Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Surprise


__ADS_3

Zelia menatap jalanan yang terlihat ramai meskipun sudah sangat larut malam, dia mengusap air mata yang tiba-tiba menetes begitu saja membasahi wajahnya.


Marvel tak main-main dengan ucapannya, laki-laki itu seperti tak pulang karena sekarang sudah pukul 12 lebih. Suara tangis Zelia semakin pecah saat mengingat semenyedihkan apa hidupnya.


Seharian ini dia terus mengurungkan dirinya di kamar tanpa mau keluar, bahkan dari pagi dia belum sarapan karena nafsunya untuk makan sudah hilang sejak pertengkarannya dengan Marvel tadi pagi.


Zelia mengerutkan keningnya bingung saat melihat mobil yang tak asing memasuki garasi rumahnya, dia mengusap air matanya lalu berlari keluar kamar menuruni tangga.


"Mama papa?"beo Zelia dari ujung tangga saat melihat kedatangan kedua orang tuanya.


"Sayang,"gumam Nia lalu segera berhambur memeluk tubuh putrinya.


"Mama kenapa?"tanya Zelia di sela-sela pelukannya saat merasakan tubuh mamanya bergetar.


"Marvel, sayang,"gumam Nia membuat perasaan Zelia langsung risau.


"Marvel? Marvel kenapa?"bingung Zelia seraya menjauhkan tubuhnya dari mamanya.


"Marvel kecelakaan."Bukan Nia yang menjawab melainkan Gino membuat tubuh Zelia tak berdaya saat itu juga.


"Maksudnya? Enggak! Tadi dia izin mau per---"


"Gak ada waktu Zelia! Sekarang siap-siap kita ke rumah sakit,"ujar Gino memotong ucapan Zelia.


Zelia buru-buru berlari kembali ke kamarnya lalu memakai pakaian panjang, meraih tas serta ponselnya dan kembali menghampiri orang tuanya.


"Ma, Marvel gak kenapa-napa, kan?"tanya Zelia panik saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Gino yang sedang fokus mengemudi berdehem pelan, sedangkan Nia hanya diam menenangkan putrinya yang terlihat benar-benar khawatir dengan kondisi Marvel.


"Kamu abis berantem sama Marvel?"tanya Nia pelan saat melihat Zelia sudah mulai tenang.


Cukup lama Zelia terdiam, dia buat bingung oleh keadaan. Apa yang harus dia katakan kepada orang tuanya? Zelia tak mungkin jujur jika Marvel kembali selingkuh, karena itu akan membuat mereka murka lalu bisa saja menjauhkan Zelia dari Marvel. Dan Zelia tak mau sampai itu terjadi.


"Ma, kenapa gak sampe-sampe?"Zelia mencoba mengalihkan topik, tapi memang sedari tadi sudah ada 30 menit lebih mereka di mobil dan sampai sekarang belum sampai di rumah sakit. Padahal yang Zelia tau rumah sakit di sini dekat dengan rumahnya.


"Rumah sakitnya jauh,"jawab Gino membuat Zelia harus menghela nafas berat.

__ADS_1


"Kalo Marvel kenapa-napa gimana?"tanya Zelia seraya mencengkram tangan mamanya yang di genggam melampiaskan rasa khawatirnya.


"Gak papa, sayang. Jangan terlalu panik, hilangin pikiran-pikiran buruk kamu. Percaya sama mama, Marvel baik-baik aja,"ujar Nia menenangkan Zelia.


Gino meminggirkan mobilnya membuat anak dan istrinya kebingungan."Kenapa berhenti, pa?"tanya Nia kepada suaminya.


"Bentar ada telfon,"jawab Gino seraya mengangkat panggilan telfonnya.


Sedangkan Zelia benar-benar di buat kesal oleh sikap mama dan papanya yang terlihat santai, padahal menantunya mungkin sedang berjuang untuk hidup di rumah sakit! Benar-benar membuatnya geram.


"Papa sama mama apa-apaan, si? Suami Zelia lagi berjuang buat hidup! Kenapa kalian masih sesantai ini?"protes Zelia membuat Gino langsung menoleh.


"Kamu pikir kita gak khawatir? Sabar Zelia!"tegur Gino membuat Zelia langsung bungkam.


Akhirnya Gino kembali melajukan mobilnya setelah panggilannya terputus, laki-laki paruh baya itu menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe yang terlihat sepi pengunjung membuat Zelia semakin di buat pusing dan bingung.


"Kenapa berhenti di sini?"Zelia menatap sekelilingnya, ini bukan rumah sakit yang orang tuanya maksud melainkan sebuah cafe.


"Kita butuh makan Zelia, lagian tadi dokter bilang Marvel belum bisa di kunjungi,"ucap Gino menjawab kebingungan Zelia.


Kini mereka bertiga baru saja hendak masuk namun tiba-tiba listrik di sana mati membuat tempatnya terlihat gelap. Zelia yang memang pobia dengan kegelapan langsung memeluk tubuh mamanya erat seraya memejamkan mata.


"Kok gelap, ma?"gumam Zelia dengan suara bergetar.


"Kayaknya listriknya mati, deh. Kamu duduk sini dulu, sayang. Biar mama sama papa liat keluar,"ujar Gino namun Zelia buru-buru menolaknya.


"Gak! Zelia ikut aja, takut gelap, pa."


"Gak papa bentar aja,"balas Nia seraya melepaskan pelukan Zelia lalu mendudukkan putrinya di kursi yang kosong.


Zelia semakin memejamkan matanya saat Gino dan Nia sudah meninggalkannya. Tubuhnya mulai bergetar karena ketakutan, apalagi sudah ada 10 menit orang tuanya meninggalkannya. Wanita itu mulai terisak saat bayangan tawa menakutkan seseorang mulai berputar di kepalanya, lalu teringat Marvel yang sedang berjuang di rumah sakit.


Wanita itu tau pasti sekarang sudah pukul 1 malam lebih, mengingat tadi saat berangkat sudah jam 12 malam lebih.


Ceklek


Doarrr

__ADS_1


"HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!"


Suara balon meledak serta lampu yang menyala secara bersamaan membuat Zelia berjengit kaget, wanita itu meredakan tangisnya lalu berdiri dengan tatapan tak percaya.


Nyanyian ulang tahun yang baru saja terdengar sangat nyaring membuat Zelia seketika teringat bahwa hari ini dia ulang tahun. Namun tangisnya semakin meledak saat melihat orang-orang yang ada di hadapannya.


Di sana ada para sahabatnya, ada orang tuanya serta orang tua Marvel. Lalu Jordan, Clara dan yang lainnya semua hadir. Dengan Gea yang berdiri di tengah-tengah mereka dengan kue besar di tangannya.


"Hey, kok nangis, si?"ujar Nia seraya memeluk tubuh Zelia yang bergetar.


Zelia membalas pelukan mamanya suara isakannya semakin terdengar keras. Dia terharu namun teringat Marvel membuatnya semakin menangis keras.


"Hai, make a wish dulu abis itu tiup lilin,"ujar Gea dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


Zelia melepaskan pelukannya lalu mengusap air matanya yang masih mengalir. Dia berdoa sebelum pada akhirnya meniup lilin di depannya. Suara tepuk tangan yang meriah menyambutnya di barengi dengan iringan lagu yang menggema di dalam cafe ini.


"Sayang balik badan kamu,"titah Lia membuat Zelia dengan spontan langsung membalikkan tubuhnya.


Deg


Tiba-tiba detak jantungnya langsung menggila, dia menganga tak percaya dengan sosok laki-laki yang kini berdiri di hadapannya menggunakan pakaian rapi berbeda dengan pakaian yang tadi pagi laki-laki itu kenakan.


"Happy birthday, sayang. Doa terbaik buat kamu, panjang umur, sehat selalu. Semoga cinta dan sayang kamu ke aku terus bertambah setiap harinya, semoga cita-cita dan harapan kamu bisa segera terwujud. Maaf tadi pagi udah buat kamu nangis, sayang. I love you and I miss you, honey,"ungkap Marvel seraya menangkup wajah istrinya. Memberikan kecupan singkat di kening, kedua pipi serta terakhir bibir Zelia.


Zelia menatap Marvel dengan kening berkerut. Detik selanjutnya dia menangis keras saat sadar ternyata seharian ini dirinya di prank? Tentang Marvel yang selingkuh hanya rencana busuk mereka untuk membuatnya sedih?


"Jadi ini?"Zelia menatap satu persatu orang yang ada di sekitarnya meminta penjelasan.


"Ini rencana anak-anak muda, sayang. Kita sebagai orang tua cuma ikut-ikutan aja,"ujar Gino di angguki oleh yang lainnya.


Plak


Zelia memukul lengan Marvel dengan keras."Kamu ngerjain aku? Terus yang selingkuh?"


Marvel terkekeh pelan, dia membawa Zelia ke dalam pelukannya."Semuanya cuma prank! Gimana? Seru, gak?"goda Marvel membuat Zelia memekik kesal.


Semua yang ada di sana langsung tertawa lepas karena berhasil membuat Zelia menangis seharian. Acara pesta ulang tahun Zelia terus berjalan sampai pagi karena memang mereka memulainya sudah pukul 1 malam lebih.

__ADS_1


__ADS_2