Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[11]. Marvel & Zelia


__ADS_3

"MARVEL!"


Zelia dan Marvel yang sedang berjalan di lorong sekolah pun menghentikan langkahnya.


"Vel, gue boleh minta tolong, gak?"tanya Janeta.


"Apa?"


"Gue gak di jemput. Boleh nebeng, gak?"Janeta menatap Marvel dengan tatapan memohon.


Marvel melirik Zelia yang masih berdiri di sampingnya, lalu kembali menatap Janeta yang ada di depannya.


"DANIL!"seru Marvel saat melihat ada Danil dan teman-temannya yang sedang berjalan mendekatinya.


"Gimana-gimana?"tanya Danil saat sudah ada di hadapan Marvel.


"Anterin Janeta, ya. Gue sama Zelia lagi buru-buru."Lalu Marvel menatap Janeta."Sama Danil, ya. Gue duluan."Setelah itu Marvel menarik tangan Zelia dan membawanya pergi ke parkiran.


Janeta menghentakkan kakinya sebal, padahal niatnya ingin berduaan dengan Marvel. Tapi gagal!


"Ayo, Ta. Mau gue anterin, gak?"tawar Danil.


Janeta menatap Danil dengan malas."Gak jadi!"jawabnya jutek lalu berlalu pergi.


Kenzo yang melihat itu terkekeh pelan."Kenapa gue mencium-cium bau pelakor, ya?"


"Kaya gak tau Janeta aja,"gumam Rendra.


"Pulang,"titah Alden seraya berjalan menuju ke parkiran diikuti teman-temannya.


Sedangkan di lain tempat, Zelia sedang menumpukan dagunya di bahu Marvel dengan tangan yang melingkar di pinggang laki-laki itu.


"Kenapa?"tanya Marvel sedikit keras karena suaranya terbawa angin.


"Enggak,"jawab Zelia pelan yang masih bisa di dengar oleh Marvel.


Karena tak ada yang mau di bahas akhirnya Marvel kembali bungkam, dia semakin mempercepat laju motornya membuat pelukan Zelia di pinggangnya semakin erat.


Marvel menghentikan motornya tepat di garasi rumahnya, begitu mesinnya mati Marvel langsung melepaskan helmnya diikuti Zelia yang turun dari atas motornya. Marvel masih duduk memperhatikan Zelia yang sedang melepas helmnya.


"Nih."Zelia menyodorkan helm yang tadi di pakai kepada Marvel.


"Bunda Ayah belom pulang?"tanya Zelia saat tak mendapati mobil di garasi laki-laki itu. Biasanya ada 3 mobil tapi ini hanya 2.


"Lusa,"jawab Marvel masih belum memalingkan pandangannya dari wajah Zelia.


"Yaudah, aku pulang dulu."


"Pulang mandi, makan tidur. Jangan main hp terus,"tegur Marvel. Laki-laki itu turun dari atas motornya dan berdiri di depan Zelia.


Zelia terus memperhatikan pergerakan Marvel yang sedang merapikan rambut miliknya yang berantakan.


"Nanti malem aku ke rumah,"ujar Marvel.


Zelia hanya bergumam pelan lalu segera pergi untuk pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, Zelia langsung membersihkan tubuhnya dan menjatuhkannya dengan kasar ke ranjang dan mulai memejamkan matanya hingga benar-benar terlelap.


...•••...


"Loh, Marvel? Udah lama?"tanya Nia terkejut saat melihat Marvel sudah duduk di sofa ruang tamu sendirian.


Marvel mendongakkan kepalanya."Udah, Ma. Tadi sama Bang Jordan. Tapi lagi ngambil mobil orangnya,"terang Marvel.


"Malam-malam gini Jordan pergi?"


"Iya, katanya ngambil mobil di tempat Om Burhan."


Nia hanya mengangguk pelan."Gea di rumah sendiri, dong?"


"Gea lagi pergi sama Celine."

__ADS_1


"Yaudah, tolong bangunin Zelia, Vel. Dari tadi belom makan,"pinta Nia."Mama sama Papa mau ke acara ulang tahun rekan kerja Papa,"lanjutnya yang membuat Marvel menganggukkan kepalanya.


Marvel bangkit dari kursinya dan mulai menaiki tangga untuk ke kamar Zelia.


"Hai, Vel. Mau ketemu Zelia, ya?"tanya Clara saat berpapasan di tangga.


"Iya, Kak."Setelah itu Marvel langsung mengetuk pintu kamar Zelia, setelah mendapat jawaban dari dalam dia langsung bergegas masuk.


"Bangun, Zel! Di bilangin pulang sekolah langsung makan batu banget, si,"marah Marvel seraya berjalan mendekati ranjang gadis itu.


"Tadi ketiduran juga."


"Alesan!"


"Ngapain ke sini?"


Marvel mengedikan bahunya acuh lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke ranjang Zelia. Laki-laki itu meraih boneka yang ada di sampingnya, cukup lama Marvel mengamatinya.


"Yang satu udah di buang?"tanya Marvel membuat Zelia yang sedang duduk langsung menolehkan kepalanya.


Gadis itu mengerucutkan bibirnya sebal. Dia jadi kesal dengan Jordan yang sampai sekarang belom membelikan boneka baru lagi."Iya, Bang Jordan bohong. Katanya mau beliin yang baru tapi sampai sekarang belom di beliin."


"Masih aja kaya bocil,"gumam Marvel, tetapi Zelia tak menanggapinya.


Gadis itu menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong."Vel,"panggil Zelia.


"Hm."


"Fara suka sama lo."


"Terus?"


Zelia langsung menatap Marvel dengan horor."Terus? Itu tanggepan kamu?"


"Terus gue harus gimana? Jingkrak-jingkrak di sini?"


"Ck, ya maksudnya gue gak enak sama dia. Masa dia suka sama lo. Eh, lo nya malah sama gue."


"Yaudah gue sama Fara aja."


Gadis itu turun dari ranjangnya dan mendekati Marvel. Tanpa aba-aba langsung menarik lengan laki-laki itu."BANGUN!"


"Gak."


"Bangun, Vel. Sana pergi!"


"Hm."


"Marvel!"Zelia menarik-narik tangan Marvel berharap laki-laki itu mau bangun tetapi sama sekali tak bergerak.


"Nangis, ni,"ancam Zelia.


Marvel lalu menatap Zelia dengan satu alis terangkat."Coba nangis."


"MAMA MA---"


"Mama Papa lagi keluar."


Marvel bangkit dari ranjang Zelia membuat gadis itu mengikuti langkah lebarnya yang berjalan keluar kamarnya.


"Makan,"titah Marvel membawa Zelia ke meja makan.


"Pengin jalan-jalan,"gumam Zelia masih berdiri.


"Ganti baju."


"Ha?"


"Katanya mau jalan-jalan. Ganti baju,"jelas Marvel.


"Serius?"

__ADS_1


"Iya, cepetan aku tunggu di depan, ngambil motor dulu."Marvel berjalan mengambil motor di rumahnya. Sedangkan Zelia segera mengganti pakaiannya.


...•••...


Mata Zelia berbinar begitu melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Ternyata Marvel membawanya ke pasar malam. Tadi setelah selesai makan di cafe, Zelia mengajak Marvel untuk jalan-jalan dulu dan berakhir di sini.


"Seneng?"tanya Marvel menatap gadis yang sedang berdiri di sampingnya.


"Seneng BANGETTTTTTTT ."


"Jangan naik yang aneh-aneh,"peringat Marvel yang langsung di setujui Zelia.


Dengan semangat Zelia langsung menarik Marvel untuk segera masuk ke dalam, mencoba segala permainan yang ada di pasar malam.


Setelah hampir setengah jam lebih bermain-main akhirnya mereka berdua memilih untuk pulang.


"Tunggu sini,"ucap Marvel lalu tanpa aba-aba dia pergi begitu saja meninggalkan Zelia.


Zelia terus menelusuri pandangannya ke sekeliling nya, terlihat masih sangat ramai di sini walaupun sudah larut malam.


Gadis itu menolehkan kepalanya saat mendengar langkah kaki yang semakin mendekat, ternyata Marvel.


Laki-laki itu menyodorkan boneka kepada Zelia."Ini, tadi mau ini, kan?"


Dengan gerakan cepat Zelia langsung menerimanya."ihhhh, cute bangett."


"Udah?"


Zelia menganggukan kepalanya pelan seraya mengikuti langkah Marvel menuju motornya untuk segera pulang. Ini juga sudah jam 11 malam lebih, jadi Marvel tak mungkin membawa Zelia bermain sampai sangat larut.


Marvel memarkirkan motornya di garasi rumah Zelia, setelah Zelia turun Marvel pun ikut turun. Laki-laki itu bersandar di motornya dengan kedua tangan yang di silangkan di depan dada.


"Masuk,"titah Marvel.


"Iya. Makasih,"ungkap Zelia.


Begitu Zelia mulai melangkah Marvel menahan lengannya membuat gadis itu langsung membalikan tubuhnya. Dengan gerakan cepat Marvel menggunakan kesempatan itu untuk mengecup sebelah pipi Zelia.


Zelia melotot terkejut, lalu detik berikutnya dia memukul lengan Marvel dengan keras. Pipi gadis itu bersemu merah bahkan sampai telinganya.


"Marvel!"


"Apa?"


"Gak boleh gitu."


"Kata siapa?"


"Nanti kalo Mama Papa liat gimana?"


"Paling di nikahin,"jawab Marvel enteng.


"Itu si maunya kamu!"


Marvel terkekeh pelan."Udah sana masuk."


"Kamu dulu pulang."


"Yaudah aku pulang, motor titip sini aja."Marvel lalu meraih kunci motornya.


Dia kembali mendekati Zelia dan mencondongkan tubuhnya ke depan membuat Zelia was-was. Kali ini Marvel memiringkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir merah ranum Zelia dengan singkat.


"Aku pulang,"pamit Marvel seraya berjalan meninggalkan Zelia.


Zelia memegang kedua pipinya lalu tersenyum. Dia langsung lari ke kamarnya dengan boneka yang ada di genggamannya.


Zelia menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke ranjang. Gadis itu meletakkan boneka yang di beri Marvel di sampingnya, lalu terus memperhatikannya.


"Yeay, akhirnya Jojo gak sendirian lagi."Zelia mengambil boneka bebeknya dan meletakkannya di samping boneka tadi.


"Yang ini Jojo,"tunjuk Zelia pada boneka bebek. Lalu pandangannya beralih pada boneka satunya yang di beri Marvel."Dan ini Jojon."lanjutnya.

__ADS_1


Zelia yang sudah lelah pun akhirnya memutuskan untuk tidur. Karena besok dia juga harus sekolah.


...•••...


__ADS_2