Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[19]. Dia Kembali


__ADS_3

"Hai cantik."


Zelia yang sedang berdiri di depan halte sekolahnya langsung membalikan tubuhnya. Begitu melihat orang yang ada di hadapannya kini, Zelia langsung mematung. Tiba-tiba tubuhnya tak bisa terkontrol, dia bergetar hebat.


Laki-laki yang ada di hadapannya langsung menarik Zelia untuk duduk."Duduk. Kaget, ya? Sampai gak bisa nahan tubuh sendiri?"


Reksa, laki-laki itu tertawa pelan. Tawa yang paling Zelia benci, tawa yang selalu membuat Zelia ketakutan mengingatkan dirinya akan kejadian buruk di beberapa tahun lalu.


Zelia masih diam, matanya mulai memanas, tetapi tubuhnya seakan-akan tak bisa di gerakan. Zelia benar-benar mati kutu sekarang, bahkan hanya untuk mengeluarkan suaranya saja sangat berat.


"Kenapa, hm? Gak perlu takut,"ujar Reksa yang dengan kurang ajarnya mengusap pipi Zelia.


Zelia mengalihkan pandangannya membuat tangan Reksa menjauh dari wajahnya. Marvel, plis tolongin gue.


Usapan lembut di pipinya membuat cairan bening yang sedari tadi di tahan pecah begitu saja dengan tubuh yang mulai bergetar hebat. Zelia tak menangis tetapi reaksi tubuhnya selalu seperti ini ketika mengingat kejadian itu.


"Sampai jumpa lagi di hari selanjutnya, mungkin besok gak akan gagal lagi,"bisik Reksa tepat di samping telinga Zelia lalu segera beranjak pergi.


Zelia masih diam dengan pandangan kosong, tetapi tubuhnya sudah tak separah tadi. Gadis itu menolehkan kepalanya menatap sekelilingnya, sepi.


Dengan kasar dia mengusap pipinya yang basah. Zelia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Zelia menyentuh tubuhnya yang masih di balut seragam sekolahnya.


Mungkin besok gak akan gagal lagi


Mungkin besok gak akan gagal lagi


Mungkin besok gak akan gagal lagi


Kata kata itu terus berputar di otaknya, seakan-akan mengingatkan Zelia untuk lebih hati-hati kedepannya.


"Zelia!"Dengan nafas tersengal-sengal Marvel langsung menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya.


"Lo gak papa?"tanya Marvel panik setelah melepaskan pelukannya.


Zelia menggelengkan kepalanya pelan."Kenapa?"


"Gak ada yang datengin lo, kan?"


Cukup lama Zelia terdiam sampai pada akhirnya dia menggeleng."Gak ada, udah selesai rapatnya?"


Marvel menghela nafas lega lalu menganggukkan kepalanya pelan."Ayo, gue ngambil motor dulu."Laki-laki itu berjalan menuju parkiran sekolahnya.


"Ayo,"titah Marvel membuat Zelia langsung bangkit dan segera menaiki motor Marvel.


Laki-laki itu segera melajukan motornya meninggalkan area sekolahnya menuju ke rumahnya.


Marvel memarkirkan motornya di garasi rumah, laki-laki itu mematikan mesinnya lalu turun melepaskan helmnya.

__ADS_1


Zelia berjalan begitu saja meninggalkan Marvel yang masih diam di samping motornya. Gadis itu sesampainya di kamar langsung membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Marvel dia menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di sofa kamar seraya memijat pelipisnya.


Ceklek


Zelia keluar dari kamar mandi dengan kaos oblong selutut dan celana pendek yang tertutup oleh baju. Gadis itu berjalan menghampiri Marvel dengan handuk yang membungkus rambut basahnya.


"Tadi kenapa?"tanya Zelia.


"Apanya?"


"Ck, tadi tiba-tiba kamu la—"


"Gak papa. Gue mau mandi dulu."Marvel langsung bangkit masuk ke kamar mandi.


Zelia menatap pintu kamar mandi yang di tutup dengan nanar. Gadis itu menghela nafas berat lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Tiba-tiba bayangan wajah Reksa yang tertawa melintas di ingatannya. Dia benci tawa itu.


Drtt drttt


Zelia mengambil ponsel Marvel yang bergetar di meja, lalu melihat siapa yang mengirimkan pesan.


Janeta: Vel besok jadi jemput aku kan?


Janeta: Jangan lupa ya kita berangkat pagi


Janeta: Kamu udah tidur ya? Yaudah goodnight❤️


Janeta? Beraninya gadis gila itu meminta di jemput oleh Marvel? Ternyata diam-diam Marvel dan Janeta sering berkomunikasi.


Pikiran-pikiran buruk mulai menghampirinya, dengan cepat Zelia langsung menepisnya. Dia tau Marvel tak sebrengsek itu. Lagi pula sekarang mereka sudah menikah, jadi tak mungkin Marvel selingkuh dengan Mak lampir.


Ceklek


Marvel keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, jangan lupakan rambut yang basah dan dada bidangnya yang di biarkan terekspos. Zelia memalingkan wajahnya, walaupun sebenarnya hal biasa tetapi dia malu. Padahal Marvel pun jika tidur tak pernah memakai baju.


Laki-laki itu berjalan mengambil celana jins panjang dan kaos hitam lalu kembali masuk ke kamar mandi.


"Mau kemana?"


"Markas."


"Malem gini?"


"Baru jam 08, Zel,"sahut Marvel seraya memakai jaket kulit berwarna hitam miliknya.


"Gue di tinggal sendiri?"

__ADS_1


Marvel mengangguk pelan."Telfon Gea suruh ke sini kalo gak berani."Laki-laki itu meraih kunci motornya di nakas lalu berjalan mendekati Zelia yang masih berdiri di depan pintu kamar.


Marvel menangkup wajah Zelia lalu mendaratkan bibirnya di kening gadis itu."Aku pulang malem,"pamitnya dan berjalan pergi meninggalkan Zelia.


Zelia hanya menghela nafas pelan sebelum akhirnya memilih untuk menghubungi Gea, meminta gadis itu untuk ke rumahnya.


...•••...


Bugh


Bugh


Bugh


Suara ricuh saling baku hantam terdengar sangat nyaring di markas yang kini sudah ramai ini. Pertengkaran antara dua geng motor yang sudah lama tak saling ribut kini kembali saling adu jotos lagi.


Marvel dengan nafas terengah-engah dan wajah yang sudah penuh dengan bekas pukulan langsung menarik kasar kerah baju yang sedari tadi menjadi lawannya. Lalu memberi satu bogeman lagi membuat tubuh yang sudah lemah kini menjadi tak berdaya.


"VEL UDAH! ANAK ORANG MATI,"lerai Alden menarik Marvel agar menjauh.


"Gue peringatin lagi, jauh-jauh dari Zelia. Atau lo bakal mendekam di penjara lagi!"ancam Marvel sebelum akhirnya pergi bersama teman-temannya meninggalkan markas Tiger.


23:45


Kini Marvel dan teman-temannya masih berada di markas mereka. Dengan keadaan wajah yang benar-benar berantakan.


"Gue gak nyangka, dia bisa bebas secepat itu?"gumam Rendra.


"3 tahun? Apa gak terlalu cepat?"timpal Kenzo.


"Gue juga gak tau,"jawab Marvel dengan pandangan kosong.


"Lo harus lebih waspada jagain Zelia, Vel. Gue yakin dia masih jadi inceran,"ucap Alden.


"Vel, gue tadi liat dia di cafe depan sekolah. Apa lo yakin dia gak nemuin Zelia? Zelia nunggu lo di halte kan tadi?"tanya Danil.


"Gue tanya, dia bilang gak kenapa-napa."Pasalnya tadi Marvel sudah memastikan itu, dan Zelia sepertinya baik-baik saja.


"Kita harus sama-sama ngelindungin Zelia dan yang lainnya. Karena gue yakin, sekarang banyak yang di incer apalagi Reksa udah gabung lagi sama Tiger."Alden tau bagaimana piciknya geng Tiger. Apalagi mereka memang sangat dendam dengan anak Black Dragon.


"Pulang gih, Vel. Zelia sendiri, kan?"perintah Rendra.


"Kalian gak pulang?"


"Gak, kalo gue pulang kaya gini. Bisa-bisa gue langsung di kawinin ama kambing tetangga,"sahut Danil membuat teman-temannya tertawa.


"Gue dukung orang tua lo kalo gitu,"timpal Kenzo seraya menepuk bahu Danil pelan. Hal itu membuat Danil kesal setengah abad.

__ADS_1


"Yaudah, gue balik dulu."Setelah pamit Marvel langsung meraih kunci motornya dan segera pergi meninggalkan markas untuk pulang.


...•••...


__ADS_2