![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
"MARVEL!"
Zelia langsung terduduk dengan keringat dingin yang mengucuri seluruh wajahnya, tubuhnya gemetar.
Pekikan Zelia membuat Marvel ikut terbangun dari tidurnya, dia langsung ikut duduk menatap Zelia yang gemetaran dengan khawatir.
"Sayang, kamu gak papa?"tanya Marvel seraya memegang pundak Zelia.
Zelia berjengit kaget lalu menolehkan kepalanya, dan seketika matanya berkaca-kaca melihat Marvel sudah duduk di sampingnya.
"Kenapa, hm?"Marvel langsung mengusap punggung Zelia saat wanita itu memeluknya dengan erat.
Tubuh Zelia bergetar hebat saat Marvel membalas pelukannya. Tapi ada rasa lega tersendiri saat sadar tadi hanya mimpi, kegilaan dalam mimpi Zelia saat tidur.
"Mimpi buruk?"tanya Marvel saat merasa Zelia sudah lebih tenang. Tadi dia dengar saat Zelia meneriaki namanya.
Laki-laki itu melirik jam di dinding ternyata baru jam 5 pagi, dan Marvel baru tidur 5 jam. Karena tadi Marvel baru pulang pukul 12 malam.
Tadi saat bertengkar dengan Zelia laki-laki itu pergi ke markas, kebetulan di sana ada Alden dan yang lainnya. Jelas saja dia di usir dari markas dan di suruh minta maaf kepada Zelia. Dan Marvel pun menuruti itu, tapi saat pulang melihat Zelia sudah terlelap Marvel tak tega membangunkannya.
Zelia melepaskan pelukannya lalu menatap Marvel dengan pipi basahnya."Kamu tadi ke club? Kamu masih marah sama aku?"tanya Zelia bertubi-tubi.
Marvel menghela nafas pelan lalu mengecup bibir Zelia dengan sayang."Maafin aku, aku gak bermaksud bohongin kamu. Tapi takut kamu gak bisa nerima bayi itu, maaf udah bikin masa depan kamu terhambat."
Zelia menggeleng pelan, air matanya kembali jatuh."Aku yang salah, seharusnya aku gak nolak soal anak. Aku cuma belom siap jadi ibu,"ungkap Zelia.
Marvel hanya mengangguk pelan lalu membawa tubuh Zelia ke dalam pelukannya."Kamu mau makan apa, hm?"
Zelia hanya menggeleng pelan lalu mengusap air matanya. Tiba-tiba dia merasa mual, wanita itu langsung turun dari ranjang dengan tergesa-gesa dan berjalan ke kamar mandi.
Huekkk huekkk
Marvel langsung mengejar Zelia dan berdiri di belakang wanita itu, sembari membantu memegangi rambut Zelia yang terurai. Marvel memijat tengkuk Zelia pelan.
Zelia dengan bibir pucatnya dan badan yang lemas menatap Marvel dengan sayu setelah mencuci bibirnya.
"Pusing?"tanya Marvel. Zelia hanya mengangguk pelan.
Marvel langsung mengangkat tubuh Zelia ke dalam gendongannya."Mau ke dokter?"tawar Marvel seraya menurunkan Zelia kembali ke ranjang.
Zelia hanya menggeleng pelan seraya bersender di ranjangnya."Hari Senin kita udah ujian buat kelulusan,"gumam Zelia.
"Kalo kamu gak kuat, bisa ujian dari rumah."Marvel mengusap puncak kepala Zelia dengan sayang, laki-laki itu masih berdiri di samping ranjang.
"Tapi emang boleh?"
"Boleh, nanti tinggal ngomong ayah."
Zelia mengerucutkan bibirnya."Nanti pasti kamu sama Janeta."
__ADS_1
Marvel yang tau Zelia cemburu pun terkekeh pelan."Aku juga di rumah nemenin kamu."
Zelia hanya bisa menurut, dia beranjak dari ranjang berniat untuk pergi ke dapur tetapi Marvel melarangnya.
"Jangan kemana-mana, sayang."
"Aku mau masak, lagian tadi cuma mual doang. Itu wajar buat orang hamil,"dengus Zelia seraya berjalan keluar kamar dengan Marvel di belakangnya.
"Ck, emang batu."Marvel berdiri di samping Zelia yang sedang mengambil bahan-bahan di kulkas.
Zelia mengambil telur serta sosis dari dalam kulkas lalu membawanya ke dapur untuk membuat nasi goreng. Karena memang dia dan Marvel paling suka dengan nasi goreng.
"Vel, boleh minta tolong?"tanya Zelia yang sedang mencincang cabe dan bawang.
"Apa?"
"Ambilin nasi,"pinta Zelia yang langsung di laksanakan oleh Marvel.
Akhirnya mereka berdua terus sibuk berkutat membuat sarapan. Sampai akhirnya selesai dan kini mereka berdua sudah duduk di kursi makan menyantap sarapannya.
"Hari ini mau ke rumah mama?"tanya Marvel di tengah-tengah kesibukannya yang sedang menikmati nasi gorengnya.
"Boleh,"jawab Zelia lalu menenggak air putihnya.
Setelah selesai Zelia langsung membereskan meja makannya dan mencuci piring. Sedangkan Marvel sepertinya sedang mandi.
...•••...
"Mau beli sesuatu dulu?"tanya Marvel seraya mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya.
"Beli apa buat bunda sama mama?"
"Terserah kamu aja,"gumam Marvel yang masih fokus dengan kemudinya.
"Gausah beli apa-apa, deh,"ujar Zelia membuat Marvel mengangguk setuju.
Setelah beberapa menit menempuh perjalan akhirnya Marvel memarkirkan mobilnya di garasi rumah orang tua Zelia.
Mereka berdua segera turun dan berjalan masuk ke dalam rumah. Marvel melingkarkan tangannya di pinggang Zelia.
"Hai sayang, kok gak bilang-bilang mau ke sini?"heboh Nia seraya menghampiri Marvel dan Zelia yang sudah di sofa.
Marvel dan Zelia langsung menyalami tangan Nia.
"Papa mana, ma?"tanya Zelia.
"Lagi di Bandung, sama ayah bunda juga di sana."
"Ayah bunda gak di rumah, ma?"Marvel menatap mertuanya.
__ADS_1
"Enggak, Vel. Adek kamu aja nginep di sini udah 2 hari. Cuma lagi pulang sekarang,"ucap Nia membuat Marvel mengangguk pelan.
"ZELIA! KENAPA GAK BILANG KALO DI SINI?!"pekik Gea yang baru memasuki rumah orang tua Zelia.
Zelia langsung tersenyum melihat Gea yang memeluknya."Udah berapa hari lo gak masuk?"dengus Gea.
"Dia sakit,"gumam Marvel yang sudah fokus dengan ponselnya.
"Ma, bang Jordan mana?"tanya Marvel.
"Di kamar, sana susulin."
Marvel pun akhirnya memilih untuk mencari Jordan dari pada ikut kumpul dengan para betina yang ada dia jadi bahan buliyan.
Nia pun pergi ke dapur, sedangkan Gea dan Zelia sudah sibuk sendiri.
"Lusa kita beneran ujian?"gumam Zelia seraya menyekrol beranda instragramnya.
Gea hanya bergumam pelan, gadis itu pun sibuk dengan ponselnya sendiri."Iya, gak nyangka bentar lagi lulus kita."
"Nikah lo Ge abis lulusan,"goda Zelia."Sama Idham,"lanjutnya lalu tertawa melihat wajah kesal Gea.
"Jangan, dong. Gue nunggu ponakan gue lahir dulu,"balas Gea seraya mengusap perut rata Zelia.
Zelia meletakan ponselnya lalu ikut mengusap perutnya."Gue gak nyangka, bentar lagi jadi ibu."
"Enak gak si Zel nikah muda?"tanya Gea serius.
"Ya gitu. Pastinya ada enak sama enggaknya. Ya pasti ada aja sesuatu yang bikin aku sama Marvel harus berantem, dan setelah melewati beberapa masalah besar gue ngerasa emang gak mudah nikah muda itu,"jelas Zelia mengingat bagaimana kemaren-kemaren dirinya yang selalu bertengkar dengan Marvel. Apalagi waktu masih ada Fara dan dia jadi teringat mimpi buruknya.
"Gue jadi takut mau nikah,"gumam Gea.
"Jadi lo gak mau nikah gitu?"
"Ya gak gitu bambang. Tapi seenggaknya nanti kalo gue udah selesai kuliah lah, ya,"ucap Gea.
"Lo mau anak cewek apa cowok?"tanya Gea.
"Sedikasihnya aja, cewek atau cowok yang penting anak gue."Bukan Zelia yang menjawab melainkan Marvel yang kini sudah duduk di sebelah Zelia dengan Jordan yang duduk di sofa kosong.
"Yeee, songong lo mentang-mentang udah nikah aja,"sinis Jordan.
"Makanya nikah dong, bang. Masa kalah sama Zelia,"ucap Gea menggoda Jordan.
"Anak kecil lo. Jangan ikut-ikutan,"balas Jordan membuat Gea langsung kicep.
Mereka terus mengobrol hal-hal yang tak penting, rumah Zelia pun di penuhi dengan gelak tawa mereka semua.
...•••...
__ADS_1