Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Delapan puluh


__ADS_3

Sore ini Zelia sedang berada di rumah orang tuanya, sebenarnya dia masih enggan untuk keluar rumah seperti ini karena dirinya sedang repot mengingat Rania yang sudah mulai rewel dan aktif. Namun orang tuanya terus memaksa, katanya sudah sangat rindu dengan Rania dan berakhirlah Zelia ada di sini sekarang.


"Ini cucu nenek yang cantik? Gemesin,"ucap Nia yang sedang menggendong Rania. Wanita tua itu terus memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah gembul cucunya.


"Ma, kak Clara gak pernah pulang?"tanya Zelia.


"Kemaren pulang, kan anaknya juga lagi rewel makanya gak nginep,"jawab Nia.


Zelia hanya mengangguk, dia beranjak dari sofa lalu berjalan meninggalkan ruang tamu untuk pergi ke kamar mandi. Sejak dia tiba sekitar 30 menit yang lalu, dirinya terus di abaikan karena yang mamanya perhatikan hanya Rania.


Setelah selesai membuang hajatnya Zelia pun kembali ke ruang tamu, matanya membulat saat melihat sosok di hadapannya."Heh! Bang Jordan kapan datengnya?!"pekik Zelia heboh.


"Alay lo! Kaya gak pernah ketemu aja,"celetuk Jordan malas.


Zelia memutar bola matanya kesal melihat respon Jordan. Lalu matanya beralih kepada anak laki-laki dengan pipi gembul berumur sekitar 3 tahunan itu."Heh! Bocilnya bang Jordan udah gede, ya?"


"Ih! Tante Zelia ngeselin, pa! Masa Dirga di bilang bocil,"ucap bocah kecil yang bernama Dirga itu dengan suara cedelnya. Dia adalah anak dari Jordan abang Zelia.


"Zel, jangan di ledekin. Ntar nangis minta pulang dia,"tegur Dara istri Jordan.


Zelia tertawa pelan."Iya, kak."


"Tante, Rania nya boleh buat Dirga, gak?"tanya Dirga menatap Zelia dengan mata bulatnya.


"Boleh, dong. Tapi nanti kalo udah gede, ya,"jawab Zelia sembari tertawa pelan. Memang sejak pertama kali Dirga bertemu dengan Rania lebih tepatnya 3 bulan lalu, anak kecil itu selalu meminta Rania agar di berikan kepada Dirga.


"Kalo udah gede, boleh?"Dirga memainkan ujung kaosnya seraya terus menatap wanita dewasa di depannya.


"Boleh, sayang."


Anak kecil itu tertawa girang lalu mendekati neneknya."Nenek udah gak sayang sama Dirga, ya?"


Nia langsung menoleh dia mencubit pelan pipi chubby Dirga."Siapa yang bilang? Nenek sayang semuanya, kok."


Dengan susah payah Dirga duduk di sofa samping Nia di bantu oleh mamanya."Soalnya dari tadi nenek gak mau nyapa Dirga."

__ADS_1


Semua yang ada di sana pun langsung meledakkan tawanya, Zelia yang gemas langsung menggigit pelan pipi tembem laki-laki itu."Dirga bisa gak jangan bikin tante gemes?"


"Loh! Emang Dirga gemesin, ya? Tapi Dirga emang ganteng, si,"ucap Dirga dengan pd-nya. Laki-laki itu benar-benar terlihat sangat menggemaskan, dengan kedua pipi tembem dan bola mata bulatnya.


"Anak gue tuh, Zel. Gak jauh-jauh lah tingkat kepedeannya sama gue,"kekeh Jordan membanggakan Dirga.


"Aku yang setiap hari ngebatin, anak sama papanya sama aja soalnya,"timpal Dara dengan wajah masamnya.


"Semoga aja Rania gak kaya Marvel yang nyebelin,"gumam Zelia seraya menatap Rania yang kini sudah bermain di lantai bersama Dirga dan neneknya.


Yang lainnya pun hanya bisa terkekeh pelan. Tiba-tiba tawa mereka langsung mereda saat melihat sosok yang sedang di bicarakan sudah berada di belakang sofa yang Zelia duduki.


"Emang Marvel kenapa, Zel?"tanya Jordan sengaja ingin memancing adiknya.


Zelia menekuk wajahnya."Dia itu nyebelin, ngeselin, gak pekaan, gak mau ngertiin aku. Pokoknya gitu bikin kesel!"ungkap Zelia membayangkan seberapa mengesalkannya Marvel.


"Oh, ya? Terus gimana lagi si anaknya? Biar bang Jordan labrak sekalian,"ujar Jordan semakin menjadi.


Dara yang ada di sampingnya langsung mencubit pinggang Jordan."Jangan gitu,"bisiknya.


Mata Jordan kini tertuju kepada Marvel yang sedang menatapnya kesal, lalu dia tertawa pelan."Kenapa lo gak cari suami baru aja, Zel? Yang lebih pengertian gitu?"


"Yakin? Mau cari yang baru, hm?"


Deg


Dengan spontan Zelia langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara sosok yang tak asing memasuki pendengarannya. Matanya membulat begitu melihat Marvel di belakangnya.


"Eng-enggak! Tadi bang Jordan yang ngajarin,"gugup Zelia.


Marvel memutari sofa lalu kini sudah duduk di samping Zelia. Dia menatap istrinya dengan tajam, lalu menyeringai."Coba ceritain lagi aku gimana orangnya?"


Zelia langsung terdiam, demi apapun dia tidak berniat membuat Marvel marah."Yaampun, Rania tadi lagi pup belom aku cebokin. Bentar, ya."Demi keselamatan kehidupannya Zelia langsung beranjak dari sofa menghampiri anaknya lalu membawanya ke kamar mandi.


Kini tatapan tajam Marvel tertuju kepada Jordan."Apa lo, bang? Bikin gue kesel aja!"

__ADS_1


Jordan menyengir lebar, lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal."Bercanda yaelah, Vel."


"Gajelas lo,"gumam Marvel lalu meninggalkan ruang tamu menyusul Zelia di kamar wanita itu.


Ceklek


Setelah masuk Marvel kembali menutup pintu kamarnya, dia melepaskan dasi serta jasnya lalu melemparnya asal ke sofa. Laki-laki itu mendekati anak dan istrinya yang sedang bermain di atas ranjang.


"Halo anak papa yang paling cantik,"sapa Marvel seraya memberikan kecupan bertubi-tubi di pipi tembem Rania.


"Tatatta, papaapaa,"oceh Rania seraya menggerakkan kakinya brutal. Tangannya terus bergerak tak jelas yang membuat Marvel dan Zelia hanya bisa tertawa melihat tingkah anaknya.


"Udah nangis belum ini?"tanya Marvel sembari menoel-noel hidung mancung Rania.


"Udah, papa. Tadi nangis terus,"jawab Zelia seraya menirukan suara anak kecil.


Marvel mendongak lalu menatap Zelia."Sana kalo mau cari suami baru, biar Rania sama aku."


Zelia mendengus kesal, perkara tadi ternyata Marvel masih mengingatnya."Aku minta maaf, cuma bercanda kok tadi."


Marvel menegakkan tubuhnya lalu membawa tubuh Rania ke dalam pangkuannya."Bercandanya gak lucu."


Melihat wajah kesal Marvel membuat Zelia merasa bersalah, wanita itu mendekati Marvel lalu memeluk tubuh suaminya dari belakang. Zelia menumpukan dagunya di bahu Marvel lalu mengecup pipi laki-laki itu bertubi-tubi.


"Maaf, sayang."


"Gak di maafin,"cletuk Marvel."Sayang ayo kita cari mama baru,"lanjut Marvel seraya menatap Rania.


Zelia mencubit perut Marvel dengan keras yang membuat sang empu meringis kesakitan."Iya iya di maafin. Sakit sayang masa di cubit,"ungkap Marvel.


"Kamu mgeselinnnnn!"gerutu Zelia semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu yang bikin aku kesel duluan,"kekeh Marvel.


"Males, ih! Orang cuma bercanda juga,"kesal Zelia.

__ADS_1


"Iya, udah ini Rania ngantuk."


Zelia mengambil alih tubuh kecil Rania lalu menidurkannya ke ranjang diikuti dirinya. Sedangkan Marvel sudah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


__ADS_2