Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[52]. Kebersamaan


__ADS_3

Suara rintik air hujan yang membasahi jalanan membuat Zelia semakin melebar senyumannya, wanita itu kini sedang berdiri di balkon kamarnya terus memperhatikan rintik air yang jatuh di malam ini.


Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menikmati angin malam yang menerpa wajahnya. Beberapa anak rambutnya pun ikut berterbangan terbawa angin.


Sepasang tangan kekar yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya membuat dia terkejut, namun detik selanjutnya dia tau bahwa yang kini sedang memeluknya dari belakang adalah Marvel.


"Udah selesai?"tanya Zelia.


"Udah,"jawab Marvel lalu semakin mengeratkan pelukannya. Dia baru saja selesai mandi, karena hari ini pulang kerja malam.


"Kamu mau makan lagi?"Zelia membalikkan tubuhnya lalu menyenderkan ke pembatas balkon besi di belakangnya.


"Enggak, kamu udah makan, kan?"


Zelia hanya mengangguk lalu tersenyum ketika melihat wajah tampan Marvel."Kenapa kamu bisa seganteng ini?"tanya Zelia.


Marvel terkekeh pelan, lalu menangkup wajah Zelia."Karena kalo gak ganteng itu bukan aku."


"Dih, gak jadi ganteng. Kamunya jadi besar kepala,"ketus Zelia.


"Tuh kan, salah lagi. Kan kamu yang tadi muji aku, sayang."Marvel mengapit pipi Zelia dengan gemas membuat wajah wanita itu memerah.


"Jangan di giniin! Nanti tambah besar pipi aku,"kesal Zelia seraya menjauhkan tangan Marvel dari wajahnya.


Marvel yang memang sudah tidak tahan pun langsung mendaratkan gigitan maut di pipi kanan Zelia membuat sang empu memekik kesakitan.


"MARVEL!"pekik Zelia seraya memukul lengan Marvel dengan kasar.


"Kamu gemes, sayang."


"Jangan di gigit, sakittt,"adu Zelia sembari mengerucutkan bibirnya kesal.


"Maaf, yaudah sekarang tidur udah malem."


"Iyaa,"jawab Zelia lalu berjalan mendahului Marvel masuk ke dalam kamar.


Marvel pun menyusulnya, setelah mengunci kaca balkon serta pintu kamarnya. Laki-laki itu langsung naik ke ranjang dan tidur di sebelah Zelia.


"Selamat malam, sayang. Mimpi indah,"gumam Marvel seraya mengecup wajah Zelia.


"Night tooo,"balas Zelia lalu mulai memejamkan matanya sembari memeluk erat tubuh Marvel.


Marvel masih terus memperhatikan wajah Zelia yang terlelap, tangannya terangkat untuk menjelajahi setiap inci wajah wanita itu. Di usapnya dengan pelan bibir ranum Zelia, lalu dia sedikit menundukkan wajahnya sehingga bibirnya menempel sempurna di bibir Zelia.

__ADS_1


Laki-laki itu menekan bibir Zelia semakin kuat lalu mulai menye**sapnya sehingga lama-kelamaan ciumannya semakin dalam. Namun merasa Zelia terganggu dia langsung menjauhkan wajahnya.


"Eunghhh,"lenguh Zelia saat merasakan benda kenyal dan basah menyentuh bibirnya.


Wanita itu membuka matanya yang terasa berat, menatap Marvel dengan kening berkerut."Kamu ngapain belom tidur?"


"Belom ngantuk, sekarang lanjutin lagi tidurnya,"balas Marvel seraya semakin menarik tubuh Zelia.


"Kamu cium-cium aku, ya?"tanya Zelia dengan mata bulatnya yang terbuka sempurna.


Marvel terkekeh pelan melihat wajah menggemaskan istrinya, lalu mencubit hidung wanita itu."Emang kenapa? Enak?"


Plak


"Bukan gitu! Kamu ganggu tidur aku,"kesal Zelia setelah memukul lengan Marvel dengan keras.


Marvel meledakkan tawanya sehingga matanya menyipit membuat dia terlihat semakin tampan di mata Zelia."Maaf deh udah ganggu tidur kamu."


"Gak boleh lagi, ya?"Zelia menatap Marvel galak, bibirnya semakin dimajukan karena kesal.


"Iya, sayang. Udah, tidur sekarang."


"Hm,"gumam Zelia lalu kembali memejamkan matanya.


Marvel mengecup kening Zelia sebelum pada akhirnya ikut memejamkan matanya menyusul istrinya yang sudah terlelap.


...•••...


"Kamu gak kerja?"tanya Zelia.


"Nanti jam 10 cuma meeting,"jawab Marvel. Dia menumpukan dagunya di bahu kanan Zelia seraya terus memperhatikan wajah wanita itu dari samping.


"Yaudah, awas dulu aku lagi masak,"usir Zelia seraya berusaha melepaskan pelukan Marvel tapi laki-laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Kan gak ganggu, sayang."


"Tapi hidung kamu bikin geli, Vel!"geram Zelia. Pasalnya hidung laki-laki itu terus mengendus-endus lehernya yang terekpos membuat bulu kuduknya meremang.


"Biasanya juga suka diginiin,"goda Marvel sembari mulai memberikan ciuman basah di leher putih Zelia.


"Vel, aku marah loh!"


"Iya iya,"ujar Marvel seraya menjauhkan tubuhnya dari Zelia. Dia berjalan menjauh lalu duduk di kursi makan sembari terus memperhatikan Zelia.

__ADS_1


Tak selang lama wanita itu sudah selesai dengan pekerjaannya, dia membawa semangkuk sop ayam lalu sepiring ayam goreng serta sambal tomat. Zelia menata masakannya di meja, mengambilkan nasi serta lauk untuk Marvel tak lupa juga untuk dirinya.


"Selamat sarapan,"ucap Zelia sembari tertawa pelan setelah duduk di samping Marvel.


"Hm,"gumam Marvel lalu mulai menyantap sarapannya.


Mereka berdua menghabiskan sarapannya dengan hening, tak ada satupun dari mereka yang berbicara. Sampai akhirnya selesai barulah Marvel mengeluarkan suaranya.


"Mau ke rumah mama, gak?"tawar Marvel seraya mengusap bibirnya dengan tisu.


Zelia beranjak dari kursinya membawa piring serta gelas kotor ke wastafel agar nanti pembantunya tinggal mencuci. Karena saat ini sedang belanja ke pasar sehingga Zelia yang memasak.


"Kamu kan kerja,"jawab Zelia seraya berjalan ke ruang tamu menyusul Marvel.


"Masih jam 10 atau 11 kerjanya,"ucap Marvel yang sudah duduk di sofa.


Zelia pun ikut duduk di samping suaminya, menatap laki-laki itu dari samping."Mau jalan-jalan kalo kamu libur aja."


"Kenapa gak sekarang aja, hm?"Marvel menarik tubuh istrinya agar duduk di atas pangkuannya.


"Kamu nanti kerja, jadi gak puas kalo waktunya terbatas,"jawab Zelia. Tangannya terangkat untuk memainkan alis Marvel yang tebal.


"Yaudah, ayo ke rumah mama aja,"ajak Marvel.


"Ini udah jam segini, nanti kamu buru-buru lagi. Mending sekarang kamu siap-siap aja,"ujar Zelia lalu beranjak dari pangkuan Marvel.


"Ayo, sayang."Melihat Marvel hanya diam di tempatnya, dengan sekuat tenaga Zelia menarik tangan Marvel sampai laki-laki itu beranjak dari sofa.


Marvel terkekeh pelan melihat tingkah Zelia yang terkadang seperti anak kecil. Dengan tiba-tiba dia mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya seperti membawa karung membuat sang empu memekik terkejut.


"MARVEL!"pekik Zelia di sambut gelak tawa Marvel.


Laki-laki itu berjalan dengan gagahnya menaiki tangga menuju ke kamarnya, lalu menurunkan Zelia di atas ranjang dengan perlahan.


"Kamu pikir aku gak bisa jalan?"dengus Zelia. Baru saja hendak bangkit dari ranjang namun Marvel sudah lebih dulu mengukung tubuhnya.


"Masih ada waktu, sayang."Marvel memberikan kecupan hangat di kening Zelia, lalu turun ke kedua pipi chubby wanita itu dan berakhir di bibir ranumnya.


"Aku gak jadi meeting, deh."Marvel tertawa pelan melihat wajah galak Zelia lalu menjatuhkan tubuhnya di samping wanita itu.


"Kamu mau ngasih aku makan apa kalo kerja aja masih males-malesan gitu,"ujar Zelia seraya menatap Marvel galak.


Marvel semakin meledakkan tawanya, dia menarik tubuh Zelia agar semakin dekat dengannya lalu mengeratkan pelukannya."Salahin diri kamu sendiri yang ngangenin."

__ADS_1


Zelia pun ikut tertawa, terkadang dia berpikir bahwa momen-momen seperti ini harus di nikmati dan di kenang. Karena kedepannya belum tentu bisa seperti ini, meskipun dia berharap agar terus seperti ini hubungannya dengan Marvel. Namun dia juga tau bahwa di setiap hubungan tidak ada yang mulus, pasti akan ada badainya.


...•••...


__ADS_2