Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[42]. Kelulusan


__ADS_3

Hari ini SMA TARUNA NUSANTARA sedang di gempari dengan anak-anak kelas 12 yang tepat pada saat ini menerima kelulusan.


Anak-anak menghabiskan waktunya di lapangan, mereka menikmati hari-hari terakhir di sekolahnya sembari bercanda di tengah lapangan yang sudah ramai.


Zelia dengan teman-temannya pun sudah berkumpul dengan Marvel dan yang lainnya.


"Kalian tau kalo Fara ternyata adek Reksa?"tanya Gea tiba-tiba membuat semua pasang mata kini tertuju kepada gadis itu.


"What?!"pekik Kara heboh.


Zelia mengangguk pelan."Gue udah tau itu,"gumam Zelia yang sedang sibuk mencoret-coret baju Marvel menggunakan pilok.


"Gila si demi apa?"ucap Liora benar-benar tak menyangka.


"Emang dunia sempit."Gea pun ikut-ikutan menyemprot seragam teman-temannya.


Akhirnya mereka semua berlarut menghabiskan waktu terakhirnya di masa-masa SMA nya dengan bersenda gurau, rasanya dunia berputar sangat cepat.


22:55


Kini Zelia dan Marvel sedang berada di balkon kamarnya. Zelia berdiri menatap gedung-gedung yang menjulang tinggi di hadapannya dengan Marvel yang memeluk tubuh wanita itu dari belakang.


"Gak terasa ya, kita udah lulus."Bahkan Zelia masih tak percaya bahwa kini dirinya sudah lulus SMA.


Marvel terkekeh pelan lalu menumpukan dagunya di bahu Zelia."Yang penting sebentar lagi bakal ada yang hadir dari sini,"ucap Marvel seraya mengusap perut Zelia yang masih rata.


"Kamu mau cewek atau cowok?"tanya Zelia.


"Apa aja, sayang. Yang penting dia dan kamu bisa sehat di hari persalinan nantinya,"sahut Marvel.


Marvel membalikan tubuh Zelia hingga kini mereka berdua saling berhadapan. Laki-laki itu semakin menepis jarak wajahnya dan Zelia hingga kini kening dan hidung mereka berdua sudah menyatu.


Zelia melingkarkan tangannya di leher Marvel lalu mengecup bibir laki-laki itu dengan singkat."Kenapa kamu bisa setampan ini?"tanya wanita itu tanpa menjauhkan wajahnya.


Marvel menyunggingkan sudut bibirnya."Karena kalo jelek itu bukan aku,"jawab laki-laki itu dengan tingkat kepedeannya.


"Love you,"ungkap Zelia membuat Marvel terkekeh pelan.


"Kok diem aja? Kamu gak cinta sama aku?"kesal Zelia saat tak mendapat balasan dari Marvel. Wanita itu mengerucutkan bibirnya sebal.


"I love you too, baby,"balas Marvel lalu segera menyatukan bibir mereka berdua.

__ADS_1


Zelia memejamkan matanya lalu membalas setiap ciuman yang Marvel berikan, dia sedikit kewalahan tetapi sebisa mungkin untuk tetap menyeimbangi setiap gerakan dan lumutan bibir Marvel di bibirnya.


Marvel mengangkat tubuh Zelia seperti koala lalu membawa wanita itu masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan pagutan bibirnya. Setelah menutup kaca balkonnya Marvel langsung menurunkan tubuh Zelia dengan perlahan ke ranjangnya.


Marvel pun yang sudah berada di atas tubuh wanita itu semakin memperdalam ciumannya dan tangannya mulai berkeliaran menyentuh setiap inci tubuh istrinya.


Begitu sadar istrinya kehabisan nafas Marvel langsung melepaskan ciumannya."Maaf,"gumam Marvel ketika melihat bibir bawah istrinya berdarah. Tangannya terangkat untuk mengusap bibir wanita itu.


Zelia hanya mengangguk pelan dengan mata sayunya dia benar-benar sudah ingin tidur tetapi tak tega bicara kepada Marvel.


Marvel langsung menggeser tubuhnya lalu tidur di samping Zelia."Tidur ya, udah malem."


Zelia langsung memiringkan tubuhnya dan memeluk Marvel, dia menyunggingkan sudut bibirnya."Aku ngantuk, tapi gak mau tidur."


"Kenapa, hm?"tanya Marvel seraya mengusap punggung Zelia naik turun dengan gerakan lembut.


Zelia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvel lalu mulai memejamkan matanya."Takut kamu ninggalin aku,"gumam Zelia.


Marvel terkekeh pelan mendengar ucapan konyol Zelia."Gak akan, sayang."


"I will always be by your side,"lanjut Marvel seraya mengecup kening Zelia.


"Promise, will always be by my side?"ucap Zelia seraya mendongakan kepalanya menatap Marvel dengan tatapan dalam.


Zelia langsung melebarkan senyumannya lalu semakin merapatkan tubuhnya dengan Marvel, memeluk laki-laki itu sangat erat seakan-akan tak mau membiarkan Marvel pergi darinya.


Wanita itu mulai memejamkan matanya sampai tak selang lama Zelia sudah terlelap. Marvel pun yang sadar itu ikut memejamkan matanya.


...•••...


Suara burung berkicau serta cahaya matahari yang mulai memasuki kamar membuat sepasang manusia yang sedang terlelap dengan terpaksa harus membuka matanya.


Zelia menggeliat pelan sebelum pada akhirnya membuka matanya dengan perlahan. Wanita itu duduk, di tepian ranjang mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu lalu berjalan menuju kamar mandi.


Setelah mencuci wajahnya Zelia berjalan keluar kamar untuk membuat sarapan tanpa membangunkan Marvel, toh mereka sudah tak sekolah jadi bangun siang pun tak masalah.


Setelah hampir setengah jam berkutat dengan masakannya akhirnya dia selesai, merapikan makannya ke meja lalu berjalan menaiki tangga untuk membangunkan Marvel.


"Vel, bangun."Zelia yang sudah duduk di tepian ranjang menepuk-nepuk pelan pipi suaminya yang masih terlelap.


"Hm,"gumam Marvel tanpa membuka matanya. Laki-laki itu justru mengubah posisi tidurnya menjadi memunggungi istrinya.

__ADS_1


Zelia berdecak malas, memang paling susah jika membangunkan Marvel. Dia menaiki ranjang lalu menarik rambut Marvel dengan kasar membuat sang empu meringis pelan seraya membuka matanya.


"Sakit, sayang."


"Buka matanya! Ini udah siang,"kesal Zelia setelah melepaskan rambut Marvel.


Marvel yang sudah terlentang menatap Zelia malas, lalu senyuman licik terbit di bibirnya. Tanpa aba-aba dia menarik lengan istrinya membuat tubuh Zelia ambruk di atas Marvel.


Mata Zelia melotot lalu memukul dada laki-laki itu dengan kasar."AWASSSSS!"


Marvel hanya diam semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Zelia, lalu secepat kilat membalikkan tubuhnya hingga kini Zelia berada di bawah kungkungannya.


"Ck, isshhhh Marvel awasss,"kesal Zelia seraya menggerakkan wajahnya ke kanan dan kiri saat Marvel mulai mengecup seluruh wajahnya membuat wanita itu risih karena geli.


Marvel terkekeh pelan melihat wajah merah Zelia lalu dia beranjak menuruni ranjang berjalan memasuki kamar mandi. Zelia mendengus pelan sebelum pada akhirnya segera membereskan ranjangnya yang berantakan.


Setelah selesai merapikan ranjangnya, Zelia segera berjalan keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan. Menunggu Marvel yang sedang ada di kamar mandi.


Suara langkah kaki yang menuruni tangga membuat Zelia langsung tau bahwa itu adalah Marvel, dia berdiri untuk segera meletakkan nasi beserta lauknya ke dalam piring untuk Marvel lalu mengambil untuk dirinya.


Zelia menyodorkan piring kepada Marvel lalu menuangkan air putih."Selamat sarapan,"ucap Zelia setelah mengecup sebelah pipi Marvel.


Marvel hanya bergumam pelan lalu segera menyantap makanannya di susul Zelia. Mereka berdua menghabiskan sarapannya dengan hening.


Setelah selesai sarapan, kini Zelia sedang berdiri di depan mesin cuci untuk mencuci pakaiannya dan Marvel. Sedangkan laki-laki itu sedang sibuk bermain ponsel di sofa ruang tamu.


Marvel yang sudah bosan memainkan ponselnya pun berjalan ke belakang mencari Zelia yang sedang mencuci pakaiannya.


"Sayang, kamu gak boleh kecapean."


Zelia membalikan tubuhnya bersender di mesin cuci yang sedang memutar pakaiannya."Enggak, ini cuma nyuci kan pake mesin."


"Kamu masuk, biar aku yang nyelesain."


"Enggak, kamu pikir aku istri durhaka? Masa ngebi—"


"Sayang, masuk aku bilang."


Zelia mengerucutkan bibirnya sebal lalu berdiri menjauh dari mesin cuci."Aku tunggu sini,"ujar Zelia seraya duduk di kursi kayu yang ada di sana.


Marvel terkekeh pelan lalu mengusap rambut istrinya dengan sayang."Nanti cebongnya kecapean,"bisik Marvel membuat Zelia melotot.

__ADS_1


"Cebong kamu bilang? Kamu tega ngatain anak kamu cebong? Kalo mau anak cebong mending kamu kawin aja sana sama katak!"kesal Zelia lalu berdiri menghentakkan kakinya dengan kesal meninggalkan Marvel yang masih tercengang di tempatnya.


...•••...


__ADS_2