Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[23]. Uks


__ADS_3

"MARVEL!"


"Bu Sinta minta kita berdua ke ruangan osis,"ujar Janeta.


Zelia memutar bola matanya malas lalu melepaskan genggaman tangan Marvel di tangannya."Aku ke kelas dulu,"pamit Zelia membuat Marvel langsung mengecup puncak kepala Zelia.


Janeta yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas.


"Buruan,"gumam Marvel seraya membalikan tubuhnya berjalan menuju ke ruang osis diikuti Janeta di belakangnya.


Sesampainya di kelas Zelia langsung menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke kursinya.


"Tumben gak di anter sampe depan kelas?"sindir Kara.


Gea tertawa pelan mendengar sindiran Kara."Tau tu. Gak bareng Bang Marvel, Zel?"


"Marvel ke ruang osis sama Mak lampir,"jawab Zelia malas lalu menumpukan kepalanya di meja.


Liora membalikan tubuhnya menatap Zelia dan Gea secara bergantian."Zel, Reksa udah bebas dari penjara?"


"WHATT?! DEMI APA?"pekik Kara terkejut yang langsung mendapat tampolan keras di kepalanya dari Liora.


"Iya, kemaren gue hampir di culik tu sama om-om. Untung ada Alden sama Rendra,"jawab Gea.


"Serius, Ge? Lo juga di ganggu?"tanya Zelia membuat Gea langsung mengangguk.


"Bahas apa, si?"tanya Fara yang baru tiba di kelas.


"Ini bahas tentang Reksa. Katanya dia udah bebas dari penjara,"jelas Kara.


Fara terdiam cukup lama saat mendengar itu tetapi dia langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi terkejut."Serius? Yaampun, lo harus lebih hati-hati, Zel. Gue yakin dia pasti masih ngincer buat ngelecehin lo lagi,"ujar Fara yang membuat Liora, Kara dan Gea langsung membulatkan matanya.


"Far, jangan gitu,"tegur Liora membuat Fara langsung bungkam.


Zelia masih diam, tubuhnya tiba-tiba terasa kaku dan mulai bergetar. Gadis itu bangkit dari kursinya dengan susah payah."Gue ke toilet,"pamit Zelia lalu pergi begitu saja.


"Fara! Jangan ngomong gitu di depan Zelia. Dia masih trauma,"peringat Kara.


"Ya gue kan cuma ngomongin biar dia lebih hati-hati. Kalian tau kan emang Reksa ngincer tubuh Zelia."Fara memutar bola matanya malas mendengar respon teman-temannya.


"Udah, jangan bahas dia lagi,"lerai Gea membuat teman-temannya langsung terdiam. Sedangkan Fara langsung ke kursinya.


Permainan di mulai


Sedangkan di lain tempat Zelia dengan susah payah sedang berjalan di lorong-lorong sekolahnya yang ramai menuju kamar mandi. Tetapi kepalanya berdenyut, ada sekelebat ingatan tentang bagaimana dirinya yang hendak di lecehkan oleh Reksa.

__ADS_1


Zelia menyipitkan kedua matanya saat penglihatannya mulai berkunang-kunang. Karena tak kuat menahan tubuhnya sendiri tubuh gadis itu terhuyung ke belakang.


"Hey, Zel, kamu kenapa?"panik Marvel yang menyangga tubuh Zelia. Dia baru saja hendak ke kelas tetapi tak sengaja melihat Zelia yang hampir terjatuh.


Zelia langsung mencengkram jaket Marvel, dia berusaha menegakkan tubuhnya kembali."Gak papa, ta-tadi mau ke kamar mandi,"alibi Zelia.


"Kenapa, hm?"


"Enggak papa, Vel,"jawab Zelia lalu melepaskan cekalan Marvel di pinggangnya.


"Reksa?"


Zelia langsung menghela nafas pelan."Ke inget dikit tadi, gara-gara baru aja bahas dia di kelas sama temen-temen,"jelas Zelia pada akhirnya.


Marvel menghela nafas kasar saat mendengar jawaban Zelia."Ayo ke uks aja,"ajak Marvel.


"Enggak. Aku gak sa—"


"Diem!"Marvel langsung mengangkat tubuh Zelia ke dalam gendongannya lalu membawanya ke uks.


Di tengah-tengah lorong hendak ke uks langkah Marvel di hentikan oleh Janeta."Loh, Vel. Ayo kok malah ke sini?"bingung Janeta.


Tatapan Janeta tertuju ke Zelia yang ada di dalam gendongan laki-laki itu."Aduh, Zel. Lo gak lumpuh, kan? Ini Marvel ada urusan sama anak osis baru,"lanjut Janeta.


Marvel menggeram pelan saat mendengar ucapan Janeta."Gue gak ikut. Lo bisa wakilin sama anak-anak lain. Zelia sakit,"jelas Marvel lalu berjalan meninggalkan Janeta.


Marvel menurunkan Zelia di brankar uks lalu dengan telaten melepaskan sepatu gadis itu di susul duduk di pinggiran brankar.


"Itu gak penting,"jawab Marvel lalu mengotak-atik ponselnya sejenak.


Zelia hanya bisa diam, gadis itu mulai memejamkan matanya. Beberapa detik selanjutnya matanya kembali terbuka lebar, menatap Marvel yang juga sedang menatapnya.


"Kenapa?"


"Gak papa."Zelia mengubah posisinya menjadi duduk."Vel, kenapa ya Reksa bisa sejahat itu sama aku?"tanya Zelia dengan tatapan kosongnya.


Marvel menghela nafas berat, sangat sulit menjawab pertanyaan seperti itu."Gak papa. Jangan bahas dia lagi, ya."


"Kenapa?"


"Itu gak penting, sayang."


"Tapi aku perlu ta—"


"Jangan bahas dia lagi bisa, kan?"potong Marvel dengan tatapan datarnya membuat Zelia langsung bungkam.

__ADS_1


"Kenapa si dari dulu setiap aku nanya hal kaya gitu pasti kamu marah. Bahkan Bang Jordan pun sama semua mama papa juga kalo aku tanya masalah itu pasti mereka marah,"ungkap Zelia. Pasalnya memang dari dulu ketika Zelia membahas tentang Reksa keluarganya akan marah.


Marvel memegang kedua pundak Zelia membuat gadis itu kini berhadapan dengannya."Kamu dengerin baik-baik, ya, mereka gak mau bahas itu karena gak mau bikin kamu keinget kejadian itu lagi, Zel. Mereka dan aku marah karena kita sayang sama kamu, kita gak mau liat kamu kesakitan gara-gara inget kejadian itu. Jadi berhenti bahas tentang Reksa, ya?"jelas Marvel.


Cukup lama Zelia terdiam sampai pada akhirnya gadis itu mengangguk pelan. Gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal, pasalnya dia juga tidak mau jika terus-terusan ketakutan seperti ini tetapi Zelia tak tau cara menghilangkan rasa sakit di kepalanya ketika mengingat kejadian itu.


Marvel menangkup wajah Zelia membuat gadis itu semakin menggemaskan, laki-laki itu semakin memajukan wajahnya lalu dengan gerakan cepat menggigit sebelah pipi Zelia membuat gadis itu meringis pelan.


"Marvel, sakitttttt,"kesal Zelia seraya memukul lengan Marvel.


Marvel terkekeh pelan lalu mengusap pipi Zelia yang ada bekas gigitan di sana."Kok serem gitu Zel jadinya?"


"Apa?"


"Pipi kamu jadi kaya ada bekas gigitannya,"ucap Marvel.


Zelia langsung memegangi pipinya."Serius?"


"Iya serius itu."


"Yang mana?"


"Sini aku kasih tau,"ujar Marvel membuat Zelia langsung memajukan wajahnya.


Marvel yang memang sudah memiliki rencana licik pun langsung menggigit pipi Zelia yang sebelah sehingga membuat gadis itu meringis kesakitan.


"MARVEL! SAKITTTTT,"pekik Zelia menatap Marvel marah.


"Jangan teriak-teriak ntar orang ngiranya aku ngapa-ngapain lagi,"tegur Marvel.


Plak


"Sakit bego,"umpat Zelia kesal setelah memukul lengan Marvel.


Marvel yang tadi sedang tertawa langsung mendatarkan wajahnya."Siapa yang ngajarin ngomong kasar?"tanya Marvel terdengar tajam.


Zelia langsung memalingkan wajahnya tak berani menatap wajah Marvel."Ya-ya orang sakit, kamu juga salah!"


"Gak boleh ngomong kasar, sayang,"tegur Marvel terdengar lembut membuat Zelia langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Maaf,"cicit Zelia dengan wajah murungnya.


"Sini peluk,"titah Marvel seraya merentangkan kedua tangannya membuat Zelia langsung masuk ke dalam pelukan laki-laki itu.


Lo boleh senang-senang sekarang Zel, tapi nanti gue bakal bikin lo kehilangan Marvel.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2