![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia berkali-kali mengedipkan matanya. Dia menatap sekelilingnya dan seketika tersadar dia masih ada di hotel.
Zelia menoleh ke samping menatap Marvel yang masih tidur dengan pulas, jangan lupakan laki-laki itu sudah bertelanjang dada.
Zelia dengan susah payah menyingkirkan tangan kekar Marvel yang bertengger di atas perutnya, jujur ini berat membuat perutnya tertekan.
Laki-laki itu justru semakin menarik tubuh Zelia mendekat. Zelia menepuk-nepuk pelan pipi Marvel.
"Vel, lepasin tangan lo."
"Marvel, bangun."
"Vel, bangun ihhhh."
Plak
Karena kesal dengan kasar Zelia menepuk pipi Marvel membuat laki-laki itu langsung membuka matanya.
"Apa, sih?"
"Tangan lo lepasin beratttttt,"ujar Zelia seraya menjauhkan tangan Marvel.
Zelia mengubah posisinya menjadi duduk, gadis itu mengikat rambutnya asal-asalan membuat leher jenjangnya terekspos.
Marvel justru meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya dengan tatapan yang terus tertuju kepada Zelia. Mengamati gerak-gerik gadis itu yang masih melamun. Mungkin sedang mengumpulkan nyawanya.
"Kenapa?"
Mendengar pertanyaan Marvel membuat Zelia langsung menolehkan kepalanya."Kita gak sekolah?"
"Gak."
"Berapa hari?"
"3."
"Vel, kita udah nikah?"tanya Zelia masih tak percaya.
"Hm."
"Kok lo mau, si?"
"Gak!"
"Hah?"beo Zelia masih tak paham.
"Apa?"
"Lo barusan ngomong apa?"
"Apa?"
Zelia langsung menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk menenangkan dirinya agar tidak tersulut emosi.
Gadis itu berniat untuk bangkit tetapi Marvel menahannya."Mau kemana?"
"Mandilah. Emang lo, jorok gak pernah mandi!"ujar Zelia tak santai.
"Gue gak mandi seabad juga masih tetep ganteng."
"Dih. Gue kadang suka mikir, gimana reaksi cewek-cewek di luar sana yang sangat-sangat tergila-gila sama lo kalo tau sifat asli lo,"ujar Zelia panjang lebar.
Marvel mengedikan bahunya acuh."Ngapain mikirin mereka? Emang dengan lo mikirin mereka bisa bikin kaya?"
"Tau ah. Lo ma ngejawab mulu,"kesal Zelia.
Zelia yang sudah jengah pun memilih untuk bangkit dari ranjangnya dan segera pergi ke kamar mandi.
Marvel yang melihat itu pun ikut turun dan berjalan masuk ke kamar mandi begitu saja. Hal itu membuat Zelia langsung membulatkan matanya terkejut.
"MARVEL! LO NGAPAIN?"
...•••...
17:25
Zelia menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke atas ranjang. Tadi pagi setelah dari hotel Marvel dan Zelia langsung pulang untuk mengambil barang-barang mereka. Karena Marvel memutuskan untuk tinggal berdua di rumah Marvel sendiri.
Jadi saat pernikahan kemaren Ayah dan Bunda Marvel memberikan hadiah berupa rumah yang letaknya lumayan jauh dari rumah mereka. Alasannya karena mereka ingin membiarkan Marvel mandiri.
Zelia menolehkan kepalanya saat mendengar pintu kamarnya terbuka."Dari mana?"
"Markas."Marvel melepaskan jaket hitam yang melekat di tubuhnya lalu meraih handuk dan berjalan memasuki kamar mandi.
Zelia yang merasa lapar pun memilih untuk pergi ke dapur dan masak. Tadi saat hendak ke sini dia dan Marvel menyempatkan untuk mampir membeli beberapa bahan makanan untuk beberapa hari ke depan. Jangan ragukan kejeniusan Zelia dalam memasak, karena gadis itu paling jago jika memasak.
__ADS_1
"Duh, susah banget, si,"gerutu Zelia seraya berjinjit semakin tinggi untuk meraih toples di dalam lemari.
Gadis itu langsung membalikkan badannya saat melihat ada tangan lain yang meraih toples itu. Dan tepat berada di hadapannya ada Marvel yang sedang berdiri menatapnya.
"Kalo gak bisa minta tolong,"ujar Marvel lalu memberikan toples yang ada di tangannya.
Dengan senang hati Zelia menerimanya."Makasih,"ungkap Zelia lalu kembali membalikkan tubuhnya.
Zelia mulai berkutat dengan sayuran yang sedang di masak. Gadis itu berjengit kaget saat tiba-tiba dagu Marvel di tumpukan di pundaknya.
"Vel, awas gue mau masak!"
"Masak tinggal masak juga."
"Ya lo nya awas. Ganggu ini kepalanya, berat tau!"
Marvel berdecak pelan tetapi masih belom memindahkan kepalanya. Zelia yang kesal pun menolehkan kepalanya berniat untuk memaki-maki Marvel.
"MAR—"
Cup
Setelah mengecup bibir Zelia Marvel langsung berjalan duduk di kursi makan. Laki-laki itu tanpa rasa bersalah langsung sibuk memainkan ponselnya.
Sedangkan Zelia, dia masih mematung dengan bola mata yang melotot lebar seakan-akan ingin keluar dari sarangnya. Zelia mengangkat tangannya dan meletakkannya di dada.
Deg. Deg. Deg.
Bahkan jantungnya berdetak sangat cepat. Gila, Zelia benar-benar ingin terbang sekarang juga.
MAMA TOLONGIN ZELIA!!!
"Zel, masakan lo nanti gosong!"
Zelia langsung tersadar dari keterkejutannya saat mendengar suara Marvel. Dengan cepat dia langsung membalikkan tubuhnya, dan menghela nafas lega saat masakannya tidak gosong.
Setelah sudah matang Zelia langsung meletakannya di piring lalu membawanya ke meja makan.
Zelia mengambilkan nasi beserta lauknya untuk Marvel terlebih dahulu. Setelah itu baru untuk dirinya.
Zelia menarik kursi di samping Marvel dan segera duduk menyusul Marvel yang sudah sibuk makan.
"Mau bulan madu kemana?"
Uhuk. Uhuk. Uhuk.
"Lo mau bunuh gue?"tanya Zelia galak.
"Gue nawarin mau bul—"
"Vel, jangan bahas itu dulu. Kita masih sekolah,"kesal Zelia memotong ucapan Marvel.
"Oh,"jawab Marvel santai lalu kembali melanjutkan makan.
Zelia mengerutkan keningnya bingung. Marvel benar-benar gila, dan yang lebih gila lagi adalah dirinya yang dengan gilanya mau menikah dengan orang gila.
Sebenarnya yang gila gue atau orang gila itu.
"Kenapa?"tanya Marvel saat Zelia terus memperhatikan dirinya.
"Lo gak gila kan, Vel?"tanya Zelia dengan tampang polosnya. Hal itu membuat Marvel rasanya ingin menendang Zelia jauh-jauh.
"Maksud lo? Lo pikir gue gila ha?!"jawab Marvel tak terima.
"Oh,"jawab Zelia membalikan ucapan Marvel tadi.
"Sinting,"gumam Marvel seraya beranjak pergi.
Zelia yang melihat itu pun juga kebingungan sendiri, tak tau salahnya di mana sehingga Marvel kesal seperti itu. Padahal kan niatnya baik, hanya ingin bertanya Marvel gila atau tidak.
Memangnya salah?
Karena tak ingin pusing Zelia segera menghabiskan makanannya lalu setelah selesai kembali merapikan dapur dan meja makan.
Zelia berjalan menaiki tangga untuk ke kamarnya. Sekarang sudah jam 6 lebih, Zelia langsung menutup kaca balkon beserta kordennya.
Gadis itu berjalan mendekati Marvel yang sedang duduk lesehan sembari memainkan PS.
"Vel, gue bosen."
"Terus?"
"Jalan kek."
"Udah malem, Zel."
__ADS_1
"Emang kenapa kalo malem?"
"Gak baik anak cewek keluar. Mau hujan juga, enakan di kasur."
Zelia melotot tajam."Dasar mesum!"
"Mesumin istri sendiri ma halal-halal aja."
"Gue yang ogah!"
Marvel tak menghiraukan ucapan Zelia lagi. Dia kembali fokus ke psnya.
Drt. Drt. Drt.
Deringan ponsel Marvel membuat Zelia langsung menolehkan kepalanya. Gadis itu terus memperhatikan Marvel yang sedang mengangkat panggilan itu.
"Kenapa Ta?"
"Vel bisa tolongin gue gak?"
"Apa?"
"Mobil gue mogok, gue gak tau minta tolong sama siapa lagi selain lo."
"Di mana?"
"Jalan pahlawan, deket butik Permata."
"Oke."
Begitu panggilan terputus Marvel langsung mematikan psnya. Laki-laki itu bangkit meraih jaket dan kunci mobilnya.
"Mau kemana, Vel?"tanya Zelia mengekori Marvel.
"Keluar bentar."
"Ini udah ma—"
"Janeta mobilnya mogok. Gue mau jemput dia."Setelah mengatakan itu Marvel langsung berjalan keluar rumah.
Deg
Tiba-tiba tubuh Zelia mematung begitu mendengar nama Janeta. Entah mengapa ada sedikit tusukan yang mengenai hatinya. Seakan-akan Zelia merasa jadi istri yang sedang di khianati suaminya.
"Zel, apa sih. Lo gak suka sama Marvel, jadi jangan berlebihan,"ujar Zelia memperingati dirinya sendiri.
...•••...
Marvel menghentikan mobilnya di pinggiran jalan. Lalu dia turun menghampiri Janeta yang sedang berdiri di depan mobil gadis itu.
"Marvel, maaf ya ngerepotin kamu,"ujar Janeta tak enak hati.
Marvel bergumam pelan."Yaudah ayo gue anterin pulang,"ucap Marvel berjalan kembali ke mobilnya di susul Janeta.
Setelah sampai Marvel langsung menghentikan mobilnya di depan perkarangan rumah Janeta.
"Makasih, Vel,"ungkap Janeta setelah turun dari mobil Marvel.
Marvel hanya mengangguk pelan lalu laki-laki itu segera pamit pulang karena sudah larut malam juga.
Zelia, gadis itu dari tadi terus mondar-mandir di kamarnya karena menunggu Marvel yang belum pulang-pulang.
"Duh, gue kenapa jadi kaya gini, si?"gumam Zelia seraya duduk di tepian ranjang.
Karena tak mau di bilang terlalu berlebihan akhirnya Zelia memilih untuk tidur terlebih dahulu.
Ceklek....
Marvel kembali menutup pintu kamarnya, setelah melepaskan jaketnya Marvel langsung menaiki ranjangnya.
Marvel memiringkan tubuhnya semakin mendekati Zelia dan langsung memeluk tubuh gadis itu dari belakang. Marvel mulai memejamkan matanya hingga tak butuh waktu lama sudah terlelap.
Zelia menggeliatkan tubuhnya mengubah posisinya menjadi menghadap ke Marvel. Gadis itu membuka matanya.
"Udah pulang?"tanya Zelia dengan suara seraknya.
"Udah."
"Oh, kenapa gak nginep?"
Tuk.
"Gajelas,"gumam Marvel setelah menyentil kening Zelia.
Sedangkan Zelia tak menghiraukan itu dia kembali melanjutkan tidurnya, begitu juga dengan Marvel.
__ADS_1
...•••...