![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
18:50
Zelia membuka matanya, dia melirik jam yang ada di dinding ternyata sudah hampir jam 7 malam. Dia segera beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Tadi dia pulang dari cafe pukul 5 sore lebih. Sampai di rumah tadi dia langsung mandi dan setelah mandi ketiduran hingga sekarang.
Zelia keluar kamar mandi, dia mengerutkan keningnya bingung karena tak mendapati keberadaan Marvel di sini. Atau laki-laki itu belum kembali?
Zelia mulai menuruni tangga, dan sesampainya di ruang tamu dia sama sekali tak melihat Marvel. Zelia berjalan lalu membuka pintu utama dan ternyata memang Marvel belum pulang. Karena motor laki-laki itu belum ada di garasi.
"Kemana, si? Jam segini belom pulang,"gerutu Zelia seraya menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang tamu.
Gadis itu mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu mulai membuka room chatnya bersama Marvel.
Zelia: Masih di markas?
Zelia: Marvel? Kenapa belom pulang?
Zelia mendengus pelan saat pesannya sama sekali tak di baca oleh Marvel. Dia beranjak lalu berjalan dengan gontai menuju ke dapur untuk memasak karena perutnya sudah keroncongan.
Gadis itu mengambil sosis dari kulkas lalu membawanya ke dapur. Zelia mulai berkutat dengan masakannya, kali ini dia membuat nasi goreng.
"Masak apa, hm?"
Zelia berjengit kaget saat tiba-tiba ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya begitu menolehkan kepalanya ke samping dia langsung menghela nafas pelan karena pelakunya Marvel.
"Nasi goreng, kamu baru pulang?"
Marvel mengangguk pelan lalu mengecup pipi Zelia dengan singkat. Laki-laki itu berjalan menuju meja makan untuk minum. Masih mengenakan seragam sekolahnya.
Zelia yang sudah selesai masak langsung menyiapkan 2 piring nasi goreng untuk Marvel dan dirinya lalu segera membawanya ke meja makan.
"Kenapa baru pulang?"tanya Zelia seraya menarik kursi di samping Marvel lalu ikut duduk.
Marvel mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Karena jujur dia sangat lapar dari pulang sekolah belom sempat makan."Tadi ada urusan sama anak-anak,"gumam Marvel.
Zelia hanya mengangguk pelan, gadis itu sedang menikmati makanannya."Kenapa chat aku gak di bales?"
"Aku gak buka hp, Zel."
"Bohong banget,"gumam Zelia pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Marvel.
Marvel yang sudah menghabiskan makanannya langsung bangkit dari kursinya.
"Udah selesai?"
"Hm,"gumam Marvel lalu pergi begitu saja meninggalkan meja makan.
Zelia mengerutkan keningnya bingung. Seperti ada yang aneh dari Marvel, atau mungkin hanya perasaanya saja?
Gadis itu ikut bangkit dari kursinya dan berjalan menaiki tangga mengikuti Marvel ke kamar.
Ceklek
Zelia menghentikan langkahnya di ambang pintu saat mendengar Marvel sedang berbicara dengan seseorang di telfon.
"Iya, besok gue jemput"
__ADS_1
"Abis telfon siapa, Vel?"tanya Zelia seraya menghampiri Marvel yang sedang berdiri di samping ranjang.
Marvel sama sekali tak mempedulikan Zelia, dia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang lalu mulai memejamkan matanya.
Zelia yang di perlakukan seperti itu pun jadi kebingungan sendiri. Dia ikut naik ke ranjang, menolehkan kepalanya menatap Marvel dalam diam.
"Vel? Gue buat salah, ya? Kenapa, si? Kalo ada salah ngomong,"ungkap Zelia seraya menoel-noel lengan Marvel.
Marvel terdiam tanpa mau menanggapi ucapan Zelia. Hal itu membuat gadis di sampingnya mengerucutkan bibirnya sebal. Zelia benar-benar bingung, tidak seperti biasanya Marvel seperti itu.
"Vel, ke—"
"BISA DIEM GAK SI?!"bentak Marvel membuat Zelia langsung berjengit kaget.
Mata gadis itu langsung berkaca-kaca, dia tidak suka di bentak. Bahkan hampir selama hidup dia tak pernah di bentak oleh orang tua ataupun keluarganya. Dan kali ini untuk yang pertama kalinya Marvel membentaknya.
"Iya bisa diem. Gue cuma na—"
"Gue capek, Zel. Lo diem, jangan ganggu kalau gak mau gue jadiin pelampiasan kemarahan gue,"ucap Marvel seraya duduk dengan wajah marahnya.
Laki-laki itu langsung beranjak dari ranjang dan berjalan keluar kamar dengan kedua tangan terkepal.
Brak
Zelia memejamkan matanya saat Marvel dengan kasar menutup pintu kamarnya. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Gadis itu merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya.
23:55
Marvel masih diam duduk di pinggiran kolam, dengan satu batang rokok di tangannya. Dari tadi yang Marvel lakukan hanya diam melamun tanpa ada niatan untuk tidur, padahal sekarang sudah larut malam.
Marvel mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Sudut matanya berair, membuat wajah laki-laki itu memerah. Berkali-kali Marvel mengumpat kasar, banyak sekali masalah yang dia sembunyikan sendiri tanpa ada satupun orang yang tau.
Marvel sama sekali tak memperdulikan ponselnya yang dari tadi terus bergetar. Dia masih sibuk berperang dengan pikirannya sendiri.
"Ba**ngan, bre**sek, gak guna an**ng!"
...•••...
Zelia berkali-kali mengerjapkan matanya saat cahaya matahari mulai memasuki penglihatannya. Gadis itu bangkit dari tidurnya melihat jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 06:45. Dengan tergesa-gesa Zelia langsung beranjak dari ranjangnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Zelia keluar kamar mandi dengan seragam sekolah yang sudah melekat di tubuhnya. Setelah merasa penampilannya sudah rapi, Zelia langsung berjalan keluar kamar.
"Vel, Marvel."Zelia mengerutkan keningnya bingung saat tak melihat Marvel di seluruh penjuru rumahnya.
Lagi-lagi Zelia di buat terkejut saat melihat motor Marvel sudah tak ada di garasi rumahnya. Itu tandanya laki-laki itu sudah pergi.
"Duh, pasti gue telat, ni,"gumam Zelia seraya buru-buru mencari taksi. Di rumahnya ada satu mobil nganggur tetapi Zelia masih belom terlalu lancar membawa mobil.
Begitu menemukan taksi Zelia langsung segera menuju ke sekolahnya karena sekarang sudah jam 07 lewat. Dan bisa di pastikan gadis itu terlambat.
Sesampainya di depan gerbang sekolah Zelia langsung turun setelah membayar ongkosnya. Gadis itu menghela nafas kasar saat gerbang sekolahnya sudah di tutup.
"Pak, bukain dong,"pinta Zelia kepada penjaga sekolahnya.
"Kamu lagi kamu lagi. Kenapa suka sekali terlambat? Niat sekolah gak, si?!"kesal penjaga sekolah itu seraya membukakan gerbangnya.
"Maaf, Pak. Makasih ya,"ungkap Zelia lalu berjalan mendekati halaman sekolahnya. Di sana sudah banyak siswa-siswi yang sedang di jemur, mungkin di hukum.
__ADS_1
"ZELIA!"
Zelia langsung membalikan badannya saat ada yang meneriaki namanya.
"Kamu terlambat lagi?"tanya Bu Sinta marah.
Zelia hanya mengangguk lemah."Maaf, Bu,"ungkap Zelia.
Bu Sinta mendengus pelan melihat satu muridnya yang hobinya terlambat."MARVEL, tolong di catat nama Zelia,"perintah Bu Sinta yang langsung di laksanakan oleh Marvel.
Marvel sama sekali tak menyapa Zelia, laki-laki itu hanya memasang wajah datarnya."Ikut gue,"titah Marvel yang langsung di turuti oleh Zelia.
"Vel, kenapa lo tadi ninggalin gue? Coba aja lo gak berangkat duluan pasti gue gak terlambat."
"Lo nya aja yang hobi telat,"gumam Marvel tanpa mau menatap Zelia.
Zelia mendengus pelan."Jangan bil—"
"Lari muterin lapangan sebanyak 15 kali."
"Vel, lo serius? Plis gue cap—"
"Gue gak peduli!"
Mendengar jawaban Marvel langsung membuat Zelia bungkam. Dengan berat hati gadis itu langsung melaksanakan hukumannya. Sedangkan Marvel hanya berdiri dengan wajah datarnya sembari terus mengawasi Zelia.
Zelia memegangi kepalanya yang terasa sangat berdenyut, larinya pun mulai melambat saat penglihatannya mulai kabur sampai akhirnya semuanya terasa gelap dan—
Brugh
"ZELIA!"pekik Marvel lalu buru-buru menghampiri Zelia yang terkapar di tengah lapangan. Tanpa menunggu lama Marvel langsung mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya, membawa ke uks.
Sudah hampir 10 menit Zelia tak sadarkan diri, katanya tadi saat di periksa dia kelelahan. Marvel yang berdiri di samping brankar Zelia terus menyalahkan dirinya sendiri sedari tadi.
Wajahnya berubah datar saat melihat Zelia mulai mengerjapkan matanya.
"Marvel?"beo Zelia. Dia berusaha untuk duduk, rasanya benar-benar aneh melihat Marvel hanya diam.
"Kenapa gue di sini?"
"Lo lemah, jadi pingsan."
Deg
Zelia menelan ludahnya dengan susah payah, lalu memalingkan wajahnya saat merasakan matanya mulai berkaca-kaca."Makasih udah bawa ke sini."
"Hm."Laki-laki itu hendak pergi tetapi lengannya di tahan oleh Zelia.
"Lo kenapa si, Vel? Terus tadi pagi kenapa ninggalin gue?"tanya Zelia masih penasaran. Pasalnya biasanya Marvel selalu berangkat bersamanya.
"Apa gara-gara semalem lo marah sama gue? Oke gu—"
"Gue jemput Fara."
Saat itu juga air mata yang sedari di tahan runtuh begitu saja, Zelia menatap punggung Marvel yang mulai menjauh dengan nanar.
"Fara,"beo Zelia.
__ADS_1
...•••...