![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia mulai membuka matanya saat sinar cahaya matahari mulai memasuki penglihatannya. Gadis itu menatap sekelilingnya lalu menolehkan kepalanya ke samping.
Gadis itu—maksudnya wanita itu menarik selimutnya semakin ke atas saat sadar dirinya sedang tak memakai sehelai benangpun. Tiba-tiba pikiran Zelia kembali berputar di mana semalam dia dan Marvel mel....
"Udah bangun?"
Zelia hanya mengangguk pelan lalu menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah di dada bidang Marvel yang tak tertutupi apapun."Vel, kita terlambat ke sekolah."
Marvel mengusap punggung polos Zelia dengan gerakan lembut."Hari ini kita izin dulu."
"Yaudah."
"Lagian punya kamu masih sakit, kan?"tanya Marvel ambigu.
"Apanya?"Zelia mendongakkan kepalanya menatap Marvel dengan tatapan dongonya.
Marvel menyunggingkan sudut bibirnya."Coba apanya yang sakit?"
Zelia yang maksud kemana arah pembicaraan Marvel pun semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Marvel."Jangan di bahas lagi."
Laki-laki itu terkekeh pelan."Kenapa, si? Mana Zelia yang urat malunya putus? Kenapa jadi malu-malu gitu?"goda Marvel.
Dengan kasar Zelia memukul lengan Marvel membuat laki-laki itu justru tertawa dan Zelia semakin kesal."Jangan gitu, Vel!"
Marvel menangkup wajah Zelia sehingga keduanya kini saling bertatapan."Kenapa? Mau lagi?"laki-laki itu justru semakin gencar menggoda Zelia yang kedua pipinya sudah memerah.
Zelia mendengus pelan dengan bibir cemberut karena kedua pipinya diapit oleh tangan Marvel."Kita ke rumah mama aja, ya?"ajak Zelia mengalihkan pembicaraan.
"Enggak. Kita istirahat di rumah, sayang."
"Ihhhh, terus di rumah mau ngapain?"gerutu Zelia.
Marvel bangkit dari tidurnya membuat selimut yang menutupi tubuhnya melorot, Zelia dengan sigap langsung menariknya kembali menutupi tubuh wanita itu yang polos.
Saat melihat Marvel hendak berdiri Zelia langsung memalingkan wajahnya. Sedangkan Marvel tanpa rasa malu memakai celana di sana, setelah selesai kembali menaiki ranjang.
"Kita tidur lagi,"ajak Marvel seraya menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya.
"Vel, lepasinnnn. Aku mau mandi,"ucap Zelia seraya berusaha menjauh dari Marvel tetapi pelukan laki-laki itu sangat erat.
Marvel yang tadinya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zelia kini mendongak."Mau mandi?"tanyanya membuat Zelia langsung mengangguk pelan.
"Bisa jalan?"tanya Marvel lagi memastikan.
Zelia mendengus pelan lalu menarik selimut dan melilitkan di seluruh tubuhnya sampai sebatas dada. Dia mulai duduk dan berniat berdiri untuk segera mandi.
Sedangkan Marvel masih di tempatnya memperhatikan Zelia dengan kedua tangan yang di lipat di belakang kepalanya.
Zelia memejamkan matanya seraya meringis. Lalu wanita itu kembali terduduk di pinggiran ranjang. Dia menolehkan kepalanya menatap Marvel yang sedang tersenyum menggodanya dengan kesal.
"APA?!"sinis Zelia.
__ADS_1
Marvel semakin tertawa melihat ekspresi wajah Zelia lalu tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Zelia membawa ke dalam gendongannya lalu segera menuju ke kamar mandi.
"Kita mandi bareng,"ucap Marvel seraya menutup pintu kamar mandi.
"VELLLLLL!"
...•••...
Zelia masih sibuk memakan cemilan yang ada di pangkuannya sembari pandangannya terus fokus ke drakor yang terpampang di televisi yang ada di ruang tamu.
Ini sudah pukul 3 sore lebih, dan Marvel belum pulang juga. Tadi sekitar pukul 1 Marvel izin keluar, katanya ada urusan dengan teman-temannya.
"Bosen banget, si,"gumam Zelia saat acara drakor nya sudah selesai. Wanita itu merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku lalu mematikan tivinya.
Ting tong
Zelia yang hendak ke kamar niatnya dia urungkan karena suara bel rumahnya yang berbunyi. Wanita itu segera menuju ke pintu untuk membukanya.
Ceklek
Kening Zelia berkerut karena begitu pintu terbuka sama sekali tak ada orang di sana."Aneh banget, yakali siang-siang ada hantu,"gumam Zelia seraya membalikan tubuhnya hendak masuk.
Dugh
"Mphhhhh—"lirih Zelia sebelum dia jatuh tak sadarkan diri, karena ada yang membekap mulutnya. Wanita itu pingsang karena leher belakangnya di pukul dengan keras.
18:25
"Lo aja yang bego,"kekeh Rendra.
Danil bangkit lalu meletakkan stick psnya ke lantai."Gak lagi-lagi gue main sama Marvel. Bukan lawan gue,"gumam laki-laki itu lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke sofa yang ada di markas.
Marvel pun ikut bangkit lalu duduk di samping Alden."Tiba-tiba perasaan gue gak enak, ya,"gumam Marvel membuat teman-temanya langsung menatap Marvel.
"Kenapa?"tanya Alden yang duduk di samping Marvel.
Marvel mengedikan bahunya acuh."Gak tau,"jawab Marvel lalu mengambil ponselnya dari saku celana.
088254 ******
Kali ini gak akan gagal lagi kan?
Send a picture
Gimana?
Gimana Vel? Bagus kali ya kalo gue perawanin?
Dia liar, dan suka di kasarin!
Kenalin gue Reksa
__ADS_1
Marvel menggeram pelan begitu membaca pesan yang di kirimkan oleh Reksa, apa lagi melihat foto Zelia yang dikirim laki-laki itu. Tanpa aba-aba laki-laki itu langsung bangkit dari kursinya dan meraih kunci motornya.
"Lo kenapa?"tanya Alden menahan lengan Marvel.
Marvel mengusap wajahnya dengan kasar."Zelia, dia..., gue gak tau mau gimana,"jawab Marvel risau.
Rendra yang mengerti langsung merebut ponsel Marvel."Reksa?"
Yang lainnya pun langsung tau karena melihat pesan yang Reksa kirim. Alden menahan lengan Marvel saat laki-laki itu hendak pergi.
"Jangan gegabah, gue yakin Zelia gak akan di apa-apain. Lo tau di mana mereka nyekap Zelia?"tanya Alden.
Marvel menggelengkan kepalanya pelan. Laki-laki itu benar-benar kacau sekarang."Tapi Zelia luka, Al,"gumam Marvel dengan tatapan kosongnya.
Rendra tanpa aba-aba langsung mengotak-atik ponsel Marvel, melacak tempat Reksa berada sekarang dan beberapa menit selanjutnya senyuman terbit dari bibir laki-laki itu.
"Gimana, Ren?"tanya Kenzo yang juga panik.
"Kita ke gedung tua yang pernah kita pake buat tarung,"jawab Rendra seraya menyerahkan ponsel di genggamannya ke pemiliknya.
Akhirnya Marvel dan teman-temannya langsung bergegas menuju ke tempat di mana Zelia di sekap.
Marvel dan teman-temannya menghentikan motornya di depan gedung tua yang menjulang tinggi di hadapannya.
"Vel."
Suara panggilan itu membuat Marvel dan teman-temannya langsung membalikan tubuhnya."Bang Jordan?"gumam Marvel saat melihat Jordan keluar dari mobil.
Jordan, laki-laki itu bersama kedua sahabatnya menghampiri Marvel."Zelia di sekap di dalem,"gumam laki-laki itu.
"Lo tau?"tanya Marvel.
Jordan menganggukkan kepalanya pelan."Gue di kirim pesan sama Reksa."Laki-laki itu mengepalkan tangannya kuat-kuat."Dan sekarang kita harus nyelamatin Zelia,"lanjut Jordan.
"Nunggu apa lagi?"
Jordan menahan lengan Marvel yang hendak berjalan masuk."Kita harus bagi tugas, mereka gak bego, Vel. Gak semudah itu buat kita bebasin Zelia gitu aja,"tegur Jordan.
"Bener apa yang di bilang Bang Jordan, Vel,"timpal Alden.
"Reksa masih punya dendam sama gue, Vel. Dan Zelia selalu jadi sasarannya, jadi gak mungkin gue nongol gitu aja di depan dia, yang ada Zelia bakal semakin bahaya."Jordan mengacak-acak rambutnya dengan kasar membuat Arka dan Devan langsung menenangkan sabatnya.
"Kita bagi tugas,"usul Arka yang merupakan sahabat Jordan.
"Lo Vel, sama temen lo lewat depan langsung ke lantai 3 mereka di sana. Dan gue sama Jordan sama Devan bakal lewat belakang buat liat dimana Zelia sekarang,"jelas Arka membuat mereka semua langsung menganggukkan kepalanya.
"Sekarang,"titah Marvel langsung masuk ke dalam begitu saja di ikuti teman-temannya. Sedangkan Jordan dan kedua temannya langsung berjalan ke halaman belakang gedung tua ini.
"AWAS VEL!"
...•••...
__ADS_1