![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Hari kedua Zelia di rawat, wanita itu saat ini sedang sibuk sarapan di suapi oleh mamanya. Sedangkan Marvel entah pergi kemana, dari tadi malam.
"Sayang, kamu yakin Marvel ada urusan sama temen-temennya?"tanya Lia yang sedang duduk pinggiran brankar Zelia.
Zelia menatap bundanya, lalu terdiam sejenak. Sebenarnya dia sendiri tak tau Marvel kemana, hanya saja jika Zelia bilang seperti itu. Sudah bisa di pastikan Marvel akan kena semprot oleh Ayah dan Bundanya.
"Iya, Bun. Tadi malem dia udah pamit sama Zelia,"jawab Zelia pada akhirnya.
Nia beranjak dari kursinya setelah selesai menyuapi anaknya. Saat ini memang hanya ada Nia dan Lia yang menemani Zelia karena yang lainnya sibuk kerja.
"Mama sama Bunda sarapan dulu, Zelia gak papa."Zelia menatap mama dan bundanya secara bergantian, meskipun dengan bibir pucat namun wanita itu tak pernah melunturkan senyumannya. Namun bagi orang yang peka, mereka akan menyadari dari mata Zelia bahwa wanita itu sebenarnya sedang terluka.
"Yaudah, kalo butuh apa-apa panggil suster ya,"ucap Nia yang langsung di setujui oleh Zelia.
Setelah kepergian Nia dan Lia, akhirnya Zelia memutuskan untuk kembali menidurkan tubuhnya. Dia meraih ponselnya di nakas, lalu mencari nama seseorang untuk dia hubungi.
"Apa?!"
"Kamu di mana? Kenapa gak ke rumah sakit?"
"Aku sibuk, Zel. Banyak urusan, bukan cuma kamu doang yang harus di urusin."
"Maaf, Vel. Aku ngerepotin ya?"
"Baru sadar? Kenapa gak dari dulu sadarnya?"
"Yaudah maaf ganggu."
"Gak guna!"
Tut tut tut
Zelia menatap layar ponselnya dengan nanar, dia sendiri benar-benar tak mengerti kenapa Marvel bisa bicara sekasar itu pada dirinya. Dia tau ada sesuatu yang laki-laki itu sembunyikan darinya.
Karena merasa matanya mulai memanas akhirnya dia memilih untuk memejamkannya, sampai tak lama kemudian Zelia benar-benar terlelap.
...•••...
__ADS_1
Di lain tempat Marvel sedang duduk di sofa merah yang ada di dalam tempat ini, tatapannya selalu datar.
"Marvel, kemaren Fara bilang kamu gak mau ngajak dia jalan?"tanya Harto.
Tatapan Marvel langsung beralih kepada gadis yang sedang menunduk duduk di samping neneknya, tangan Marvel terkepal kuat dengan wajah yang mulai memerah.
"Marvel sibuk, kek. Jangan kakek pikir Marvel gak punya urusan lain selain ngurusin anak labil kaya dia,"balas Marvel terdengar sengit.
Fara langsung mendongakkan kepalanya, menatap Marvel dengan tatapan bersalah."Maaf, Vel. Aku nyusahin kamu ya?"
"Sayang, kamu gak nyusahin kok. Marvel gak bermaksud gitu,"timpal nenek Marvel. Hal itu jelas saja membuat Fara semakin besar kepala.
Sedangkan Marvel hanya bisa memutar bola matanya malas, memang Fara selalu bisa berdrama. Seandainya saja bukan karena kedua orang tuanya, sudah di pastikan Marvel akan melawan kemauan gila kakeknya.
Marvel beranjak dari sofa lalu memakai jaket kulitnya, dia menyalami tangan kakek dan neneknya."Marvel harus pulang, karena Marvel masih punya istri!"
Tanpa peduli dengan larangan kakeknya Marvel langsung pergi begitu saja menuju ke motornya, laki-laki itu buru-buru mengenakan helmnya lalu segera membawa pergi motornya.
|| Rumah Sakit ||
Ceklek
"Maaf pak, pasien sudah di bawa pulang tadi siang,"ucap salah satu suster yang baru saja masuk.
Marvel langsung membalikkan tubuhnya."Ouh, makasih sus."
Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan area rumah sakit untuk pulang, meskipun di dalam hati dia terus merutuki kebodohannya. Bahkan dia tak tau istrinya sudah di bawa pulang, suami macam apa dirinya?
Sesampainya di rumah Marvel langsung masuk, dia menaiki satu persatu tangga untuk menuju ke kamarnya. Begitu pintu terbuka pemandangan pertama yang dia liat adalah Zelia yang sedang berdiri di depan kaca balkon.
Marvel berdecak kesal melihat pakaian wanita itu, hanya menggunakan gaun sepaha dengan tali kecil di bahunya."Masih sakit, jangan suka cari penyakit."
Zelia berjengit kaget saat tiba-tiba mendengar suara Marvel, pasalnya dia dari tadi terus larut dengan lamunannya. Begitu membalikkan tubuhnya dia langsung di hadapkan dengan wajah datar Marvel.
"Kamu udah pulang?"
"Hm,"gumam Marvel seraya melepaskan jaket kulitnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Zelia menghela nafas pelan, lalu menyiapkan pakaian untuk Marvel. Setelah itu dia berjalan keluar kamar untuk menyiapkan makan malam suaminya.
Suara derap langkah kaki yang menuruni tangga membuat Zelia yang sedang menuangkan air putih di gelas langsung menolehkan kepalanya. Marvel langsung menarik satu kursi untuk duduk.
"Selamat makan,"gumam Zelia seraya memberikan gelas yang sudah di diisi air putih kepada Marvel.
"Makasih,"balas Marvel dingin lalu mulai menyantap makan malamnya.
Sedangkan Zelia memilih untuk duduk di kursi yang tepat berhadapan dengan Marvel, dia melipat kedua tangannya di atas meja dengan tatapan yang terus tertuju ke wajah suaminya.
"Kenapa kamu ngelakuin itu, Vel?"
Pertanyaan Zelia mampu menghentikan kegiatan Marvel yang sedang mengunyah makanan di mulutnya, laki-laki itu tau kemana arah pembicaraan Zelia. Dia meraih gelasnya lalu menenggak air sampai setengah.
"Kamu gak perlu tau,"gumam Marvel kembali melanjutkan makannya.
"Aku wajib tau, karena gak mungkin kamu ngelakuin itu semua tanpa alasan!"Nada bicara Zelia sedikit meninggi, karena jujur dia tau pasti ada sesuatu yang Marvel sembunyikan darinya.
Marvel hanya diam tak menanggapinya, tangannya semakin kuat menggenggam sendoknya, melampiaskan rasa takut dan emosinya yang mulai memburu.
"Kenapa diem? Ada yang ngancem kamu? Jangan kamu pikir dengan semua perlakuan kamu kaya gini, terus aku bakal ninggalin kamu gitu aja. Aku gak akan pernah ninggalin kamu, apapun alasannya,"lanjut Zelia menatap Marvel dengan sendu.
Marvel mengangkat pandangannya hingga kini mata mereka berdua saling bertemu, dia bisa melihat banyaknya luka dari tatapan mata Zelia. Luka itu yang dia buat, memang Marvel laki-laki paling bodoh di dunia.
"Kenapa kamu masih mau bertahan sama laki-laki brengsek? Bahkan aku gak pernah cinta sama kamu,"ucap Marvel.
Zelia tersenyum kecut, lalu mengusap keringat yang mulai membasahi pelipisnya."Itu bukan kamu, kamu gak akan ngomong gitu. Itu cuma akal-akalan kamu buat bikin aku benci sama kamu."
"Berhenti bersikap bodoh Zelia! Kamu bakal terus kesiksa kalo masih pertahanin pernikahan kita,"geram Marvel.
"Aku gak peduli, kalo Fara aja bisa dapetin kamu dengan cara licik. Masa aku yang udah milikin kamu sepenuhnya mau ngelepasin gitu aja? Kalo emang Fara mau bersaing, aku bakal ikutin cara mainnya,"balas Zelia tanpa mempedulikan tatapan tajam Marvel.
Wanita itu beranjak dari kursinya, lalu berjalan meninggalkan Marvel begitu saja. Sedangkan Marvel hanya bisa menggeram pelan, benar-benar sulit ada di posisinya untuk saat ini.
Dia tak ingin lebih banyak melukai Zelia, namun juga tak pernah mau jika kehilangan wanita itu.
"Sial!"umpat Marvel seraya mengebrak meja.
__ADS_1
...•••...