![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Di tengah gerimis yang membasahi jalanan di malam hari, sedang berdiri dua wanita yang saling melemparkan tatapan penuh permusuhan.
Jalanan yang sepi ini membuat mereka berdua bebas melakukan apapun, hingga akhirnya Zelia memilih maju menepis jarak dirinya dan Fara.
"Jauhin Marvel, atau lo bakal mati malam ini juga,"sinis Zelia dengan senyuman licik di bibirnya.
Fara menyeringai lalu melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Zelia dengan sinis."Lo pikir gue mau? Gak akan semudah itu, gue harus dapetin apa yang seharusnya jadi milik gue!"
"Tapi dia suami gue kalo lo lupa,"sarkas Zelia.
"Gue gak peduli,"bisik Fara tepat di samping telinga Zelia.
Karena geram Zelia langsung mencekik leher Fara, membuat gadis itu kesulitan bernafas."Lo mau mati di tangan gue, hah?!"bentak Zelia dengan mata melebar karena menahan emosi.
Wanita itu benar-benar terlihat seperti psikopat yang ingin menelan manusia hidup-hidup. Zelia menyeringai lalu melepaskan cekikannya membuat Fara langsung meraup nafas banyak-banyak.
"Gue masih baik sama lo, Far. Gue cuma minta jauhin Marvel."
"Gue gak mau, kita bisa jadi musuh buat dapetin Marvel? Kita liat siapa yang nantinya dia pilih,"ucap Fara dengan santai. Wajahnya memerah karena masih merasakan sakit di lehernya.
"Gue minta lo jauhin dia,"geram Zelia. Wanita itu meraih sesuatu dari saku jaketnya lalu berjalan semakin mendekati Fara, mencengkram dagu Fara dengan keras.
"Lo mau mati, hm?"desis Zelia seraya menodongkan pistol tepat di pelipis Fara.
Fara yang menyadari itu langsung menelan ludahnya dengan susah payah."Zel, jangan gila. Lo apa-apaan, si?"
Zelia tertawa pelan bak seorang psikopat yang baru saja mendapatkan mangsa."Kenapa, hm? Lo takut? Lo selama ini gak tau kan siapa gue?"
Tubuh Fara mulai mengeluarkan keringat dingin, dia benar-benar tak pernah menyangka Zelia akan segila ini. Dia pikir wanita itu hanya seseorang yang bodoh.
"Jangan lakuin itu, atau gue akan teriak?"
"Sebelum lo teriak, peluru ini bakal nancep di kepala lo. Dan lo gak bisa teriak,"kekeh Zelia seraya menekan pistolnya lebih kuat.
"Lo bener-bener gila! Gue sahabat lo, anjing!"
"Gak ada yang namanya bener-bener sahabat, kalo lo sahabat gue. Lo gak akan ngerebut dan ngegoda suami gue,"balas Zelia. Matanya mulai memerah menahan air mata, dia lemah jika mengingat bagaimana sikap Marvel yang dingin. Laki-laki itu selalu bilang dirinya beban, dan lain-lain. Dan karena Fara, hubungannya dengan Marvel harus renggang.
"Gu-gue ngelakuin itu karena terpaksa. Reksa, dia yang maksa gue,"gagap Fara dengan suara tercekat.
Dengan perlahan Zelia menjauhkan pistolnya dari pelipis Fara."Maksud lo? Lo kenal Reksa?"
Fara mengangguk cepat."Dia Abang gue, dan gue gak tau kenapa dia nyuruh gue ngelakuin itu,"jawab Fara seraya perlahan-lahan maju mendekati Zelia.
Dugh
__ADS_1
Zelia terduduk di aspal saat Fara dengan keras menendang kakinya, melihat Fara yang mencoba lari tanpa aba-aba Zelia langsung menekan pistolnya.
Doarrr
Wanita itu menyeringai lebar saat melihat Fara tersungkur ke aspal saat satu peluru berhasil mengenai kakinya. Zelia segera berdiri mendekati Fara, lalu menekuk lututnya di depan wanita itu.
"Lo pikir bisa lari gitu aja?"sinis Zelia.
"Lo bener-bener gila, Zel. Kenapa lo tega ngelakuin ini ke gue?"
"Gue gak peduli, karena lo juga tega sama gue."Zelia bisa melihat darah segar yang terus keluar dari kaki Fara bercampur dengan air hujan di aspal yang basah.
Dia bisa menebak seberapa sakitnya, dendamnya kepada Fara lebih meningkat saat tau sebenarnya wanita di hadapannya adalah adik dari laki-laki brengsek yang sudah membuat kehidupan Zelia di penuhi dengan rasa trauma, laki-laki yang berkali-kali mencoba untuk melecehkan dirinya.
Zelia mengeluarkan pisau dari saku jaketnya lalu meraih tangan Fara. Dengan perlahan menekan pisau itu tepat di lengan Fara, di saluran nadi wanita itu.
Mata Fara membulat saat mulai merasakan sakit di pergelangan tangannya."Zel-Zelia...."
Zelia semakin menekan pisaunya sampai akhirnya tubuh Fara ambruk tak berdaya ke aspal. Zelia menyeringai lalu segera melepaskan pisaunya berdiri meninggalkan tempat itu sebelum ada orang yang memergoki kegilaannya.
Zelia mengedipkan matanya berkali-kali, entahlah mengingat itu rasanya dia benar-benar menjadi wanita paling jahat di dunia. Matanya mulai berkaca-kaca tetapi dengan segera menghilangkannya.
"Lo yang mulai, dan lo harus terima akibatnya,"desis Zelia dengan tatapan tajamnya.
Zelia mengusap perutnya yang semakin membuncit dengan pelan, kini kandungannya sudah berusia 6 bulan 1 minggu.
"Sayang, kenapa malem-malem di sini?"tanya Marvel yang baru saja pulang dari kantornya.
Tubuh Zelia langsung menegang saat tiba-tiba Marvel memeluknya dari belakang. Entahlah, dia akhir-akhir ini menjadi tak tenang karena takut kegilaannya terbongkar. Karena dia tau, cepat atau lambat pasti perbuatannya akan di ketahui banyak orang, dan Zelia sudah siap menerima konsekuensinya.
"Kenapa, hm?"tanya Marvel saat melihat Zelia hanya diam. Laki-laki itu meletakkan dagunya di atas bahu Zelia, membuat bulu kuduk wanita itu meremang saat merasakan hembusan nafas Marvel di lehernya.
"Gak papa, kamu gak mandi?"
"Iya, ini mau mandi."Marvel melepaskan pelukannya lalu berjalan masuk ke dalam kamar untuk segera membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Zelia menyiapkan pakaian untuk Marvel, lalu keluar kamar menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Marvel yang sudah selesai memakai pakaiannya berjalan meraih ponselnya di nakas. Melihat ponsel Zelia berdering membuat Marvel memilih untuk membukanya.
081267******
Siap gue bongkar kegilaan lo?
Siap-siap mendekam di penjara!
__ADS_1
Ceklek
Mendengar pintu kamarnya terbuka Marvel langsung meletakkan ponsel Zelia kembali ke nakas. Laki-laki itu membalikkan tubuhnya menatap Zelia yang sedang tersenyum kepadanya dengan datar.
"Ini makan malam kamu,"ujar Zelia sembari meletakkan nampan berisi makanan ke meja lalu dia duduk di sofa.
Marvel berjalan mendekati Zelia, duduk di samping wanita itu. Tanpa berbicara apapun Marvel langsung menyantap makan malamnya.
Laki-laki itu masih sibuk memikirkan maksud pesan yang tadi masuk di ponsel Zelia. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, tetapi karena tak ingin bertengkar Marvel memilih tak membahasnya.
Setelah selesai laki-laki itu langsung berjalan mengambil laptopnya dan kembali duduk di tempat semula. Terus mengabaikan keberadaan Zelia yang dari tadi memperhatikan setiap gerak-geriknya.
"Kamu gak capek? Udah di rumah masih kerja?"tanya Zelia setelah dari tadi hanya diam.
"Enggak, ini dikit."
Zelia menghela nafas panjang, lalu memilih untuk beranjak dari duduknya. Mata wanita itu berkaca-kaca, karena tak ingin menangis di depan Marvel dia memilih untuk merebahkan tubuhnya di ranjang.
Rasanya sakit hati, dia tak suka di abaikan. Dan Marvel dari tadi mengabaikannya, hal itu jelas saja membuat Zelia resah. Wanita itu mengusap air matanya dengan kasar, lalu menarik selimutnya lebih ke atas sampai menutupi dadanya.
Setelah 15 menit lebih berkutat dengan ponselnya, Marvel akhirnya menyelesaikan pekerjaannya. Laki-laki itu berjalan menaiki ranjangnya, tidur menatap punggung istrinya.
Keningnya berkerut saat melihat punggung Zelia sedikit bergetar, dia pikir istrinya sudah tertidur. Marvel semakin menggeser tubuhnya, lalu membalikan tubuh Zelia hingga kini saling berhadapan.
"Kamu belom tidur, aku tau."
Zelia masih memejamkan matanya, walaupun pipinya basah. Dia enggan di tanya-tanya oleh Marvel, moodnya sudah berantakan.
"Kenapa nangis, hm?"Marvel mengusap pipi Zelia yang basah. Kini jarak mereka sedikit terhalang oleh perut Zelia yang membuncit.
"Sayang, aku tau kamu belom tidur."Karena tak mendapat respon dari Zelia Marvel yang geram langsung menggigit sebelah pipi wanita itu membuat sang empu dengan spontan langsung membuka matanya.
"Sakittt,"gumam Zelia dengan suara bergetar. Gadis itu kembali menangis, menutup wajahnya menggunakan telapak tangan.
Marvel terkekeh pelan, mungkin ini salah satu efek dari kehamilan ibu hamil. Jadi sensitif.
"Maaf,"ucap Marvel seraya menarik tangan Zelia menjauhkan dari wajah wanita itu.
"Kamu cuekin aku,"ungkap Zelia seraya mengusap air matanya dengan kasar."Jangan peluk-peluk, sana kamu jauh-jauh."
Marvel terkekeh pelan membuat Zelia semakin kesal."Yaudah, aku cari istri baru aja."
Mata Zelia melotot, giginya bergemelutuk karena marah dan kesal."MARVELLLLLL! HIKS.... BUNDAAA....MAMA...."
...•••...
__ADS_1