Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[53]. Weekend


__ADS_3

Di hari minggu ini Zelia akan pergi jalan-jalan bersama Marvel, seperti permintaannya waktu itu bahwa dia akan jalan-jalan jika suaminya libur.


Wanita itu kini sedang duduk di depan meja riasnya, dengan dress biru muda selutut lengan panjang yang sudah melekat di tubuhnya. Zelia memoleskan make-up tipis-tipis di wajahnya agar tidak terlalu pucat. Rambut panjangnya sengaja di ikat kuda agar tidak kegerahan nantinya.


Ceklek


Marvel keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong hitam serta celana jins coklat panjang, laki-laki itu berjalan mendekati Zelia untuk menyisir rambutnya yang basah.


"Jangan pake make-up, sayang."Marvel mendengus kesal saat melihat Zelia sedang memoleskan lipstik di bibirnya.


"Enggak, ini cuma tipis doang biar gak pucet."


"Sama aja,"ketus Marvel seraya berjalan mendekati nakasnya meraih ponsel, dompet serta kunci mobilnya.


"Udah ayok,"ajak Zelia tak memusingkan masalah make-upnya. Dia berjalan di belakang Marvel.


Kini Zelia sudah duduk di kursi samping kemudi dengan Marvel yang mengendarai mobilnya. Laki-laki itu dari tadi hanya diam sama sekali tak mengeluarkan suaranya membuat Zelia jadi kelimpungan.


"Aku gak pake make-up, kok. Ini cuma lipstik tipis,"ucap Zelia memecahkan keheningan di dalam mobil.


"Hm,"gumam Marvel masih fokus dengan jalanan di depannya.


"Kamu kenapa marah, si!"


"Siapa yang marah, sih. Aku gak marah, Zel."


"Boong,"balas Zelia seraya menatap Marvel sebal.


Marvel menginjak rem mobilnya saat berada di depan lampu merah. Laki-laki itu menggunakan kesempatan ini untuk menatap Zelia.


"Itu lipstik kamu terlalu merah,"tegur Marvel.


"Yaudah aku hapus,"balas Zelia seraya mengambil tisu yang ada di hadapannya.


Marvel menahan tangan Zelia, lalu dia menangkup wajah istrinya dan secepat kilat sudah mendaratkan bibirnya di bibir istrinya. Di lu**mutnya dengan kasar bibir merah Zelia membuat sang empu membulatkan matanya karena terkejut.


"Udah,"kekeh Marvel setelah melepaskan pagutan bibirnya. Dia kembali melajukan mobilnya saat lampu merah sudah berubah menjadi hijau.

__ADS_1


Zelia langsung menghirup oksigen banyak-banyak, memang Marvel selalu melakukan hal tak terduga secara tiba-tiba. Dia mengusap bibirnya yang basah menggunakan tisu lalu menatap wajahnya di cermin.


Lipstiknya benar-benar sudah hilang, kini bibirnya berubah menjadi pink alami. Memang saat berpergian keluar rumah, Marvel selalu melarang dirinya agar tidak memakai make-up apapun. Karena dia lebih suka dirinya menjadi jelek di depan orang-orang agar tak ada yang meliriknya.


"Modusnya bisa aja, alesannya mau hapus lipstik padahal modus,"gerutu Zelia seraya melirik Marvel.


Yang di sindir pun hanya tertawa pelan, karena jujur Marvel paling suka dengan bibir wanita itu. Dia sudah candu, bahkan jika bisa Marvel akan terus menciuminya setiap saat.


"Kita mau kemana?"tanya Marvel.


"Ke mall dulu, ya,"jawab Zelia excited.


"Terserah kamu,"balas Marvel lalu segera membawa mobilnya menuju mall terdekat.


Setelah menempuh perjalanan hampir 10 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, Marvel memarkirkan mobilnya di parkiran mall yang terlihat sangat ramai di hari minggu seperti ini.


Zelia langsung turun dari mobil begitu mesinnya sudah di matikan oleh Marvel, dia membenarkan dress-nya yang sedikit kusut lalu menggandeng lengan Marvel. Dan mereka berdua berjalan beriringan memasuki mall.


{10:45}


Dan kini Marvel kembali melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan mall. Dan entah kemana tujuannya sekarang, karena dia akan membawa Zelia untuk keliling kota Jakarta. Sudah lama juga Marvel tak membawa istrinya jalan-jalan dan hari ini dia akan menyenangkan Zelia.


"Kita mau kemana?"tanya Zelia penasaran.


"Nanti kamu tau, sayang."


Zelia hanya mengangguk pelan, tak mau banyak bertanya jadi dia memilih untuk diam. Sampai akhirnya tak lama kemudian Marvel menghentikan mobilnya di sebuah parkiran yang luas dan banyak mobil-mobil terparkir di sana.


Mata Zelia terpaku saat dia tau dimana Marvel membawanya, dia menatap laki-laki itu dengan senyuman lebar.


"Dufan? Serius kamu bawa aku ke sini?"ujar Zelia masih tak percaya. Bukannya apa, tapi dia tau Marvel paling anti dengan tempat-tempat seperti ini.


Marvel ikut tersenyum saat melihat binar bahagia dari wajah Zelia, dia mengacak-acak rambut wanita itu karena gemas lalu turun dari mobil membukakan pintu untuk Zelia.


"Seneng, gak?"tanya Marvel. Pasalnya dia tau Zelia paling suka dengan tempat-tempat seperti ini, meskipun umurnya sudah tak remaja lagi tapi Zelia tetap menyukai tempat-tempat seperti ini.


"Suka banget,"jawab Zelia dengan girang.

__ADS_1


"Ayo kalo suka kita masuk, tapi jangan naik wahana yang aneh-aneh ya,"pesan Marvel yang langsung di setujui Zelia.


Seenggaknya untuk sekarang dia bisa masuk dan memilih milih wahana mana saja yang akan dia coba. Masalah yang dia coba aneh-aneh atau tidak itu urusan belakang.


"Vel aku pengin naik itu,"pinta Zelia seraya menunjuk bianglala yang terletak tak jauh dari tempatnya berdiri.


Marvel menelan ludahnya dengan kasar, namun dia tetap harus menuruti semua kemauan istrinya. Dan pada akhirnya dia pun hanya bisa pasrah dan melakukan apapun yang Zelia minta.


"Yaudah ayok,"jawab Marvel pada akhirnya membuat Zelia langsung tertawa senang.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menaiki bianglala dan beberapa wahana-wahana yang ada di Dufan. Menikmati hari minggunya di tempat-tempat seperti ini sangat aneh menurut Marvel, tapi apapun akan dia lakukan jika bisa membuat Zelia tertawa senang.


...•••...


Kini Zelia dan Marvel sudah berada di rumah, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 3 sore. Tadi setelah dari Dufan mereka masih pergi ke beberapa tempat wisata, lalu ke rumah orang tuanya sehingga sampai rumah sampai sesore ini.


Tapi tak masalah, karena hari ini Zelia benar-benar bahagia bisa menghabiskan waktunya bersama Marvel. Senyumannya tak pernah pudar dari tadi membuat siapapun yang melihatnya akan ikut tersenyum.


"Makasih buat hari ini,"ungkap Zelia seraya menatap Marvel yang sedang duduk di sebelahnya dengan mata berbinar.


"Iya sama-sama, sayang. Kamu udah ngomong gitu 10 kalo lebih kalo gak salah,"jawab Marvel seraya terkekeh pelan. Pasalnya dari tadi di jalan Zelia tak pernah berhenti untuk mengucapkan kalimat yang sama.


"Kan aku seneng,"balas Zelia.


"Iya, kalo kamu seneng aku juga seneng."Marvel menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya.


"Coba aja aku gak gagal jadi ibu, pasti sebentar lagi kita bisa liat bayi kita,"gumam Zelia yang sedang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvel.


Laki-laki itu menghela nafas berat, dia tau bahwa butuh waktu lama untuk Zelia dan dirinya agar bisa mengikhlaskan kepergian anaknya. Tapi dia juga sadar Zelia lebih terpukul dari pada dirinya sehingga sebisa mungkin dia akan selalu berusaha untuk menguatkan Zelia.


"Gak papa, sayang. Percaya sama aku, gak lama lagi pasti Tuhan bakal kasih kepercayaan ke kita,"jawab Marvel mencoba untuk menenangkan Zelia. Dia menumpukan dagunya di kepala wanita itu seraya terus mengusap punggungnya.


"Iya, aku percaya kok."Zelia menganggukkan kepalanya pelan, dia percaya Tuhan pasti akan memberikan dia kepercayaan lagi untuk hamil.


"Gak boleh sedih, ya?"pinta Marvel seraya menangkup wajah Zelia. Dan wanita itu hanya bisa mengangguk lemah.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2