![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Sudah satu minggu lebih setelah kejadian di mana Zelia di culik oleh Reksa. Dan selama itu Marvel tak pernah membiarkan Zelia sendirian di rumah maupun di luar rumah, seperti saat di sekolah dia meminta Gea untuk selalu menemani Zelia. Karena semenjak kejadian itu, Zelia sering setres karena traumanya kepada Reksa.
Sekarang Marvel sedang menemani Zelia masak, tadi sepulang sekolah mereka mampir ke rumah orang tua mereka terlebih dahulu. Dan sekarang sudah pukul 19:12. Karena mereka belum makan malam jadi Zelia memutuskan untuk masak.
"Vel, ambil gih nasinya di rice cooker,"pinta Zelia yang sedang sibuk menumis bumbu nasi goreng. Sedangkan Marvel yang berdiri di samping wanita itu langsung mengambil piring dan nasi.
"Nih,"ucap Marvel seraya menyerahkan piring berisi nasi membuat Zelia langsung menerimanya.
Marvel terus memperhatikan wajah Zelia yang fokus ke masakannya dari samping. Tangannya terangkat untuk menyingkirkan rambut wanita itu yang menutupi sebagian wajahnya.
"Vel, tolong iketin aja ya rambutnya. Gerah,"ucap Zelia membuat Marvel langsung berdiri di belakang wanita itu.
"Makanya punya rambut jangan panjang-panjang,"gumam Marvel seraya mengikat kuda rambut panjang Zelia.
"Kalo gak panjang, nanti aku jelek,"jawab Zelia masih sibuk berkutat dengan nasi gorengnya.
Marvel terkekeh pelan lalu dia memajukan wajahnya dan mengecup sebelah pipi Zelia dari samping."Mau kamu kaya gelandangan juga tetep cantik di mata aku,"goda Marvel.
Zelia mematikan kompornya lalu membalikkan tubuhnya menatap Marvel yang berdiri di hadapannya."Suka banget sekarang ngegombal,"ucap Zelia.
Marvel tertawa pelan lalu menjawil hidung Zelia."Gombalnya cuma sama kamu."
"Nyenyenyenye,"sewot Zelia lalu berjalan untuk mengambil piring bersih.
Marvel langsung berjalan menuju ke meja makan, dia menarik kursi lalu segera duduk di sana memperhatikan Zelia yang sedang mendekati Marvel dengan satu piring di tangannya.
"Kok cuma satu?"tanya Marvel.
Zelia menyunggingkan sudut bibirnya lalu duduk di samping Marvel."Satu piring berdua?"goda Zelia. Wanita itu mengambil dua sendok hendak meletakannya ke piring tetapi sendok satunya langsung di rebut oleh Marvel.
"Satu sendok berdua?"
"Terserah kamu,"ujar Zelia seraya tertawa pelan.
Wanita itu mulai menyuapkan nasi ke dalam mulutnya."Kamu mau?"tawar Zelia.
"Kamu pikir aku gak laper?"kesal Marvel membuat Zelia langsung menyuapkan satu sendok nasi ke mulut Marvel.
"Marah-marah mulu,"gumam Zelia seraya mengerucutkan bibirnya.
Marvel terkekeh pelan lalu menyubit pelan pipi Zelia."Enggak marah, sayang."
"Kamu dari tadi marah-marah mulu sama aku."
"Maaf,"ungkap Marvel.
"Diem, deh, makan ya makan aja,"kesal Zelia membuat Marvel langsung bungkam. Mungkin Zelia sedang kedatangan tamu bulanan, sehingga dirinya selalu salah. Mereka terus larut melanjutkan makan malamnya.
20:15
"Udah, Zel, sekarang waktunya belajar,"tegur Marvel seraya merebut ponsel yang dari tadi di mainkan Zelia.
Marvel beranjak dari ranjang lalu mengambil buku-buku Zelia membawanya ke meja dekat sofa. Dia kembali menghampiri istrinya lalu mengangkat tubuh Zelia seperti koala.
"Ayok belajar dulu,"ajak Marvel seraya menurunkan Zelia di karpet diikuti dirinya yang ikut duduk di samping wanita itu.
Zelia dengan wajah kesalnya langsung membuka bukunya, dan mulai mempelajarinya. Dia juga mengerjakan beberapa tugasnya.
"Udah, ya, males."
"Belom selesai. Gak boleh males, bentar lagi kita ujian, Zel,"tegur Marvel.
"Kamu mau kuliah,"tanya Zelia seraya memainkan bolpoin di tangannya.
Marvel hanya diam memperhatikan wajah cantik Zelia."Gak tau, kalo papa nyuruh buat ngurus perusahaan kayaknya gak bakal kuliah."
"Sayang banget, padahal pinter."
"Kamu mau kuliah di mana?"tanya Marvel balik.
"Enggak, deh, di rumah aja jadi istri yang baik,"ungkap Zelia seraya tertawa pelan.
Marvel terkekeh mendengar ucapan Zelia."Kenapa, hm? Kalo mau kuliah, ya kuliah aja. Nanti aku yang kerja buat biayain kamu kuliah,"ucap Marvel seraya memainkkan rambut Zelia.
__ADS_1
Zelia menggeleng pelan."Ntar kalo aku kuliah. Terus kamu kerja, gak adil, dong. Masa kamu susah payah banting tulang, sedangkan aku kuliah."
Marvel yang gemas melihat wajah Zelia langsung menggigit sebelah pipi wanita itu."Ya emang itu udah kewajiban aku, sayang. Buat nafkahin kamu,"jelas Marvel.
"Ya tapi jangan masa aku kuliah kamu kerja. Gimana aku kerja aja?"
"Gak! Aku gak akan pernah ngizinin kamu buat kerja, kalo gak mau kuliah. Cukup di rumah aja,"larang Marvel.
Zelia menangkup wajah Marvel lalu memberi kecupan singkat di bibir laki-laki itu."Kenapa gak boleh kerja?"tanya Zelia tanpa menjauhkan tangannya dari wajah Marvel.
"Biar aku aja yang kerja. Kamu cukup jadi istri yang baik, gak perlu ikutan kerja. Nanti capek,"ucap Marvel.
"Yaudah."Zelia menjauhkan tangannya dari wajah Marvel."Udah ya belajarnya?"lanjut Zelia.
"Oh, kamu ngerayu aku biar gak belajar?"
"Aku capek, Vel, kali ini aja, ya? Plissss,"Zelia menyatukan kedua tangannya di depan dada seraya menatap Marvel dengan tatapan memohon.
"Kali ini aja?"tanya Marvel yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Zelia.
Marvel menghela nafas pelan."Yaudah, terus kalo gak belajar tidur, ya?"
Zelia mengerucutkan bibirnya sebal."Aku belom ngantuk, Vel,"protes Zelia.
"Terus maunya gimana?"tanya Marvel sesabar mungkin.
"Jalan-jalan."
"Udah malem, sayang."
"Ck, terus ngapain? Nonton drakor boleh?"
"Enggak, kemaren baru nonton. Dan kamu udah janji nontonnya lusa."
"Terus ngapain?"
Marvel menyunggingkan sudut bibirnya."Mau mainan, gak?"
Zelia mengerutkan keningnya bingung."Main apa? Kaya anak kecil aja."
Plak
Dengan kasar Zelia memukul lengan Marvel membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan."Sakit, Zel, Ya Allah siapa si yang ngajarin mukul gitu?"
"Makanya jangan mesum!"
"Siapa yang mesum?"
"Kamu!"
"Emang aku ngomong apa?"
"Main di atas ranjang."
"Emang main apa kalo di atas ranjang?"
"Ya-ya mana aku tau,"jawab Zelia gugup.
"Pasti pikiran kamu yang mesum,"tuduh Marvel.
Zelia melotot tajam."Heh! Enggak, ya."
"Terus tadi? Padahal aku mau ngajak main game di hp tadi di atas ranjang."Marvel mengusap-usap kening Zelia."Ini otaknya kotor, ya?"
Zelia menepis tangan Marvel dengan kasar."Enggak. Males ah kamu nya gitu,"marah Zelia lalu bangkit dari duduknya.
Drttt drttt
Marvel meraih ponselnya yang ada di meja lalu melihat pesan masuk yang ada di ponselnya.
...Black Dragon...
Kenzo: WOYYYYYYY KEMANA NI PADA?!!
__ADS_1
Danil: BRISIK ANJING!
Rendra: Kelakuan jomblo!
Alden: Jomblo karaten!
Kenzo: Iyadeh, yang gagal nikah ma bahagia.
Danil: Gue aja dengernya seneng. Apa lagi lo Al?
Rendra: Ikut seneng
Kenzo: Sebenernya agak sedih. Gue pikir, kalo Alden jadi nikah, gue bisa nikung Liora!
Alden: Doain aja. Semoga bener-bener gagal!
^^^Emang belom dapet bukti Al?^^^
Kenzo: Semoga Cepet kebongkar yang sebenarnya
Alden: Belom, dan waktunya tinggal beberapa hari lagi
Rendra: Kalo gak nemu tu bukti?
Danil: YA KAWIN SAMA NENG ZASKI
Kenzo: Nikah! Kawin pala bapak kau!!
^^^Sebenarnya rencana Zaski bukan si?^^^
Alden: Gue gak tau
Rendra: Sabar Al
Kenzo: Gue yakin lo masih perjaka Al😭
Alden: Mau gue buktiin?
Danil: Gak gitu juga konsepnya sugiono 😊
Rendra: Alden masih suci. Yang enggak noh yang sebelah
Kenzo: Udah jebol perawan ya yang sebelah 🧚
^^^Alhamdulillah udah. Enak woyyyyy^^^
Danil: Vel, Lo gak lagi main kan?
Kenzo: Anjing Danil, terus terang gitu nanyanya 🧜
Alden: Enak kan Vel?
^^^HEH! PARA OTAK MESUM LO SEMUA!^^^
^^^DASAR, BISANYA MESUM DOANG KAGAK NIKAH-NIKAH!^^^
^^^GARA-GARA KALIAN MARVEL JADI MESUM!^^^
^^^🔪🔪🔪🔪^^^
^^^MAU GUE BUNUH?!^^^
Danil: Weh, ibu bos ngamuk. Kaburrrrrr🐎
Zelia dengan kasar melemparkan ponsel Marvel kesembarang arah. Lalu menatap laki-laki yang sedang duduk di sampingnya dengan tajam.
Tadi saat Marvel sedang sibuk menyimak pesan grub. Zelia tiba-tiba datang dan merebut ponselnya membawanya ke ranjang.
"APANYA YANG ENAK?"
Marvel yang di tanya seperti itu pun langsung kelabakan sendiri. Laki-laki itu memilih untuk merebahkan tubuhnya terlentang lalu memejamkan matanya dengan kedua tangan yang di lipat di belakang kepala.
"Enak kalo udah nikah,"gumam Marvel.
__ADS_1
...•••...