Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Enam puluh


__ADS_3

Marvel menatap laki-laki yang duduk di hadapannya dengan datar, lalu berdehem pelan."Apa yang lo dapetin?"


Alden menatap Marvel malas lalu memberikan amplop coklat besar kepada sahabatnya itu."Itu isinya foto-foto orang yang ngebunuh Fara waktu itu,"ucapnya.


Marvel buru-buru membukanya lalu melihat foto di dalamnya. Dia menyeringai saat satu-persatu mulai mendapatkan bukti kuat untuk bisa menjebloskan pelaku sebenarnya.


"Gue gak percaya kalo ternyata dia pelakunya,"gumam Alden seraya menghidupkan pematik di tangannya guna membakar ujung rokok yang di apit di bibirnya.


"Gue udah curiga dari awal,"balas Marvel.


"Lo tau dia beberapa hari lalu nemuin istri lo?"tanya Alden.


Jelas saja pertanyaan itu membuat Marvel terkejut, pasalnya yang dia tau Zelia tak pernah membicarakan soal dia yang bertemu dengan Janeta atau-


"Gak, Zelia gak bilang apa-apa ke gue."


"Gue dapet rekaman ini."Alden memberikan ponselnya yang sedang memutarkan Vidio saat Zelia bertemu dengan Reksa dan Janeta kepada Marvel.


Tangan Marvel terkepal kuat saat melihat bagaimana Reksa menampar Zelia, lalu Janeta yang dengan kurang ajarnya menjebak istrinya.


"Brengsek!"umpat Marvel lalu meletakkan ponsel Alden ke meja dengan kasar.


"Lo gantiin gue meeting jam 10, gue ada urusan penting,"ujar Marvel seraya menyambar kunci mobilnya lalu berjalan keluar meninggalkan ruangannya.


Marvel terus mengumpat kasar saat dirinya terjebak macet, di siang bolong seperti ini bahkan jalanan terlihat sangat padat. Laki-laki itu mengotak-atik ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada seseorang.


Drttt... Drtt...


"Iya?"


"..."


"Bentar sayang, aku ada urusan. Nanti malem aku pulang."


"..."


"Jangan capek-capek, oke?"


"..."


"Love you too."


Marvel kembali meletakkan ponselnya ke dashboard saat panggilannya sudah terputus, dia memarkirkan mobilnya di pelataran cafe yang terlihat rame pengunjung.


Laki-laki itu berjalan memasuki cafe dengan wajah datarnya, lalu menghampiri seorang wanita yang sudah duduk tak jauh darinya.


"Hai, Vel."

__ADS_1


"Hm, gimana kabar lo?"balas Marvel seraya duduk di kursi kosong.


"Seperti yang lo liat sekarang,"balas wanita yang ada di hadapan Marvel.


"Setakut itu lo? Sampe harus nyamar kaya gini?"kekeh Marvel saat melihat penampilan wanita di hadapannya.


"Lo tau gue trauma sama kota ini,"balasnya.


"Oke itu gak penting, sekarang gue butuh bukti itu dan akan gua kuak secepatnya kebejatan mereka,"ucap Marvel tanpa basa-basi.


Wanita itu terkekeh pelan saat melihat sorot penuh kebencian di mata Marvel, lalu mengeluarkan amplop coklat besar dari dalam tasnya menyerahkannya kepada Marvel.


"Di sini ada beberapa bukti yang menurut gue cukup kuat buat jeblosin mereka ke penjara, dan lo harus kabarin gue kalo butuh,"ucap wanita itu.


"Oke, thanks. Gue pamit,"ucap Marvel lalu segera meninggalkan cafe saat sudah mendapat jawaban dari wanita yang dia temui.


Marvel tersenyum penuh kemenangan menatap amplop di depannya, lalu buru-buru menjalankan mobilnya menuju kantor polisi untuk membuat laporan.


...•••...


Zelia menatap laki-laki yang duduk di sampingnya dengan takut, lalu menggigit bibir bawahnya guna menghilangkan rasa gugupnya. Pasalnya sejak Marvel pulang dari kantor sampai sekarang sama sekali belum mau berbicara dengannya, hal ini yang membuat Zelia resah sejak tadi.


"Kamu gak mau makan?"tanya Zelia dengan suara tercekat karena jujur dia benar-benar takut.


Marvel yang semula sedang fokus menatap layar laptop di pangkuannya kini berganti menatap istrinya dengan wajah datar."Aku udah makan di kantor."


"Menurut kamu?"balas Marvel, dia meletakkan laptopnya ke meja lalu menatap Zelia penuh intimidasi.


"Emm, demi apapun aku gak tau salahnya apa. Jadi lebih baik kamu bilang,"ucap Zelia dengan susah payah menelan air liurnya.


"Aku gak suka di bohongin Zelia!"geram Marvel semakin mempertajam tatapannya.


Mata Zelia langsung berkaca-kaca, dia memegang ujung kaos yang Marvel kenakan dengan erat."Aku minta maaf kalo pernah boong sama kamu,"ungkap Zelia dengan mata bulatnya.


Demi apapun Marvel sudah tak sanggup lama-lama marah kepada istrinya, apalagi melihat wajah menggemaskan wanita itu. Dia terekekeh pelan lalu menarik Zelia ke dalam pelukannya.


"Kenapa gak bilang kalo Reksa yang bikin bibir kamu luka beberapa hari lalu, hm?"tanya Marvel membuat tubuh Zelia menegang.


Wanita itu menjauhkan tubuhnya dari Marvel, menatap laki-laki itu dengan takut."Kamu tau?"


"Aku tau apapun yang kamu sembunyiin,"balas Marvel.


"Aku gak bermaksud buat bohongin kamu, aku emang sengaja bakal ngasih tau kamu kalo aku bakal nyerahin diri. Tapi ak---"


"Aku tau, sayang. Kamu gak perlu nyerahin diri, karena pembunuh sebenarnya udah di tangkap,"potong Marvel membuat Zelia kebingungan.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Besok aku jelasin, sekarang kamu tidur udah malem."Marvel beranjak dari sofa lalu tanpa aba-aba membawa tubuh Zelia ke dalam gendongannya.


Sedangkan Zelia yang terkejut dengan perbuatan Marvel yang tiba-tiba langsung melingkarkan kedua tangannya di leher laki-laki itu.


"Tadi seharian ngapain aja, hm?"tanya Marvel setelah menurunkan Zelia ke ranjang lalu dia ikut merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya. Memeluk Zelia dengan erat.


"Gak ngapa-ngapain, cuma nyuci baju dikit."Zelia melingkarkan tangannya di pinggang Marvel memeluk erat laki-laki itu.


"Jangan capek-capek, sayang. Aku gak mau kamu sakit,"tegur marvel seraya mengusap surai hitam istrinya dengan sayang.


"Iya, enggak. Aku tau kamu bakal marah kalo aku kecapean,"balas Zelia.


"Kangennn,"gumam Zelia tiba-tiba sembari menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvel.


Marvel terkekeh pelan mendengar ucapan Zelia yang sangat random."Kangen siapa, hm?"


"Mama, bunda, papa, ayah, semuanya aku kangenin, sama bang Jordan juga,"ungkap Zelia menyebutkan semua nama-nama yang dia rindukan.


Marvel semakin tertawa, wajar saja istrinya merindukan keluarganya. Pasalnya sudah hampir 2 bulan lebih mereka tak bertemu, terakhir kalinya bertemu saat memakamkan anaknya.


"Besok kita ke rumah mama, oke?"ajak Marvel.


Zelia mendongak, lalu mencebikkan bibirnya kesal. Pasalnya dia tau besok hari Kamis dan sudah bisa di pastikan bahwa Marvel akan kerja."Kamu besok kerja."


"Siapa yang punya perusahaan?"goda Marvel dengan wajah songongnya.


Wanita itu memutar bola matanya malas saat melihat kesombongan suaminya. Lalu menyentil hidung Marvel pelan."Iya tau, deh. Kamu pemilik perusahaannya."


"Bahkan aku bisa bebas kalau setiap hari gak ke kantor, sayang. Jangan kaya orang susah, deh."


"Dih!"balas Zelia malas.


Marvel yang memang sangat suka membuat Zelia marah pun langsung menggigit pipi chubby istrinya pelan membuat sang empu memekik kesakitan.


Plak


"Marvel! Jangan di gigit!"kesal Zelia setelah memukul lengan suaminya, sedangkan yang di pukul malah tertawa.


"Kenapa, si? Gemesin gini juga,"ucap Marvel seraya mencubit pipi Zelia yang satunya.


"Jangan di gigit gigit, nanti tambah chubby,"tegur Zelia dengan wajah murungnya.


"Bagus, dong. Aku lebih suka kalo tambah chubby."


"Ck, kamu tu gak tau ya kalo pipi aku tambah besar nanti jelek. Terus kalo aku jelek nanti gak cantik lagi, kalo gak cantik na—mphhhhhh."


Marvel yang terlalu gemas dengan Zelia langsung membungkam bibir wanita itu, dia semakin menekan kepalanya guna memperdalam ciumannya. Zelia pun hanya bisa mengikuti permainan lidah Marvel yang dengan lincahnya mengobrak-abrik deretan giginya.

__ADS_1


Wanita itu mencengkram ujung kaos yang Marvel kenakan dengan kuat saat merasakan tangan besar Marvel mulai berkeliaran menyentuh setiap inci tubuhnya.


__ADS_2