![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
[20:45]
Kini Marvel sedang sibuk merapikan pakaiannya, setelah tadi hampir seharian tidur akhirnya sekarang dia sudah rapi. Laki-laki itu berjalan mendekati istrinya yang sedang duduk di sofa.
"Udah?"tanya Marvel seraya mengajak Zelia untuk berdiri.
Wanita itu mengangguk pelan lalu menggenggam tangan Marvel. Akhirnya mereka berdua berjalan beriringan menuju ke mobil. Untuk barang-barangnya tadi sudah di masukkan lebih dahulu oleh sopirnya.
Kini keduanya sudah duduk bersebelahan di kursi penumpang dengan salah satu supir yang mengemudikan mobilnya.
Zelia menyenderkan kepalanya di bahu Marvel sembari menatap jalanan yang dia lewati."Lama, ya?"tanyanya yang di tujukan kepada suaminya.
Marvel tersenyum lalu mengusap sebelah pipi Zelia, bahkan mereka baru meninggalkan rumahnya beberapa menit dan wanita itu sudah bertanya lama atau tidak."Paling 3 jam kurang, sayang. Kalo gak macet."
"Pasti capek banget,"gumam Zelia sembari mengusap perut ratanya.
"Mau balik aja, hm? Nanti kamu kecapean? Kita bisa liat acaranya lewat hp?"tawar Marvel. Dia juga tak ingin Zelia kelelahan di jalan, karena wanita itu juga sedang mengandung anaknya.
Zelia menghela nafas pelan, mana mungkin dia tak hadir di pesta pernikahan sahabat sekaligus adik iparnya."Gak, ih! Aku harus dateng, dong. Ini kan pernikahan Gea,"tolak Zelia.
"Yaudah, mau tidur gimana biar posisinya nyaman?"
Zelia menegakkan tubuhnya lalu menggeleng pelan, dia kini menyenderkan kepalanya di pintu sembari menatap Marvel."Tapi aku laper,"ucapnya dengan cengiran khasnya.
Marvel terkekeh pelan, istrinya benar-benar menggemaskan. Dia paham bahwa semenjak hamil porsi makan istrinya semakin bertambah dan justru itu membuatnya semakin senang."Mau makan dulu?"
Zelia berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk dengan ragu."Tapi kita baru makan pas mau berangkat."
Cup
"Gak masalah, sayang. Kalo kamu laper lagi, kita makan dulu,"balas Marvel setelah mengecup pipi Zelia.
"Pak singgah di restoran depan, ya,"lanjut Marvel bicara kepada supirnya.
"Baik, den,"jawab lelaki paruh baya yang mengenakan pakaian serba hitam.
Tak lama setelahnya mobil yang Marvel dan Zelia tumpangi berhenti di depan salah satu restoran di Jakarta yang terlihat masih ramai meskipun sudah malam. Marvel segera turun lalu di susul Zelia.
"Bapak mau makan juga?"tawar Marvel kepada supirnya.
__ADS_1
"Tidak usah, den. Saya nunggu di sini saja."
Marvel mengangguk pelan lalu memeluk pinggang Zelia dengan posesif memasuki restoran. Dia langsung memesan makanan yang istrinya minta setelah duduk di salah satu meja yang kosong.
"Selamat menikmati,"ucap seorang pelayan yang membawakan pesanan Marvel dan Zelia. Lalu meletakkannya ke meja mereka.
"Makasih,"balas Zelia seraya tersenyum membuat pelayan itu langsung berlalu setelah selesai dengan tugasnya.
"Selamat makan, sayang,"ujar Marvel sembari mengusap sebelah pipi Zelia.
"Kamu juga,"jawab Zelia lalu mulai menyantap makanannya.
Wanita itu dengan lahap menghabiskan nasi gorengnya, kalian tidak lupa kan jika Zelia sangat menyukai nasi goreng. Dia tidak akan pernah bosan jika di suruh makan nasi goreng setiap hari.
Setelah menghabiskan makanannya, kini keduanya sudah kembali berada di mobil. Mungkin sudah ada 15 menit lalu mereka meninggalkan restoran dan sekarang sudah di jalan menuju Bandung. Malam pun semakin larut membuat Zelia mulai menguap. Mungkin sekarang sudah pukul 10 lebih.
Wanita itu berkali-kali menguap, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Marvel sembari matanya perlahan-lahan mulai tertutup hingga dia benar-benar terlelap.
Marvel melingkarkan tangannya di pinggang Zelia lalu mengecup puncak kepala istrinya."Goodnightt, sayang."
"Hm,"balas Zelia yang masih mendengar ucapan Marvel. Namun matanya tertutup, rasanya sangat berat untuk membukanya. Tubuhnya juga mulai terasa pegal karena terlalu lama duduk.
Marvel mengerjapkan matanya berkali-kali, ternyata dia sudah sampai di Bandung dan kini sedang menuju hotel yang di pakai untuk acara pernikahan adiknya. Lumayan jauh sekitar 45 menit lebih dari tempatnya sekarang.
"Masih lama, ya?"tanya Zelia dengan wajah lesunya.
"Sekitar 45 menit lagi, non."Bukan Marvel yang menjawab melainkan supirnya.
"Tadi dari Jakarta ke sini berapa jam, pak?"tanya Zelia di tujukan kepada supirnya.
"Sekitar 3 jam kurang, non. Jalanan macet banget."
"Pantesan badan saya udah encok aja,"balas Zelia seraya terkekeh pelan.
"Mau istirahat dulu?"tanya Marvel.
Zelia menghela nafas pelan lalu menatap suaminya."Istirahat apa gunanya? Sama aja duduk, pengin cepet sampe hotel biar bisa cepet tiduran."
Marvel tertawa pelan, lalu semakin memeluk erat pinggang Zelia membuat tubuhnya semakin dekat."Capek banget, hm?"
__ADS_1
Zelia menatap Marvel dengan mata bulatnya lalu mengangguk pelan."Tapi gak papa,"jawab Zelia pelan.
"Nanti Gea di marahin, ngapain nikahnya harus di Bandung. Jauh-jauh,"ujar Marvel.
Plak
"Gak gitu juga!"balas Zelia setelah memukul pelan lengan kekar suaminya.
Tangan Marvel bergerak naik lalu mengusap perut rata Zelia."Ini gak rewel, kan?"
Zelia tersenyum lalu ikut turut mengusap perutnya."Enggak dong papa,"jawab Zelia menirukan suara bayi yang membuat Marvel semakin tertawa.
Mereka berdua terus larut dalam obrolannya, sampai tak sadar jika kini mobil yang di tumpangi sudah berhenti di depan sebuah hotel yang mereka tuju. Setelah mesinnya di matikan Marvel dan Zelia segera turun keluar dari mobil.
Mereka berjalan memasuki hotel dengan Marvel yang selalu memeluk pinggang Zelia dengan posesif, lalu di susul sopirnya yang membawakan koper besar milik mereka.
"Hai! Bumilnya udah dateng!"ujar Lia membuat semua pasang mata yang ada di sana langsung menoleh.
"Hai, sayang."Nia berjalan mendekati anaknya lalu memeluknya sejenak setelah mengecup wajahnya.
"Dih, sombong amat ibu hamil ini,"gumam Gea yang baru tiba di ruangan yang sedang mereka gunakan untuk berkumpul.
"Palak kau sombong,"balas Zelia seraya mendudukkan tubuhnya ke sofa yang ada di dekatnya.
Gea terkekeh pelan lalu duduk di samping Zelia. Mengusap perut sahabat sekaligus kakak iparnya dengan pelan."Hai cebol, ini aunty. Gimana kabarnya?"tanya Gea seakan-akan sedang berbicara dengan bayi di perut Zelia.
"Sehat, aunty."
"Loh, Liora sama yang lain mana?"tanya Zelia saat tak melihat keberadaan sahabat-sahabatnya.
"Mereka gak mau nginep di sini, jadi bermalam di rumah suami Liora,"jawab Gea.
"Emm, kirain juga nginep di sini."
"Kamu istirahat dulu sana, kasian kecapean,"ucap Juan menatap menantunya."Vel, bawa istri kamu ke kamar dulu,"lanjutnya seraya menatap putranya.
Marvel yang tadinya sedang berbincang dengan Jordan langsung beranjak dari sofa menghampiri istrinya."Sayang, ayo istirahat dulu."
"Gue istirahat dulu, ya,"pamit Zelia yang langsung di setujui Gea."Zelia istirahat dulu, ma, bun semuanya,"lanjutnya.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan keluarganya Zelia langsung menuju ke kamar bersama Marvel untuk istirahat. Karena ini juga sudah pukul 2 malam lebih, dan besok acaranya akan di mulai pukul 10 pagi.