Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[58]. Belanja


__ADS_3

{10:35}


Marvel mendengus kesal saat melihat Zelia baru keluar rumah dan kini sedang menghampirinya yang ada di dalam mobil setelah mengunci pintunya.


"Udah selesai? Bentar banget,"sindir Marvel seraya mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


Zelia yang sedang memasang seatbealt-nya terkekeh pelan, dia tau Marvel kesal karena mungkin sudah menunggunya di mobil sekitar 30 menit."Maaf, sayang."


"Apa gak tutup tempat belanjanya?"Marvel menatap jalanan yang ada di depannya dengan datar.


"Belom lah! Baru jam 11 kurang juga,"balas Zelia.


Memang niatnya mereka akan pergi ke tempat perbelanjaan, karena memang stok sayuran dan beberapa makanan di rumahnya sudah habis. Mungkin kalau tidak salah terakhir kalinya Zelia belanja kebutuhannya 2 bulan lalu.


"Nanti jangan tebar pesona di sana,"pesan Zelia saat Marvel menghentikan mobilnya di lampu merah.


Laki-laki itu menatap Zelia dengan kening berkerut, namun kembali fokus ke depan."Siapa yang tebar pesona?"


"Kamu gak inget terakhir kali aku ngajak kamu belanja, terus cewek-cewek dengan ganjennya minta wa kamu! Padahal jelas-jelas ada aku yang kamu peluk dengan posesif,"jelas Zelia penuh penekanan saat mengingat kejadian tak mengenakan itu.


"Bukan aku yang tebar pesona, tapi emang akunya aja yang ganteng."Marvel kembali melajukan mobilnya saat lampu sudah berubah menjadi hijau.


Butuh waktu sekitar 45 menit lebih untuk sampai di pusat perbelanjaan yang Zelia minta, karena tempat ini lengkap dengan segalanya yang biasanya dia butuhkan. Pasalnya wanita itu paling malas jika berbelanja sedikit-sedikit, jadinya sekali belanja di borong.


Marvel memarkirkan mobilnya saat sudah sampai di tempat tujuan, lalu segera turun membukakan pintu untuk istrinya.


"Pake masker kamu,"titah Marvel membuat Zelia langsung memakai maskernya.


Mereka berdua berjalan memasuki tempat perbelanjaan ini, dengan Marvel yang mendorong troli dan Zelia yang berjalan di depannya memilih-milih apa saja yang akan dia beli. Butuh waktu lama karena harus berputar-putar mencari-cari barang yang dia butuhkan namun tak tau letaknya di mana.


Marvel lagi-lagi mendengus kesal saat melihat Zelia memasukkan beberapa cemilan ringan seperti taro dan kawan-kawannya.


"Sayang! Stop jangan ngambil jajanan kaya gini,"larang Marvel lalu buru-buru mengembalikan ciki-ciki yang Zelia ambil ke tempatnya.


"Ih! Kok di balikin, si!"kesal Zelia sembari memberengut.


"Gak boleh beli kaya gitu banyak-banyak, gak sehat!"Marvel berjalan meninggalkan Zelia sembari mendorong troli yang hampir penuh dengan belanjaan Zelia.

__ADS_1


"Sayang, pengin Indomie boleh, ya?"bujuk Zelia seraya memasang puppy eyesnya.


Marvel menghela nafas pelan lalu mengangguk."Ambil 2 aja, sayang."


Zelia yang sudah terlanjur mengambil 4 bungkus pun mengembalikannya lagi saat mendengar penuturan Marvel, tak apa hanya beli 2 bungkus dari pada tidak beli sama sekali.


"Udah, kan?"tanya Marvel setelah merasa semuanya sudah terbeli.


"Iya udah."


Akhirnya mereka berdua segera menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya, setelah selesai buru-buru membawanya ke dalam mobil.


Kini keduanya sudah berada di jalanan, terik matahari yang menyengat membuat Zelia terus mengoceh tak jelas karena kegerahan. Mungkin ada sekitar 2 jam mereka menghabiskan waktunya untuk belanja, dan tujuannya sekarang adalah untuk mencari restauran. Mereka butuh makan siang, karena jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.


"Mau makan apa?"tanya Marvel seraya menatap menu-menu yang ada di hadapannya.


Keduanya sudah duduk nyaman di salah satu meja kosong, dan setelah Zelia menyebutkan pesanannya mereka kembali menunggu sampai makanan yang di pesannya tiba.


"Abis ini mau kemana?"tanya Marvel di tengah-tengah kesibukannya yang sedang mengunyah makanannya.


Marvel hanya mengangguk pelan lalu kembali bungkam agar bisa tenang menghabiskan makanannya, dia juga tidak terlalu suka jika harus berbincang saat sedang makan.


...•••...


Marvel memijat pelipisnya pelan melihat penghasilan di cafe-nya yang sedikit menurun. Padahal satu Minggu lalu sedang menaik dengan pesat, namun sekarang benar-benar turun.


"Gak papa, kamu percaya kan kalo setiap usaha pasti bakal ada turun naiknya,"ucap Zelia mencoba untuk menenangkan Marvel. Wanita itu berdiri memeluk leher suaminya dari belakang.


Marvel tersenyum lalu mengusap tangan Zelia lembut, sedikit tenang karena wanita itu selalu mensupport dirinya saat sedang di landa banyak masalah.


"Coba liat ini,"titah Marvel lalu menarik Zelia agar duduk di atas pangkuannya.


"Menurun 25%?"gumam Zelia saat melihat deretan pemasukan cafe yang tertera di layar komputer di hadapannya.


"Kamu gak marah, kan?"tanya Marvel seraya menumpukan dagunya di bahu Zelia.


"Enggak, aku udah cukup bersyukur sama semuanya. Naik-turun penghasilan cafe ataupun di kantor kamu itu hal wajar, sayang."

__ADS_1


"Iya, yaudah ayo tidur,"ajak Marvel membuat Zelia langsung beranjak dari pangkuan laki-laki itu.


Akhirnya mereka berdua langsung memutuskan untuk meninggalkan ruangan kerja Marvel menuju kamar, karena malam juga semakin larut dan Marvel besok harus bangun pagi untuk pergi ke kantor.


"Good night, sayang,"ungkap Marvel seraya mengecup bibir Zelia singkat.


"Night too,"balas Zelia dengan mata terpejam karena dia sudah sangat mengantuk.


Marvel menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan Zelia lalu ikut memejamkan matanya menyusul Zelia yang sudah terlelap di dalam pelukannya.


{06:15}


Suara burung berkicau serta cahaya matahari yang mulai memasuki kamar membuat Zelia perlahan-lahan membuka matanya yang terasa berat. Wanita itu menutup mulutnya saat menguap lalu duduk di pinggiran ranjang untuk mengumpulkan nyawanya.


Zelia melirik Marvel yang masih terlelap, dia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan wajahnya yang kusut sebelum pergi ke dapur untuk memanaskan makanannya semalam yang masih tersisa banyak.


"Nanti aku pulang jam 7 lebih, ya,"ucap Marvel yang sedang menikmati sarapannya.


"Banyak banget ya kerjaannya?"tanya Zelia.


"Biasa lah,"balas Marvel.


"Kenapa gak nyuruh tangan kanan kamu aja? Kamu juga butuh istirahat, sayang. Masa setiap hari pulang malem, kamu gak capek?"tegur Zelia. Dia bisa melihat dengan jelas bagaimana lelahnya Marvel saat pulang dari kantor.


"Gimana lagi, itu udah tugas aku, sayang."


"Jangan capek-capek, aku gak mau kamu sakit,"pesan Zelia seraya memasang dasi Marvel saat mereka sudah selesai sarapan.


Zelia mengantarkan Marvel sampai depan rumah, lalu mengecup punggung tangan suaminya.


"Kamu juga jangan capek-capek di rumah,"ucap Marvel setelah mengecup kening beserta bibir istrinya. Dia mengusap puncak kepala Zelia dengan sayang.


"Iya, hati-hati."


Zelia melambaikan tangannya saat melihat mobil Marvel mulai berjalan menjauh hingga benar-benar menghilang setelah keluar gerbang. Wanita itu memutuskan untuk kembali masuk ke dalam rumahnya.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2