![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia membuka pintu rumahnya lalu setelah menutupnya kembali gadis itu langsung berjalan ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sangat lengket.
Gadis itu keluar kamar mandi dengan kaos oversize yang melekat di tubuhnya dan celana pendek sepaha. Zelia berjalan keluar kamar untuk membuat makanan.
Gadis itu mengerutkan keningnya bingung, apa mungkin Marvel belom pulang? Tapi ini sudah jam 4 lebih, kemana laki-laki itu.
"Ck, bodoamat gue gak peduli."
Zelia berjalan hendak ke dapur tetapi langkahnya terhenti saat bel rumahnya berbunyi. Dengan sigap Zelia langsung membuka pintu.
"Bunda, Ayah?"gumam Zelia terkejut. Lalu segera menyalami tangan mertuanya."Masuk Bun, Yah."
Setelah di persilahkan masuk kini Lia dan Juan sudah duduk di ruang tamu. Sedangkan Zelia sedang membuatkan minuman untuk orang tua Marvel.
"Bunda, Ayah mau ke sini kok gak bilang dulu?"ujar Zelia seraya meletakkan nampan berisi minuman dan cemilan ke meja.
Lia tertawa pelan."Tadi abis dari kantor Ayah, Zel. Jadi sekalian mampir,"jawab Lia.
"Marvel belom pulang, Zel?"tanya Juan. Pasalnya tak melihat anaknya dari tadi.
Cukup lama Zelia terdiam, bingung harus menjawab apa."Em, Marvel kayaknya ada urusan deh sama temennya, Yah."
"Apa dia sering ninggalin kamu sendirian di rumah?"
"Enggak kok, Bun. Paling kalo bener-bener ada urusan penting."Zelia menyunggingkan sudut bibirnya, dia tak mungkin bilang ke mertuanya tentang hubungannya dan Marvel yang sedang tak baik-baik saja.
"Mama papa belom pulang dari Bali ya, Bun?"tanya Zelia.
Lia menggeleng pelan."Belom, sayang. Mungkin masih minggu depan. Lusa Ayah sama Bunda juga mau ke Bali, ada acara di sana. Mungkin mama papa kamu sekalian nunggu acara itu selesai,"jelas Lia.
Zelia hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan."Zelia juga sebentar lagi ujian, Bun,"ungkap Zelia.
"Tapi Marvel gak pernah bikin kamu nangis kan, Zel?"Kini Juan menatap menantunya dengan tatapan bertanya.
"Enggak, Yah. Marvel baik, dia juga sering bantu Zelia ngerjain tugas."
Ceklek
Suara pintu yang terbuka membuat semua pasang mata kini tertuju ke arah pintu. Marvel sedikit terkejut saat melihat ada Ayah dan Bundanya. Lalu dia segera menyalami kedua tangan orang tuanya.
"Marvel! Ini kenapa? Kamu berantem lagi?"murka Lia saat melihat wajah anaknya babak belur.
__ADS_1
"Itu kerjaan kamu? Kamu udah nikah Marvel, jangan kaya gitu terus,"tegur Juan juga marah.
Marvel hanya diam."Marvel mandi dulu Bun, Yah,"izin Marvel.
"Cepet, Ayah mau bicara sama kamu,"sahut Juan yang membuat Marvel langsung pergi.
Zelia meringis pelan dalam hati, saat tadi melihat kondisi wajah Marvel."Bun, Yah, Zelia siapin baju buat Marvel dulu, ya,"pamit Zelia yang langsung di setujui Ayah dan Bundanya.
Zelia langsung beranjak menaiki tangga, lalu sesampainya di kamar dia mengambil baju dan kaos untuk Marvel.
Ceklek
"Kamu berantem, Vel?"tanya Zelia seraya menyerahkan baju dan celana ke laki-laki itu.
Marvel hanya bergumam pelan lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Zelia masih berdiri menunggu Marvel keluar.
"Vel, lo kenapa si ber—"
"Diem, Zel. Udah ngadu apa aja lo ke Ayah Bunda?"potong Marvel menatap Zelia tajam.
Zelia mengerutkan keningnya bingung."Gue gak nga—"
"Gausah banyak bicara di depan gue,"sarkas Marvel lalu berjalan meninggalkan Zelia keluar kamar.
"Loh Bun, Ayah sama Marvel ke mana?"tanya Zelia saat hanya melihat Bundanya di ruang tamu.
"Lagi ngobrol di belakang,"jawab Lia. Wanita paruh baya itu menarik tangan Zelia agar duduk di sampingnya.
"Zel, kalian lagi gak berantem, kan?"tanya Lia.
Zelia terkejut saat mendengar pertanyaan Lia."Eng-enggak kok, Bun. Emang kenapa?"
"Ya gak papa. Bunda takutnya kalian berantem."
"Ayo Bun kita pulang,"ajak Juan yang sudah datang dengan Marvel di belakangnya.
"Yaudah, Zel, Ayah sama Bunda pulang dulu, ya,"pamit Lia membuat Zelia langsung menganggukkan kepalanya pelan.
Setelah mobil Bunda dan Ayahnya pergi Zelia langsung mengejar Marvel yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Vel, gue obatin dulu luka lo,"ujar Zelia seraya menahan lengan Marvel.
__ADS_1
Marvel memejamkan matanya sejenak sebelum pada akhirnya membalikan tubuhnya menatap Zelia dengan tatapan datar. Laki-laki itu dengan kasar menepis tangan Zelia."Gue gak butuh bantuan lo!"
Zelia langsung membeku di tempatnya melihat Marvel yang sudah menaiki tangga. Gadis itu memejamkan matanya saat Marvel menutup pintu kamarnya dengan kasar.
"Lo kenapa si, Vel?"
...•••...
20:25
Zelia dari tadi hanya duduk diam di sofa ruang tamu, dia sama sekali tak ingin pergi ke kamarnya. Karena takut menganggu Marvel, entah dia sendiri bingung. Ada apa sebenarnya dengan Marvel?
"Vel, mau kemana?"tanya Zelia seraya berdiri saat melihat Marvel keluar dengan jaket yang melekat di tubuh laki-laki itu.
Marvel yang di tanya pun hanya diam. Dia kembali melanjutkan langkahnya tetapi dengan sigap Zelia langsung menahan lengannya.
"Lo kenapa, si? Kalo gue ada salah ngomong. Jangan kaya gini, Vel,"ucap Zelia dengan tatapan lelahnya. Dia hanya tak tau di mana letak kesalahannya sehingga Marvel berubah begini.
Marvel hanya diam memperhatikan Zelia yang sedang menatapnya, dari matanya sudah bisa dia tebak Zelia sedang kecewa.
"Lo boleh marahin gue, tapi gak gini caranya. Kenapa lo tega sama gue? Lo main sama sa—"
Plak
"ZELIA!"bentak Marvel setelah menampar Zelia. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat, tak suka karena Zelia bilang dirinya bermain dengan sahabat gadis itu sendiri.
Zelia menatap Marvel tak percaya."Vel? Lo nampar gue? Sejak kapan lo kasar kaya gini? Marvel gak kaya gini, kenapa?"tanya Zelia bertubi-tubi dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Zelia bener-bener terkejut bahkan orang tuanya saja tak pernah membentaknya apa lagi menampar. Tapi Marvel? Bahkan laki-laki itu sudah dua kali membentaknya.
Mungkin bagi orang lain, di bentak hanya hal sepele. Tapi tidak bagi Zelia, dia benci di bentak apa lagi di kasari seperti ini. Zelia benar-benar akan menjadi gadis terlemah jika sudah di bentak.
"Lo berani bentak gue bahkan nampar? Bahkan Mama Papa aja gak pernah ngelakuin itu."Dengan kasar Zelia mendorong dada Marvel membuat laki-laki itu mundur beberapa langkah.
"SIAPA LO? SIAPA LO SAMPAI BERANI BENTAK-BENTAK GUE?!"marah Zelia. Gadis itu dengan kasar mengusap air matanya yang sudah menetes. Dia tak suka menangis apa lagi di depan orang lain.
Marvel hanya diam seperti orang bisu. Dia masih mempertahankan wajah datarnya, seakan-akan tak peduli melihat Zelia yang menangis. Padahal dulu dia sangat menjaga dan menyayangi Zelia, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan menghabisi orang yang berani menyakiti Zelia dan Gea. Tetapi sekarang dia sendiri yang berhasil menyakiti gadis itu.
"Kenapa diem aja? Jawab gue. LO KENAPA?!"
"GUE BENCI SAMA LO ZEL! KARENA LO GUE HARUS NIKAH MUDA. PUAS?!"sarkas Marvel dengan wajah memerah menahan emosinya.
"Lo yang udah bikin gue gak bisa nikmatin masa muda gue. Gue terbebani karena dari dulu harus di suruh jagain cewek kaya lo. Yang bisanya cuma berantem dan gak bisa matuhi aturan sekolah. Gue malu asal lo tau,"ungkap Marvel. Setelah mengatakan itu dia langsung berjalan pergi keluar rumah.
__ADS_1
"Marvel, kemana Marvel yang dulu?"
...•••...