Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[59]. Reuni


__ADS_3

Segerombolan wanita-wanita cantik yang sedang berkumpul di salah satu restauran terkenal di Jakarta itu sedari tadi menjadi pusat perhatian, karena kecantikan dan pesona memabukkan yang mereka miliki.


Zelia tertawa keras saat melihat tingkah konyol Gea beserta teman-temannya yang lain, memang sekarang dia sedang reunian bersama sahabat-sahabat semasa SMA-nya dulu. Setelah hampir 2 tahun lebih mungkin mereka tak bertemu dan sekarang bisa kembali berkumpul.


"Gila banget gak, si! Kaya lo udah nikah aja,"ujar Gea menatap Liora tak percaya.


"Bisalah! Cinta itu butuh perjuangan,"balas Liora.


"Ya tau gue ma. Maksudnya rintangan lo kan berat, ya. Bisa-bisanya lo nikah sama duda,"goda Kara.


"Ye! Walaupun duda, Alden sama sekali belom pernah nyentuh kakak gue. Karena gue tau itu cuma kesalahpahaman,"ucap Liora.


Zelia yang dari tadi hanya menyimak kini tertawa pelan."Giliran kalian ni yang masih jadi perawan tua,"ledek Zelia kepada Kara dan Gea yang memang belom menikah.


"Gue harus fokus berkarir dulu, gaes,"jawab Kara seraya tertawa pelan.


"Gaya lo berkarir, bilang aja masih belom ada yang cocok,"sinis Gea.


"Lo sendiri apa kabar, Ge!"kesal Kara kepada Gea.


"Gue nunggu jodohnya terlihat,"kekeh Gea yang langsung mendapat jitakan di keningnya dari Zelia.


"Sama aja, bego!"Zelia memutar bola matanya malas melihat kekonyolan Gea yang tak pernah hilang dari dulu.


"Entaran gue ma, nunggu dedeknya Liora brojol,"ucap Kara membuat Liora melotot.


"Brojol palak lo! Isi aja belom,"kesal Liora sembari memutar bola matanya malas.


"Makanya Alden suruh kencengin lagi dong usahanya, masa gitu doang gak jadi-jadi."


Zelia dan Kara dengan spontan tertawa keras mendengar penuturan Gea yang ambigu, bukan apa-apa pasalnya mereka sedang ada di restauran dan Gea berbicara cukup keras.


"Mulut lo, Ge!"Liora menatap Gea kesal, jelas saja malu apalagi kini mereka semakin menjadi pusat perhatian pengunjung di sini.


Sedangkan Zelia, Gea dan Kara justru tertawa keras melihat wajah masam Liora. Memang mereka paling suka jika menggoda satu sama lain.


"Gue pengin ngadain double date, deh."


Ucapan Zelia barusan berhasil membuat ketiga sahabatnya tersedak air liurnya sendiri, mereka dengan spontan menatap Zelia dengan tatapan horor.

__ADS_1


"Ha? Double date?"gumam mereka secara bersamaan.


Zelia mengangguk dengan polosnya, keningnya berkerut saat melihat reaksi mereka yang berlebihan."Biasa aja bisa, kan? Emang kenapa, si?"


"Gue gak setuju!"tolak Gea.


"Kenapa si, Ge? Cuma reunian, loh."


"Reunian lo bilang, Zel! Gue gak mau, jangan dulu."


"Gue setuju, jangan dulu sekarang. Mungkin bulan depan? Intinya kita butuh persiapan,"timpal Kara yang di setujui Liora.


"Oke, gampang deh kita atur lagi waktunya,"balas Zelia.


"Gue kadang kangen banget masa-masa SMA dulu,"ucap Gea yang sedang sibuk mengunyah makanannya.


"Iya si, sekarang kaya apa ya waktu kita buat ngumpul aja terbatas."Liora ikut menimpali, karena memang semenjak lulus SMA waktu mereka untuk berkumpul sangat terbatas. Apalagi buat dirinya dan Zelia yang sudah menikah, bahkan waktu untuk keluar rumah saja sangat minim.


"Gak papa, kita kan sekarang udah punya kesibukan masing-masing. Yang penting masih sering komunikasi, ada juga waktu buat ngumpul kaya gini,"jelas Zelia yang tiba-tiba bijak.


"Iya, yang penting jangan lost kontak,"timpal Kara.


"Oh ya, btw yang masalah kasus Fara di selidiki lagi?"tanya Gea tiba-tiba.


Liora menghela nafas berat, memang Zelia sudah menceritakan semuanya tentang Fara kepada sahabatnya. Wanita itu mengusap punggung Zelia pelan, mencoba untuk menenangkannya."Gak papa, Zel. Meskipun gue gak bisa membenarkan tindakan lo, tapi gue tau lo punya alasan berat buat ngelakuin itu."


"Gue gak nyesel ngelakuin itu, tapi gue harus bertanggung jawab sama apa yang udah gue perbuat,"ujar Zelia.


"Kenapa gak minta tolong papa aja, Zel?"saran Gea.


"Gue gak mau manfaatin kekayaan orang tua gue buat nutupin atau nyelesain masalah kaya gini, gak adil dong, Ge. Uang emang bisa nyelesain semuanya, tapi seenggaknya biar gue di penjara buat beberapa waktu."


"Kita tau lo bisa, Zel. Tapi gue gak yakin kalo Marvel bakal ngebiarin lo di penjara,"ucap Kara.


"Itu yang jadi masalahnya,"gumam Zelia lalu menyeruput jusnya hingga tandas.


"Lo harus bicarain ini sama Marvel, Zel."


"Iya gimanapun juga dia suami lo, dan harus tau tindakan apapun yang mau lo ambil."

__ADS_1


Zelia mengangguk pelan, menyetujui ucapan Kara dan Gea. Karena memang sejauh ini dia belum berbicara dengan Marvel tentang dirinya yang akan menyerahkan diri.


"Udah, jangan bahas itu dulu. Mending ke Dufan, gimana?"ajak Liora membuat mereka semua langsung mengangguk semangat.


Setelah mereka membayar tagihan makanannya, buru-buru pergi meninggalkan restauran untuk menuju ke Dufan. Meskipun matahari semakin terik karena mungkin sekarang sudah pukul 2 siang lebih.


Zelia dan ketiga sahabatnya berlari pelan seperti anak SMA yang baru saja di pulangkan lebih awal karena ada rapat guru, mereka memasuki area Dufan yang sudah sangat ramai sembari tertawa keras.


"Gilaaaaa, happy banget rasanya,"gumam Gea seraya terus menatap berbagai wahana yang ada di sekelilingnya.


"Ternyata bahagia sesederhana ini,"timpal Kara dengan senyuman manisnya.


"Kalian bakal bahagia kalo ada di dekat gue,"ucap Zelia dengan pdnya.


"Ngelantur semua, gimana kalo kita naik kora-kora aja yuk?"ajak Liora yang langsung di setujui mereka.


Akhirnya mereka memilih untuk menaiki beberapa wahana yang memang sudah tersedia di sini, banyak juga pengunjung-pengunjung yang seumuran mereka.


Mereka menghabiskan waktunya untuk melepaskan rindu serta menghibur diri masing-masing yang mungkin butuh liburan setelah lama sibuk dengan kehidupannya masing-maisng.


[17:14]


Zelia menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke ranjang, lalu perlahan-lahan matanya mulai terpejam. Dia baru saja selesai mandi, setelah hampir seharian dia menghabiskan waktunya bersama sahabat-sahabatnya akhirnya sekarang bisa merebahkan badannya.


Karena kelelahan tanpa sadar Zelia terlelap.


Ceklek


Marvel menghela nafas pelan saat melihat istrinya yang sedang terlelap di atas ranjang sembari meringkuk kedinginan, dia memilih untuk langsung membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Marvel mendekati ranjangnya lalu naik menarik tubuh terlelap istrinya ke dalam pelukannya. Memberikan kecupan di wajah Zelia, dia terus menatap wajah damai istrinya.


"Sayang, bangun."Marvel menepuk-nepuk pelan pipi Zelia membuat sang empu menggerutu kesal.


"Tuh kan, di bilang kalo keluar jangan sampe sore. Kamu capek, kan?"tegur Marvel saat mendengar gumaman Zelia yang berkata capek.


"Cuma bentar, kok."Zelia membuka matanya perlahan-lahan lalu menatap Marvel.


"Kamu udah pulang?"

__ADS_1


"Udah, kalo capek tidur lagi aja,"jawab Marvel lalu ikut memejamkan matanya hingga keduanya sama-sama terlelap dengan pelukan yang menghangatkan satu sama lain.


...•••...


__ADS_2