![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Pagi ini Zelia akan bertemu dengan Fara bersama sahabat-sahabatnya yang lain, 2 hari lalu tiba-tiba Fara nimbrung di grub saat SMA-nya dulu dan hal itu jelas saja membuat sahabat-sahabatnya terkejut kecuali Zelia yang memang sudah tau bahwa Fara masih hidup.
Banyak pertanyaan yang mereka lontarkan tentang Fara, jujur mereka pastinya tak percaya dengan itu namun Fara terus meyakinkan sahabat-sahabatnya hingga mekipun sedikit ragu mereka memilih percaya. Dan pada akhirnya mereka semua memutuskan untuk bertemu hari ini membuktikan bahwa benar Fara masih hidup.
Dengan atasan rajut yang di padukan celana jins panjang Zelia berjalan keluar kamar, rambutnya sengaja di ikat kuda. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 09:15. Dia juga tadi sudah sempat izin kepada suaminya sebelum pergi ke kantor, bahwa dia akan keluar bersama sahabat-sahabatnya.
Zelia berjalan keluar rumah dengan ponsel yang menempel di telinganya, dia sedang menghubungi Gea yang akan menjemputnya.
"Dimana?"
"Depan gerbang, buruan!"
Tut tut
"Bego,"gumam Zelia lalu segera menuju ke depan gerbang.
Dia tersenyum saat melihat mobil Lamborghini hitam yang sudah menunggunya, tanpa aba-aba dia langsung duduk di kursi samping kemudi.
"Langsung ke cafe, kan?"tanya Zelia.
"Yap,"jawab Gea yang sedang fokus mengemudi.
"Tumben gak sama Beby Arion,"sindir Zelia. Pasalnya yang dia tau biasanya saat ada Gea maka sudah di pastikan ada Arion juga begitupun sebaliknya.
"Dia lagi ngantor! Cari duit buat nafkahin gue nanti!"balas Gea seraya memutar bola matanya malas. Sejak dahulu memang Gea paling suka menggodanya dengan cowok-cowok yang dekat dengannya.
"Uuuu, calon suami idaman,"goda Zelia namun tak di tanggapi oleh Gea yang hanya diam menatap jalanan di depannya.
Tapi bukan dia yang gue mau. Batin Gea.
Akhirnya keduanya sama-sama kembali bungkam, sebelum akhirnya Gea memarkirkan mobilnya di pelataran cafe. Keduanya langsung turun memasuki tempat yang akan mereka gunakan untuk berkumpul.
"Hai, girls!"sapa Gea heboh membuat semua pengunjung di sana langsung menatap ke mejanya.
"Lo berisik!"kesal Kara dengan wajah malasnya.
"Heboh banget, deh! Heran gue,"timpal Liora.
"Kaya gak tau dia aja."Zelia ikut bicara seraya duduk di kursi kosong.
"Suka-suka gue, lah! Orang cantik, bebas!"jawab Gea membuat teman-temannya justru tertawa melihat kepedean wanita itu.
__ADS_1
"Fara belom nyampe?"tanya Zelia saat menyadari mereka hanya berempat.
Ketiga-nya pun langsung menatap Zelia, dan saat itulah mereka sadar bahwa seharusnya ada Fara di sini. Karena memang niatnya berkumpul hari ini untuk memastikan bahwa sahabatnya benar-benar masih hidup.
"Gue masih gak percaya kalo itu beneran dia,"gumam Liora memandang lurus ke depan dengan kosong.
"Gue masih gak suka sama dia,"ujar Gea blak-blakan tanpa menutupi rasa tidak sukanya terhadap Fara.
Zelia yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas berat, mereka tau mungkin sahabatnya akan sulit menerima Fara lagi. Tapi bagaimanapun juga Fara hanya korban, jadi tak seharusnya mereka terus berlarut-larut membencinya.
"Fara cuma korban, Ge. Stop benci dia,"tegur Zelia.
"Tapi dia tetep salah, Zel!"Kali ini Kara yang berbicara.
"Girls, kita udah dewasa. Belajar buat memaafkan seseorang sebesar apapun kesalahan yang orang itu lakuin, liat Zelia. Dia yang jadi korban aja bisa memaafkan, masa kalian enggak?"Liora menatap satu-persatu sahabatnya dengan tatapan memohon, dia juga tau bahwa tak seharusnya berlarut membenci orang yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
"Maafin dia, kalian gak tau semenderita apa hidupnya. Seenggaknya mungkin ini pertemuan terakhir dia sebelum kembali ke Milan,"ucap Zelia membuat mereka langsung terkejut karena memang Zelia belum sempat menjelaskan yang satu ini.
"Milan?"beo Kara.
"Maksudnya?"tanya Gea.
"Kenapa ke Milan, Zel?"bingung Liora.
"Jadi Fa---"
"Hai,"sapa Fara yang baru tiba membuat ucapan Gea terpotong. Fara berdiri kaku dia depan meja mereka, rasanya sangat malu menampakkan wajahnya di depan orang-orang yang mungkin pernah dia sakiti dulu yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Apa pantas dirinya masih di anggap sebagai sahabat? Sepertinya tidak!
"Hai, Far. Sini duduk,"titah Zelia membuat Fara langsung duduk di antara mereka.
"Gimana kabar kalian?"tanya Fara saat mereka hanya saling diam beberapa menit, mungkin masih tak percaya dengan kehadirannya.
"Kita ba-baik,"gagap Kara seraya menelan ludahnya dengan susah payah.
"Sorry Gaes, gue yakin kalian belom bisa nerima kehadiran gue,"ungkap Fara menatap satu persatu sahabatnya dengan penuh penyesalan.
"Maaf buat semua kejahatan yang udah gue lakuin, terutama Zelia karena gue belum sempet ngomong ini. Maaf udah bikin kalian kecewa, maaf buat semuanya. Gue gak tau masih pantas gak ada di antara kalian,"lanjut Fara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Gak papa, kita tau sulit juga ada di posisi lo saat itu,"balas Liora seraya tersenyum.
Gea yang dari tadi hanya diam kini menggenggam satu tangan Fara membuat sang empu terkejut."Sekarang kita udah saling memaafkan."
__ADS_1
"Lupain masalah ini, karena emang udah selesai. Kita bisa membuat hal-hal baru yang menyenangkan yang lebih pantes buat di inget,"timpal Kara di setujui mereka.
"Aaaa, i Miss you. Bener-bener kangen momen ini,"ujar Liora dengan mata berkaca-kaca.
"Peluk,"ucap Zelia membuat mereka semua langsung berpelukan melepaskan rasa rindu yang menumpuk setelah bertahun-tahun hubungan mereka renggang.
...•••...
[18:45]
Zelia baru saja sampai rumah, dia berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket ini. Setelah selesai wanita itu keluar dengan dress tidur sepaha lengannya sampai siku.
Dia berjalan keluar kamar menuju dapur untuk membuat masakan sebagai makan malamnya nanti, Marvel belum pulang karena biasanya laki-laki itu tiba di rumah tepat pukul 7 lebih.
Zelia membuka kulkasnya, lalu melihat-lihat bahan apa saja yang ada di sana. Dia mengambil sayuran hijau seperti brokoli dan kawan-kawannya, lalu mengambil satu bungkus ayam yang sudah di potong dan membawanya ke dapur.
"Masak ini aja, deh."
Lalu Zelia mulai sibuk dengan masakannya, malam ini dia akan membuat sop ayam beserta sambalnya dan ada menu tambahan nanti.
38 menit kemudian
Zelia menatap makanan yang sudah di tata rapi di meja dengan senyum merekah. Akhirnya setelah hampir 1 jam berkutat di dapur dia bisa menyelesaikan masakannya dengan rapi.
Dia meraih ponselnya yang ada di meja lalu menghubungi Marvel yang sampai sekarang belum tiba.
"Halo, sayang."
"Kamu di mana? Tumben belom nyampe?"tanya Zelia, pasalnya sekarang sudah pukul 8 lebih 15 menit.
"Aku di jalan, macet banget, sayang."
"Tumben macet sampai segitunya, emang kamu dari kantor jam berapa?"
"Tadi jam 7 kurang, bentar lagi nyampe. Udah dulu ini lagi di jalan."
"Yau---"
"Papap—"
Tut tut
__ADS_1
Zelia menatap layar ponselnya dengan kening berkerut. Apa tadi? Dia tidak salah dengar kan ada suara anak kecil? Atau Zelia hanya berhalusinasi, wanita itu menghela nafas kasar lalu memilih untuk menunggu Marvel di ruang tamu.