Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Enam puluh sembilan


__ADS_3

Zelia yang sedang berkutat di dapur langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar suara derap langkah kaki menuruni tangga. Dia menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat Marvel sudah rapi dengan pakaian kerjanya kini menghampirinya.


"Morning, sayang."Marvel memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Morning,"balas Zelia seraya mengusap tangan Marvel yang melingkar di perutnya.


"Bikin apa, hm?"tanya Marvel.


"Katanya kamu minta nasi goreng,"jawab Zelia lalu mematikan kompornya.


Marvel terkekeh pelan lalu mengecup kedua pipi istrinya sebelum pada akhirnya berjalan menjauhinya dan kini sudah duduk di kursi makan.


Zelia langsung meletakkan nasi goreng buatannya ke dalam piring untuk dirinya dan Marvel, lalu membawanya ke meja makan.


"Selamat sarapan,"ucap Zelia lalu menuangkan air putih ke gelas kosong. Karena Marvel tak akan pernah meminum minuman lain di pagi hari kecuali air putih.


"Hm,"gumam Marvel dan segera menyantap sarapannya.


Akhirnya keduanya sama-sama bungkam, tak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suaranya karena sedang menikmati sarapannya masing-masing.


"Masih mual?"tanya Marvel saat melihat Zelia menghentikan sarapannya.


Wanita itu menatap Marvel sejenak sebelum pada akhirnya buru-buru beranjak dari kursinya dan berlari menuju wastafel. Perutnya lagi-lagi terasa seperti di kocok-kocok, dia memuntahkan semua isi perutnya.


Marvel buru-buru menghampiri istrinya, lalu memijat tengkuk wanita itu. Membantu menyangga tubuhnya yang terlihat lemas.


"Pusing, hm?"tanya Marvel seraya menyingkirkan anak rambut yang menganggu wajah Zelia ke belakang telinga.


Zelia hanya menggeleng lemah lalu membasuh wajahnya. Dia membalikkan tubuhnya menatap Marvel."Kamu berangkat, deh. Keburu siang,"ujarnya.


Marvel menghela nafas kasar lalu membantu Zelia untuk berjalan kembali ke kursinya."Aku gak jadi berangkat,"jawab Marvel seraya mulai mengotak-atik ponselnya.


"Jangan, Vel. Kamu udah hampir 4 hari lebih gak ke kantor. Aku gak papa, sayang. Cuma mual-mual hal biasa,"bujuk Zelia seraya menggenggam tangan Marvel.


Marvel menatap Zelia dalam lalu mengecup kening wanita itu."Mau istirahat ke kamar, hm?"tawar Marvel mengalihkan topik pembicaraannya.


"Iya, tapi kamu harus ke kantor."


Tanpa mempedulikan ucapan Zelia Marvel langsung mengangkat tubuh wanita itu ke dalam gendongannya, membawanya pergi ke kamar dan meninggalkan sarapannya yang belum habis.


Refleks Zelia langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Marvel, sampai akhirnya laki-laki itu menidurkannya ke ranjang.

__ADS_1


"Mau makan buah?"tawar Marvel seraya melepaskan jas, dan dasi yang terpasang di tubuhnya hingga kini menyisakan kemeja putih yang lengannya di lipat sebatas siku dengan celana bahan.


Zelia menggeleng pelan, dia menghela nafas berat."Kamu kenapa gak ke kantor?"


"Kamu pikir aku bakal biarin kamu sendirian di rumah dengan kondisi seperti ini?"balas Marvel seraya mendekati istrinya, di mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang menatap Zelia yang sedang bersandar di ranjang.


"Aku cuma mual, dan ini emang biasa buat ibu hamil,"ucap Zelia meyakinkan Marvel bahwa dirinya baik-baik saja.


"Aku gak mau, sayang."


"Kalau gak aku bisa telfon mama atau kak Clara,"lanjut Zelia.


"Mereka lagi sibuk, kan ada aku. Lagian aku bisa kerja dari rumah sambil ngawasin kamu,"balas Marvel membuat Zelia langsung bungkam.


Memang laki-laki itu sulit di bantah, jika maunya sudah a maka di bujuk sebagaimanapun ujung-ujungnya tetap sama a. Dan Zelia harus mengalah, karena jika tidak semuanya akan berakhir ribut.


Wanita itu meraih ponselnya dari nakas lalu mulai memainkannya. Sedangkan Marvel kini sudah duduk bersebelahan dengan Zelia, laki-laki itu sibuk berkutat dengan laptop yang ada di atas pangkuannya.


Zelia menyenderkan kepalanya di bahu Marvel, matanya berbinar saat melihat rujak bebek dari ponselnya. Tiba-tiba dia ingin mencobanya, lalu kini menegakkan tubuhnya menatap Marvel dengan puppy eyes-nya.


"Vel,"panggil Zelia membuat sang pemilik nama langsung menoleh.


"Kenapa, hm?"


Marvel menatap layar laptopnya dan Zelia secara bergantian lalu menggeleng pelan, karena dia hanya sedang merevisi beberapa dokumen yang dikirimkan oleh sekretarisnya.


"Enggak, kenapa? Mau apa?"


Zelia menyodorkan layar ponselnya yang menyala kepada Marvel menampilkan hidangan rujak bebek yang sangat menggoda."Pengin ini."


"Loh, jangan dong, sayang. Kamu belom makan apa-apa, masa udah mau makan rujak,"larang Marvel. Pasalnya tadi Zelia sarapan saja nasinya sudah terbuang karena muntah.


Wajah Zelia berubah menjadi murung, wanita itu mengerucutkan bibirnya lalu menurunkan tangannya yang sedang menggenggam ponsel."Yaudah, gak papa."


Wanita itu memilih untuk menidurkan tubuhnya memunggungi Marvel. Dia menarik selimut untuk menutupi sebagian badannya dan mulai terpejam.


Marvel yang melihat itu hanya bisa menghela nafas kasar, dia beranjak dari ranjang lalu berjalan keluar kamar.


"Makan ini dulu kalo mau aku beliin rujak,"ucap Marvel yang sudah kembali dengan nampan berisi roti dan susu hamil di tangannya.


Zelia langsung membuka matanya, dia duduk di tepian ranjang lalu buru-buru memakan roti serta meminum susu yang sudah di siapkan oleh Marvel. Meskipun sedikit mual, tetapi dia akan memaksanya demi bisa makan rujak.

__ADS_1


"Pelan-pelan, sayang,"tegur Marvel seraya mengusap sudut bibir Zelia yang terkena noda susu karena wanita itu terlalu bersemangat menghabiskan sarapannya.


"Kamu berangkat sekarang, gih. Aku bakal habisin ini,"ujar Zelia di tengah-tengah kesibukannya mengunyah roti.


"Iya, jangan bohong. Harus di habisin, ya,"titah Marvel yang langsung di angguki Zelia.


Laki-laki itu meraih kunci mobilnya lalu berjalan keluar kamar menuju garasi rumahnya untuk pergi membeli rujak yang istrinya inginkan.


[09:25]


Marvel memarkirkan mobilnya kembali ke garasi rumahnya, setelah hampir 1 jam lebih keliling mencari-cari rujak yang Zelia inginkan akhirnya dia bisa pulang membawa makanan kemauan istrinya.


Dia berjalan memasuki rumahnya dengan kantong putih yang ada di genggamannya, lalu membawanya ke dalam kamar.


Ceklek


Marvel menghela nafas kasar begitu pintu terbuka memperlihatkan Zelia yang sedang terlelap, dia meletakkan rujaknya ke meja lalu menghampiri istrinya.


"Sayang,"panggil Marvel seraya menepuk-nepuk pelan pipi istrinya.


Zelia menggeliat lalu bergumam pelan dengan mata yang masih terpejam."Kenapa?"


"Katanya mau makan rujak,"ujar Marvel sembari melontarkan kecupan bertubi-tubi di wajah Zelia.


Wanita itu menyipitkan matanya lalu mendorong wajah Marvel yang terus mengecup bibirnya."Ada?"


"Ada, ayo di makan."Marvel membantu Zelia beranjak dari ranjang lalu duduk di sofa.


"Tapi aku udah gak pengin,"gumam Zelia seraya menatap rujak di hadapannya dengan nyalang. Padahal tadi dia benar-benar ngiler ingin makan itu, tetapi sekarang sudah tak berselera.


"Cobain dulu, kalo emang gak mau gausah di makan,"titah Marvel dengan sabar. Dia sangat tau bahwa nafsu dan mood ibu hamil akan berubah-ubah dalam sekejap. Jadi dia memaklumi itu.


Zelia mengangguk pelan lalu memasukkan satu suapan rujaknya, tidak terlalu pedas karena mungkin Marvel sengaja memesannya dengan kepedasan minim. Namun karena tak tega melihat Marvel yang sudah berusaha mencarikan rujak ini akhirnya zelia memilih untuk menghabiskannya.


"Makasih,"ungkap Zelia seraya menatap Marvel.


"Sama-sama, sayang."


...***...


**Hai teman-teman, jangan lupa mampir ke karya baru aku yang judulnya [My Little Girl] ya. Bantu ramein ceritanya ya gaes❤️

__ADS_1


Btw makasih buat kalian yang sampai sekarang masih setia baca cerita ini, maaf kalo ceritanya kurang bagus karena aku juga pemula🙏**


__ADS_2