Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[7]. Perasaan Fara


__ADS_3

"Zel, lo kenapa?"tanya Fara yang sudah duduk di samping Zelia.


Kini Fara dan Zelia masih anteng duduk di dalam kelas. Sedangkan yang lainnya sudah pergi ke kantin.


Zelia menolehkan kepalanya pelan."Gak papa,"jawab Zelia.


"Lo kok gue perhatiin akhir-akhir ini deket banget sama Marvel? Kalian pacaran?"tanya Fara penasaran.


"Enggak. Lo tau sendiri keluarga gue selalu nitipin gue ke Marvel. Padahal gue bukan anak kecil lagi!"ujar Zelia kesal mengingat bagaimana orang tuanya yang selalu meminta Marvel untuk mengawasi dirinya.


"Lo gak suka sama Marvel?"tanya Fara lagi. Hal itu sontak membuat Zelia melotot terkejut.


"ENGGAK LAH!"


"Yee, santai dong, Zel. Gue kan cuma nanya."


"Lo nanya apa ngajak salto? Jelas-jelas gue kalo sama dia bawaannya pengin baku hantam. Ya kali, gue suka sama dia."


Fara mengangguk pelan."Zel, gue boleh cerita gak?"


"Boleh. Kaya sama siapa aja, cerita apa?"


Fara menelan ludahnya terlebih dahulu sebelum berbicara."Gue lagi suka sama cowok,"ungkap Fara.


"HA? SERIUS, FAR?"pekik Zelia terkejut.


Fara yang mendengar respon Zelia berdecak kesal."Jangan keras-keras, dong. Gue malu!"


Zelia hanya nyengir tanpa merasa bersalah."Siapa? Siapa orangnya? Ngomong, nanti gue bantu sampe jadian, deh,"tanya Zelia semangat.


Fara terdiam cukup lama. Lalu gadis itu kembali menatap Zelia."Gue malu."


"Ck, gak usah malu. Gua gak bakal ngomong sama yang lainnya, kok,"ujar Zelia.


"Menurut lo, kalo gue sama Marvel cocok, gak?"


Deg


Zelia menatap Fara terkejut, tiba-tiba dia merasa ada sengatan kecil di hatinya. Cukup lama dia terdiam memikirkan ada apa dengan perasaannya, mengapa saat Fara bertanya seperti itu reaksi hatinya seperti ini.


Zelia langsung mengedipkan matanya berkali-kali menatap Fara."Lo suka Marvel?"tanya Zelia mencoba untuk memastikan.


"Tapi lo jangan bilang siapa-siapa, ya?"ujar Fara di angguki Zelia.


"Tapi kenapa lo gak pernah ngomong?"


Fara menghela nafas pelan."Gue mana mungkin berani, sedangkan kita aja cuma partner kalo ada lomba antar sekolah,"jelas Fara.


"Makanya bantuin gue, dong,"lanjut Fara.


"Bantuin gimana?"beo Zelia.


"Biar gue bisa semakin deket sama dia. Tapi lusa kita bakal lomba lagi ke luar kota."


Zelia yang bingung harus merespon apapun akhirnya memilih diam. Dia bangkit dari kursinya membuat Fara bingung.

__ADS_1


"Far, gue ke kamar mandi dulu, ya."Setelah mendapat persetujuan dari  Fara Zelia langsung bergegas pergi ke kamar mandi.


Gadis itu memelankan langkah kakinya saat berpapasan dengan Marvel dan gengnya.


Danil yang melihat Zelia pun segera mendekati gadis itu."Sendiri aja, Zel. Sini gue temenin,"goda Danil membuat Kenzo tertawa.


"Jangan gitu, Dan. Ntar pawangnya ngamokk,"ujar Rendra.


"Lah, Marvel pan cuma ibaratnya kaya bodyguard doang. Jadi sah-sah aja kalo gue godain Zelia,"jawab Danil.


"Apaan si? Gajelas bangett,"gumam Zelia seraya berlalu dari hadapan mereka.


"Yaaa di jutekin, kalo gue ma malu sumpah!"


"Makanya punya muka tu tampan dikit, biar ada yang lirik."


Danil yang di katain seperti itu pun berdecak sebal."Kurang ganteng gimana si gue?"


"Kurang banget, Dan, ngaca deh. Muka lo aja tu gak rata kalo di liat dari deket."Setelah mengatakan itu Kenzo tertawa pelan.


"Emang punya lo rata?"tanya Alden ngegas yang dari tadi hanya diam.


"Bego lo,"gumam Marvel.


"Kalian ke kelas duluan. Gue mau ke toilet,"lanjut Marvel langsung meninggalkan mereka yang pergi ke kelas.


Zelia merapikan penampilannya terlebih dahulu sebelum akhirnya keluar kamar mandi. Dia memasukan lipstik yang baru saja di pakai ke dalam saku bajunya.


"Mana lipstik lo?"ujar Marvel yang sudah berdiri di depan Zelia.


Karena tak ingin mendengar ucapan Zelia, Marvel langsung mengambilnya."Lo mau sekolah apa mangkal?"tanya Marvel tajam.


"Dikit doang juga!"


"Hapus,"titah Marvel.


"Apanya?"


"Lipstik lo."


"Ini cuma dikit. Biar bi—"


Marvel mencondongkan tubuhnya ke depan."Gue gak suka punya calon istri yang ganjen,"bisik Marvel tepat di samping telinga Zelia.


Setelah itu Marvel langsung pergi dengan kedua tangan yang sengaja di masukan ke dalam saku celananya. Hal itu membuat Marvel terlihat lebih tampan dan cool.


Zelia memegang kedua pipinya yang terasa memanas. Gadis itu menyandarkan tubuhnya ke dinding menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.


"Zel, jangan baper plis,"ucap Zelia pada dirinya sendiri.


Zelia memegang dadanya yang berdetak sangat cepat."Aduh, gue kenapa ya? Jangan sampe kena serangan jantung."


"Duh, mana jantung gue pada maraton lagi."


Zelia langsung tersadar dari ke baperannya saat mendengar bel masuk berbunyi. Tanpa berlama-lama gadis itu langsung berjalan ke kelasnya.

__ADS_1


...•••...


Kak Clara: Zel, kamu pulang sama Marvel ya. Kakak pulang malem. Tadi udah bilang Marvel.


Zelia: Yaudah.


Setelah membalas pesan dari kakaknya Zelia langsung bergegas memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.


"Gue duluan, ya,"pamit Fara di angguki teman-temannya.


"Zel, Ge, gue sama Liora juga duluan, ya,"ujar Kara yang sudah bangkit dari kursinya. Lalu setelah mendapat jawaban dari Gea dan Zelia, Liora dan Kara langsung bergegas pergi meninggalkan kelasnya.


"Lo pulang sama siapa, Ge?"tanya Zelia.


"Di jemput,"jawab Gea lalu beranjak dari kursinya diikuti Zelia di sampingnya.


"Lo bareng Kak Clara, kan?"


Zelia menggelengkan kepalanya pelan."Bareng Abang lo."


"Ouh Yaudah, gue duluan ya. Datengin aja ke kelasnya,"ujar Gea lalu segera meninggalkan Zelia.


Zelia akhirnya memilih untuk berjalan menghampiri kelas Marvel yang ada di lantai tiga. Begitu melihat kelas yang bertuliskan 12 IPA 3, Zelia langsung masuk karena kelas itu juga terlihat sudah sepi.


"ZELIA! UHUY GUE SERASA DI APELIN NI!"pekik Kenzo heboh begitu melihat kehadiran Zelia. Hal itu membuat semua mata tertuju kepada gadis yang berdiri di depan pintu.


"Vel, tu udah di tungguin ayang embeb,"goda Danil sembari menoel lengan Marvel yang masih sibuk dengan ponselnya.


Di kelas sebenarnya hanya tinggal mereka berempat karena Alden tadi sudah pulang terlebih dahulu.


Marvel yang sadar dengan kedatangan Zelia pun langsung meraih tasnya dan beranjak dari kursi."Gue duluan,"pamitnya yang di setujui teman-temannya.


Marvel berjalan begitu saja melewati Zelia. Hal itu membuat gadis itu langsung berjalan mengikuti langkah lebar Marvel dari belakang.


Zelia terus menundukkan kepalanya, jujur terkadang dia takut dengan Marvel. Apa lagi jika laki-laki itu sedang memasang wajah sangarnya seperti sekarang.


Dug


Zelia langsung mendongakkan kepalanya saat merasa baru saja menabrak sesuatu yang keras.


"Ck, ngapain si jalan di belakang?"kesal Marvel yang sedang menatap Zelia tajam.


"Ya, Gu-gue an—"


"Jangan di belakang,"sela Marvel menarik lengan Zelia agar berjalan di sampingnya.


Begitu sampai di parkiran Marvel langsung memasangkan helm di kepalanya, lalu dia menaiki motornya seraya menghidupkan mesinnya.


Begitu merasa Zelia sudah naik, Marvel langsung menjalankan motornya membawanya pergi meninggalkan area sekolahnya yang sudah sangat sepi.


"Pegangan,"titah Marvel sedikit keras membuat Zelia langsung melingkarkan tangannya di pinggang laki-laki itu.


Zelia menumpukan dagunya di bahu Marvel seraya mengeratkan pelukannya. Hal itu membuat Marvel tersenyum. Dia dengan perlahan mulai memelankan laju motornya agar bisa lebih leluasa menikmati jalanan bersama Zelia.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2