Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[40]. Hari Buruk


__ADS_3

Zelia berjalan dengan gontai memasuki kamarnya lalu berjalan menuju balkon duduk di sofa yang ada di sana. Air mata masih terus mengalir membasahi pipinya.


"Maaf sayang, mama gak tau kalo ada kamu di sini,"gumam Zelia seraya mengusap perutnya pelan.


Entahlah, rasanya campur aduk. Zelia bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Tapi di sisi lain, dia juga takut tak bisa menjadi seorang ibu yang baik.


Zelia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong."Vel, kenapa di saat ada pertengkaran kaya gini kamu justru pergi ninggalin aku?"


Zelia mengusap air matanya dengan kasar, dia benci di saat dirinya lemah seperti ini. Zelia benci jika harus menangis karena sesuatu, tapi dia tak bisa menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Jadi karena ini alasan kamu nanyain masalah anak?"gumam Zelia.


"Baru beberapa hari hubungan kita membaik, aku pikir setelah Fara pergi hubungan kita bakal kembali baik-baik lagi kaya sebelumnya. Tapi kamu? Selalu kabur dari pertengkaran,"ujar Zelia.


Zelia tertawa pelan, ternyata menjalin sebuah hubungan dan rumah tangga itu gak mudah. Akan banyak lagi masalah yang membuat mereka berdua saling bertengkar. Akan ada aja hal yang membuat hubungan mereka renggang.


"Mama, papa dan semuanya apa mereka tau kalo aku hamil?"


"Tapi kenapa Marvel baru bilang?"gumam Zelia masih tak mengerti dengan Marvel yang menyembunyikan kehamilannya.


"Ck, kenapa gue bego bangett, si? Sampe gak tau kalo gue hamil?"gerutu Zelia seraya kembali menatap perutnya yang masih sangat rata.


Sudah hampir satu jam Zelia duduk di balkon, ini sudah pukul 11 malam lebih tapi Marvel belum kembali. Zelia benar-benar khawatir dengan laki-laki itu, yang selalu pergi jika setelah bertengkar.


Karena merasa mulai dingin dan ngantuk, Zelia memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya dan segera tidur.


...•••...


Marvel menghentikan motornya di depan sebuah club yang terlihat sangat ramai, walaupun sudah larut tetapi tempat ini semakin ramai.


Marvel turun setelah mematikan mesinnya lalu berjalan masuk ke dalam club itu. Suara bising serta musik DJ yang menggema di dalamnya membuat kehebohan tersendiri.


Setelah memesan minuman keras Marvel langsung berjalan mencari kursi yang kosong, dia segera menghempaskan tubuhnya di sana.


Laki-laki itu memejamkan matanya sejenak sembari bersender di sofa, lalu memijat pelipisnya pelan. Dia benar-benar pusing, memikirkan Zelia yang sudah pasti akan setres karena kehamilannya.

__ADS_1


"Marvel."Janeta duduk di sebelah Marvel lalu mengusap pelan lengan laki-laki itu.


Marvel yang terkejut pun langsung membuka matanya menatap gadis yang duduk di sampingnya dengan kening berkerut.


"Ngapain lo disini?"tanya Marvel sinis.


Janeta tersenyum penuh arti melihat kondisi Marvel yang terlihat kacau. Lalu minuman Marvel pun tiba tanpa mempedulikan Janeta Marvel langsung menenggak beberapa bir yang dia pesan.


Janeta tanpa merasa malu langsung bangkit dan duduk di pangkuan Marvel. Tangannya terangkat untuk mengusap rahang laki-laki itu yang tampak mengeras.


Marvel yang hendak menolak pun langsung mengurungkan niatnya, dia justru memejamkan matanya menikmati setiap usapan tangan Janeta di rahangnya lalu turun ke dadanya yang sedikit terekpos karena Marvel sengaja membuka 3 kancing teratas kemejanya.


"Aku bakal selalu ada buat kamu,"bisik Janeta tepat di samping telinga Marvel.


Tatapan Marvel turun ke bawah, dan seketika nafsunya langsung membuncah saat melihat belahan dada Janeta yang terekpos. Wanita itu hanya mengenakan dress mini sepaha dengan potongan di bagian dadanya yang terlalu rendah, bahkan tubuh wanita itu tercetak jelas karena ketatnya dress Janeta.


"Sejak kapan jadi ******?"sinis Marvel membuat Janeta justru tertawa seperti iblis.


"Aku cuma mau kalo jadi ****** kamu,"gumam Janeta lalu tanpa aba-aba langsung melu**mut bibir Marvel.


Marvel benar-benar sudah gila, laki-laki itu langsung melepaskan ciumannya memberikan Janeta jeda untuk bernafas.


"Kamu terlalu kasar, tapi aku suka."Senyuman penuh kemenangan terpancar jelas di bibir wanita itu ketika melihat tatapan Marvel yang penuh dengan gairah.


"Lo yang nawarin diri lo ke gue. Jadi jangan nyesel,"gumam Marvel lalu langsung mendekatkan bibirnya dengan bibir Janeta.


Laki-laki itu semakin menggila saat dengan sengajanya Janeta membuka satu persatu kancing kemejanya. Ciuman Marvel turun ke leher jenjang Janeta memberikan beberapa tanda kepemilikan di sana. Sedangkan Janeta pun berkali-kali mengeluarkan desahannya, hal itu yang membuat Marvel semakin bergairah.


Saat ciuman Marvel semakin turun hingga di depan dada Janeta wanita itu langsung menahannya."Gak disini, kita bisa lanjutin dengan leluasa di dalam kamar, kan?"


Marvel menyeringai licik mendengar ucapan Janeta lalu tanpa aba-aba dia langsung mengangkat tubuh Janeta seperti koala lalu membawanya melewati lorong-lorong club yang sangat ramai membawanya ke salah satu kamar yang kosong.


"Jangan buru-buru, malam ini aku bakal ada buat kamu? Bahkan malam-malam selanjutnya pun sama,"goda Janeta yang sudah melingkarkan tangannya di leher Marvel.


Marvel membuka salah satu pintu kamar, lalu kembali menutupnya seraya menguncinya. Dia segera menjatuhkan tubuh Janeta ke ranjang lalu merangkak di atas tubuh wanita itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu setampan ini?"tanya Zelia dengan tatapan memuja seraya mengusap sebelah pipi Marvel.


"Tapi kenapa kamu gak bisa jadi milik aku?"ucap Janeta, sedangkan Marvel masih diam memperhatikan wajah Janeta yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Bahkan aku siap jadi yang kedua asal bisa milikin kamu,"lanjutnya semakin menggila.


Janeta menggigit bibirnya sengaja ingin menggoda Marvel, tangannya turun ke dada Marvel membantu laki-laki itu untuk melepaskan kemejanya hingga kini Marvel sudah bertelanjang dada.


"Kamu gak perlu jadi yang kedua, karena aku bakal cerai sama Zelia,"gumam Marvel setelah cukup lama terdiam.


Hal itu jelas saja membuat Janeta langsung menyunggingkan sudut bibirnya."Itu lebih baik bukan? Seperti yang pernah aku bilang, dia cuma beban buat kamu."


Marvel pun ikut tersenyum lalu kembali membungkam bibir penuh milik Janeta dan permainan gila itu terus berlanjut. Ciuman Marvel mulai turun ke bawah sampai pada di kedua gunung kembar yang sangat menggoda.


Tanpa menunggu lama Marvel langsung merobek dress Janeta membuat wanita itu justru tersenyum ceria seakan-akan baru saja menemukan kebahagiaan.


"Kamu siap, hm?"tanya Marvel.


Tatapan Marvel benar-benar terlihat sangat menggoda sehingga tanpa aba-aba Janeta langsung menganggukkan kepalanya pelan. Dia mencengkram punggung Marvel pelan.


Marvel pun kembali bermain di leher jenjang milik Zelia, memberikan tanda kepemilikan di sana. Jujur Janeta memang cantik, bahkan malam ini terlihat sangat menggoda.


Mereka berdua terus bermain dengan gila sampai akhirnya akan memulai permainan intinya. Marvel bangkit dari atas tubuh Janeta menatap pemandangan indah yang ada di hadapannya dengan tatapan memuja.


Lalu setelah berhasil menyingkirkan kemejanya Marvel kembali merangkak ke atas tubuh wanita itu.


"Kita mulai?"tanya Janeta dengan suara menggoda membuat Marvel mengangguk.


"MARVEL!"


...•••...


**Gaes, aku bawa cerita baru judulnya IDHAMGEA jangan lupa di baca ya❤️


Di cerita baru aku itu mengisahkan tentang perjalanan hidup Gea yang merupakan adek Marvel**.

__ADS_1


__ADS_2