Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[39]. Terbongkar


__ADS_3

Zelia sudah di bawa pulang dari beberapa hari yang lalu, tetapi Marvel dan keluarganya sama sekali belum memberitahu wanita itu jika sedang hamil.


Entahlah Marvel hanya takut jika tau dia hamil, wanita itu akan marah dan meminta untuk menggugurkan anaknya. Apalagi baru lusa mereka akan ujian dan dia tak mau membuat Zelia terlalu banyak pikiran sampai setres.


"Vel, kamu kenapa, si?"tanya Zelia yang sedang tiduran terlentang di ranjang dengan menggunakan lengan Marvel sebagai bantalannya.


Marvel yang tadinya sedang menatap langit-langit kamarnya itu kini berganti menatap Zelia. Dia memiringkan tubuhnya agar bisa lebih leluasa memandangi wajah cantik Zelia.


Tangannya yang bebas terangkat untuk menyingkirkan anak rambut yang mengganggu wajah wanita itu."Kenapa emangnya?"


Zelia ikut memiringkan wajahnya sampai kini mereka sudah saling berhadapan."Kamu aneh, kemaren-kemaren kamu marah-marah mulu sama aku. Terus kam—"


"Jangan bahas itu lagi bisa? Ternyata kamu belom maafin aku?"potong Marvel.


"Gak gitu, Vel."Zelia mengerucutkan bibirnya sebal mengingat ucapannya yang di potong Marvel."Yaudah, kenapa akhir-akhir ini kamu sering banget nyuruh aku makan sayuran? Aku gak suka tapi kamu selalu maksa,"dengus Zelia.


"Kamu sakit, harus banyak makan sayuran."


"Tapi sekarang aku udah sehat."


"Tetep harus banyak-banyak makan sayuran,"ujar Marvel sembari melingkarkan tangannya di pinggang Zelia lalu menarik tubuh wanita itu agar semakin dekat.


"Maafin aku, pasti kemaren-kemaren sering nyakitin kamu,"ungkap Marvel menatap Zelia dengan dalam.


"Hm,"gumam Zelia lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Marvel yang telanjang.


Zelia memeluk tubuh Marvel dengan erat."Jangan tinggalin aku. Jangan kaya kemaren lagi, ya? Jangan suka sama sahabat a—"


"Itu gak akan pernah terjadi. Kamu udah tau apa alasan aku deket sama Fara,"ujar Marvel memotong ucapan Zelia.


"Aku sedih,"gumam Zelia.


"Kenapa?"


"Karena Fara udah pergi. Walaupun aku marah dan kecewa sama dia, tapi dia tetep sahabat aku. Dan aku ngerasa kehilangan,"jelas Zelia.


"Iya aku ngerti. Tapi kamu harus iklhas,"ucap Marvel.

__ADS_1


Zelia mendongakan kepalanya agar bisa menatap wajah tampan Marvel."Kamu beneran kan cinta sama aku?"


"Siapa yang bilang?"goda Marvel.


"Tuh kan. Jadi kamu ngomong kaya gitu waktu itu cuma biar bisa merawanin aku?"


Marvel terkekeh pelan melihat wajah masam Zelia."I love you,"ungkap Marvel dengan tulus lalu mengecup bibir Zelia dengan singkat.


"Love you too,"balas Zelia lalu semakin mengeratkan pelukannya.


"Zel, kamu udah siap buat hamil?"tanya Marvel tiba-tiba, dia bisa merasakan jika tubuh Zelia menegang.


Cukup lama Zelia terdiam, masih ragu harus menjawab apa."Kenapa nanya gitu? Kamu tau kan aku masih pengin kuliah, kamu mau sabar dulu, kan?"


Marvel langsung melepaskan pelukan Zelia membuat wanita itu langsung mengerutkan keningnya, menatap Marvel bingung.


"Kalo kamu hamil? Apa kamu bakal gugurin anak itu?"


"Yaa, itu gak mungkin. Kita baru ngelakuin itu beberapa kali, kan? Gak mungkin secepat itu. Jangan bahas itu lagi, ya?"


Marvel yang mendengar itu pun langsung memalingkan wajahnya dan tanpa aba-aba langsung beranjak dari ranjangnya membuat Zelia semakin bingung.


"Kamu marah, ya?"tanya Zelia saat sudah berhasil menahan lengan Marvel.


"Gak."


"Kenapa, si? Kan aku udah bilang, kita masih sekolah jangan bahas masalah anak dulu. Lagian emang kamu gak mau lanjutin kuliah?"


"Kamu sendiri yang pernah bilang setelah lulus kamu gak mau lanjut lagi. Kamu mau fokus sama rumah tangga kita, kan?"ucap Marvel membuat Zelia langsung bungkam.


"Kenapa? Kamu gak mau hamil anak aku?"sinis Marvel saat melihat Zelia hanya diam mematung.


"Kamu yang kenapa! Seharusnya kamu bisa ngertiin aku, pikiran aku juga masih suka berubah-ubah. Kamu pikir gak mau kuliah kaya temen-temen aku nanti?!"marah Zelia menatap Marvel tajam.


Marvel tertawa sumbang lalu mengacak rambutnya dengan kasar."Labil, karena kamu itu labil."


"Kenapa kalo aku labil? Kamu marah? Kamu tau sendiri aku kaya gimana anaknya, terus kenapa masih mau nerima pernikahan gila ini?"

__ADS_1


Marvel mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia benci ketika bertengkar dengan Zelia, pasti wanita itu selalu membawa-bawa persoalan menerima perjodohan mereka.


"KENAPA?! KAMU TU BERUBAH TAU GAK! GARA-GARA SAMA FARA KAMU JADI BERUBAH!"pekik Zelia marah. Matanya mulai berkaca-kaca, dia hanya butuh waktu buat hamil.


"Bisa gak, gak usah teriak-teriak?"tegur Marvel masih berusaha tenang walaupun sebenarnya emosinya sudah berada di ubun-ubun.


"Kamu bikin aku emosi tau gak! Kenapa selalu anak, anak dan anak terus yang kamu bahas? Apa dengan adanya aku itu belom cukup buat kamu?"ucap Zelia dengan suara sedikit bergetar.


"Buat apa aku nikah kalo istri aja gak mau punya anak?"sinis Marvel.


"Yaudah sana kamu bikin anak sama ******,"balas Zelia lalu membalikan tubuhnya berniat kembali ke kamar.


"Tapi kamu hamil, Zel!"geram Marvel membuat Zelia menghentikan langkahnya.


Wanita itu membalikkan tubuhnya menatap Marvel lalu tertawa pelan."Kamu pikir lucu ngomong kaya gitu? Stopp ngomongin masalah anak untuk sekarang, Vel. Aku mau fokus buat ujian lusa,"ucap Zelia.


"Itu kenyatanya,"balas Marvel membuat tawa Zelia langsung hilang di gantikan dengan wajah marahnya.


"Kamu gila? Ka—"Zelia menatap Marvel tak percaya, bahkan dia tak tau harus melakukan apa untuk merespon ucapan Marvel.


"Kamu mau gugurin anak itu?"sinis Marvel seraya melirik perut Zelia.


Setetes air mata berhasil jatuh membasahi pipi Zelia, bukannya tak ingin. Tetapi untuk saat ini rasanya belum siap. Hey! Zelia baru 19 tahun, dia hanya takut tak bisa menjadi seorang ibu yang baik.


Marvel berjalan kembali memasuki kamarnya lalu memakai jaket dan mengambil kunci motornya.


"Kamu mau kemana? Kamu tega bohongin aku? Kenapa gak bil—"


"Bilang apa? Aku udah bilang. Dan sekarang terserah mau kamu gugurin atau gak anak itu!"


"Vel, tapi gak seharusnya—Ck jadi ini alasan kamu nyuruh aku makan sayuran selama ini?"marah Zelia dengan air mata yang semakin deras mengalir membasahi wajahnya.


Marvel tak mempedulikan Zelia lagi, dia langsung berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa meninggalkan rumahnya dengan motor. Di tengah malam seperti ini Marvel memilih untuk pergi dari rumah dari pada melampiaskan kemarahannya kepada Zelia.


Dia tak ingin sampai kelepasan lalu menyakiti istrinya, apa lagi sedang hamil darah dagingnya. Marvel percaya, Zelia tak mungkin melakukan hal keji dengan menggugurkan darah dagingnya sendiri.


"Maaf,"gumam Marvel di tengah-tengah kesibukannya yang sedang melajukan motornya membelah jalanan kota Jakarta yang sangat padat.

__ADS_1


Sebenarnya Marvel merasa bersalah, karena secara tidak langsung dia sudah menghancurkan masa depan Zelia. Dengan menghamili wanita itu, dia juga takut Zelia setres karena kenyataan ini.


...•••...


__ADS_2