![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Zelia berjalan melewati lorong-lorong sekolahnya menuju ke kelas dengan pandangan kosong. Dia masih tak percaya dengan jawaban Marvel yang benar-benar berhasil melukai hatinya.
Gue jemput Fara
Tiga kata tetapi mampu membuat Zelia di ambang kerisauan sekarang. Apa maksudnya menjemput Fara? Jadi tadi pagi laki-laki itu meninggalkannya karena menjemput Fara? Ada hubungan apa mereka berdua?
"Zel, lo telat lagi?"tanya Gea saat melihat Zelia baru saja duduk di sampingnya.
Zelia hanya mengangguk pelan. Gadis itu menolehkan kepalanya ke samping, dimana itu adalah kursi Fara."Fara kemana?"tanya Zelia membuat Liora dan Kara yang duduk di depannya langsung menolehkan kepalanya.
"Kenapa kok tumben nanyain Fara?"bingung Kara.
"Dia gak masuk, ya?"tanya Zelia sekali lagi.
"Fara kayaknya di perpustakaan. Kan lusa dia ada lomba sama sekolah lain. Kalo gak salah Bang Marvel sama Fara yang di pilih dari sekolah kita,"kelas Gea.
"Jadi mereka berdua terlibat lomba lagi?"gumam Zelia.
"Iya kan biasanya juga gitu, Zel. Emang kenapa si, kok panik gitu?"heran Liora.
Zelia langsung menggelengkan kepalanya pelan. Dia lupa jika teman-temannya tidak ada yang tau kalau sebenarnya Fara suka dengan Marvel.
"Guru belom ada yang masuk?"
"Belom, Zel. Kayaknya jam kosong lagi, deh,"jawab Kara.
"Lo tadi gak bareng Marvel ya, Zel?"tanya Liora.
"Iya, soalnya gue liat Bang Marvel pagi-pagi udah di sekolah tapi lo belom,"timpal Gea.
"Gue tadi ada urusan jadi sengaja gak bareng Marvel,"alibi Zelia yang beruntungnya langsung di angguki teman-temannya.
Gadis itu meraih ponselnya dari dalam tasnya lalu membuka beberapa aplikasi sosmed. Teman-temannya pun sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Fara: Zel, gue mau ngomong sama lo.
Fara: Sekarang lo ke perpustakaan ya, gue tunggu.
Setelah membaca pesan dari Fara Zelia langsung beranjak dari kursinya."Gue ke kamar mandi dulu,"pamit Zelia yang langsung di setujui oleh teman-temannya.
Dengan langkah tergesa-gesa Zelia langsung melangkahkan kakinya menuju ke perpustakaan. Dia takut Fara ingin berbicara sesuatu yang penting.
Begitu sampai di depan perpus Zelia hendak masuk tetapi langkahnya terhenti di depan pintu saat melihat pemandangan tak mengenakan di dalam sana.
__ADS_1
"Marvel,"lirih Zelia dengan tubuh yang gemetar. Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan, lalu dengan perlahan membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan gontai meninggalkan perpustakaan.
"Far, lo tega sama gue?"gumam Zelia sembari melangkahkan kakinya menuju ke belakang sekolahnya yang sepi.
Gadis itu duduk di kursi panjang yang terletak di taman belakang sekolahnya. Tempat ini sepi, hanya ada Zelia yang duduk disini. Karena sekarang juga saatnya waktu pelajaran.
Zelia menatap cincin yang melingkar di jari manisnya dengan sendu."Far, lo sahabat gue. Kenapa harus lo si yang harus nyakitin perasaan gue?"
Zelia tersenyum kecut saat melihat bagaimana tadi Marvel yang hanya pasrah saat Fara mencium laki-laki itu. Bayangannya masih membekas di ingatan Zelia.
"Ternyata lo sama, kaya laki-laki di luar sana. Lo brengsek, Vel,"gumam Zelia marah.
Zelia tertawa sumbang."Emang dari awal kita cuma di jodohin, jadi lo berhak ngelakuin itu."
"Kenapa di sini?"
Zelia berjengit kaget saat mendengar suara laki-laki yang memasuki pendengarannya. Dia menolehkan kepalanya lalu terkejut saat melihat Rendra, sudah duduk di sampingnya.
"Ren? Lo kenapa di sini?"bingung Zelia.
"Abis dari kamar mandi. Terus liat lo,"jawab Rendra tanpa menatap Zelia.
"Ouh gitu. Marvel ada di kelas?"tanya Zelia ingin tau apa jawaban Rendra.
Zelia hanya mengangguk pelan, karena memang tadi dia melihat Marvel dan Fara di perpustakaan.
"Gue ke kelas dulu,"pamit Rendra yang langsung di setujui oleh Zelia. Laki-laki itu segera berjalan meninggalkan Zelia yang masih duduk terdiam di tempatnya.
"Gue gak boleh lemah. Fara udah ngibarin bendera perang sama gue. Gue bakal ikutin permainan lo, Far,"gumam Zelia lalu bangkit dari kursinya dan berjalan kembali ke kelasnya.
...•••...
"Zel, gue duluan, ya,"pamit Gea yang langsung di angguki oleh Zelia.
Setelah kepergian Gea Zelia langsung beranjak dari kursinya berjalan keluar kelas, tetapi saat di ambang pintu langkahnya terhenti karena di halangi oleh Fara.
"Belom pulang, Zel?"tanya Fara.
Zelia memutar bola matanya malas."Gak usah drama. Ini yang di namain sahabat? Lo mau bersaing sama gue?"
Fara terkekeh pelan lalu memainkan kukunya."Emmm, gimana, ya? Mau di bilang bersaing, tapi Marvel udah masuk ke dalam pelukan gue."
Zelia mengepalkan tangannya kuat-kuat, rasanya ingin sekali menampar Fara. Tetapi dia harus menahannya sebentar."Lo cantik, Far, kenapa harus suami orang yang lo goda?"
__ADS_1
Fara semakin memajukan tubuhnya lalu mengusap pelan pundak Zelia."Karena Marvel orang yang gue incer dari dulu. Jadi di sini lo yang salah karena udah ngambil Marvel dari gue."
Plak
"Lo yang penghianat, Zel!"murka Fara setelah menampar Zelia.
Zelia memegangi sebelah pipinya, masih terkejut. Ini bukan Fara, karena Fara yang dia kenal itu anaknya tidak sekasar ini.
"Tapi kita di jodohin, Far. Sebelum lo ngomong ke gue. Kita udah di jodohin,"jelas Zelia.
"Gue gak peduli. Yang penting gue bakal bikin kalian pisah,"sinis Fara.
Plak
"Gue gak takut, Far. Lo mau bersa—"
"ZELIA!"
Fara menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat Marvel menghampiri mereka. Gadis itu memegangi sebelah pipinya yang baru saja di tampar Zelia.
"Lo apa-apaan, si?! Ini kerjaan lo? Bisanya ngusik orang?"murka Marvel menatap Zelia dengan tajam.
"Liat, Vel, Zelia gak sebaik yang lo kira. Padahal niat gue baik, cuma mau nanya. Tapi malah dia nampar gue,"adu Fara seraya melingkarkan tangannya di lengan Marvel.
Zelia melotot terkejut, padahal tadi Fara yang terlebih dahulu menamparnya. Dia semakin geram saat melihat Marvel hanya diam saja saat Fara melingkarkan tangannya di lengan laki-laki itu.
"Wow, jadi selain jadi pelakor, lo juga sekarang jago jadi pembohong ya, Far."Zelia menatap Fara dengan tatapan jijik.
Gadis itu semakin memajukan tubuhnya."Lo pikir karena lo bisa gini sama Marvel, terus gue bakal nangis dan ngemis-ngemis minta pembelaan? Sorry, Far, gue mandiri. Dan gak sudi bersaing sama penghianat kaya lo."
Fara yang mendengar itu wajahnya langsung memerah karena marah. Dan satu tangannya terkepal kuat, andai saja tak ada Marvel mungkin dia sudah menampar Zelia.
"Sahabat? Lo gak pantes di sebut sahabat lagi."Zelia terkekeh pelan lalu menatap Marvel yang hanya diam memperhatikannya.
Tangannya terangkat untuk mengusap lengan Marvel pelan."Ini yang lo lakuin di belakang gue? Main sama sahabat gue sendiri?"tanya Zelia dengan tatapan kecewa seraya menjauhkan tangannya. Dia teringat bagaimana tadi Marvel dan Fara berciuman di perpustakaan.
"Lanjutin aja,"ucap Zelia lalu segera pergi meninggalkan Marvel dan Fara di lorong sekolah.
Marvel menatap punggung Zelia yang mulai menjauh, lalu mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Kini matanya tertuju kepada Fara yang masih melingkarkan tangannya di lengannya.
"Ayo pulang,"ajak Marvel langsung membawa Fara pergi meninggalkan lorong sekolah untuk menuju ke parkiran.
...•••...
__ADS_1