![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
...4 BULAN KEMUDIAN...
Kini usia kandungan Zelia sudah menginjak 4 bulan lebih 3 minggu. Wanita itu sejauh ini sama sekali tidak mengalami Morning sickness.
Zelia yang sedang asik menonton film di laptopnya di kejutkan dengan pintu kamarnya yang terbuka. Di sana ada Marvel yang mengenakan jas kerjanya dengan wajah lelah. Zelia segera mematikan laptopnya lalu menghampiri Marvel.
"Kamu baru pulang?"tanya Zelia seraya membantu Marvel melepaskan Jaz dan dasinya dengan perutnya yang sudah sedikit membuncit. Laki-laki itu mengecup puncak kepala Zelia seraya melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
Memang setelah lulus Marvel di perintahkan oleh ayahnya untuk langsung memegang salah satu perusahaan ayahnya. Selama 3 bulan lebih dia belajar akhirnya 1 bulan lalu resmi menjadi CEO.
"Lepasin, ini udah selesai. Aku mau nyiapin makan malam,"ujar Zelia saat Marvel masih saja memeluk pinggangnya.
"Kamu mandi,"lanjutnya membuat Marvel langsung melepaskan pelukannya dan berjalan gontai menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Zelia setelah selesai menyiapkan pakaian Marvel, wanita itu berjalan menuruni satu persatu tangga untuk menyiapkan makan malam mereka. Ini sudah pukul 8 malam, memang Marvel selalu pulang di atas jam 7 malam.
Drtt drtt
Zelia mengambil ponselnya yang ada di meja makan lalu segera membuka pesan yang baru saja masuk.
081267******
You really are a crazy woman, psychopath
Mata Zelia membulat saat membaca pesan yang baru saja masuk, tiba-tiba dia merasa keringat dingin mulai membasahi tangannya. Buru-buru wanita itu menghapus pesan yang baru saja masuk, lalu meletakkan ponselnya ke meja.
"Kenapa?"tanya Marvel yang baru saja tiba saat melihat gelagat aneh istrinya.
Zelia langsung menormalkan kembali wajahnya yang panik lalu menatap Marvel dengan senyuman di bibirnya.
"Gak papa,"jawab Zelia seraya duduk di samping Marvel.
Marvel hanya mengangguk pelan lalu segera menyantap makan malamnya dengan hening.
Setelah selesai makan malam, kini mereka berdua sudah berada di ranjang. Dengan Zelia yang sibuk memainkan ponselnya, sedangkan Marvel menyelesaikan pekerjaannya dengan laptop yang ada di pangkuannya.
Drtt drtt
Tanpa mengalihkan pandangannya Marvel meraba-raba nakasnya meraih ponselnya yang bergetar. Lalu segera mengangkat panggilan masuk dengan tatapan yang masih tertuju ke laptop.
"Halo?"
"Vel, kita harus habisin Reksa sekarang"
__ADS_1
Mendengar suara Jordan dari seberang membuat Marvel langsung menatap ponselnya.
"Kenapa?"
"Dia benar-benar harus di musnahin sekarang, Clara masuk rumah sakit. Dan itu ulah Reksa sama anak Tiger"
"Sekarang lo di mana?"
"Gue di rumah sakit, Clara masih di tanganin sama dokter"
"Oke, gue ke situ"
Tut Tut
"Siapa?"tanya Zelia.
"Kak Clara masuk rumah sakit,"ucap Marvel. Hal itu jelas saja membuat tubuh Zelia membeku di tempatnya.
"Ta-tapi kenapa mama gak bilang?"gagap Zelia. Tangannya mulai basah karena keringat dingin.
Marvel beranjak dari ranjang memakai jaketnya, lalu mengambilkan jaket Zelia memasangkan ke tubuh istrinya.
"Kita ke rumah sakit sekarang,"titah Marvel seraya membantu Zelia berdiri. Setelah siap, laki-laki itu meraih kunci mobilnya lalu segera menuju ke rumah sakit.
Marvel dan Zelia dengan langkah terburu-buru melewati lorong rumah sakit yang sedikit sepi. Sampai akhirnya dia bertemu dengan Jordan dan para keluarganya.
"Mama,"panggil Zelia lalu segera memeluk mamanya.
"Sayang, kamu kenapa malem-malem ke sini?"tanya Nia setelah melepaskan pelukan mereka.
Mata Zelia sudah memerah, dia khawatir dengan kondisi kakaknya."Kak Clara gimana?"
"Lagi di tanganin dokter,"jawab Nia seraya menuntun Zelia untuk duduk. Sebenarnya dia khawatir mengingat perut anaknya yang sudah membesar, malam-malam seperti ini ke rumah sakit.
Sedangkan Marvel dan Jordan kini sudah ada di halaman belakang rumah sakit, mereka berdua duduk di kursi putih panjang yang tersedia di sana.
"Reksa bener-bener masih dendam banget sama gue,"gumam Jordan seraya menghembuskan asap rokoknya.
"Gimana kronologinya?"tanya Marvel.
"Clara pulang kerja, dan dia sempet telfon gue bilang kalo ada geng Reksa yang berhentiin mobilnya. Gue buru-buru nyamperin alamat yang dia bilang sebelum ponsel Clara mati, dan saat gue sampe sana dia hampir aja berhasil ngelecehin Clara. Untung gue dateng, dan karena Reksa gak punya cara lain jadi dia nusuk lengan Clara pake pisau,"jelas Jordan seraya mengingat-ingat kembali kejadian tadi.
"Dia dendam masih karena masalah yang sama?"
__ADS_1
Jordan mengangguk pelan seraya kembali mengingat-ingat kejadian beberapa tahun lalu saat dia bertemu dengan pujaan hatinya.
"Apalagi sekarang dia tau, kalo gue udah nikahin Dara."Memang 3 bulan lalu Jordan dan Dara yang merupakan kekasihnya resmi menjadi pasangan suami istri.
Singkat cerita, sekitar 3 tahun lalu Jordan tak sengaja di pertemukan dengan Dara. Karena pada saat itu Dara melamar sebagai sekretarisnya, hingga dia tak sengaja memergoki Dara yang hampir di lecehkan oleh Reksa. Dari situ Jordan menolong Dara, hingga dia tau cerita dari gadis itu bahwa Reksa adalah kekasih Dara. Tetapi mereka menjalin hubungan karena terpaksa, karena orang tua mereka terlibat kerja sama. Sehingga Dara jadi korban, karena Reksa selalu berusaha melecehkan gadis itu. Sampai lama-lama hubungan Jordan dan Dara semakin dekat dan akhirnya mereka menikah.
Karena kejadian itu, Reksa sangat dendam kepada Jordan. Membuat Reksa selalu berusaha menyakiti orang terdekatnya, termasuk yang sudah menjadi korbannya adalah Zelia, Gea dan Clara. Mereka bertiga sama-sama hampir di lecehkan oleh Reksa.
"Terus gimana? Zelia juga dia sering nanya, alasan Reksa selalu berbuat jahat sama dia. Tapi gue gak tau harus jawab apa, karena kalo gue bilang alasannya gue yakin dia bakal benci sama Dara,"jelas Marvel.
Jordan mengangguk pelan, dia juga sepemikiran dengan Marvel."Gue juga takut itu terjadi, selama ini dia hubungannya dengan Dara lumayan baik. Gue takut dia nanti benci Dara kalo bilang alasannya,"jawab Jordan.
"Kita harus benar-benar nyelesain masalah itu malam ini juga,"ujar Marvel.
"Kita samperin ke markas Tiger?"
"Berdua?"
"Terus? Mau ngajak temen-temen lo?"tanya Jordan.
"Tapi ini cuma masalah gue, gue gak enak. Lebih baik kita berdua aja?"lanjut Jordan membuat Marvel mengangguk setuju.
"Jangan sekarang, gue yakin mereka gak ada di markas. Liat Clara kaya gitu, gue yakin mereka lagi sembunyi,"ujar Marvel.
Jordan pun tau, akhirnya mereka memutuskan untuk besok siang menghampiri markas Reksa. Dan segera menyelesaikan masalahnya agar tak banyak lagi korban.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam ruangan Clara, melihat gadis itu sudah sadar dengan perban di lengannya.
"Sayang, Clara udah sadar,"ujar Dara saat melihat Jordan yang baru masuk.
Jordan langsung memeluk pinggang istrinya dengan posesif lalu mengecup puncak kepala wanita itu. Dia tersenyum menatap Clara yang sudah sadar.
"Ada yang sakit?"tanya Jordan.
Clara hanya menggeleng lemah, dia masih sedikit trauma dengan kejadian tadi. Tetapi sedikit tenang karena banyak keluarganya yang menemaninya di ruangan ini.
"Jordan, lebih baik kamu bawa istri kamu pulang. Biar papa sama mama yang jagain Clara,"ujar Gino membuat Jordan mengangguk lalu laki-laki itu segera pamit pulang bersama Dara.
Sedangkan Marvel hanya diam."Ma, Zelia mana?"tanya Marvel. Dari tadi dia terus mencari keberadaan istrinya, dia pikir Zelia ke kamar mandi tetapi tak kembali-kembali.
"Dia pulang dulu, katanya tadi pusing. Papa pesenin taksi,"jawab Nia.
"Yaudah, Marvel pulang ya,"pamit Marvel segera menyalami tangan mertuanya lalu segera pulang ke rumah.
__ADS_1
...•••...