![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Marvel dan Zelia sudah duduk bersampingan di depan penghulu. Hari ini Marvel akan mengucapkan janji sucinya di depan para tamu undangan dan penghulu.
Zelia dari tadi terus menundukkan kepalanya, jujur saat ini dia benar-benar gugup. Bahkan sikapnya yang bar-bar dan tak punya malu hari ini seakan-akan hilang entah kemana.
Memang acaranya di laksanakan di sebuah hotel bintang lima yang di sewa oleh keluarga Marvel. Yang datang pun hanya orang-orang tertentu. Contohnya sahabat-sahabat terdekat Marvel dan Zelia. Lalu semua keluarga besar dari orang tua Marvel dan Zelia. Dan para rekan-rekan kerja orang tua mereka.
"Saudara Marvel, apakah anda sudah siap?"tanya Pak Penghulu seraya mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan Marvel.
Marvel menganggukkan kepalanya mantap lalu menjabat tangan Pak Penghulu.
"Baik. Saudara Marvel saya nikahkan engkau dengan Leta Nayara Zelia binti Gino Arlando, dengan maskawin uang tunai sebesar dua ratus lima puluh juta dan seperangkat alat solat di bayar tunai!"
Marvel menarik nafas dalam-dalam."Saya terima nikahnya Leta Nayara Zelia dengan maskawin tersebut dibayar tunai,"ucap Marvel lantang tanpa ada kesalahan sedikitpun.
"Bagaimana para saksi?"tanya pak penghulu kepada tamu undangan.
"SAH!"jawab mereka serempak.
Setelah itu acara terus berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan sedikitpun.
...•••...
Kini Zelia dan Marvel sudah berada di dalam salah satu kamar hotel. Sekarang sudah pukul 11 malam lebih, dan para tamu undangan pun sudah pulang.
Zelia berjalan mendekati Marvel yang sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya."Vel, tolong bukain resletingnya,"ucap Zelia seraya berdiri di depan laki-laki itu.
Marvel langsung meletakan ponselnya dan berdiri membuat Zelia langsung memunggungi Marvel. Laki-laki itu langsung menurunkan resleting gaun Zelia sampai sebatas punggung.
"Makasih,"ungkap Zelia seraya meraih handuk dan masuk ke kamar mandi.
Marvel kembali menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di sofa. Laki-laki itu menyandar di sandaran sofa sembari menatap langit-langit kamar hotel. Marvel terus sibuk berperang dengan pikirannya sendiri.
Ceklek
Zelia keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya sampai sebatas paha."Vel, baju gue mana?"
"Emang bawa?"
Zelia melotot terkejut."TERUS GUE PAKE APA?"pekik Zelia panik.
Marvel berdecak pelan lalu bangkit menuju ke lemari. Laki-laki itu terus mengotak-atik isinya tetapi hanya ada kaos-kaos oblong milik Marvel.
Marvel mengambil satu kaos besar berwarna hitam dan memberikannya kepada Zelia."Pake ini dulu."
Zelia hanya menurut saja, gadis itu kembali berjalan ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Marvel berjalan menaiki ranjangnya dan langsung memejamkan matanya, laki-laki itu tadi sudah mandi terlebih dahulu.
Begitu keluar kamar mandi Zelia langsung menuju ranjang."Vel, kita tidur bareng?"tanya Zelia dengan tampang dongonya.
__ADS_1
Marvel kembali membuka matanya menatap Zelia yang sedang berdiri di sampingnya."Menurut lo?"
"Ishhh, kenapa gue nikahnya sama lo?"gerutu Zelia lalu memutari ranjangnya dan segera duduk di samping Marvel.
Marvel membalikan tubuhnya menghadap Zelia yang sudah duduk di sampingnya."Kenapa? Nyesel?"
Mendengar ucapan Marvel otomatis membuat Zelia langsung menolehkan kepalanya."Ya-ya gak gitu. Maksud gu—"
"Harusnya lo bersyukur. Bisa nikah sama cowok ganteng kaya gue,"ujar Marvel dengan tingkat kepedeannya.
"PD lo om-om!"ejek Zelia membuat Marvel melotot tajam.
"Ngomong sekali lagi?"
"Apa? Om-om aja bangga,"ujar Zelia sama sekali tak punya rasa takut.
Marvel menyeringai licik. Laki-laki itu mengubah posisinya menjadi duduk lalu tanpa aba-aba langsung melepaskan kaosnya. Zelia yang melihat itu dengan spontan langsung memalingkan wajahnya.
"Vel! Lo apa-apaan, si?"
Marvel dengan santainya justru semakin mendekati Zelia."Kenapa, hm?"tanya Marvel sensual tepat di samping telinga Zelia.
Zelia yang terkejut langsung menolehkan kepalanya dan detik itu juga tiba-tiba dia lupa caranya untuk bernafas.
Dengan jarak sedekat ini membuat Zelia benar-benar mati kutu. Sejengkal saja dia maju maka wajahnya dan wajah Marvel sudah saling menempel.
"Kenapa? Gue suami lo? Bahkan kalo gue mau perkosa lo juga gak dosa,"jawab Marvel enteng.
Zelia dengan perlahan menurunkan satu-persatu kakinya sampai pada akhirnya dia hendak berdiri dan lari tetapi tangannya di tarik dengan kasar oleh Marvel membuat tubuhnya terjatuh di atas pangkuan Marvel.
"Kenapa? Mau kabur?"
"Vel, lepasin gak!"
"Gak!"
"Awas gue mau tidur."Zelia dengan susah payah ingin beranjak tetapi Marvel justru mengeratkan tangannya di pinggang Zelia.
Cup
Tanpa aba-aba Marvel mengecup singkat bibir Zelia membuat kedua pipi gadis itu langsung bersemu merah.
"Marvel,"cicit Zelia. Jujur dia benar-benar malu sekarang apa lagi di tatap seperti itu dan dengan jarak sedekat ini membuat Zelia mati kutu.
"Kenapa? Malu? Biasanya juga malu-maluin,"goda Marvel.
Zelia memukul pelan lengan Marvel."Awas, gue malu."Gadis itu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Marvel terkekeh pelan melihat tingkah Zelia."Biasanya lo bar-bar. Kok tiba-tiba jadi pemalu, si? Mana pipi lo merah lagi,"ujar Marvel semakin gencar menggoda Zelia.
"Vel, gue nangis, ni,"ancam Zelia dengan wajah yang sudah memerah padam.
"Nangis aja. Lo sendiri yang malu, masa belom di apa-apain udah nangis."
Marvel melepaskan pelukannya di pinggang Zelia membiarkan gadis itu bebas, bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
Lelaki itu kembali ke tempatnya semula lalu menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya dan mulai terpejam.
Suara langkah kakinya yang menjauh tak Marvel hiraukan. Sedangkan Zelia gadis itu berjalan dengan bibir di tekuk untuk ke kamar mandi.
Saat hendak menutup pintu tiba-tiba lampunya mati, membuat Zelia tak bisa melihat apapun. Bayang-bayang suara langkah kaki mulai melewati pendengarannya membuat Zelia tiba-tiba merasa pusing.
"AAAAAAA.... MAMA...."Zelia langsung meluruhkan tubuhnya ke lantai sembari memeluk lututnya sendiri, dan matanya di tutup rapat-rapat. Keringat dingin mulai mengalir deras di wajahnya bahkan tubuhnya benar-benar sudah bergetar.
Marvel yang sadar tiba-tiba kamarnya gelap pun langsung bangun. Dengan panik dia menoleh ke ranjang sampingnya, dan saat itu juga kepanikannya semakin menjadi saat menyadari tak ada Zelia.
Marvel langsung meraih ponselnya dengan tergesa-gesa menghidupkan senter dan berjalan ke kamar mandi yang tertutup.
Begitu terbuka pemandangan pertama yang dia liat adalah tubuh Zelia yang sudah bergetar di lantai.
"Zel, lo gak papa?"tanya Marvel memegang pundak Zelia.
Gadis itu tak merespon apapun masih memejamkan matanya, tetapi tubuhnya benar-benar bergetar hebat. Marvel tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuhnya Zelia dan membawanya ke ranjang.
Marvel memeluk tubuh bergetar Zelia, menyenderkan kepala gadis itu di dada bidangnya.
"Udah, jangan takut."
Dengan keberanian yang terkumpul Zelia mulai membuka kembali matanya."Vel, gelap."
"Iya, udah gak papa ada aku."
Zelia langsung melingkarkan tangannya di pinggang Marvel, gadis itu mengeratkan pelukannya.
Suara isak tangisnya mulai terdengar membuat Marvel semakin khawatir."Zel, udah gak ada apa-apa."
Zelia menggelengkan kepalanya pelan. Bayangan-bayangan buruk tentang kejadian di masalalunya mulai berdatangan membuat Zelia semakin ketakutan.
"Takut,"cicit Zelia pelan dengan suara bergetar.
"Gak ada apa-apa. Ada gue,"ucap Marvel mencoba untuk menenangkan Zelia.
Marvel tau seberapa traumanya Zelia dengan kegelapan. Karena gadis ini memiliki trauma yang cukup dalam di masa lalunya. Kejadian buruk itu membuat Zelia sampai sekarang harus takut dengan kegelapan.
"Tidur, ya?"bujuk Marvel lalu dengan perlahan membantu Zelia untuk merebahkan tubuhnya. Tak lupa juga dia menutupi tubuhnya dengan selimut. Marvel semakin mengeratkan pelukannya agar Zelia bisa tenang sampai akhirnya gadis itu terlelap.
__ADS_1
...•••...