Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[34]. I Love You Too


__ADS_3

"ZELIA!"Marvel menahan lengan Zelia dan dia terkejut saat melihat mata Zelia yang berkaca-kaca. Laki-laki itu menghela nafas lega saat melihat di sekitarnya sangat sepi.


Plak


"Lo apa-apaan? Gak seharunya lo mempermalukan Fara di depan anak-anak."Tanpa di duga, reaksi hati dan yang di lakukan sangat bertolak belakang. Marvel juga tak mengerti mengapa dia justru menampar, bahkan berkata seperti ini.


"Karena gue benci sama dia,"jawab Zelia santai. Matanya yang tadi berkaca-kaca kini berubah datar."Kenapa? Gak terima?"


"Lo gak seharusnya kaya gitu Zelia,"geram Marvel.


Zelia menghela nafas berat, cukup! Dia sudah tidak bisa berpura-pura di hadapan Marvel."Gue yang di permaluin sama Fara, Vel. Kamu gak tau, kan? Gimana perasaan aku, saat sahabat aku sendiri mempermalukan aku di depan anak-anak. Kenapa semua orang selalu beranggapan buruk tentang nikah muda? Aku nikah bukan karena aku hamil di luar nikah, dan kamu tau itu,"ungkap Zelia suaranya terdengar semakin pelan.


Zelia menundukkan kepalanya lalu menatap sepatunya."Kenapa harus sahabat aku? Kenapa harus Fara? Kenapa harus dia yang sama kamu?"Zelia mendongakkan kepalanya menatap Marvel dalam.


"Karena, dia yang gue mau."


Deg


"Gue udah bilang sama lo. Lo cuma orang yang udah bikin masa depan gue berantakan, karena lo gue harus nikah muda,"lanjut Marvel. Ucapan dan tatapan matanya lagi-lagi sangat bertolak belakang.


Zelia bisa melihat tatapan penuh rasa bersalah, tatapan khawatir dari laki-laki itu. Zelia mengangkat tangannya lalu sedikit berjinjit memegang sebelah pipi Marvel.


Wanita itu menarik wajah Marvel agar sedikit menunduk lalu tanpa di duga dia semakin menepis jarak keduanya hingga akhirnya bibir mereka menyatu, bukan hanya sebuah kecupan karena dengan sengajanya Zelia menggerakkan bibirnya di bibir Marvel."I love you too,"ungkap Zelia setelah melepaskan pagutan bibirnya.


"Waktu itu, aku belum sempat jawab pengungkapan kamu."Zelia menjauhkan tangan dan tubuhnya dari Marvel.


Marvel semakin menajamkan penglihatannya saat melihat ada bekas goresan di lengan wanita itu. Zelia yang sadar langsung menyembunyikan tangannya ke belakang tubuh.


"Gue gak cinta sama lo, Zel,"geram Marvel.


"Iya, karena sekarang kamu lagi suka sama Fara?"


Marvel mengangguk pelan."Iya, dan—"Marvel tak melanjutkan ucapannya.


Zelia menyunggingkan sudut bibirnya."Dan kamu cintanya sama aku. Kamu cuma suka sama Fara, bukan berarti cinta."

__ADS_1


Zelia berjalan semakin mendekati Marvel."Bibir kamu enak,"lirih Zelia sebelum pada akhirnya benar-benar pergi meninggalkan Marvel.


Marvel mengeram pelan, sialan! Kenapa di saat-saat sedang seperti ini Zelia justru menggodanya? Andai saja situasinya tak seperti ini, sudah di pastikan Marvel akan langsung membawa Zelia pulang sekarang juga. Lalu benar-benar menghabisi wanita itu hingga tak bisa berjalan.


"Sialan,"umpat Marvel. Lalu laki-laki itu berjalan melewati lorong-lorong sekolahnya dan segera menuju ke kelas.


|| Kelas ||


"Vel, kenapa si Zelia sama Fara?"tanya Danil saat melihat Marvel duduk di kursinya.


Marvel tak menanggapi itu, dia hanya ingin tidur untuk sekarang. Karena semalam dia hanya tidur sebentar. Kenzo yang hendak ikut bertanya di tahan oleh Alden."Jangan banyak bacot,"tegur Alden membuat Kenzo langsung diam.


Sedangkan di lain tempat, Zelia sedang di wawancarai oleh sahabatnya dengan berbagai pertanyaan. Dia baru saja menjelaskan apa yang terjadi antara dirinya dan Fara. Karena menurutnya di tutupi pun percuma, karena tadi mereka sudah terlanjur melihat.


"Gue gak nyangka Fara sejahat itu."


"Serius, Zel?"


"Kalian bisa diem gak, si?"kesal Liora membuat Gea dan Kara langsung menyengir.


"Zelia udah jelasin tadi, dan kalian hanya tinggal diam dan memahami apa yang Zelia jelasin,"lanjut Liora.


"Gue gak papa, Ra. Jangan khawatir,"ungkap Zelia mencoba untuk menenangkan Liora. Gadis itu hanya bergumam pelan.


"Emm, gue jadi sedih,"ungkap Gea dengan mata yang berkaca-kaca.


"Lo tega nyembunyiin hal kaya gini sendirian, Zel,"timpal Kara.


Zelia tersenyum."Gue bukan cewek lemah. Inget itu!"


Akhirnya Liora memilih untuk mengalihkan topik, dia tau bagaimana perasaan Zelia yang sebenarnya. Walaupun bilang tak apa-apa seraya tersenyum, tetapi hatinya sedang menangis sekarang.


14:55


Zelia yang baru saja selesai piket langsung berjalan keluar kelas melewati lorong-lorong sekolahnya yang sudah sepi. Hari ini dia piket sehingga sedikit terlambat, teman-temannya pun sudah pulang terlebih dahulu.

__ADS_1


Dia menghentikan langkahnya di tengah-tengah lorong sekolah saat melihat Reksa, laki-laki itu. Kenapa lak-laki itu ada di sini? Tubuhnya lagi-lagi bergetar hebat. Zelia kembali mati kutu, dan tak bisa menggerakkan tubuhnya.


Reksa terkekeh pelan."Gimana? Lo pikir setelah Jordan habis-habisan mukulin gue, gue bakal ngilang gitu aja?"


"Lo tau? Gue gak bisa ngilangin dendam gue ke abang lo! Dan lo yang harus nanggung semuanya."Reksa semakin mendekati Zelia. Tetapi wanita itu hanya diam di tempatnya, sebenarnya Zelia ingin lari, tetapi tubuhnya benar-benar tak bisa di gerakan.


Marvel, Bang Jordan


"Kenapa? Masih takut aja, si? Gue udah pegang-pegang lo malam itu, Zel,"bisik Reksa seraya menyingkirkan anak rambut Zelia ke belakang telinga.


Zelia semakin keringat dingin saat melihat Reksa semakin mendekatkan wajahnya. Tetapi entah apa yang terjadi selanjutnya karena Zelia merasakan tiba-tiba semuanya menjadi gelap.


Bugh


Marvel tanpa aba-aba langsung memukul Reksa dari belakang, membuat laki-laki itu terhuyung ke depan. Dan saat itu juga tubuh Zelia terjatuh ke lantai.


Marvel tanpa banyak bicara langsung membawa tubuh Zelia ke dalam gendongannya. Dia menatap Reksa penuh penekanan."Lo emang cari mati Reksa,"gumam Marvel sebelum benar-benar meninggalkan lorong sekolahnya.


Reksa tersenyum penuh kemenangan menatap gadis yang kini sedang berdiri di hadapannya."Gimana?"


"Bagus."


...•••...


Marvel terus memandangi wajah Zelia yang masih terpejam, dia sudah berada di rumahnya. Laki-laki itu memegang kening dan telapak tangan Zelia yang terasa sangat dingin.


Marvel semakin khawatir saat melihat sudut mata istrinya berair. Dengan sigap dia mengusap air mata itu. Laki-laki itu yang duduk di pinggiran ranjang semakin mencondongkan tubuhnya.


"Sayang bangun,"bisik Marvel terdengar lembut. Tetapi Zelia sama sekali belum mau membuka matanya.


Laki-laki itu benar-benar gelisah, dia tak berani memberitahu keluarganya tentang kondisi Zelia sekarang. Mengingat sesuatu tanpa aba-aba Marvel langsung beranjak dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar.


Zelia membuka matanya, dan seketika rasa pusing menyambutnya. Dia meringis pelan lalu dengan susah payah untuk duduk.


"Kok di kamar?"gumam Zelia bingung. Dia melirik tubuhnya, dia masih mengenakan seragam sekolah?

__ADS_1


Karena benar-benar tak tau apa yang terjadi, akhirnya Zelia mengedikan bahunya acuh. Wanita itu berjalan memasuki kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.


...•••...


__ADS_2