![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
"Vel, ini gimana, si?!"kesal Zelia. Pasalnya dari tadi dia sedang mengerjakan tugas, tetapi benar-benar sulit.
Marvel yang sedang duduk di sampingnya langsung menolehkan kepalanya."Yang mana, hm?"
"Ini, kamu aja deh yang ngerjain. Susah tau gak,"ucap Zelia seraya menyandarkan tubuhnya ke sofa di belakangnya.
Marvel menatap Zelia dengan tatapan teduhnya."Kalo aku yang ngerjain, nanti kamu gak bisa-bisa,"tegur Marvel membuat Zelia mengerucutkan bibirnya sebal.
"Tapi susah, aku pusing."
Marvel menghela nafas pelan."Mana yang pusing?"
"Perut aku!"ketus Zelia.
Marvel terkekeh pelan mendengar jawaban konyol Zelia. Laki-laki itu menangkup wajah gadis itu membuat Zelia langsung menatap Marvel.
Marvel semakin memajukan wajahnya lalu menepis jarak dirinya dan Zelia. Sampai pada akhirnya bibir mereka berdua saling bertemu, keduanya sama-sama terbuai dengan permainan yang Marvel mulai. Zelia memejamkan matanya dengan satu tangannya yang meremas kaos Marvel.
Laki-laki itu melepaskan ciumannya saat merasa gadisnya kehabisan nafas. Sebelum menjauhkan wajahnya Marvel mengecup bibir Zelia yang basah sejenak. Lalu mengusap bibir gadis itu menggunakan jarinya.
"Udah gak pusing, kan?"tanya Marvel seraya melepaskan cengkraman tangan Zelia di kaosnya.
Zelia hanya diam dengan kedua pipinya yang bersemu merah. Walaupun mereka sering melakukan ini, tetapi Zelia masih malu."Modusnya cowok gitu,"gumam Zelia sembari kembali fokus ke tugasnya.
"Modus sama istri sendiri gak dosa, sayang."
"Nyenyenyenye,"sewot Zelia.
Marvel terkekeh pelan lalu mengusap kepala Zelia."Mana yang gak bisa lagi?"
Zelia bukannya fokus malah gelisah, karena Marvel. Laki-laki itu melingkarkan tangannya di pinggang Zelia dengan sangat posesif membuat gadis itu jadi gagal fokus.
"Vel, kamu jauh-jauh, deh. Aku gak bisa fokus,"usir Zelia menatap Marvel.
"Kenapa? Kamu mikirin siapa kenapa sampe gak fokus?"
"Tangan kamu diem, deh,"geram Zelia menatap Marvel tajam. Sepertinya laki-laki itu sengaja ingin menggodanya, bahkan sekarang dengan kurang ajarnya laki-laki itu menelusupkan tangannya ke dalam baju Zelia lalu mengusap perut Zelia.
"Ka—"
"Di sini belom ada bayinya ya, Zel?"tanya Marvel dengan tampang dongonya sembari mengusap perut Zelia.
Plak
"Sakit, Zel,"ringis Marvel saat Zelia memukul lengannya dengan keras.
"Ck, makanya ngomongnya jangan ngelantur, deh! Kita masih sekolah, Vel,"kesal Zelia lalu menutup bukunya dengan kasar.
"Cuma nanya, Zel."
"Iya sekarang nanya-nanya, nanti ujung-ujungnya kamu minta bikin,"gerutu Zelia.
__ADS_1
Marvel tertawa pelan."Kenapa gak mau bikin, hm? Kita udah sah, Zel?"goda Marvel.
"Ya karena kita masih sekolah!"
"Kalo udah lulus mau?"Marvel semakin gencar menggoda gadis itu, apa lagi melihat wajah Zelia yang memerah.
"Jadi ngajarin aku, gak? Kalo gak yaudah,"ucap Zelia.
Marvel menahan lengan gadis itu saat melihat Zelia hendak berdiri."Iya-iya, mana yang gak bisa lagi?"
Zelia mendengus pelan lalu menjauhkan tangan Marvel dari pinggangnya. Dia mulai menunjukkan mana saja tugas yang sekiranya sulit dan Marvel dengan sigap langsung memberitahunya.
21:15
Marvel menatap Zelia yang duduk di sampingnya dengan malas. Dia sudah tidur di ranjang dengan kedua tangannya yang di lipat di belakang kepala.
"Udah malem, Zel,"tegur Marvel. Pasalnya dari tadi setelah selesai belajar gadis itu tak ada bosan-bosannya menonton drama Korea di laptopnya. Tadi bilangnya hanya akan menyelesaikan 5 episode, tetapi ujung-ujungnya sampai selesai.
Zelia mendengus pelan."Siapa yang bilang masih pagi? Yaudah si kamu ma kalo mau tidur tinggal tidur. Jangan berisik,"kesal Zelia.
"Kamu gak mau bikin anak?"tanya Marvel ngawur masih dengan tatapannya yang tertuju ke arah Zelia.
"Anak terus yang di bahas. Kaya tau aja bikinnya,"jawab Zelia asal. Pasalnya dia sedang fokus menonton drama Korea The Pethouse season 2.
Dari dulu Zelia memang paling senang dengan Drakor, dan membaca cerita di watpad. Itu lah sebenarnya jiwa kehaluan Zelia sangat tinggi, tetapi dia tak pernah menampakkannya di depan orang-orang. Karena tak ingin di bilang gila haluan.
"Mau aku buktiin kalo aku jago bikin anak?"Marvel menggeser tubuhnya lalu semakin mendekati Zelia. Laki-laki itu melingkarkan tangannya di pinggang Zelia lalu menumpukan kepalanya di paha gadis itu.
"Vel, jangan ganggu ngapa, sih! Ini la---MARVEL!"marah Zelia saat dengan beraninya Marvel mengambil laptopnya begitu saja.
Gadis itu menghela nafas kasar lalu merebahkan tubuhnya, menarik selimut hingga menutupi badannya sampai kepala.
Marvel yang melihat itu pun langsung mematikan laptopnya dan meletakkannya ke nakas.
Laki-laki itu menepis jarak dirinya dan Zelia lalu dengan sekali tarikan selimut yang menutupi kepala gadis itu sudah berhasil terbuka. Dengan sigap Marvel langsung membalikkan tubuh Zelia hingga kini mereka sudah saling berhadapan.
"Kamu belom tidur aku tau,"ucap Marvel saat Zelia terus memejamkan matanya.
Marvel menggunakan satu tangannya sebagai tumpuan kepala Zelia, lalu tangan satunya melingkar dengan posesif di pinggang gadis itu.
"Sayang, ini udah malem. Aku gak mau kamu kenapa-napa kalo kelamaan mantengin laptop,"tegur Marvel seraya mengusap punggung gadis itu.
Zelia yang tadi hanya pura-pura tidur pun langsung membuka matanya."Lagian aku gak setiap hari Vel nonton,"gerutu Zelia.
"Gak boleh lama-lama, sayang. Tadi udah 2 jam lebih, kan?"
"Ck, iya yaudah, si. Lagian udah kamu matiin juga."
"Yaudah, tidur sekarang."
Zelia hanya bergumam pelan. Lalu membenarkan posisi tidurnya agar nyaman, melingkarkan tangannya di pinggang Marvel lalu mulai terpejam.
__ADS_1
Marvel mengecup kening Zelia singkat lalu ikut memejamkan matanya. Hingga selang beberapa menit mereka berdua sudah terlelap.
...•••...
Zelia yang baru saja selesai membersihkan tubuhnya langsung pergi ke dapur untuk membuat makanan. Tadi dia pulang sekolah sedikit sore karena harus menunggu Marvel yang kumpul dengan osis.
Gadis itu mengambil beberapa bahan dari kulkas yang sekiranya bisa di masak lalu membawanya ke dapur. Zelia mulai berkutat dengan masakannya. Sedangkan Marvel sepertinya sedang membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai Zelia langsung menyiapkannya ke meja makan dan menarik kursi untuk duduk. Zelia mulai menyantap makanannya tanpa menunggu Marvel, karena jujur dia sudah sangat lapar.
"Masak apa?"tanya Marvel seraya menarik kursi di samping Zelia.
Zelia menolehkan kepalanya lalu menenggak air minum di gelasnya."Sop ayam,"jawab Zelia lalu kembali melanjutkan makannya.
Marvel mengangguk pelan lalu mulai menyantap makanannya."Enak,"gumam Marvel membuat Zelia menyunggingkan sudut bibirnya.
"Siapa dulu yang masak?"
"Leta."
"Masih ingat panggilan Leta?"Zelia semakin melebarkan senyumannya saat Marvel memanggil dirinya dengan panggilan Leta.
Marvel yang sudah selesai pun langsung menenggak air putih."Leta, yang suka ngompol di celana,"ledek Marvel.
Senyuman di bibir Zelia langsung memudar di gantikan dengan wajah galaknya."Itu kan dulu, jangan di bahas lagi."
Memang saat kecil Zelia lebih di kenal dengan panggilan Leta. Marvel hanya terkekeh pelan lalu bangkit dari kursinya.
"Mau kemana?"tanya Zelia.
"Kamar, mau ikut?"
"Enggak, aku mau nyu---MARVELLLL!!"
Zelia memekik terkejut saat tubuhnya tiba-tiba terasa melayang karena Marvel membawa ke dalam gendongan laki-laki itu.
"Nyuci piringnya nanti aja. Kamu capek, harus istirahat,"ujar Marvel seraya membawa Zelia ke kamar.
Sesampainya di kamar Marvel langsung menjatuhkan tubuh Zelia ke ranjang. Laki-laki itu berjalan untuk menutup kaca balkonnya karena sekarang sudah jam 06 malam lebih.
"Vel, besok mau kemana?"tanya Zelia tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang di genggam.
Marvel berjalan menaiki ranjangnya dengan laptop di tangannya lalu meletakkan di atas bantal yang di tumpukan di atas kakinya yang di lipat sembari bersender di senderan ranjang.
"Mau kemana kamu?"tanya Marvel balik.
"Ke rumah Mama sama Bunda boleh?"
Marvel mengangguk pelan."Iya, boleh."
Karena sudah hampir 1 bulan lebih setelah mereka menikah belum ada waktu untuk mengunjungi orang tuanya karena sibuk dengan tugas sekolah. Dan berhubung besok hari minggu jadi mereka berdua memutuskan untuk berkunjung.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Zelia yang sibuk menyecrol beranda tiktok. Lalu Marvel yang sudah sibuk berkutat dengan laptop di pangkuannya.
...•••...