![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Kini Marvel dan para teman-temannya sedang berkumpul di markas kebanggaan mereka. Jadi Marvel adalah ketua geng motor yang memiliki nama Black Dragon.
Mereka sering mengikuti balap-balap motor liar yang di adakan oleh para pembalap. Apalagi Marvel, laki-laki itu berkali-kali di tantang oleh musuhnya, dari geng Tiger yang di ketuai oleh Daren. Ada suatu kejadian yang membuat Daren sangat membenci Marvel, sehingga seringkali laki-laki itu melakukan hal gila demi menyelakai Marvel. Dari dulu geng Tiger dan Black Dragon tidak pernah akur, mereka saling bermusuhan.
Anggota Black Dragon:
Marvel Putra Bagaskara, ketua dari gang Black Dragon. Wajah tampannya yang hampir sempurna membuat Marvel di kagumi oleh banyak kaum hawa di SMA TARUNA NUSANTARA. Hanya saja sikapnya yang cuek, dingin dan menakutkan itu membuat nyali mereka hilang seketika. Di sekolahnya Marvel menjabat sebagai ketua OSIS, sikapnya yang tegas itu mampu membuat anak-anak yang nakal tunduk. Tidak hanya itu saja otaknya yang cerdas juga sering membuat Marvel menenangkan lomba-lomba antar sekolah. Sehingga dia menjadi kebanggaan para guru-guru di sini.
Alden Oktarian Aryatama. Wakil dari geng Black Dragon. Wajahnya sama tampannya dengan Marvel, sikapnya pun tak kalah jauh berbeda. Hanya saja Alden lebih irit bicara dan sekalinya bicara akan membuat semua orang bungkam, karena ketajamannya. Alden adalah ketua basket di sekolahnya, karena kejagoannya dalam bermain basket sering membuat sekolah mereka menang dalam lomba basket antar sekolah.
Rendra Aditama, Dia juga salah satu anggota geng yang di ketuai oleh Marvel. Anak blasteran Australia-Bali, dengan bola matanya yang berwarna hitam pekat membuat Rendra terlihat lebih tampan. Hanya saja sikapnya yang cenderung lebih pendiam dan datar itu sering membuat kaum hawa menjauh. Kehilangan cinta pertamanya membuat seorang Rendra selalu menghindari wanita.
Danil Syahreza & Addi Kenzo Julian, Dua manusia aneh yang selalu membuat orang-orang di sekitarnya tertawa karena kebodohan yang sering mereka berdua lakukan. Sikapnya yang playboy kelas kakap juga sering membuat mereka di serbu para kaum hawa yang menjadi korban ghosting mereka.
"Vel, gimana lo terima tantangan Daren?"tanya Alden yang sedang memainkan korek di tangannya.
Marvel yang sedang duduk di sampingnya pun menolehkan kepalanya menatap Alden."Gue gak bakal nolak."
"Gue takut nanti dia main curang lagi kaya waktu itu,"timpal Rendra.
"Kapan balapannya, Vel?"tanya Danil.
"Gue gak tau, dia semalem ngajak kita buat datengin markas mereka."
"Pulang sekolah?"Alden ikut bertanya.
"Boleh,"sahut Marvel di setujui teman-temannya.
Kini mereka sedang berada di kantin, 15 menit yang lalu bel istirahat sudah berbunyi membuat kantin yang tadinya sepi mulai ramai.
Marvel mengfokuskan pandangannya ke pintu masuk kantin dimana ada Zelia dan teman-temannya.
"Eh, ada geng Bang Marvel tu. Kita nimbrung aja, yok,"ajak Gea.
__ADS_1
"Gak, gue gak mau,"tolak Zelia dan Liora berbarengan.
"Kalian ngapa dah, udah si cuma numpang duduk doang,"heran Kara.
Karena tak ingin berdebat akhirnya Gea menarik Zelia diikuti Liora dan Kara.
"Numpang, ya,"izin Kara saat sudah sampai di meja Marvel.
"Duduk aja, gak usah gak enakan gitu. Kaya sama siapa aja lo, Kar,"sahut Kenzo.
"Iya, jangan sungkan-sungkan kaya baru kenal sehari aja,"timpal Danil.
Akhirnya mereka memilih untuk duduk, dan Gea bersama Kara pergi untuk memesan makanan.
"Liora, gimana Mama lo udah sehat?"tanya Kenzo.
Liora yang di tanya pun mendongakkan kepalanya, tetapi tak sengaja pandangannya malah bertemu dengan Alden yang duduk tepat di hadapannya. Dia langsung memalingkan wajahnya dan menatap Kenzo.
"Udah, kok,"jawab Liora.
"Nanya-nanya doang lo, Ken. Jenguk kagak,"ceplos Rendra.
"Yeee, ini gue mau jenguk ntar malem,"ujar Kenzo membuat Alden dengan spontan langsung menolehkan kepalanya menatap Kenzo dalam.
Danil yang sadar dengan tatapan Alden pun terkekeh pelan."Hati-hati, Ken. Nih, liat samping lo pawangnya udah siap ngamok,"celetuk Danil membuat Kenzo langsung tertawa.
"YUHUU PESANAN TIBA,"ujar Gea heboh sembari membawa nampan berisi bakso sedangkan Kara membawa nampan berisi minuman.
Zelia langsung mengambil makanannya dan segera menuangkan caos dan kecap, setelah itu mengambil sambal saat hendak menuangkan lengannya di tahan membuat dia menolehkan kepalanya.
"Apa sih, gak enak ka—"
"Mau sakit lagi?"
Zelia mendengus kesal lalu segera memakan baksonya dengan wajah masam. Yang lain pun sudah sibuk makan.
"Cemiwiw, posesif ye bwang,"goda Danil.
Zelia mengangkat kepalanya menatap Danil semakin kesal."Bacot banget lo, Dan,"ujar Zelia.
"Yang modelan kek Danil, mana bisa kalem,"timpal Kara.
"Kalo Danil kalem, dunia sedang tidak baik-baik saja,"seru Gea lalu tertawa bersama yang lainnya.
"Njirr, jadi gue yang di bully."
"Azabbbb,"cletuk Alden.
"Kenapa si Ra? Lo kalo kumpul diem-diem bae,"ujar Kenzo menatap Liora yang dari tadi hanya diam.
"Gak boleh?"tanya Liora santai.
"Yeee, sama aja lo ma sama Alden."
__ADS_1
"Sepaket, Ken,"ucap Danil menatap Kenzo seraya tertawa.
Alden menatap Danil dan Kenzo dengan sengit."Bacottt."
"Lo gak punya kata lain selain bacot ya, Al?"tanya Rendra tetapi tak di hiraukan oleh Alden.
"Gue duluan ke kelas, ya,"pamit Liora yang sudah menghabiskan makanannya. Tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya dia langsung pergi.
"Mau kemana, Al?"tanya Marvel saat melihat Alden bangkit dari kursinya.
"Toilet,"jawab Alden lalu pergi begitu saja.
Sedangkan yang lain hanya bisa menghela nada pelan. Mereka kembali melanjutkan kegiatannya sembari bergurau.
Alden berdiri dengan tubuh yang di sandarkan ke dinding lalu kedua tangan yang sengaja di masukan ke dalam saku celana. Dia menatap pintu di depannya yang bertuliskan "Toilet cewek" dengan tajam.
Liora yang baru saja keluar dari kamar mandi di kejutkan dengan keberadaan Alden. Karena tak ingin berurusan lagi dengan dia akhirnya Liora memilih untuk tetap mengabaikannya.
Alden yang melihat Liora jalan begitu saja melewatinya langsung menahan lengan gadis itu."Kenapa ngehindar?"
Liora menarik tangannya dengan kasar."Apa sih! Jangan ganggu aku, Al,"kesal Liora.
"Kamu yang apa-apaan. Jangan lari dari masalah, Ra,"tegur Alden.
"Masalah apa? Kita udah gak ada apa-apa. Hubungan kita udah berakhir, Al."
"Siapa bilang? Aku gak pernah nyetujuin ucapan kamu buat putus."
Liora menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk tetap sabar menghadapi Alden yang keras kepala."Kamu mikir gak, si? Kamu udah mau tunangan sama Kak Zaski, jadi jangan gini sama aku."
"Aku bakal batalin itu."
"Segampang itu kamu bilang? Apa kamu gak mikir gimana nantinya aku di marahin Mama Papa karena pasti mereka pikir aku yang bikin kamu batalin itu."
Alden meraih tangan Liora ke dalam genggamannya."Kita bisa lewatin ini sama-sama, kalo perlu aku bakal nikahin kamu secepatnya biar bisa lepas dari orang tua kamu."
"Al, Zaski kakak aku. Aku gak mungkin bikin dia sakit hati kalo tau kamu batalin itu karena aku,"ujar Liora dengan tatapan lelah.
"Kamu tau? Aku sama Zaski sama sama gak ada perasaan satu sama lain."
"Ta—"
Alden yang melihat lorong tempat mereka berdiri mulai ramai akhirnya memilih menarik Liora pergi dari sini, hal itu membuat ucapan Liora terpotong.
Alden menutup pintu roftop pelan, lalu dia membawa Liora untuk duduk di sofa yang sudah di sediakan di ruang ini.
Liora hanya diam mengamati apa yang akan Alden lakukan selanjutnya. Laki-laki itu tampak sekali sedang menyimpan banyak masalah, dari tatapan matanya Liora bisa menebak. Apa lagi saat melihat Alden mulai mengeluarkan rokoknya. Dia tau bagaimana Alden, karena mereka pernah bersama dalam waktu yang cukup lama, mungkin ada 1 tahun lebih. Sampai akhirnya ada suatu kejadian yang membuat mereka harus putus.
"Bukan aku yang ngelakuin itu, aku di jebak, Ra."Alden terus meluruskan tatapannya ke depan dengan kosong.
"Aku tau, tapi aku gak tau harus gimana."
Liora bangkit dari kursinya."Aku percaya sama kamu, tapi aku gak bisa menentang keputusan Mama Papa,"ungkap Liora lalu berjalan pergi meninggalkan Alden yang nampak sangat frustasi.
__ADS_1
...•••...