![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Marvel tiba di rumah tepat pukul 11;30, laki-laki itu segera memarkirkan mobilnya di garasi lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya. Dia menaiki satu persatu tangga lalu memasuki kamarnya.
Laki-laki itu menyunggingkan sudut bibirnya saat melihat Zelia yang sudah tertidur meringkuk di atas ranjang. Setelah membersihkan kakinya dan berganti pakaian Marvel langsung merangkak menaiki ranjang.
Laki-laki itu menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya lalu menutupinya dengan selimut tebal.
Cup
Laki-laki itu langsung memejamkan matanya setelah memberikan kecupan di kening istrinya.
"Kamu udah pulang?"tanya Zelia dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Marvel yang sudah terpejam kini kembali membuka matanya, sedikit menunduk untuk menatap wajah istrinya.
"Udah, kenapa pulang gak bilang?"
"Kamu lagi sibuk sama Bang Jordan, entah kemana."
"Masih pusing, hm?"
Zelia menggeleng pelan, lalu semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Marvel. Tiba-tiba keringat dingin mengucuri tubuhnya saat kembali mengingat Fara. Wanita itu memejamkan matanya rapat-rapat, hal itu membuat Marvel curiga.
"Sayang, ada yang sakit?"tanya Marvel khawatir.
"Enggak, ak-aku mau tidur,"gugup Zelia. Wanita itu melepaskan pelukannya lalu memunggungi Marvel.
Marvel yang melihat itu langsung memeluk tubuh Zelia dari belakang, mengusap perut yang sedikit membuncit itu dengan lembut.
"Yang ini gak papa kan di dalam sana?"bisik Marvel sensual tepat di samping telinga Zelia. Laki-laki itu mulai mengendus-endus leher Zelia membuat bulu kuduk wanita itu langsung meremang.
"Enggak dong, papa,"jawab Zelia menirukan suara bayi membuat Marvel terkekeh.
"Tidur ya, kamu harus banyak-banyak Istirahat."
Zelia mengangguk pelan lalu tak lama dari itu mereka berdua sudah sama-sama terlelap, dengan Marvel yang memeluk Zelia posesif.
06:15
Marvel membuka matanya dengan perlahan, lalu menolehkan ke samping. Ternyata istrinya sudah tak ada di ranjang, laki-laki itu segera beranjak pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya lalu segera keluar kamar.
"Sayang, kamu gak capek?"tanya Marvel sesampainya di dapur saat melihat Zelia sedang mencuci piring di pagi buta seperti ini.
Zelia menolehkan kepalanya sejenak sebelum akhirnya kembali fokus ke pekerjaannya."Enggak, kamu sarapan dulu."
Setelah selesai mencuci piring wanita berbadan dua itu berjalan mendekati suaminya yang sedang sarapan. Zelia berdiri di belakang kursi yang sedang di duduki Marvel.
__ADS_1
"Kamu kerja, kan?"tanya Zelia.
Marvel hanya mengangguk pelan, sebenarnya hari ini dia dan Jordan berencana untuk menemui Reksa. Tapi dia tak akan memberitahu Zelia, karena jika dia bilang sudah di pastikan istrinya melarang.
"Kamu gak sarapan?"
Zelia pindah kini berdiri di samping Marvel."Aku nanti aja,"jawab Zelia.
Marvel memundurkan kursinya lalu menarik pinggang istrinya pelan sehingga tubuh wanita itu kini sudah terduduk di atas pangkuannya."Kamu harus sarapan,"titah Marvel seraya menyodorkan satu sendok nasi beserta lauknya ke depan mulut Zelia.
Zelia hanya bisa pasrah lalu membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari Marvel. Wanita itu mengusap perutnya pelan, kini perutnya sudah sedikit besar sehingga pergerakannya sedikit terhambat. Tetapi dia juga merasa sangat bersyukur karena sama sekali tak mengalami morning sickness ataupun sejenisnya.
"Udah?"tanya Marvel yang langsung di angguki Zelia. Wanita itu segera berdiri lalu membawa piring kotornya ke wastafel.
"Aku mandi dulu,"pamit Marvel seraya berjalan menaiki tangga di susul Zelia di belakangnya.
Wanita itu mengambil pakaian yang akan di gunakan Marvel untuk bekerja. Lalu duduk di pinggiran ranjang untuk menunggu Marvel yang sedang membersihkan tubuhnya. Zelia mengusap perutnya pelan, terkadang dia merasa tak percaya bahwa sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.
Walaupun rumah tangganya sering di landa masalah tetapi dia dan Marvel masih bisa mengatasinya. Mereka pun sering bertengkar, beradu mulut, tetapi itu tak membuat mereka untuk memilih mengakhiri pernikahannya.
Ceklek
Marvel keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya lalu rambut yang sedikit basah. Laki-laki itu segera memakai pakaiannya lalu berjalan mendekati istrinya untuk meminta di pasangkan dasi.
Zelia dengan sigap memasangkan dasi milik Marvel."Kamu duduk,"titah Zelia membuat Marvel langsung duduk di pinggiran ranjang.
Setelah selesai Zelia langsung menatap Marvel, memajukan wajahnya hingga kini kening mereka saling menyatu."Kamu ganteng,"gumam Zelia seraya terkekeh pelan.
Marvel menyunggingkan sudut bibirnya, dia bisa merasakan hembusan hangat nafas Zelia di wajahnya. Lalu karena tak ingin menyia-nyiakan kesempatan dia segera menyatukan bibir mereka, membuat Zelia langsung memejamkan matanya.
Mereka melepaskan pagutan bibirnya saat sama-sama kehabisan nafas. Zelia menjauhkan wajahnya lalu berjalan menuju meja rias untuk mengambil sisir dan segera merapikan rambut Marvel yang sedikit basah.
"Udah,"ucap Zelia.
Marvel segera berdiri memakai jam tangannya, lalu meraih kunci mobil dan tasnya. Laki-laki itu berjalan keluar kamar di susul Zelia di belakangnya.
"Aku berangkat dulu."Marvel menarik pinggang Zelia pelan lalu mengecup kening istrinya.
Setelah Zelia mengecup punggung tangan Marvel, laki-laki itu langsung memasuki mobil membawa pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. Sedangkan Zelia segera masuk kembali ke dalam.
...•••...
Seorang laki-laki dengan kaos oblong hitam serta celana jins panjang senada, sedang bersandar di depan mobilnya menunggu seseorang. Laki-laki itu menjatuhkan putung rokoknya lalu menginjaknya menggunakan sepatu yang di kenakan.
"Sorry lama, gue tadi harus ngerjain beberapa kerjaan dulu di kantor."
__ADS_1
"Gak papa, kita ke sana sekarang."
Akhirnya dua laki-laki itu pun kembali masuk ke dalam mobilnya masing-masing membawanya menuju ke gedung tua yang sedikit lusuh, karena hanya di gunakan sebagai markas oleh anak-anak Tiger.
Sesampainya di depan gedung tua itu, Marvel dan Jordan segera turun. Memasuki gedung tua itu dengan wajah sangarnya, jangan lupakan tangan Jordan yang terkepal.
Brak
Suara pintu yang di buka dengan kasar membuat beberapa orang yang ada di dalamnya berjengit kaget. Reksa, laki-laki itu berdiri mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia berdecih pelan sebelum akhirnya menghampiri dua laki-laki gila yang sedang berdiri di depan pintu markasnya.
"Berani kalian ke sini?"ejek Reksa.
Jordan menyunggingkan sudut bibirnya, lalu maju satu langkah hingga kini jaraknya dengan Reksa semakin terkikis."Gue bukan pengecut kaya lo, yang jadiin orang sebagai alat balas dendam."
"Dan gue bukan lo, laki-laki bajingan yang berani merebut milik orang lain,"balas Reksa dengan wajah memerah. Mulai terbakar emosi, emosinya selalu memuncak saat melihat wajah Jordan.
Jordan terkekeh pelan, lalu menepuk pelan pundak Reksa."Bajingan mana, gue yang ngerebut milik lo atau lo yang sering mencoba untuk melecehkan kekasihnya sendiri."
Bugh
"TAPI LO LEBIH BAJINGAN ANJ*ING!"pekik Reksa dengan mata memerah.
Jordan mundur beberapa langkah karena pukulan reksa yang sangat tiba-tiba di rahangnya, laki-laki itu menggigit pipi dalamnya.
Bugh
Bugh
Melihat Reksa tersungkur ke lantai membuat Jordan dengan sigap langsung duduk di atas perut laki-laki itu. Mencengkram kerah baju Reksa dengan kuat."LO LEBIH BAJINGAN, JANGAN JADIIN KELUARGA GUE SEBAGAI ALAT BALAS DENDAM. INI URUSAN KITA BERDUA, DAN MEREKA GAK PERLU TAU!"
Bugh
Marvel dengan sigap memukul punggung anak buah Reksa yang hendak menyerang Jordan dari belakang.
"Lo tau, adek lo udah gue lec—"
Bugh
"Itu gak terjadi, karena gue lebih dulu nyelamatin dia!"
Bugh
Melihat wajah Reksa yang sudah babak belur membuat Jordan langsung berdiri, laki-laki itu menepuk-nepuk tangannya seakan-akan menghilangkan debu.
"Gue tekanin lagi, jangan bawa-bawa mereka. Kalo lo emang bukan pengecut,"gumam Jordan lalu segera pergi bersama Marvel yang sigap di sampingnya.
__ADS_1
"Pulang,"titah Jordan lalu segera berjalan memasuki mobilnya. Mereka berdua langsung pergi meninggalkan gedung tua itu.
...•••...