaimana tidak? Sedangkan dari tadi pagi, dia sama sekali tak pulang ke rumah sampai sekarang?
"Vel, kemana, si?"gumam Zelia dengan khawatir.
Entah Zelia pun tak tau, ada apa sebenarnya dengan Marvel. Laki-laki itu benar-benar berubah, atau memang Marvel menyukai Fara?
"Enggak! Gak mungkin Marvel suka sama sahabat gue sendiri,"gumam Zelia seraya menggelengkan kepalanya kuat-kuat mencoba menghilangkan pikiran negatif yang mulai menghampirinya.
Ceklek
Marvel membuka pintu kamarnya dan sedikit terkejut saat melihat Zelia masih duduk di kursi belajar. Apa selarut ini gadis itu belum tidur?
Tanpa mempedulikan Zelia dia langsung berjalan membuka kancing seragamnya lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai Marvel keluar dengan kaos oblong dan celana selutut. Dia berjalan menaiki ranjangnya lalu segera memejamkan matanya.
Zelia yang melihat itu pun langsung menghampiri Marvel, dia berdiri di samping ranjang seraya memperhatikan Marvel yang memejamkan matanya.
"Vel, udah makan?"tanya Zelia. Dia tau Marvel belum tidur.
Marvel masih diam, berusaha untuk mengabaikan keberadaan atau segala pertanyaan yang Zelia lontarkan. Dia hanya ingin istirahat, kepalanya benar-benar ingin pecah rasanya.
"Kenapa si, Vel? Kamu dari mana semalem ini baru pulang?"
"Bahkan kamu tega waktu itu gak pulang, tapi malah tidur di rumah Fara?"
"Kamu lupa kalo kamu udah nikah?"
"Kamu tau apa yang akan terjadi kalo sampe Mama, Bunda dan yang lainnya tau kamu ngelakuin hal bodoh ini."
"Diem, Zel."Marvel masih berusaha agar tak melampiaskan emosinya kepada Zelia.
"Aku gak akan diam sampe kamu mau jelasin sebenarnya ada apa. Aku tau ada sesuatu yang bikin kamu kaya gini, kamu kenapa? Di ancem sama Fara? Atau aku harus nyamperin cewek gatel itu biar mau berhenti ngancem kamu. Atau mau aku bunuh dia di de—"
__ADS_1
"Lo bisa diem gak, si? Gak usah halu aneh-aneh. Ini kenapa gue gak mau pulang, karena selain beban, lo juga banyak omong. Gak jelas!"bentak Marvel lalu segera turun dari ranjangnya. Dia berjalan keluar kamar dengan kedua tangan terkepal.
Zelia diam sejenak, dia jelas sakit hati mendengar ucapan Marvel. Tapi saat ini perasaannya tak penting. Dia mengekori Marvel sampai laki-laki itu terduduk di sofa ruang tamu. Tatapannya tajam.
"Vel, kenapa, si? Kalo aku ada salah, kamu bisa ngomong. Aku bakal perbaikin kesalahan aku."
"Mau tau kesalahan lo apa?"tanya Marvel terdengar tajam seraya berdiri. Laki-laki itu semakin mendekati Zelia, sampai tubuh gadis itu menubruk meja.
Zelia menelan ludahnya susah payah, Marvel benar-benar terlihat sangat menyeramkan sekarang. Wanita itu meletakan kedua tangannya di meja untuk menyangga tubuhnya.
"Kesalahan lo adalah memasuki kehidupan gue. Lo udah ngancurin hidup gue, Zel."
"Lo tau? Andai lo gak nyusahin gue dari kecil, andai lo gak ada di dunia mungkin hidup gue gak serumit ini. Andai lo gak nikah sama gue, mungkin gue udah bahagia."Marvel mengacak-acak rambutnya dengan kasar, emosinya semakin menjadi.
"Dan lo! Bener-bener berhasil bikin hidup gue berantakan! Lo manusia sialan yang dengan kurang ajarnya bikin gue menderita."Marvel semakin menepis jaraknya dengan Zelia.
"Lo manusia gak berguna yang pernah gue temuin di dunia,"bisik Marvel tepat di samping telinga Zelia. Laki-laki itu lalu segera berjalan masuk ke kamar tamu.
Brak
Suara pintu yang di tutup dengan kasar membuat Zelia tersadar dari keterkejutannya. Wanita itu mengedipkan matanya dan saat itulah cairan bening membanjiri pipinya.
Tapi sekarang? Kemana Marvel yang dulu. Kenapa sekarang jadi seperti ini? Bahkan sekarang laki-laki itu yang memberikan Zelia rasa sakit bertubi-tubi.
"Manusia gak berguna? Apa bener gue gak berguna?"gumam Zelia. Dia melirik pintu kamar yang tertutup. Tatapannya nanar, Zelia tak ingin hidupnya seperti ini. Dia masih terlalu muda untuk melewati hal-hal menyakitkan seperti ini.
...•••...
Zelia melirik jam yang menempel di dinding, sudah pukul 06 lebih. Karena tak ingin terlambat akhirnya Zelia memilih untuk beranjak dari ranjangnya pergi ke kamar mandi dan segera bersiap-siap pergi ke sekolah.
Setelah rapi dengan penampilannya Zelia segera berjalan keluar kamar langkahnya terhenti di tengah tangga saat berpapasan dengan Marvel.
"Vel, kamu ke se—"
Marvel tanpa mempedulikan ucapan Zelia langsung berjalan begitu saja melewati gadis itu untuk masuk ke dalam kamarnya dan siap-siap ke sekolah.
Zelia hanya bisa menghela nafas berat sebelum pada akhirnya memilih untuk segera mencari taksi dan pergi ke sekolah.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah Zelia langsung berjalan melewati lorong-lorong sekolahnya untuk pergi ke kelas, dia mengerutkan keningnya bingung saat melihat sekolahnya benar-benar ramai. Ada apa sebenarnya?
"ZELIA!"
Kara, Gea beserta Liora berlari menghampiri Zelia dengan air mata yang sudah membasahi wajah mereka. Hal itu jelas membuat Zelia kebingungan, apa lagi ketika mereka bertiga langsung memeluk Zelia sembari menangis tersedu-sedu.
"I-ini ada apa?"tanya Zelia gugup. Jujur tiba-tiba perasaannya tak enak, ada apa sebenarnya? Lalu Fara? Di mana gadis itu.
"Far-Fara Zel,"cicit Gea.
"Fara kenapa?"
"Dia meninggal, ayo kita harus ke rumah dia sekarang,"ujar Kara lalu segera pergi bersama teman-temannya untuk ke rumah Fara.
...RUMAH FARA...
Sesampainya di rumah Fara, Zelia menghentikan langkahnya di depan pintu masuk. Di mana di sana ada Reksa yang sedang berdiri di hadapannya. Kenapa ada Reksa? Di rumah Fara?
"Re-Reksa,"beo Zelia masih dengan keterkejutannya.
Reksa hanya menyeringai tajam lalu meninggalkan Zelia begitu saja keluar rumah. Kini pandangan Zelia beralih pada seorang gadis yang sudah di balut kain kafan.
Dengan tubuh sedikit gemetar Zelia berjalan mendekati teman-temannya yang sedang menangis di samping jenazah Fara.
"Fa-Fara, ini beneran Fara?"gumam Zelia dengan air mata yang mulai berjatuhan.
Hey, ayolah siapa yang tak menangis jika kehilangan sahabat? Zelia tau, dia sempat marah besar serta kecewa dengan apa yang Fara lakukan kepadanya. Tapi tetap saja, dia sahabat lama Zelia, dan Zelia tak akan pernah lupa akan hal itu. Begitu juga dengan Kara, Gea dan Liora. Mereka memang kecewa dan marah dengan perbuatan Fara, tapi dengan Fara meninggal itu membuat mereka terpukul dan sedih.
Kenapa di saat hubungannya dengan Fara sedang tak baik-baik saja justru Fara malah pergi meninggalkannya? Banyak rasa bersalah yang mulai menghampirinya, Zelia merasa sangat berdosa karena secara tidak langsung dia merebut laki-laki yang di cintai oleh sahabatnya.
Sejahat itu kah dirinya? Bukannya ini yang dia inginkan? Fara pergi dari hidupnya dan Marvel. Tapi bukan berarti pergi dalam artian karena kematian, Zelia masih ingin berdamai dengan Fara.
"Zel, lo gak papa?"tanya Kara yang melihat tubuh Zelia terhuyung hingga dengan tenaganya Kara segera menahannya.
"Gue, gue cuma pusing,"gumam Zelia dengan suara yang mulai melemah dan pandangannya yang semakin lama semakin buram sebelum akhirnya tubuhnya jatuh ke lantai.
"ZELIA!"
__ADS_1
...•••...