Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[32]. Tentang Marvel


__ADS_3

Marvel menatap pemandangan di hadapannya dalam diam, laki-laki itu kembali menyesap rokok yang ada di tangannya. Sekarang sudah pukul 11 malam lebih. Tetapi Marvel masih belum ada niatan untuk pulang.


Tadi setelah dari markas laki-laki itu justru memilih untuk pergi ke hotel, dan dia menyewa satu kamar. Karena Marvel tak akan pulang untuk malam ini.


"Maaf, Zel,"gumam Marvel. Dia membuang putung rokoknya ke lantai lalu di injak.


Marvel mengacak-acak rambutnya dengan kasar."Gak seharusnya gue ngomong gitu!"


"Brengsek banget gue? Sampe nyakitin perasaan orang yang gue cinta,"sesal Marvel.


Dia berganti mengusap wajahnya dengan kasar. Wajahnya dan matanya sudah memerah. Jika boleh jujur, sekarang Marvel benar-benar setres.


Ingin sekali rasanya dia meminta bantuan kepada Ayah atau Bundanya. Tetapi ancaman kakeknya mampu membuat Marvel pada akhirnya memilih untuk memendamnya sendiri.


"Kenapa? Kenapa harus gue yang di hadapkan situasi sesulit ini?"


"Bahkan gue cuma pengin bahagian Zelia. Tapi kenapa di tengah-tengah kebahagian yang udah gue bangun selama ini malah kandas di tengah jalan?"


Drtttt drttt


Marvel mengambil ponsel dari dalam saku celananya, dia menatap layar ponselnya yang menampilkan nama Zelia di sana. Dia hanya diam sama sekali tak ada niatan untuk mengangkat panggilan Zelia.


"Apa ucapan gue tadi belum bisa buat lo benci sama gue, Zel?"


"Kenapa masih mau nyari gue? Kenapa masih khawatirin gue?"gumam Marvel seraya membaca pesan beruntun yang Zelia kirimkan.


Zelia: Marvel, kamu marah?


Zelia: Kamu boleh marah atau bahkan benci sama aku. Tapi pulang ya?


Zelia: Ini udah malem.  Kamu di mana?


^^^Tidur!^^^


Zelia: Gak bisa tidur. Takuttt😞


Zelia: Takut, pas aku tidur. Terus ada yang jahatin:)


Zelia: Kamu gak pulang?


Zelia: Kenapa cuma di read?


Zelia: Maaf, udah ngancurin masa depan kamu


Zelia: Maaf, gara-gara aku kamu harus nikah muda


^^^Tidur Zel!^^^


Zelia: Aku takut. Gak bisa tidur


^^^Jangan manja!^^^

__ADS_1


Zelia:  Yaudah, maaf😔


Zelia: Aku manja ya?😟


^^^Manja^^^


^^^Nyusahin^^^


^^^Beban^^^


^^^Bego^^^


Zelia: Makasih Vel😊, maaf ya


Melihat whatsapp Zelia sudah tak online Marvel langsung masuk ke dalam kamar dan melempar ponselnya ke sembarang arah.


Marvel duduk di lantai sembari senderan di ranjang. Dia menangkup wajahnya, Marvel butuh Zelia di sampingnya. Dia butuh wanita itu untuk menyemangatinya.


Karena terus kepikiran Zelia, Marvel memutuskan untuk bangkit dan berjalan dengan tergesa-gesa keluar hotel. Membawa motornya pergi meninggalkan pekarangan hotel untuk pulang.


Marvel meminggirkan motornya di pinggiran jalan karena dari tadi ponselnya terus berdering tak ada hentinya. Dia mengambil benda pipih itu lalu melihat panggilan masuk dari siapa.


Laki-laki itu berdecak kesal sebelum pada akhirnya mengangkat telfonnya.


"Apa!"


"Vel, bisa ke rumah?"


"Pliss, gue sendirian di rumah. Abang gue pergi, kakek juga lagi pergi sama nenek"


"Lo pikir gue peduli?"


"Oh, jadi lo mau gue aduin ke kakek lo?"


"Gue ke situ!"


Marvel mengumpat kasar sebelum pada akhirnya memutar kembali motornya lalu segera menuju ke rumah gadis gila yang baru saja menelfonnya.


Marvel memarkirkan motornya di garasi rumah Fara. Dia langsung turun menghampiri gadis itu yang sudah berdiri di depan pintu.


"Sana tidur, gue tunggu di sini,"ucap Marvel seraya duduk di kursi yang ada di teras.


Fara justru berjalan mendekati Marvel."Temenin gue tidur ya di dalem?"


"Lo gila?! Jangan aneh-aneh, Far, gue udah mau kesini aja harusnya lo bersyukur!"


"Terus? Emang lo bisa nolak kemauan gue?"sarkas Fara."Udah lah, Vel, mending lo tinggalin Zelia. Dia cuma beban, kan?"Fara memegang lengan Marvel berniat menggoda laki-laki itu.


"Seenggaknya dia gak selicik lo,"gumam Marvel lalu menepis tangan Fara. Dia memijak pelipisnya pelan, jujur dia benar-benar butuh istirahat untuk saat ini. Tetapi Fara membuat dia semakin setres sekarang.


Fara terkekeh pelan mendengar ucapan Marvel."Karena gue sama dia udah beda. Dan gue mau lo masuk, atau gue aduin ke kakek lo?"

__ADS_1


Marvel berdecih pelan sebelum pada akhirnya memilih memasuki rumah gadis gila itu. Sekarang lo boleh giniin gue Far, tapi nanti gue akan buat lo nyesel.


Fara menyunggingkan sudut bibirnya lalu berjalan menghampiri Marvel yang sedang duduk di sofa.


"Gue numpang toilet,"pamit Marvel lalu segera berjalan menuju ke kamar mandi.


Fara mengambil ponsel Marvel yang ada di meja. Dia mulai membuka aplikasi whatsapp dan mencari nama seseorang.


Marvel: Hai Zel, malam ini Marvel gak pulang. Dia lagi sama gue:) Fara😙


Setelah pesannya terkirim Fara langsung kembali meletakan ponsel laki-laki itu.


"Sana tidur,"ucap Marvel seraya kembali duduk.


"Oke, tapi lo jangan pulang malam ini,"jawab Fara.


"Hm,"gumam Marvel membuat Fara langsung berjalan meninggalkan ruang tamu.


Marvel yang memang sudah lelah memilih untuk merebahkan tubuhnya ke sofa lalu mulai memejamkan matanya hingga tak selang lama dia sudah terlelap.


...•••...


00:12


Zelia masih terus memandangi ponselnya dengan nyalang. Di layarnya ada pesan dari Marvel yang di kirim oleh Fara. Zelia benar-benar tidak tidur sampai sekarang, dia takut.


"Jadi kamu gak pulang karena nginep di rumah Fara?"gumam Zelia.


Wanita itu meletakan ponselnya lalu kembali memeluk tubuhnya sendiri. Sebenarnya Zelia benar-benar sudah sangat ngantuk, hanya saja dia takut hanya sekedar memejamkan matanya.


"Ma, Pa, Zelia takut."


Zelia berkali-kali menghela nafas berat. Matanya terasa sangat berat tetapi dia tak ingin memejamkan matanya."Marvel, kamu kenapa, si?"


"Ada hubungan apa kalian?"gumam Zelia dengan sendu."Far, lo sahabat gue. Kenapa tega ngelakuin ini?"


Di sepanjang malam yang Zelia lakukan hanya melamun sembari terus memeluk tubuhnya sendiri. Dia sama sekali tak tidur sampai pagi.


Sampai sekarang wanita itu sudah berdiri di depan cermin dengan seragam Pramuka yang melekat di tubuhnya. Dia meraih tasnya lalu berjalan keluar kamar untuk membuat sarapan terlebih dahulu.


Ini baru pukul 6 pagi. Karena dia tak tidur jadi Zelia bersiap-siap sangat pagi. Wanita itu duduk di kursi makan lalu menyiapkan roti beserta selainya.


Setelah selesai sarapan Zelia langsung berjalan keluar rumah. Dia menghentikan langkahnya di depan pintu saat berpapasan dengan Marvel.


Marvel sedikit terkejut melihat kondis Zelia sekarang. Mata gadis itu, sudah bisa di tebak semalaman Zelia tidak tidur. Dia sedikit khawatir apa lagi melihat bibir wanita itu juga pucat.


Zelia tersenyum simpul."Aku udah siapin roti di meja. Aku berangkat dulu,"pamit Zelia lalu berjalan meninggalkan Marvel untuk mencari taksi si depan.


Marvel membalikan tubuhnya menatap punggung Zelia yang mulai menjauh dengan nanar."Maaf, Zel."


Laki-laki itu segera masuk ke rumah untuk membersihkan tubuhnya lalu segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sebelum benar-benar ke sekolah Marvel menyempatkan untuk memakan sarapan yang sudah Zelia buat.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2