Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[48]. Konflik 2


__ADS_3

Marvel mengacak-acak rambutnya dengan kasar, dia menghempaskan tubuhnya ke sofa seraya bersender. Memejamkan matanya, sembari memijat pelipisnya. Kepalanya terasa berdengung, di kantor tadi sudah sangat banyak masalah lalu sekarang dia dan Zelia harus bertengkar.


Terkadang Marvel lelah dengan rumah tangganya yang selalu di landa masalah, entah dirinya yang kurang dewasa atau memang kehidupan berumah tangga serumit ini.


Dia beranjak dari sofa keluar kamar lalu berjalan menuruni tangga untuk mencari keberadaan istrinya. Matanya membulat saat melihat Zelia yang sedang duduk di kursi makan, dan wanita itu hendak memakan nanas muda.


Buru-buru Marvel berlari mendekati Zelia lalu menampik piring yang di genggam istrinya hingga berjatuhan ke lantai.


Prang


Tubuh Zelia menegang dan matanya membulat karena terkejut, menyadari kehadiran Marvel jantungnya langsung berdetak tak teratur.


"KAMU GILA, HAH?! KAMU MAU BUNUH ANAK KAMU SENDIRI?! DIMANA AKAL SEHAT KAMU ZELIA!"bentak Marvel yang sudah emosi melihat hal gila yang baru saja akan di lakukan oleh istrinya.


Zelia memejamkan matanya kuat-kuat, dia benci di bentak. Tetapi Marvel selalu saja membentaknya jika dia berbuat salah. Setelah mengumpulkan keberaniannya, dia beranjak dari kursi lalu berdiri di hadapan Marvel. Tatapan keduanya saling beradu penuh amarah.


"Kenapa? Peduli apa kamu? Atau bahkan aku mati sekalipun kamu gak akan pernah peduli, kan?"sarkas Zelia.


"Kamu tau apa yang baru aja mau kamu lakuin? Hal gila apa yang akan kamu lakuin tadi?"tanya Marvel dengan tangan terkepal kuat.


"Makan nanas? Dan efek sampingnya bisa bikin aku keguguran? Lalu kenapa kamu marah?"balas Zelia masih berusaha santai.


"Sakit jiwa, kamu bener-bener sakit jiwa tau, gak!"


Zelia terkekeh pelan, lalu kini tatapannya turun ke perut besarnya sembari mengusapnya pelan."Kamu gak tau siapa aku sebenarnya, bahkan kamu gak tau kan aku udah berkali-kali ngabisin nyawa orang?"

__ADS_1


Deg


Ucapan Zelia barusan mengingatkan Marvel tentang pesan masuk di ponsel wanita itu yang pernah dia baca, pikirannya mulai menggila tapi dia mencoba untuk menepisnya.


"Kamu tau aku yang bunuh Fara, dan kamu tau? Aku bisa aja bunuh anak yang ada di dalam kandungan aku, bahkan kalo aku siap aku bakal bunuh diri aku sendiri,"lanjut Zelia seraya menyeringai.


Dan benar dugaan Marvel selama ini, dia menatap Zelia tak percaya. Mulutnya terasa kelu, sangat sulit untuk mengeluarkan suaranya.


"Kamu pikir semudah itu aku maafin kamu, Vel? Setelah kamu ngehianatin aku, bentak-bentak dan kasarin aku. Kamu pikir dengan semudah itu aku bakal maafin kamu? Enggak! Aku masih dendam sama perbuatan semena-mena kamu, dan ini—"Zelia menodongkan pisau tajam yang dari tadi dia genggam ke hadapan Marvel membuat laki-laki itu terkejut.


"Pisau ini bisa bantu aku buat ngebales dendam ke kamu,"ucap Zelia dengan suara tercekat tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja.


"Zel, ini bukan kamu. Jangan lakuin hal gila yang bisa bahayain nyawa kamu,"ucap Marvel dengan lembut tatapannya berubah menjadi teduh.


"Jangan mendekat! Atau aku bakal mati di depan mata kamu sekarang juga!"pekik Zelia seraya memundurkan langkahnya saat menyadari Marvel mulai mendekat.


Suara isakan Zelia yang keluar begitu saja membuat Marvel kebingungan, tiba-tiba rasa takut menghampiri dirinya.


"Kamu tau? Aku hampir gila, aku setres saat tau kamu selingkuh sama sahabat aku. Kamu tau aku sakit hati saat kamu bentak, kamu kasarin kamu bilang aku beban dan lain-lain. Aku benci saat kamu melakukan hal buruk itu ke aku, tapi aku cinta sama kamu. Aku yang dengan bodohnya masih mau bertahan sama laki-laki bajingan kaya kamu, semuanya aku lakuin karena cinta."Zelia menjeda ucapannya, air matanya semakin mengalir deras dengan tubuh mulai bergetar.


"Kenapa kamu gak pernah mikirin gimana perasaan aku saat kamu selingkuhan, gimana kondisi hati aku saat kamu bentak-bentak, saat kamu katain beban dan kata-kata menyakitkan lainnya,"lanjut Zelia menatap Marvel dengan sendu.


"Kenapa kamu gak pernah mikirin aku Marvel?! Kenapa kamu percaya begitu aja sama ucapan aku yang selalu bilang baik-baik aja?! Kenapa kamu gak pernah peka sama keadaan aku yang sebenarnya?!"bentak Zelia.


Satu tetes air mata berhasil jatuh dari mata indah Marvel, keringat dingin mulai membanjiri wajahnya. Ini pertama kalinya menangis setelah bertahun-tahun tak pernah menangis.

__ADS_1


"Hiks.... Aku capek, aku capek harus mendem semuanya sendiri. Aku setiap hari ketakutan karena ancaman orang-orang yang ngirim aku pesan, mereka bakal masukin aku ke penjara karena pembunuhan Fara. Kamu tau apa alasan aku ngelakuin itu?"Zelia kembali menatap Marvel.


"Karena aku gak mau berbagi, aku gak mau kehilangan kamu, aku cinta sama kamu."Wanita itu mengusap air matanya dengan kasar."Itu semua aku lakuin buat kamu, tapi kamu gak sadar, kan?"


"Zelia..... Maaf, maaf aku emang bodoh. Aku  brengsek, tapi aku mohon kasih aku sekali lagi kesempatan buat bahagiain kamu. Jauhin pisaunya, kita selesain baik-baik ya. Kamu inget kan ada anak kita di perut kamu,"ujar Marvel lembut perlahan-lahan mendekati Zelia.


Zelia menggeleng kuat-kuat, dia mengarahkan pisaunya tepat ke lengannya di saluran nadi."Kamu semakin mendekat aku bakal benar-benar mati di hadapan kamu saat ini juga,"ancam Zelia yang lagi-lagi membuat Marvel harus menghentikan langkahnya.


"Mau kamu apa? Aku bakal lakuin semuanya, asal kamu mau kasih pisau itu ke aku? Kamu gak mikirin mama, papa dan yang lainnya kalo kamu bahayain nyawa kamu sendiri?"ujar Marvel.


Sejenak Zelia terdiam, memikirkan ucapan Marvel yang ada benarnya. Namun saat ini itu tidak penting, dia sudah lelah dengan hidupnya. Zelia ingin mengakhiri semuanya, dia ingin hidupnya berakhir saat ini juga.


"Aku gak peduli, aku udah gak peduli lagi sama semuanya. Buat apa aku peduliin mereka sedangkan mereka gak pernah peduliin aku?"sinis Zelia.


"Kamu ngomong apa, si? Mereka semua peduli dan sayang sama kamu, kenapa kamu ngomong gitu?"Marvel benar-benar bingung dengan wanita di hadapannya, Zelia yang dia kenal tidak seperti ini. Benar-benar beda dengan istrinya.


"Peduli? Kalo mereka peduli, mereka gak akan jodohin aku sama kamu di saat masih SMA. Mereka gak akan pernah ngelakuin perjodohan gila ini kalo mereka benar-benar peduli sama aku,"ungkap Zelia.


"Kamu tau, Vel? Gimana setresnya aku yang harus putus gak lanjut kuliah karena hamil, aku yang setres harus nikah muda. Aku yang hampir gila karena di selingkuhin sekaligus di khianatin sahabat sendiri."Zelia tertawa sumbang dengan tatapan tajamnya.


"Aku hampir gila karena semua itu, dan gak ada satupun yang tau. Karena mereka semua gak pernah benar-benar peduli sama aku! Aku capek, aku udah capek sama semuanya."


Tanpa aba-aba Zelia langsung menekan pisau di lengannya membuat darah segar menetes membasahi lantai. Perlahan-lahan penglihatannya mulai kabur sampai akhirnya dia merasa semuanya menjadi gelap.


"ZELIA!"

__ADS_1


Brugh


...•••...


__ADS_2