![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
"MARVEL AWAS!"
Bugh
Alden dengan gerakan cepat langsung memukul Reksa dari belakang saat melihat laki-laki itu hendak menyerang Marvel.
Marvel langsung membalikan tubuhnya."Makasih, Al,"ungkap Marvel yang langsung di angguki Alden.
Marvel langsung menghampiri Reksa yang tersungkur ke lantai. Dengan kasar dia menarik kerah baju Reksa."Masih mau main-main sama gue?"tanya Marvel seraya menyunggingkan sudut bibirnya.
Bugh
"Kalo sampe lo bener-bener nyentuh Zelia sesenti pun, gue bakal bunuh lo!"murka Marvel.
Bugh
Reksa terkekeh pelan meskipun wajahnya sudah babak belur karena bogeman bertubi-tubi yang Marvel berikan."Sayangnya dia udah gak perawan kayaknya, udah lo pera—"
BUGH
BUGH
BUGH
"ANJING LO! LO HARUS MATI!"
Bugh
Bugh
"MARVEL!"
Jordan dengan kasar langsung menarik Marvel agar berdiri."Lo bawa Zelia pulang, dia udah di mobil gue. Pake mobil gue,"perintah Jordan."Biar bajingan ini gue sama temen-temen yang ngurus,"lanjutnya.
Marvel bisa melihat bagaimana kacaunya Jordan, dia jadi khawatir dengan Zelia."Gue duluan,"pamitnya.
"Hati-hati,"pesan Rendra.
Akhirnya Marvel dengan tergesa-gesa berjalan keluar gedung tua itu. Sedangkan Alden dan yang lainnya sudah sibuk saling memberikan bogeman ke lawannya masing-maisng.
Marvel membuka pintu kemudi lalu menutupnya kembali. Laki-laki itu menggeram pelan melihat bagaimana berantakannya kondisi Zelia sekarang. Rambutnya yang berantakan, sudut bibir yang membiru bahkan berdarah. Lalu tatapannya turun melihat tubuh istrinya yang di balut jaket kebesaran milik Jordan.
Tanpa aba-aba Marvel langsung menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya. Hal itu membuat Zelia tersadar dari lamunannya, tetapi detik selanjutnya gadis itu menangis dengan suara yang memilukan saat masuk pendengaran Marvel.
"Vel, gue kotor,"gumam Zelia dengan suara parau. Hal itu membuat Marvel semakin mengeratkan pelukannya.
Berkali-kali Marvel memberikan kecupan hangat di puncak kepala Zelia. Dia benar-benar merasa gagal menjaga Zelia.
__ADS_1
Wanita itu melepaskan pelukannya lalu menatap Marvel dengan tatapan sendu."Lo udah gak mau ya sama gue? Lo mau ning—"
Tanpa aba-aba Marvel langsung membungkam mulut Zelia, menegaskan kepada wanita itu bahwa sampai kapan pun Marvel tak akan pernah meninggalkan wanita itu.
Setelah melepaskan ciumannya Marvel menangkup wajah Zelia."Apapun keadaan dan kondisi kamu. Aku gak akan pernah ninggalin kamu, Zel,"ungkap Marvel.
"Maaf, gara-gara aku kamu harus kaya gini,"lanjut Marvel. Rasa bersalah mulai menghampirinya, seandainya tadi dia tak pergi mungkin Zelia tak akan seperti ini.
Zelia langsung kembali memeluk Marvel, rasanya benar-benar jijik mengingat bagaimana tadi Reksa menyentuh dirinya. Tetapi Zelia tak tau apa yang terjadi selanjutnya karena saat dia hendak melawan Reksa langsung memukulnya hingga tak sadarkan diri.
"Kita pulang,"ujar Marvel, tanpa melepaskan pelukannya laki-laki itu mulai melajukan mobilnya.
21:12
Marvel memarkirkan mobil yang dia bawa di garasi rumahnya. Setelah mematikan mesin mobilnya dia melirik Zelia yang sudah tertidur di dalam pelukannya. Dengan perlahan dia menyenderkan Zelia di kursi tempat wanita itu duduk lalu Marvel turun.
Laki-laki itu membuka pintu samping lalu tanpa aba-aba langsung membawa Zelia ke dalam gendongannya membawanya masuk ke dalam rumah. Sesampainya di kamar Marvel langsung menurunkan Zelia ke ranjang tetapi wanita itu langsung membuka matanya.
"Kenapa, hm?"tanya Marvel lalu duduk di tepian ranjang membawa tubuh Zelia ke dalam dekapannya.
Dengan sedikit kasar Zelia langsung mendorong tubuh Marvel. Wanita itu menuruni ranjangnya lalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Marvel menghela nafas kasar, mungkin Zelia ingin membersihkan tubuhnya. Laki-laki itu berdiri lalu dengan setia menunggu Zelia di depan pintu kamar mandi yang tertutup.
Sedangkan di dalam kamar mandi Zelia terus menggosok-gosok tubuhnya dengan kasar. Gadis itu terus merendam tubuhnya di bathtub, bahkan lengan dan pahanya sudah memerah karena perbuatan wanita itu sendiri.
Gadis itu mengambil jarum yang ada di pinggiran bahtub lalu menggoreskan di lengannya, belum puas dengan itu dia kembali menggosok tubuhnya dengan kasar berharap sentuhan Reksa bisa hilang.
Ceklek
Marvel dengan tergesa-gesa berjalan mendekati Zelia."KAMU GILA?"bentak Marvel marah seraya membuang jauh-jauh jarum yang ada di genggaman wanita itu.
Tanpa aba-aba Marvel langsung memasangkan bathrobe ke tubuh Zelia. Dia menelan ludah kasar melihat tubuh naked Zelia. Mungkin jika keadaannya tak seperti ini Marvel sudah menerkam Zelia.
Saat Marvel hendak mengangkat tubuh Zelia wanita itu menolak."Aku bisa jalan,"gumam Zelia lalu berjalan mendahului Marvel.
"Pake baju kamu,"titah Marvel yang langsung di laksanakan oleh wanita itu.
Marvel langsung menarik tangan Zelia untuk duduk di sampingnya saat melihat wanita itu keluar kamar mandi."Kenapa, hm? Kamu pikir dengan kamu nyakitin diri kamu sendiri kaya gini semuanya bakal selesai?"
Zelia masih bungkam membiarkan Marvel mengobati luka goresan jarum di lengannya. Dia menatap laki-laki di hadapannya dengan lekat, masih menebak-nebak apa yang akan Marvel lakukan.
"Vel,"panggil Zelia.
Marvel mendongakkan kepalanya menatap Zelia dengan teduh."Kenapa, sayang?"
"Aku kotor, Reksa udah ngelecehin aku,"ungkap Zelia dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
__ADS_1
"Enggak, Reksa gak ngapa-ngapain kamu!"
"Tapi tadi dia udah nyentuh aku, Vel. Dia benar-benar ud—"
"Syutttt, udah jangan bahas itu lagi. Sekarang kamu istirahat, ya?"pinta Marvel.
Zelia hanya mengangguk pelan detik selanjutnya tubuhnya sudah di angkat oleh Marvel di bawa ke ranjang. Marvel menarik selimut untuk menutupi tubuh Zelia, saat dia hendak beranjak Zelia menahan lengannya.
"Jangan pergi, nanti kalo Reksa ngapa-ngapain aku lagi gimana?"
Marvel dalam hati terus mengumpat, melihat bagaimana ketakutannya wanita itu. Dari matanya, wanita itu benar-benar ketakutan. Marvel tersenyum lalu ikut tidur di samping Zelia.
"Vel,"gumam Zelia.
"Kenapa?"sahut Marvel menatap Zelia dengan tatapan memenangkan.
"Boleh peluk?"tanya Zelia takut-takut.
"Boleh,"jawab Marvel membuat Zelia langsung memeluk laki-laki itu dengan erat.
"Aku takut, gimana kalo suatu saat nanti Reksa datang lagi buat ngusik aku? Dia kasar banget, sampe nampar aku berkali-kali,"ungkap Zelia di dalam dekapan suaminya dengan satu tangan yang di mainkan membentuk abstrak di dada Marvel.
Marvel mengusap punggung Zelia naik turun dengan lembut."Mana yang masih sakit?"
Zelia menggeleng pelan."Tadi sakit banget waktu di tampar sampe berdarah, tapi sekarang udah enggak. Tapi...."
Marvel mengerutkan keningnya bingung."Tapi apa?"
"Tapi, aku takut Reksa datengin aku lagi."Zelia mendongakkan kepalanya menatap Marvel dengan tatapan takut.
Cup
Marvel mengecup bibir Zelia dengan singkat lalu tangannya terangkat untuk mengusap rambut wanita itu."Enggak, kejadian kaya gini gak akan pernah ke ulang lagi."
Zelia hanya terdiam menatap Marvel yang juga sedang menatapnya."Aku nyusahin kamu, ya? Aku bebanin kamu? Pasti dari dulu aku cuma bisa nyusahin kamu, ya?"
"Siapa yang bilang?"
Zelia bukannya menjawab justru malah memalingkan wajahnya tetapi dengan cepat Marvel menahan dagunya."Siapa yang bilang?"tanya Marvel sekali lagi.
"Gak ada,"jawab Zelia. Wajahnya berubah menjadi datar, lalu dengan tiba-tiba wanita itu menjauhkan tubuhnya dari Marvel.
Melihat Zelia duduk dengan tatapan datar membuat Marvel kebingungan. Laki-laki itu ikut duduk mendekati Zelia.
"Zel, kamu ke—"
"Aku mau pisah."
__ADS_1
...•••...