![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia berjengit kaget saat keluar dari kamar mandi tiba-tiba langkahnya di hadang oleh Janeta dan para dayangnya."Mau apa lagi lo?"
Janeta menjentikkan jarinya lalu menatap Zelia dengan tatapan meremehkan."Gimana, Zel? Enak di perawanin sama Marvel di luar nikah?"
Zelia membulatkan matanya terkejut."HEH! Punya mulut di jaga baik-baik, ya. Kalo gak mau tu mulut gue cincang,"jawab Zelia.
Janeta tertawa pelan."Girls, mana mungkin si seorang Marvel anak paling di agung-agungkan oleh semua guru karena prestasinya, terus dengan suka rela nikah gitu aja sama cewek yang modelannya gembel kaya lo."Mata Janeta menelusuri setiap inci tubuh Zelia."Apalagi, otaknya minim. Udah gitu ratunya telat, ratunya di hukum sama guru-guru."
"Pasti lo punya cara licik, kan? Lo goda Marvel sampe dia mau nidurin lo, terus biar dia di suruh tangg—"
"Oh, enggak dong. Lo tau gimana cara gue?"Zelia menyunggingkan sudut bibirnya."Gue kasih obat perangsang ke minuman Marvel, terus dia mabok dan nidurin gue."
Zelia semakin melebarkan senyumannya saat melihat Janeta langsung bungkam."Cara yang lo sebut terlalu mudah buat di tebak. Jadi gimana mantan kakak osis yang sangat di segani. Apa anda mau mengikuti cara saya?"
Zelia semakin memajukan tubuhnya lalu membenarkan kerah seragam Janeta dengan tatapan yang tak lepas dari gadis di hadapannya."Kalo mau bersaing jangan sama gue, deh. Kalo mau cari masalah jangan sama gue, lo bukan lawan gue Janeta!"tegur Zelia penuh penekanan.
"Lo pikir gue takut, hah?!"kesal Janeta setelah cukup lama terdiam.
"Wow, santai dong. Kok galak gitu, si? Bukannya kalo di depan Marvel sama di depan cowok-cowok lain lo lemah lembut, ya?"ejek Zelia.
"Lo tu bener-bener ya, Zel. Gak punya sopan santun tau, gak!"Janeta mengangkat tangannya berniat menampar Zelia tetapi dengan gerakan cepat Zelia langsung menahannya.
Dengan perlahan Zelia menurunkan tangan Janeta."Jangan kotorin tangan lo. Karena percuma, mau lo nampar gue sekeras apapun. Gue gak akan nangis, gue gak akan ngalah sama lo."
Zelia menepuk-nepuk pelan pundak Janeta."Lo bukan saingan gue. Kalo lo cari gara-gara sama gue. Gue pastiin lo kalah telak,"ucap Zelia lalu segera pergi meninggalkan Janeta.
Janeta menatap teman-temannya yang dari tadi hanya diam dengan kesal."Gak guna banget si kalian. Diem doang kaya orang bisu,"gerutu Janeta lalu dengan kesal pergi meninggalkan teman-temannya.
"Lagian emang Zelia bener, kok,"ucap salah satu teman Janeta lalu segera mengejar Janeta.
Zelia dengan tergesa-gesa memasuki kelasnya yang sudah kosong lalu berjalan ke kursinya lalu mengambil tasnya dan kembali keluar kelas.
Gadis itu berjengit kaget saat hendak keluar kelas tetapi tiba-tiba Marvel sudah berdiri di depannya."Marvel,"geram Zelia.
"Kaget?"
"Gue kira setan,"gumam Zelia seraya berjalan di samping Marvel yang mulai meninggalkan kelasnya.
"Mana ada setan ganteng kaya gini,"jawab Marvel dengan tingkat kepedeannya yang membuat Zelia memutar bola matanya malas.
Sesampainya di parkiran Marvel langsung memasangkan helm ke kepala Zelia."Cantik banget, si,"gemes Marvel seraya mengecup bibir Zelia membuat sang empu mendengus kesal.
"Gue cewek Vel kalo lo lupa,"kesal Zelia membuat Marvel terbahak pelan.
"Marvel!"Janeta mendekati Marvel yang sedang memasang helm dengan centil."Boleh min—"
"No! Gak boleh, Marvel udah sama gue cantik,"potong Zelia seraya berdiri di hadapan Marvel.
Janeta tak mempedulikan Zelia dia justru menatap Marvel dengan tatapan memohon."Apa sih, Zel, gue mau ngomong sama Marvel penting juga."
__ADS_1
"Ngomong aja, gue gak ngelarang. Silahkan,"ujar Zelia tetapi masih diam berdiri di hadapan Marvel dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
"Vel, mau gak anterin gue pulang? Soalnya gue gak di jem—"
"Sorry, Ta. Gue udah sama Zelia,"potong Marvel seraya berdiri di samping Zelia lalu dengan posesif memeluk pinggang gadis itu.
Janeta yang melihat itu pun jadi panas dingin, apa lagi ketika melihat wajah Zelia yang sangat menyebalkan seakan-akan mengejek dirinya.
"Yaudah maaf, gue duluan, ya,"pamit Janeta meskipun terlihat kesal tetapi dia masih berusaha agar terlihat manis di depan Marvel.
"Depan gue aja galaknya kaya macan kurang belaian. Kalo di depan orang-orang sok manis,"gerutu Zelia seraya melepaskan tangan Marvel dari pinggangnya.
"Sayang, gak boleh gitu,"tegur Marvel seraya menaiki motornya membuat Zelia pun ikut naik.
"Dia ngeselin kalo di depan gue,"jawab Zelia.
Marvel terkekeh pelan lalu menyalakan mesin motornya."Iya, tapi gak boleh kesel gitu."
"Hm,"gumam Zelia lalu melingkarkan tangannya di pinggang Marvel membuat laki-laki itu langsung melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah untuk pulang.
...•••...
Zelia berjalan menuruni tangga menuju ke dapur, melihat sayuran apa di dalam kulkas yang sekiranya bisa di masak. Gadis itu menghela nafas kasar saat hanya ada telor 3 butir yang tersisa di dalam kulkas.
Karena belum belanja, pada akhirnya Zelia memutuskan untuk memasak nasi goreng saja. Gadis itu mulai berkutat dengan bumbu yang akan di racik untuk membuat nasi goreng.
Di tengah-tengah kesibukannya yang sedang menggoreng nasi. Zelia di kejutkan dengan tangan kekar yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Kenapa, hm?"tanya Marvel lalu dengan sengajanya menggesekkan hidungnya di leher jenjang Zelia membuat gadis itu semakin risau di tempatnya.
"Kamu diem, deh. Aku lagi masak,"tegur Zelia tetapi tak dihiraukan oleh Marvel.
"Vel, tolong benerin iket rambut aku, dong,"pinta Zelia pasalnya rambutnya sudah berantakan.
"Iya,"jawab Marvel lalu segera merapikan ikatan rambut Zelia membuat leher jenjang gadis itu terekspos.
Marvel kembali memeluk Zelia memperhatikan gadis itu yang sibuk memasak. Sedangkan Zelia hanya diam, membiarkan Marvel melakukan apapun sesukanya, toh mau di tegur pun tak akan Marvel hiraukan.
"Ini bekasnya masih?"tanya Marvel saat melihat ada bekas kepemilikan di leher putih Zelia.
Zelia yang mendengar itu mendengus pelan."Perbuatan kamu,"jawab gadis itu membuat Marvel terkekeh pelan.
"Tapi kamu nikmatin, kan?"goda Marvel.
Zelia mematikan kompornya, lalu dengan kasar membalikkan tubuhnya membuat pelukan Marvel terlepas dengan paksa."Tolong ambilin piring, ya?"pinta Zelia.
Marvel yang di suruh pun hanya menurut. Laki-laki itu mengambil dua piring dari rak lalu menyerahkannya kepada Zelia.
Zelia dengan senang hati menerimanya dan langsung meletakkan nasi gorengnya ke piring. Setelah selesai gadis itu membawanya ke meja makan di susul Marvel dari belakang.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua sibuk dengan makanannya masing-masing.
21:11
Kini Marvel dan Zelia sedang duduk bersampingan di sofa kamarnya sembari menonton drama Korea di televisi. Gadis itu terus memaksa Marvel agar mau menemaninya maraton Drakor membuat Marvel hanya bisa pasrah.
"Zel,"panggil Marvel membuat Zelia langsung menolehkan kepalanya.
"Apa?"
"Udah cinta sama gue?"
Cukup lama Zelia terdiam, masih terkejut dengan pertanyaan yang Marvel lontarkan.
"Gue gak maksa buat lo cinta sama gue,"lanjut Marvel membuat Zelia langsung tersadar dari lamunannya.
Tiba-tiba suasana menjadi canggung."Vel, kenapa nanya gitu?"
Marvel mengedikan bahunya acuh."Pengin tau aja jawabannya."
"Kamu sendiri gimana?"tanya Zelia balik.
Marvel menangkup wajah Zelia lalu menyatukan kening mereka berdua."Jujur atau bohong?"
"Jujur,"jawab Zelia cepat.
"Yakin mau tau jawabannya?"tanya Marvel yang membuat Zelia langsung menganggukan kepalanya.
Melihat anggukan kepala Zelia membuat laki-laki itu langsung melumut bibir Zelia dengan gerakan pelan, seakan-akan menggoda gadis itu.
Marvel memegang sebelah pipi Zelia, lalu tangan satunya di gunakan untuk mengusap pinggang gadis itu naik turun. Seakan-akan terhipnotis dengan permainan Marvel, Zelia justru memejamkan matanya sembari membalas setiap ciuman dan lumutan yang Marvel berikan. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya di leher Marvel, membuat laki-laki itu semakin memperdalam ciumannya.
Dengan bibir yang masih menyatu, Marvel perlahan-lahan menidurkan tubuh Zelia ke sofa. Sehingga kini posisinya Zelia berada di bawah kukungan Marvel.
Marvel melepaskan ciumannya saat merasa Zelia sudah kehabisan nafas. Zelia mengatur nafasnya yang memburu, bisa dia lihat dengan jelas mata Marvel yang sudah di penuhi dengan kabut gairah.
Masih dengan pandangannya yang tertuju kepada Zelia, tangan Marvel yang satu terangkat untuk menyentuh kancing piyama Zelia yang paling atas lalu dengan perlahan membukanya.
"Vel, kamu ma—"
"Boleh?"potong Marvel menghentikan tangannya yang sedang membuka kancing Zelia setelah berhasil membuka tiga kancing.
Cukup lama Zelia terdiam memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan kepada Marvel.
"Tapi ki---mphhhh"
Marvel yang sudah tak bisa menahan gairahnya pun langsung membungkam bibir gadis di bawahnya. Tangannya bergerak untuk kembali membuka kancing baju Zelia sampai benar-benar terbuka semuanya.
"I love you,"gumam Marvel sebelum pada akhirnya benar-benar mengambil mahkota yang selama 18 tahun Zelia jaga dengan baik. Dan malam ini Zelia berhasil menyerahkan mahkotanya kepada laki-laki yang berstatus sebagai suaminya.
__ADS_1
...•••...