Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Lima puluh enam


__ADS_3

Plak


Wajah Zelia langsung tertoleh ke samping saat Reksa dengan kasar menamparnya, bahkan meninggalkan bekas kemerahan di pipinya yang semula putih.


"Berani lo ngomong kaya gitu di depan gue, hah?!"bentak Reksa.


"Karena itu faktanya, gue emang salah! Tapi Janeta lebih salah!"balas Zelia berani, untuk saat ini tiba-tiba keberaniannya muncul begitu saja untuk melawan Reksa.


Reksa yang geram langsung mencengkram dagu Zelia mendorong tubuh wanita itu hingga menabrak dinding di belakangnya."Di mata gue lo tetep pelaku sebenarnya."


"Gue gak peduli, karena kalo lo masukin gue ke penjara maka Janeta akan ikut. Lo di bodohin sama cewek lo, Reksa!"geram Zelia mengingat bagaimana liciknya Janeta.


"Lagipula bukannya selama ini lo di butakan sama Janeta, sampai-sampai lo manfaatin adek lo,"lanjut Zelia. Dia baru tau akhir-akhir ini tentang fakta bahwa dari dulu ternyata Reksa dan Janeta menjalin hubungan.


Cengkraman di dagu Zelia semakin terasa kuat membuat sang empu meringis pelan."Stop lo jelek-jelekin Janeta di depan gue,"tekan Reksa yang mulai merasakan pening di kepalanya.


"Gue gak akan berhenti sampai lo sadar!"tolak Zelia.


Zelia menarik nafas dalam-dalam saat Reksa melepaskan cengkraman di dagunya."Janeta cuma manfaatin lo, dia manfaatin biar bisa dapetin Marvel! Dan seharusnya lo sad---"


Plak


Dan tamparan kali ini berhasil merobek sudut bibir Zelia yang kini mulai mengeluarkan darah, wanita itu meringis pelan saat mulai merasakan perih. Dia memejamkan matanya sejenak sebelum pada akhirnya membukanya lagi.


"Lo tunggu berita mengejutkan dari gue,"sinis Reksa dengan seringaiannya lalu berjalan pergi meninggalkan Zelia begitu saja.


Dan saat itulah tubuhnya meluruh ke tanah, Zelia memeluk lututnya sendiri dengan lemas. Keringat dingin mulai membanjiri wajahnya, dia sejak tadi menahan rasa takutnya mati-matian.


"Gue yang bakal ngasih lo kejutan, Reksa,"gumam Zelia dengan tatapan lurus ke depan.


Setelah merasa dirinya membaik Zelia langsung beranjak pergi dari tempatnya, membawa mobilnya melaju meninggalkan lapangan tua yang sudah lama tak terpakai itu. Karena langit pun mulai menggelap yang menandakan sebentar lagi malam akan tiba.


Di sepanjang jalan Zelia terus berpikir keras kapan waktu yang tepat untuk membongkar kebenaran tentang kematian Fara, karena dia juga harus menyiapkan dirinya. Di saat dia melaporkan Janeta makan dirinya juga akan di penjarakan meskipun hukumannya akan lebih ringan dari Janeta.


Kesimpulannya adalah saat dia melaporkan Janeta maka sama saja dengan dia menyerahkan diri. Tapi bagi Zelia itu tak masalah, dia harus bertanggung jawab dengan apapun yang sudah dia perbuat.


Sesampainya di rumah Zelia langsung membersihkan tubuhnya lalu berjalan ke dapur untuk membuat makanan sebagai makan malamnya. Dia melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 7 malam, itu tandanya sebentar lagi Marvel akan pulang.


Kali ini Zelia akan mengolah ayam yang ada di kulkas menjadi lauknya, karena dia memutuskan untuk menggoreng nasi kesukaannya dan Marvel. Dia mulai memotong bawang dan bumbu-bumbu lainnya yang akan di tumis sebelum nasinya di goreng.


Setelah beberapa menit berkutat di dapur akhirnya nasi gorengnya pun sudah jadi, dia menatanya dengan rapi di meja makan lalu membersihkan dapurnya.


Zelia berjalan menuju ruang tamu, sedikit heran karena sudah jam 8 kurang tetapi Marvel belum sampai rumah. Pasalnya tadi laki-laki itu telfon katanya akan pulang jam 7. Dia mulai mengotak-atik ponselnya lalu mendial nomer suaminya yang akan di hubungi.

__ADS_1


"Ya sayang, kenapa?"


"Kamu di mana? Kok belom sampe rumah?"


"Jalanan macet, sayang. Aku lagi di jalan."


"Oh yaudah, aku tungguin."


"Iya, bay."


Tut tut


Zelia mendengus pelan saat Marvel memutuskan sambungannya secara sepihak, dia memilih untuk menghempaskan tubuhnya ke sofa sembari menunggu Marvel tiba.


{20:55}


Marvel berjalan memasuki rumahnya dan langsung di sambut dengan Zelia yang terlelap di sofa ruang tamu. Dia menghela nafas pelan lalu mendekati istrinya, sebelum itu terlebih dahulu melepas jas serta dasinya.


"Sayang, bangun."Marvel mengusap pelan pipi Zelia seraya memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya.


"Eunghhh,"lenguh Zelia saat merasakan benda kenyal yang sedari tadi menyentuh wajahnya.


Wanita itu membuka matanya yang terasa berat dengan paksa, sedikit mengerutkan keningnya saat samar-samar melihat wajah Marvel.


"Iya, maaf telat lagi,"jawab Marvel seraya merapikan rambut Zelia yang berantakan.


"Gak papa, aku tadi masak tapi kayaknya udah dingin."


"Kan aku udah bilang jangan kecapean,"tegur Marvel.


"Cuma masak aja,"balas Zelia.


"Yaudah, aku mandi dulu."Marvel beranjak dari kursinya menuju kamar dengan Zelia di belakangnya yang membawakan jas serta tas laki-laki itu.


Sembari menunggu Marvel selesai mandi Zelia memilih untuk menyiapkan pakaian suaminya, setelah selesai dia kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


"Besok ikut aku ke kantor,"ucap Marvel yang kini sudah duduk di kursi makan.


"Emang kenapa?"bingung Zelia, pasalnya Marvel tak pernah menyuruh dirinya untuk ikut ke kantor.


"Gak papa, aku mau kamu nemenin di kantor,"balas Marvel lalu mulai menyantap makan malamnya.


Zelia hanya mengangguk pasrah, dia juga sedang menikmati makanannya."Tapi besok aku ke cafe,"ujarnya saat mengingat besok waktunya mengecek cafenya.

__ADS_1


"Cafe kan bisa di cek lewat cctv, sayang."


"Yaudah deh,"jawab Zelia.


Lalu keduanya kembali bungkam menghabiskan makanannya.


...•••...


Pagi ini seperti yang Marvel minta semalam, bahwa Zelia akan ikut ke kantor untuk menemani laki-laki itu. Meskipun sedikit malas karena pastinya dia akan bosan berada di kantor Marvel tanpa melakukan sesuatu.


"Udah siap, sayang?"tanya Marvel yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.


Zelia pun mengangguk pelan, wanita itu mengenakan dress selutut polos berwarna putih dengan rambut yang di biarkan tergerai indah. Dia berjalan mendekati Marvel lalu memakaikan dasi laki-laki itu.


"Ayo,"ajak Marvel setelah siap seraya menarik tangan Zelia membawanya ke mobil.


Akhirnya mereka berdua langsung meluncur ke kantor Marvel, jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Karena butuh waktu banyak untuk sampai di kantor apalagi saat pagi seperti ini biasanya jalanan akan padat.


Sesampainya di kantor Marvel langsung memarkirkan mobilnya, dia turun lebih dahulu untuk membukakan pintu istrinya. Lalu berjalan bersampingan dengan tangan yang melingkar di pinggang Zelia posesif.


Di sepanjang lorong yang Zelia lewati, banyak sekali karyawan-karyawati yang menyapanya ramah. Karena mereka tau bahwa Zelia adalah istri CEO di kantor ini.


"Nanti aku ada meeting jam 9,"gumam Marvel yang sudah duduk di kursi kebesarannya.


Zelia yang duduk di sofa langsung menatap Marvel."Aku sendiri?"


"Bentar sayang, cuma sampe jam 10 atau 11."


"Ck, sama aja lama."Wanita itu mengerucutkan bibirnya sebal.


"Mau ikut?"tawar Marvel seraya mendekati istrinya.


"Gak mau,"tolak Zelia lalu memeluk tubuh Marvel dari samping.


"Bentar aja, ya?"


"Iya gak papa."


"Nanti kalo bosen ke kamar aja pintunya di kunci,"ujar Marvel yang langsung di setujui Zelia. Memang di ruangannya ada kamar khusus untuk dia saat biasanya istirahat atau ketika menginap di kantor.


Akhirnya Marvel kembali lagi ke kursinya untuk mengerjakan beberapa hal yang perlu dia cek, sembari menunggu waktu untuk meeting tiba. Sedangkan Zelia sudah sibuk dengan laptop di pangkuannya, menonton Drakor.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2