![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
"Aku mau pisah,"ucap Zelia tiba-tiba.
Marvel mengerjapkan matanya berkali-kali."Kamu pikir pernikahan buat mainan?"
Zelia langsung menolehkan kepalanya menatap Marvel bingung mendengar respon laki-laki itu."Aku gak peduli!"
Marvel yang mendengar itu langsung beranjak dari ranjang dan pergi begitu saja meninggalkan kamarnya.
Zelia yang melihat punggung Marvel mulai menjauh hanya bisa menghela nafas pelan. Dia kembali teringat ucapan Reksa tadi.
"Liat Zelia? Kali ini bener-bener gak akan gagal, kan?"ucap Reksa dengan seringaiannya.
Laki-laki itu berjalan mendekati Zelia yang terbaring di atas ranjang dengan kedua tangan terikat. Saat reksa hendak menyentuh wajahnya dengan kasar Zelia memalingkan wajahnya.
"Kenapa, si? Mau gue main kasar? Atau mau gue perawanin sekarang?"
"Gue udah gak perawan!"
Reksa tertawa pelan mendengar ungkapan Zelia yang terdengar konyol."Oh ya? Jadi lo selama ini jadi ******?"
Wajah Zelia langsung memerah karena mendengar ucapan Reksa."Gue gak semurah itu bajingan! Lo tau? Gue udah jadi istri orang."
"Marvel? Jadi lo beneran udah nikah sama Marvel?"tebak Reksa.
Zelia hanya diam, rasanya dia benar-benar ingin melempar wajah tengil Reksa dengan cangkul agar nyawa laki-laki itu sekalian melayang.
Reksa bangkit lalu menatap Zelia dengan tatapan meremehkan."Mending lo nikah sama gue. Gampang, cuma ngelayanin gue tiap malem."
Zelia berdecih pelan mendengar ucapan Reksa."Gue gak sudi!"
Plak
"Berani lo ngemong kaya gitu?"murka Reksa.
"Bangga bisa nikah sama Marvel? Lo gak tau aja, pasti Marvel tertekan nikah sama lo. Dari kecil bahkan dia udah di titipin sama beban kaya lo. Mungkin dia suatu saat bakal ninggalin beban kaya lo gitu aja,"ungkap Reksa mampu menampar Zelia.
Masih ada banyak pertanyaan di otaknya tentang siapa Reksa sebenarnya? Dari mana Reksa tau bahwa dari kecil Zelia sudah di titipkan kepada Marvel?
"Lo gak tau apa-apa tentang gue brengsek,"ucap Zelia pada akhirnya.
Reksa yang sudah terlanjur marah pun langsung mengurung tubuh Zelia di bawahnya dan tanpa aba-aba mulai menyentuh tubuh wanita itu, tetapi Zelia dengan kasar hendak menendang laki-laki itu, hanya saja reksa lebih dulu memukul leher belakangnya membuat Zelia langsung tak sadarkan diri.
Reksa tersenyum penuh kemenangan lalu mulai membuka kancing dres yang Zelia kenakan.
Bugh
"Brengsek!"gumam Jordan setelah memukul Reksa dari belakang.
"Makan,"titah Marvel membuat lamunan Zelia langsung buyar. Dia menatap Marvel yang sudah duduk di hadapannya dengan piring berisi nasi goreng di tangan laki-laki itu.
Dia pikir Marvel akan pergi, tetapi ternyata laki-laki itu membuatkan nasi goreng untuknya.
__ADS_1
"Buka mulutnya,"titah Marvel lagi saat melihat Zelia hanya terdiam.
Karena Zelia juga merasa sangat lapar akhirnya dia hanya menurut, mulai membuka mulutnya sedangkan Marvel dengan telaten mulai menyuapi istrinya.
Setelah selesai laki-laki itu meletakkan piring kosongnya ke nakas lalu memberikan Zelia air putih.
"Siapa yang bilang kalo kamu beban aku?"tanya Marvel. Karena tadi dia belum mendapatkan jawaban dari Zelia.
"Vel, jangan gitu aku takut,"cicit Zelia melihat wajah Marvel yang terlihat sangat menyeramkan.
"Siapa yang nyuruh kamu bilang pisah-pisah?"tanya Marvel lagi masih dengan wajah datarnya.
Marvel semakin memajukan wajahnya membuat Zelia langsung mundur."Kamu mau pisah?"
Zelia dengan spontan langsung menggelengkan kepalanya. Dia jadi gelagapan sendiri, apalagi melihat wajah Marvel. Laki-laki itu sedang tak main-main.
"Apa alasan kamu minta pisah?"Marvel masih gencar memberikan bertubi-tubi pertanyaan.
Zelia menahan dada Marvel saat laki-laki itu hendak menepis jarak mereka."Maaf,"gumam Zelia seraya menundukkan kepalanya.
"Aku cuma takut apa yang Reksa bilang beneran, dia juga bilang kalo suatu saat kamu pasti bakal ninggalin aku gitu aja."Zelia mendongakkan kepalanya lalu menatap Marvel dalam."Karena aku beban buat kamu, dan apa itu bakal terjadi? Sebelum itu terjadi aku minta buat pisah duluan, kar—"
"Udah ngomongnya?"potong Marvel membuat Zelia langsung membulatkan matanya.
"Vel, gue serius!"kesal Zelia dengan wajah masamnya.
"Kamu pikir aku bercanda?"
"Terus? Kenapa respon lo gitu?"
"Tapi kenapa? Gue udah gak suci, Vel, kena—"
"Gue yang perawanin lo kalo lo lupa! Dan Reksa sama sekali gak ngapa-ngapain lo,"potong Marvel.
"Tau dari mana kalo dia nggak ngapa-ngapain gue? Orang tadi aja dia udah mau merkosa gue,"bingung Zelia.
"Karena sebelum itu terjadi Bang Jordan udah datang duluan,"ucap Marvel menjawab kebingungan Zelia. Wanita itu sedikit menghela nafas lega.
Zelia mengusap kedua lengannya dengan kasar membuat Marvel bingung."Tapi dia udah pegang-pegang gue. Gimana caranya ngilangin jejak Reksa di tubuh gue?"
"Dia sempet nyium kamu?"tanya Marvel.
"Mungkin,"gumam Zelia.
"Di mana dia cium kamu?"
"Ya di tem—"
"Mananya yang di cium Reksa?"
"Bib---mphhhhh"
__ADS_1
Marvel yang tau apa yang akan Zelia bilang pun langsung membungkam bibir wanita itu. Mencoba menghilangkan jejak Reksa, memang laki-laki brengsek Reksa itu. Beraninya dia menyentuh milik Marvel, dan akan Marvel pastikan setelah kejadian ini dia benar-benar akan memberi Reksa pelajaran.
Marvel perlahan-lahan mulai mendorong tubuh Zelia agar terbaring di ranjangnya, dia melepaskan ciumannya lalu menatap wajah Zelia dengan sayu."Dia udah nyentuh kamu sampe mana?"tanya Marvel dengan suara beratnya.
Zelia menatap Marvel dalam, dia sedikit gugup menyadari posisinya yang di kukung di bawah tubuh Marvel."Gak tau, waktu dia mau nyentuh aku ngelawan tapi selanjutnya aku udah gak sadar,"jelas Zelia.
"Mau aku hilangin jejak Reksa?"tawar Marvel.
Cukup lama Zelia terdiam, tak mengerti dengan maksud tawaran Marvel. Bagaimana bisa laki-laki itu menghi—
Zelia langsung menatap tangan Marvel yang mulai membuka kancing piyamanya. Perlahan-lahan Marvel kembali mendekatkan wajahnya dengan wajah Zelia, hingga sedikit lagi bibir mereka akan kembali bertemu.
"ZELIA!"
BRAK
Dengan spontan Marvel langsung bangkit menjauhi tubuh Zelia. Sedangkan Zelia langsung terduduk sembari membenarkan kancing bajunya yang sudah terbuka 2. Mereka berdua dengan bersamaan langsung menoleh ke arah pintu kamarnya.
Lia, Nia, Clara dan Gea langsung buru-buru menghampiri ranjang Zelia."ZEL, LO GAK PAPA, KAN?"tanya Gea heboh setelah memeluk tubuh Zelia.
"Sayang, kamu gak papa, kan? Tadi Mama denger dari Abang kamu kar—"
"Zelia gak papa, Ma,"potong Zelia lalu memeluk tubuh mamanya.
"Beneran gak papa?"Kali ini Clara yang bertanya, mencoba untuk memastikan kondisi adiknya. Zelia langsung menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
"Aduhhhh, Bun sakit Bun Yaallah kejam banget, si."Marvel mengaduh kesakitan saat Lia menarik telinga laki-laki itu.
"KAMU GILA?! ZELIA ABIS DI CULIK, BUKANNYA DI TENANGIN MALAH MAU KAMU CABULIN?!"murka Lia berapi-api. Dia tak sepolos itu, tadi saat pintu terbuka dia sempat melihat Marvel sedang menindih tubuh Zelia.
Clara, Gea dan Nia justru tertawa melihat pertengkaran antara Lia dan Marvel."Gila banget lo, Bang. Tau istrinya lagi shock, malah di cabulin,"timpal Gea.
"CABULIN APANYA, SI?!"Marvel menghela nafas kasar."Zelia istri aku, Bun, sejak kapan suami mau minta jatah di bilang nyabulin?"
"Marvel!"tegur Zelia yang duduk di sebelah Marvel dengan kedua pipi yang memerah.
"Udah, mungkin Marvel udah lama gak main. Mending kita pulang aja, kasian mereka mau main-main malah di ganggu,"ujar Nia seraya tertawa pelan.
"Iya, kita duluan ya, Vel, Zel. Marvel bikin ponakan yang banyak, ya,"goda Clara.
"Jangan tanggung-tanggung, terobos aja."Gea tertawa keras di akhir ucapannya.
"Bunda, sama Mama pulang dulu, sayang,"pamit Lia.
"Vel, jangan lupa bikinin cucu buat Mama ya secepatnya,"goda Nia.
"Kita anter ke—"
"Gak usah, kalian lanjutin lagi aja yang tadi,"tolak Lia. Lalu setelah Marvel dan Zelia menyalami tangan Bunda dan Mamanya mereka langsung pergi.
Marvel menolehkan kepalanya menatap Zelia dengan tatapan menggoda."Ayo lanjutin yang tadi,"ajak Marvel.
__ADS_1
"MARVELLLLLLL!"
...•••...