![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia menatap Marvel dan wanita yang sedang berdiri di depannya dengan tatapan tak percaya, matanya terasa mulai memanas. Otot-otot tubuhnya tiba-tiba tak berdaya membuat tubuhnya lemas, andai saja tak ada meja yang dia gunakan untuk menyangga mungkin Zelia sudah tersungkur ke lantai tak berdaya.
"Sayang, are you okey?"tanya Marvel mulai panik seraya memegang pundak istrinya.
Zelia buru-buru menepis tangan Marvel, dia menarik kursi di belakangnya lalu duduk. Wanita itu terus menunduk, dan saat itulah tetesan air matanya mulai jatuh.
"Vel,"panggil Fara membuat Marvel mendongak."Kayaknya jangan sekarang dulu, lo bisa kabarin gue lagi kalo Zelia udah bisa tenang,"lanjutnya.
"Oke, thanks,"balas Marvel membuat Fara langsung pergi meninggalkan cafe yang sedang dia kunjungi.
"Kita pulang, ya?"ajak Marvel masih berusaha untuk menyentuh istrinya, namun Zelia justru menghindar.
Dia benar-benar shock, apalagi ini? Setelah masalahnya dengan Janeta dan Reksa baru saja selesai, lalu Fara? Zelia tak yakin jika itu benar-benar Fara, atau mungkin wanita tadi siluman ular yang menjelma menjadi sosok Fara? Oh tidak! Plis ini bukan sebuah dongeng!
"Aku bisa pulang sendiri,"gumam Zelia dengan suara bergetar lalu berjalan meninggalkan Marvel begitu saja.
Jelas saja Marvel tak akan membiarkan istrinya pulang sendiri dengan keadaan yang jauh dari kata baik-baik saja. Dia mengejar Zelia lalu menahan lengan istrinya.
"Kamu pulang sama aku,"tegas Marvel tak ingin di bantah lalu menarik pelan lengan Zelia menuju mobilnya.
Brak
Marvel menutup pintunya lalu segera melajukan mobilnya untuk pulang, sedangkan Zelia hanya diam di kursinya menatap lurus ke depan dengan kosong. Memang terlihat tenang namun jauh di dalam pikirannya dia sedang ribut memikirkan banyak hal yang sulit di percaya.
"Sejak kapan?"tanya Zelia tiba-tiba membuat Marvel langsung menoleh sejenak.
"Apa?"
"Sejak kapan kamu tau kalo itu Fara,"lanjut Zelia tanpa mau menatap Marvel. Entahlah dia benar-benar tak tau bagaiman perasaannya sekarang. Rasa bersalah, rasa rindu, rasa bahagia dan sedih semuanya beradu menjadi satu saat dia melihat sosok Fara tadi.
__ADS_1
Namun saat ini rasa kecewanya terhadap Marvel lebih besar, sehingga dia enggan untuk berbicara kepada laki-laki itu.
"Sejak aku tau kalo kasus kematiannya kembali di bukak,"jawab Marvel.
"Dan kamu diem aja? Kamu masih ada hubungan sama dia?"tuduh Zelia kali ini menatap Marvel dengan tajam.
"Jauhin pikiran-pikiran gila kamu Zelia! Aku lagi nyetir,"geram Marvel yang kembali fokus mengemudi.
"Emang orang yang suka selingkuh sampai kapanpun tetep sama,"ujar Zelia tak mempedulikan larangan Marvel.
"Bahkan sekarang lebih parah, atau ini alasan sebenarnya kamu sering pulang malem. Bahkan kadang gak pulang karena urusan kantor? Serius urusan kantor atau memberi waktu buat berdua sama Fara?"ungkap Zelia semakin menjadi membuat Marvel mencengkram kuat setir mobilnya.
Laki-laki itu menggertakan giginya marah, kilatan penuh emosi terlihat jelas di matanya. Namun dia masih berusaha diam, karena tak mau bertengkar di dalam mobil apalagi dengan dirinya yang mengemudi.
Karena tak ada tanggapan Zelia memilih untuk diam, dia mungkin terlalu labil karena tak mau mendengarkan penjelasan Marvel dahulu. Tapi untuk saat ini dia tak bisa berfikir jernih tentang suaminya, dia trauma dengan pengkhianatan sehingga saat melihat Fara dia langsung berfikir bahwa mereka berdua masih menjalin hubungan.
Setelah hampir setengah jam menempuh perjalanan akhirnya mobil yang Marvel kendarai berhenti di garasinya, laki-laki itu langsung turun begitu saja memasuki rumahnya tanpa mempedulikan Zelia.
Marvel yang sedang melepaskan satu persatu kancing mejanya langsung menatap Zelia, melepaskan penutup dadanya lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.
"Aku sama Fara cuma mau cari bukti kejahatan Reksa dan Janeta, gak lebih! Dan kamu gak berhak buat berasumsi sendiri kaya yang kamu omongin tadi,"jelas Marvel seraya menatap Zelia yang masih berdiri di tempatnya.
"Gak semudah itu buat percaya, Vel! Kamu gak lupa kan pernah ngehianatin aku? Jadi wajar kalo aku berpikiran kaya gitu,"ujar Zelia dengan suara pelan membuat tubuh Marvel membeku.
"Kita gak ada apa-apa, demi apapun ini real cuma tentang Fara yang ngasih bukti-bukti kekerasan yang sering Reksa lakuin, dan aku yang berusaha cari bukti lain tentang sosok yang bunuh Fara. Kamu bisa pertanyakan hal ini ke Alden, aku selalu sama dia kalo mau ketemu Fara,"lanjut Marvel jujur."Lagipula Fara dulu kaya gitu karena ancaman Reksa, bukannya kamu udah tau? Dia korban, Zelia. Kamu gak bisa liat kerapuhan dia?"
Lagi-lagi tubuh Zelia melemas, iya seharusnya dia sadar bahwa Fara hanya korban kegilaan Reksa. Dia menghela nafas pelan lalu menghampiri Marvel."Kamu gak ngehianatin aku lagi, kan?"
Marvel menarik tubuh istrinya agar duduk di pangkuannya."Enggak, sayang. Masalah Reksa udah selesai, dan urusan aku sama Fara juga selesai. Jadi sekarang cuma kamu yang harus temuin dia, minta maaf, kasih dia support sebelum dia kembali ke Milan buat selama-lamanya,"ucap Marvel.
__ADS_1
"Milan? Fara mak---"
"Selama ini dia sembunyi di Milan buat menghindari Reksa ataupun keluarganya, jadi secepatnya juga dia bakal balik karena urusannya dan misinya buat jeblosin Reksa dan Janeta ke penjara udah berhasil,"lanjut Marvel memotong ucapan Zelia.
Marvel meraih ponselnya yang ada di meja."Aku udah kirim nomer Fara ke kamu, kamu bisa komunikasi sendiri."
Tiba-tiba Zelia memeluk Marvel, menyembunyikan wajahnya di leher laki-laki itu."Maaf aku udah nuduh yang enggak-enggak."
Marvel terkekeh pelan lalu mengusap punggung istrinya lembut."Kenapa si akhir-akhir ini sensitifan banget, hm?"
Zelia menggeleng pelan sambil terisak, jujur memang akhir-akhir ini dia sering menangis karen hal-hal sepele."Aku gak tau."
"Yaudah, jangan nangis, Sayang. Kamu mau makan, hm?"tanya Marvel. Lalu dia menangkup wajah Zelia, mengusap air mata yang membasahi pipinya.
"Laper, tapi gak ada makanan,"gumam Zelia dengan wajah merahnya.
"Aku order bentar,"jawab Marvel seraya mengutak-atik kembali ponselnya. Dia bertanya kepada istrinya apa yang mau di makan sebelum memesan makanan yang akan menjadi makan sorenya.
Namun di dalam hati Marvel, dia masih bertanya-tanya dengan sikap Zelia akhir-akhir yang berbeda. Seperti mudah menangis, posesif, mudah marah dan mood yang sering berubah-ubah dalam waktu singkat. Lalu dia menatap wajah istrinya dalam.
"Kamu sakit?"
Zelia menggeleng pelan dengan kening berkerut."Enggak, emang kenapa?"
"Kapan terakhir kali kamu menstruasi?"tanya Marvel yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
Mata Zelia membulat lalu buru-buru turun dari pangkuan Marvel, berlari menuju meja riasnya melihat kalender di sana."Ak-aku terakhir pms 3 minggu lalu, dan in...."
"Besok kita periksa ke dokter,"potong Marvel membuat Zelia langsung mengangguk dengan detak jantung yang mulai menggila.
__ADS_1
Dia berharap hamil, atau memang Zelia hamil?