Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Tujuh puluh tujuh


__ADS_3

Zelia menatap wanita di hadapannya dengan wajah penasaran, namun yang di tatap hanya diam tanpa ada niatan untuk mengeluarkan suaranya.


"Ge, lo gak mau ngomong apa gitu ke gue?"ucap Zelia yang mulai kesal melihat Gea terus bungkam.


Gea yang semula sedang fokus dengan laptop di hadapannya langsung menatap Zelia bingung."Ngomong apa?"


"Ck, emang kalo bego dari kecil sampai tua juga tetep bego!"kesal Zelia.


Gea melotot, gila saja Zelia selalu mengata-ngatai dirinya sesukanya."Kok lo bego-begoin gue terus, si?!"protesnya tak terima.


Tuk


"Makanya jangan bego kalo gak mau di kata-katain,"balas Zelia setelah menyentil kening Gea.


"Serah lo!"Gea yang memang tak tau apa yang hendak di bicarakan pun memilih kembali fokus dengan laptopnya.


"Ge, tolong ambilin gue minum, dong."


"Ada mbak gue, tinggal panggil,"gumam Gea.


"Anak gue maunya lo yang ngambil,"ujar Zelia menatap Gea dengan puppy eyes-nya.


Gea menggigit bibirnya kesal, andai saja yang di sampingnya ini bukan istri abangnya mungkin sudah dia usir sejak tadi."Ini anak lo di jadiin alesan gitu?"


"Ih, gak gitu. Beneran, deh. Ini anak gue maunya lo yang ngambilin,"jawab Zelia.


"Berisik lo,"dengus Gea sembari beranjak dari sofanya lalu pergi menuju dapur.


Zelia terus memperhatikan bagaimana cara Gea berjalan, tetapi masih biasa saja. Atau jangan-jangan waktu itu rencananya gagal? Tetapi tidak mungkin Arion bisa menahan nafsunya ketika melihat wanita seksi seperti Gea malam itu.


Atau mungkin Gea sudah tidak perawan hanya saja wanita itu menyembunyikannya. Memang sudah ada 2 bulan lebih sejak kejadian di mana Zelia menjebak Gea agar bisa melepaskan kesuciannya. Semenjak kejadian itu, Gea di bawa Arion ke London katanya karena pekerjaan sehingga dia tak bisa mempertanyakan soal malam itu langsung.


"Ngapain ngelamun? Ini minumannya,"ucap Gea mengejutkan Zelia.


"Makasih, aunty,"ungkap Zelia dengan senyumannya sembari menirukan suara anak kecil.


Gea terkekeh pelan lalu mengusap perut buncit Zelia."Sama-sama, sayangnya aunty."


"Kapan lo nyusul?"tanya Zelia.


Gea langsung menjauhkan tangannya, dia menatap Zelia dalam diam sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya."Eh, Zel. Katanya Liora udah hamil tau,"ucapnya mengalihkan topik Zelia.


"Oh, ya? Demi apa? Udah lama banget dia gak ngabarin gue,"ujar Zelia. Memang sudah ada 3 bulan lebih mereka tak berkomunikasi, karena Zelia sendiri sudah jarang memainkan ponselnya.


"Iya, kemaren di grub dia ngasih tau. Mau ngajak reunian, lo gak buka hp?"heran Gea.


Zelia menggeleng pelan."Enggak, males bosen main hp. Marvel juga gak ngizinin."

__ADS_1


"Posesif ya bapak Marvel,"sindir Gea.


"Tapi gue cinta,"kekeh Zelia membuat Gea langsung memutar bola matanya malas.


"Mulai bucinnya,"cerca Gea.


"Sirik? Bucin dong sama Arion,"balas Zelia.


Lagi-lagi wajah Gea langsung berubah datar, dia enggan membahas Arion ataupun tentang pernikahannya atau tentang hubungannya dengan Arion yang justru membuat suasana hatinya memburuk.


"Kenapa, si? Perasaan dari awal gue dateng kalo bahas Arion lo langsung diem kaya orang dongo?"bingung Zelia. Dia sudah merasakan aneh sejak pertama sampai di rumah Gea, namun sebisa mungkin menepis pikirannya. Tetapi semakin kesini gelagat Gea semakin membuatnya curiga.


"Gak papa, gue lagi males aja bahas dia,"jawab Gea setelah menghela nafas berat.


"Kalian gak lagi berantem, kan?"tebak Zelia semakin curiga.


"Enggak,"balas Gea pendek.


"Jalan aja, yuk?"ajak Gea. Dia benar-benar sedang tak ingin membahas tentang pertanyaan yang sejak tadi Zelia lontarkan, karena itu membuat hatinya terasa seperti di iris ketika mengingat Arion.


"Hei! Lo gak bisa boongin gue, Ge. Mata lo gak bisa boong, lo lagi gak baik-baik aja!"Zelia menatap Gea penuh selidik.


Gea membalas tatapan Zelia, lalu lagi-lagi harus menghela nafas berat saat merasakan sesak di dadanya. Andai dia sedang sendirian, mungkin dia akan menangis tersedu-sedu seperti biasanya.


"I'm okey, jangan khawatir."


"Zel, plisss,"potong Gea dengan tatapan memohon membuat Zelia langsung bungkam.


"Okey, emm. Gue pulang aja, deh,"ujar Zelia seraya memasukkan beberapa barangnya ke dalam tas.


"Kenapa pulang? Bang Marvel kan masih di kantor,"tegur Gea.


"Gak papa, pengin pulang aja."Zelia beranjak dari sofa diikuti Gea di belakangnya.


"Pak, tolong anterin kakak saya,"ucap Gea kepada supirnya.


"Baik, non."


"Gue balik duluan, ya,"pamit Zelia seraya melambaikan tangannya. Dia memasuki mobil Gea lalu mulai jalan meninggalkan pekarangan rumah Gea.


Gea tersenyum, dia menghela nafas lega saat melihat mobil yang Zelia tumpangi sudah menghilang dari pandangannya. Baru saja hendak memasuki rumahnya, namun melihat mobil Arion yang baru tiba menghentikan langkahnya.


"Arion,"gumam Gea tak percaya melihat pemandangan di hadapannya.


...***...


Zelia baru saja tiba di rumah, dia langsung membersihkan tubuhnya lalu setelah selesai memilih untuk tidur karena tubuhnya terasa sangat lelah.

__ADS_1


"Ngantuk, YaAllah,"gumamnya sembari menguap lebar. Dia mulai memejamkan matanya. Namun baru beberapa detik kembali membuka lebar matanya saat ponselnya yang ada di nakas bergetar.


Dia meraih benda pipih itu lalu menerima panggilan yang masuk dari suaminya."Kenapa?"tanya Zelia setelah panggilan tersambung.


"Masih di rumah Gea?"


"Udah pulang, baru mau tidur."


"Maaf, sayang. Aku ganggu, ya?"


Zelia memutar bola matanya malas."Lagian ngapain nelfon? Ada yang penting?"


"Enggak, cuma aku mau izin keluar sama temen."


Zelia langsung mengubah posisinya menjadi duduk."Kemana? Sama siapa? Dimana? Pulang jam berapa?"


"Haha, satu-satu dong nanyanya."


"Aku serius, Vel! Jangan bercanda kenapa, si!"


"Sama temen osis, sayang. Kita mau reunian."


"Serius? Tumben kamu mau ikut acara begituan."


"Ya karena tadi banyak anak cewek yang nyuruh aku ikut. Jadi gak enak mau nolak."


"Yaudah!"


Tut tut


Tanpa menunggu jawaban Marvel Zelia langsung mematikan sambungan telfonnya, dia mendengus kesal. Jadi Marvel sekarang mulai berani bermain-main dengannya. Benar-benar laki-laki gatal, tau istrinya sedang bunting dia malah enak-enakan reunian mana banyak ceweknya lagi.


"Dasar buaya, mata keranjang, playboy, gak tau diri, laki-laki gatel, gak cukup satu wanita. Udah tua, udah punya istri lagi bunting malah! Emang laki-laki tu cuma ngincer ************ doang, kalo udah di cobain di lepeh gitu aja! Cih,"cerocos Zelia panjang lebar seraya kembali merebahkan tubuhnya. Dia menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut sampai kepalanya pun tertutup.


"Kenapa gak di lanjutin ngocehnya?"


Srek


Zelia kembali membuka selimutnya lalu membulatkan matanya saat melihat Marvel sudah berdiri di samping ranjang menatapnya datar."Loh! Katanya mau reunian?"


"Aku ngerjain kamu doang, tau-taunya ngoceh aja,"jawab Marvel seraya terkekeh.


Zelia menatap Marvel kesal."Kamu tuh bikin orang kesel tau gak!"


"Sayang mana yang kesel, hm? Ini kecel iya?"ucap Marvel seraya mengecup pipi istrinya bertubi-tubi.


"Aku mau nangis padahal,"ungkap Zelia sembari memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


"Maaf, sini katanya mau tidur,"ujar Marvel sembari membalas pelukan Zelia. Sedangkan Zelia langsung memejamkan matanya saat merasakan pelukan hangat Marvel.


__ADS_2