![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Wanita dengan gaun biru laut panjang tanpa lengan di padukan high heels 10cm senada itu terlihat sangat cantik hari ini. Rambutnya sudah di hias indah, wajahnya pun sudah di make-up sederhana namun sangat mempesona.
Zelia berjalan keluar kamar hotel yang semalaman dia huni, lalu menghampiri segerombolan wanita-wanita seumurannya. Tadi pagi pukul 9 Gea dan Arion sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Dan saat ini mereka sedang menyambut tamu-tamu yang datang.
"Lo gak capek, Zel? Istirahat aja, gih. Dari tadi udah berdiri,"tegur Clara saat melihat adiknya.
"Gak papa, Kak. Ini nanti istirahat kalo udah capek,"jawab Zelia. Memang keluarganya sedikit posesif mengingat dirinya sedang berbadan dua, jadi mereka tak ingin dia kelelahan.
Akhirnya Clara memilih diam, dia hanya khawatir dengan kondisi adiknya. Tetapi jika Zelia saja masih mau di sini dia tak mungkin memaksanya untuk istirahat.
"Kak, gue ke kamar mandi bentar, ya."Zelia menatap Clara dan yang lainnya secara bergantian, lalu setelah mendapat jawaban dia langsung berjalan menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar Zelia langsung masuk ke dalam kamar mandi, wanita itu memegangi perutnya yang terasa seperti di kocok-kocok.
Huekkk
Huekkk
Zelia terus mengeluarkan isi perutnya, bahkan hanya air yang keluar saat ini. Wanita itu membasuh wajahnya yang terlihat pucat, lalu menyenderkan tubuhnya ke dinding di belakangnya.
"Sayang, jangan rewel, dong. Mama lagi di acaranya aunty nanti kalo kamu rewel gini yang ada mama di suruh pulang,"ucap Zelia seraya mengusap perutnya seakan-akan sedang berbicara dengan anaknya.
Wanita itu menegakkan tubuhnya saat di rasa sudah mulai mendingan lalu berjalan keluar kamar mandi. Sedikit sempoyongan karena tiba-tiba penglihatannya terasa berkunang-kunang. Baru saja hendak meraih ujung meja untuk menyangga tubuhnya namun dia sudah limbung terjatuh ke lantai.
Brugh
Semuanya terasa gelap dan saat itulah Zelia tak sadarkan diri.
Sedangkan di lain tempat, Marvel sedang asik berbincang-bincang dengan teman-temannya. Lumayan banyak juga alumni-alumni SMA-nya dulu yang datang karena memang Arion - suami adiknya itu terkenal di sekolahnya dulu.
Marvel menatap Gea- adiknya yang sedang duduk di sofa khusus pengantin. Lalu tatapannya beralih kepada laki-laki yang berdiri di depan adiknya. Dia memilih untuk mendekati dua manusia itu.
"Lo gak mau ngucapin sesuatu ke adek gue?"sambar Marvel membuat Gea dan laki-laki di hadapannya terkejut.
Idham, laki-laki yang berdiri di depan Gea langsung menatap Marvel. Dia menarik nafas dalam-dalam lalu tersenyum simpul."Gimana kabarnya?"
Marvel terkekeh pelan seakan-akan meremehkan Idham."Seharusnya lo kasih pertanyaan itu ke Gea. Bukan ke gue,"jawab Marvel membuat Idham bungkam.
"Bang, jangan ribut di sini. Dia niatnya dateng karena Arion temennya,"tegur Gea. Dia benar-benar was-was takut akan ada keributan yang di buat abangnya.
__ADS_1
"Arion mana?"tanya Marvel kepada Gea.
"Itu,"jawab Gea sembari menunjuk Arion gang sedang berjalan ke arahnya.
"Woy, gue kira lo gak dateng."Arion menepuk pelan pundak Idham.
"Selamat, Ar. Gue nitip Gea sama lo, sorry gue pernah bikin dia terluka,"ucap Idham pelan yang hanya mampu di dengar oleh Arion.
"Oke, makasih udah dateng."
Akhirnya Idham memilih untuk menjauh dari sana, namun Marvel yang melihat itu mengikuti dari belakang. Dan saat di ruang yang lumayan sepi Marvel menahan lengan Idham.
"Mana permintaan maaf lo ke gue?"
Idham menatap Marvel dengan ekspresi datarnya."Lo yang paling tau gimana kronologi waktu itu, harusnya lo bisa ngertiin gue. Bukan gini caranya, gue bener-bener minta maaf atas kejadian itu. Tapi gue gak ngelakuin itu, semua cuma jebakan."
Marvel menatap dalam bola mata Idham, mencari kebohongan di sana. Namun dia sendiri tau bahwa yang tadi Idham bilang benar, laki-laki itu hanya di jebak."Lo tau gimana setresnya Gea setelah kejadian itu? Dia sempat ngelakuin self-harm. Dia sempat setres, dan cuma lo yang selalu dia pikirin setiap waktu. Lo tau dia benar-benar terluka karena sikap lo, Ham?"
"Karena itu gue cukup sadar diri, kenapa gue gak dateng malam itu buat jelasin semuanya. Karena gue sadar udah sedalam apa gue ngelukain hati Gea. Dan gue gak mau bikin dia terluka lagi,"balas Idham. Terlihat jelas dari tatapannya bahwa dia sedang terluka, ada beribu-ribu penyesalan di sana.
Marvel menepuk pelan pundak Idham."Percaya sama gue, kalo lo di takdirin sama dia pasti ada jalan."
"Dia udah jadi istri orang, tapi kalo dia takdir lo pasti bakal balik ke pelukan lo,"ujar Marvel.
"Thanks, gue pamit."
Marvel terus menatap punggung Idham yang mulai menjauh, lalu tiba-tiba di kejutkan dengan teriakan Jordan dari arah berlawanan.
"Vel! Zelia pingsan,"ujar Jordan dengan nafas terengah-engah membuat Marvel terkejut.
"Hah?! Zelia,"tanpa melanjutkan ucapannya Marvel langsung berlari menuju ke kamarnya.
Brak
Dengan tak sabaran Marvel membuka pintu kamarnya membuat semua orang-orang yang ada di dalam terkejut.
"Bisa pelan-pelan gak, si?"tegur Lia menatap putranya kesal.
"Marvel panik, Bun."Laki-laki itu langsung duduk di tepian ranjang menatap istrinya yang masih terpejam dengan panik.
__ADS_1
"Kenapa bisa? Udah panggil dokter?"tanya Marvel dengan khawatir. Jelas saja dia khawatir melihat istrinya tak sadarkan diri seperti ini.
"Udah, dia cuma kecapean,"jawab Nia.
"Yaudah, Vel. Kamu di sini aja jagain istrimu, kita harus ke depan lagi acaranya belom selesai,"ujar Juan membuat Marvel mengangguk.
Setelah kepergian orang tua dan mertuanya kini hanya ada Zelia dan Marvel di kamar ini. Laki-laki itu menidurkan tubuhnya di samping Zelia menggunakan satu tangannya untuk menumpu kepalanya.
"Sayang, bangun. Kenapa sampe gini, si?"gumam Marvel sembari mengusap pipi Zelia dengan lembut.
Zelia membuka matanya yang terasa berat perlahan-lahan lalu menatap laki-laki di sampingnya."Kenapa kamu di sini?"tanya Zelia dengan suara lemahnya.
"Kamu bikin aku panik, kenapa gak bilang kalo udah capek?"
Zelia menghela nafas pelan, lalu memiringkan tubuhnya memeluk Marvel erat."Tadi mual, terus udah muntah gak taunya lemes."
Marvel mengusap punggung Zelia pelan, lalu mengecup puncak kepala wanita itu."Jangan capek-capek, sayang."
"Iya,"jawab Zelia pendek."Temen-temen pada dateng?"lanjutnya.
"Dateng, termasuk Idham."
Jawaban Marvel membuat Zelia dengan spontan langsung menjauhkan tubuhnya. Wanita itu menatap Marvel tak percaya."Hah?! Idham? Serius?"
"Ck, iya. Aku tau kejadian itu bukan sepenuhnya salah dia, tapi aku juga tau niat baik Arion yang mau bikin Gea sembuh dari lukanya."
"Tapi aku tau Gea belom suka sama Arion,"gumam Gea.
"Ya, gak secepat itu buat Gea bisa berpaling dari Idham. Tapi mungkin dia sadar kalo bisa bareng sama Idham cuma hal yang mustahil apalagi setelah kejadian itu."Marvel menarik tubuh Zelia agar kembali ke dalam pelukannya.
"Semoga nantinya mereka di kasih jalan yang terang, aku kasian juga sama Gea."
"Iya, sekarang kamu istirahat,"titah Marvel membuat Zelia langsung memejamkan matanya. Dan Marvel terus mengusap punggung istrinya.
...***...
**Hai teman-teman maaf banget beberapa hari ini gak update, karena banyak masalah di rl. Dan jangan lupa buat support aku terus biar semangat nulisnya 👍❤️
Kalo aku bikin ceritanya tentang Arion, Gea dan Idham. Ada yang mau baca gak**?
__ADS_1