![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Tak terasa kini usia Rania sudah memasuki 3 tahun lebih 2 bulan. Gadis kecil itu kini sudah bisa berjalan sendiri, sudah pandai bicara. Dia tumbuh dengan baik, tumbuh menjadi gadis cantik yang tak pernah kekurangan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.
Zelia menatap Rania dengan wajah kagumnya, anaknya itu kini sedang bermain di ruang tamu bersama pengasuhnya. Memang setelah usia Rania 2 tahun Marvel dan Zelia memutuskan untuk menggunakan jasa baby sister agar dirinya juga bisa istirahat.
Karena dia merasa lapar akhirnya Zelia memilih untuk pergi ke dapur dan membuat makanan. Biasanya dia akan pesan lewat aplikasi, tetapi hati ini Zelia ingin memasak sendiri. Wanita itu yang sedang sibuk berkutat di dapur terkejut saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Marvel!"kesal Zelia saat tau pelakunya adalah suaminya sendiri.
"Masak apa?"tanya Marvel seraya menumpukan dagunya di pundak Zelia.
"Nasi goreng,"jawab Zelia yang tengah sibuk dengan masakannya.
Marvel hanya bergumam lalu memilih untuk menjauhkan tubuhnya dari Zelia. Dia berjalan menjauh dan kini sudah duduk di kursi makan menunggu makanannya jadi.
Zelia yang sudah selesai segera membawa dua piring berisi nasi goreng ke meja makan, lalu duduk di samping Marvel."Selamat makan,"ucapnya setelah mengecup pipi suaminya.
"Selamat makan, sayang."Marvel pun langsung menyantap makanannya. Hari ini dia tak pergi ke kantor, karena akan membawa istri serta anaknya jalan-jalan.
Keduanya pun sama-sama hening, menikmati makanannya masing-masing tanpa ada yang berbicara.
Setelah hampir 15 menit menghabiskan waktu untuk makan, kini Zelia sudah rapi dengan pakaiannya. Dia menatap Rania yang sedang duduk di sofa lalu menghampirinya.
"Sayang, udah dong main ponselnya. Nanti papa marah,"tegur Zelia seraya mengambil ponsel di genggaman Rania.
"Iya, ma."Gadis kecil dengan rambut di ikat dua itu menatap mamanya dengan mata bulatnya.
"Papa lama!"gerutu Rania seraya mengerucutkan bibirnya kesal.
Zelia terekekeh pelan, lalu duduk di samping Rania. Mengangkat tubuh anaknya dan mendudukkannya di atas pangkuan."Sayang gak boleh kesel-kesel gitu. Harus sabar, dong. Rania sebentar lagi 4 tahun, masa masih suka marah-marah."
Cup
__ADS_1
"Ngerti sayang apa yang mama bilang?"tanya Zelia lembut setelah mengecup pipi Rania.
Rania mengangguk lalu tersenyum."Ngerti mama, Rania ndak boleh marah-marah karena sebentar lagi 4 tahun."
"Good girl, jadi harus sabar ya sayang."
"Oke, ma."
Ceklek
Marvel keluar dari kamar mandi dengan celana jins panjang di padukan kaos hitam. Dia tersenyum saat melihat istri dan anaknya sudah rapi menunggunya."Kalian mau kemana rapi banget?"
"Ishhh, papa lama! Katanya mau ngajak Rania sama mama jalan-jalan, papa bohong ya,"cerocos Rania seraya turun dari pangkuan mamanya lalu menghampiri papanya.
"Siapa yang ngajak? Orang papa mau kerja,"balas Marvel menahan tawanya.
Rania menatap Zelia dan marvel secara bergantian dengan mata berkaca-kaca."Mama! Papa bohongin Rania,"ucapnya seraya terisak pelan.
"Kamu tuh suka banget bikin anaknya nangis,"kesal Zelia menatap Marvel malas saat mendengar isakan Rania semakin keras.
Marvel hanya terkekeh pelan lalu menyambar kunci mobilnya."Ayo sayang, papa bercanda."Laki-laki itu mengambil alih tubuh Rania.
Rania pun langsung meredakan tangisnya, gadis kecil itu melingkarkan tangannya di leher Marvel. Sedangkan Zelia berjalan di samping suaminya, Marvel menggandeng tangannya dengan erat.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, dengan Marvel yang mengemudi. Lalu Rania duduk di kursi belakang dan Zelia di samping Marvel."Mau kemana?"tanya Zelia.
"Kemana aja, asal sama kamu,"goda Marvel seraya melirik Zelia sejenak.
Plak
"Basi!"balas Zelia setelah memukul lengan Marvel.
__ADS_1
"Itu anak kalo udah main hp gak inget dunia,"gumam Marvel saat tak mendengar suara anaknya.
Zelia menoleh ke belakang lalu terkekeh pelan saat melihat Rania yang sibuk bermain game di ponselnya. Meskipun begitu, Zelia selalu mengatur waktu untuk anaknya bermain ponsel. Karena tak baik juga setiap saat bermain ponsel, apalagi Rania masih kecil.
"Gak papa, sesekali. Yang penting diem,"jawab Zelia.
Marvel mengangguk, lalu meraih tangan Zelia untuk di genggam."Makasih,"ungkap Marvel setelah mengecup punggung tangan istrinya.
Zelia menatap Marvel dengan bingung."Buat?"
Marvel memarkirkan mobilnya di depan cafe, lalu mematikan mesinnya. Dia memiringkan tubuhnya, menatap bola mata Zelia dalam.
"Buat semuanya, kamu udah bikin hidup aku jadi lebih sempurna. Makasih udah bertahan sama aku, makasih udah mau maafin kesalahan yang pernah aku lakuin. Makasih udah mencintai aku,"ungkap Marvel menatap Zelia.
Zelia tersenyum, lalu menangkup wajah Marvel."Karena kita berdua saling melengkapi, aku tanpa kamu gak akan sebahagia ini. Dan kamu tanpa aku juga gak akan ngerasa sesempurna ini hidupnya. Kita sama-sama berjasa di dalam pernikahan kita,"balas Zelia.
"Love you,"gumam Marvel seraya menyatukan keningnya dengan Zelia.
"Love you more,"balas Zelia.
Entah siapa yang memulai, yang jelas kini bibir keduanya sudah menyatu. Mereka mengungkapkan rasa cintanya melalui ciuman yang lembut dan penuh cinta itu.
Zelia percaya bahwa setiap hidup akan selalu ada cobaannya, akan ada masalah yang menghampiri. Namun jika kita terus berusaha, sesusah apapun hidup kita, sebesar apapun cobaan kita percayalah bahwa akan ada kebahagiaan yang tak terduga yang menanti kita.
Setelah segala masalah berat yang Zelia lewati, akhirnya kini dia bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. Hidupnya sempurna dengan hadirnya Marvel dan Rania di dalamnya.
...***...
**Yeay! Akhirnya cerita Zelia dan Marvel selesai.
Makasih banyak buat temen-temen yang udah mau baca cerita ini sampai ending, tanpa kalian ceritaku gak ada apa-apanya. Makasih teman-teman ❣️❣️
__ADS_1
Mau baca gak kalo aku buat cerita Rania dan Dirga**?