![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Marvel menatap punggung Zelia dengan datar, entah lah sejak semalam dia pulang dari kantor wanita itu sama sekali tak mau berbicara dengannya. Bahkan saat tidur terus memunggunginya seperti ini.
"Morning, sayang,"sapa Marvel seraya menarik tubuh Zelia agar semakin dekat dengannya.
Zelia masih diam, tanpa mau membalikkan badannya untuk menatap Marvel. Dia masih mempertahankan dirinya untuk memejamkan mata, namun saat merasakan tangan kekar Marvel yang melingkari perutnya dia langsung menepisnya.
"Kamu udah bangun, aku tau."Karena tak mendapat respon akhirnya Marvel hanya diam, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Zelia.
"Kamu ke kantor, kan? Aku gak bikin sarapan pagi ini,"gumam Zelia.
"Aku libur,"jawab Marvel. Dia mulai mengendus-endus leher jenjang istrinya, sekali-kali memberikan kecupan basah di sana.
"Vel!"geram Zelia seraya menahan tangan Marvel yang sudah menelusup masuk ke dalam kaos yang di kenakannya.
"Kenapa, hm?"tanya Marvel dengan suara seraknya membuat bulu kuduk Zelia meremang apalagi ketika merasakan hembusan nafas Marvel di lehernya.
"Kenapa liburhh?"Dengan susah payah Zelia menahan desahannya saat Marvel mulai menghisap lehernya membuat tanda kepemilikan di sana.
"Kamu kenapa marah?"Bukannya menjawab Marvel justru balik bertanya membuat Zelia berdecak malas.
Zelia menjauhkan tangan Marvel dari tubuhnya lalu berbalik menatap laki-laki itu dengan tajam."Semalam kamu dari mana?"
"Kantor, kamu tau itu."
"Serius? Setelah dari kantor?"Zelia menatap Marvel penuh selidik, namun yang di tatap masih tenang.
"Pulang, kan aku udah bilang macet makanya sampe rumah malam,"jelas Marvel seraya kembali menarik tubuh Zelia agar mendekat.
"Kamu boong, jelas-jelas aku denger ada anak kecil yang manggil kamu papa sebelum kamu matiin sambungan telfonnya!"bentak Zelia menatap Marvel marah.
Marvel mengerutkan keningnya bingung, entah ada apa lagi yang membuat Zelia marah seperti ini di pagi buta."Anak kecil?"
"Iya! Jangan boong, kamu selingkuh, hah?!"sarkas Zelia yang sudah duduk di tepian ranjang namun tatapannya masih tertuju kepada Marvel.
__ADS_1
Marvel memijat pelipisnya pelan lalu beranjak menyenderkan tubuhnya di senderan ranjang, membalas tatapan penuh permusuhan milik istrinya."Selingkuh? Buat apa aku selingkuh, kalo udah punya kamu."
Zelia berdecih pelan lalu beranjak dari sofa."Sekalinya selingkuh sampai kapan pun bakal tetep sama,"gumamnya sembari berjalan memasuki kamar mandi.
Marvel terkekeh pelan saat mendengar suara Zelia yang terus menggerutu di dalam kamar mandi, lalu laki-laki itu berjalan keluar kamar dengan buru-buru menuju ruangan kerjanya.
Zelia mengerutkan keningnya bingung saat tak melihat keberadaan Marvel di ranjang, lalu dia berjalan keluar kamar menuju dapur dan ruangan lainnya namun tak menemukan suaminya. Langkahnya terhenti di depan ruangan kerja Marvel saat mendengar laki-laki itu sedang berbicara dengan seseorang di balik telfon.
"Iya, urus semuanya. Jangan sampe ada yang berantakan atau kamu saya pecat!"
"..."
"Oke."
Setelah sambungan telfonnya terputus Marvel langsung berjalan keluar, dan dia di kejutkan dengan keberadaan Zelia.
"Abis telfon siapa?"tanya Zelia.
"Temen kerja,"jawab Marvel seraya berjalan kembali ke kamarnya dia menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Marvel merubah wajahnya menjadi datar."Apa cuma selingkuh, selingkuh dan selingkuh yang ada di pikiran kamu?!"
"Ya karena emang gitu, kan?"balas Zelia dengan mata bulatnya yang memerah.
"Zel! Gimana kita mau langgeng kalo kamu aja selalu berpikiran buruk tentang aku! Itu yang selalu jadi konflik di hubungan kita! Jangan labil, kamu udah dewasa udah gak seharusnya bertingkah kaya anak kecil,"tegur Marvel panjang lebar.
Zelia terkekeh pelan seakan-akan meremehkan ucapan Marvel."Kamu aja yang terlalu sensitif, aku cuma minta penjelasan kamu! Aku cuma mau kamu jujur! Kamu selingkuh, kan?"
"Iya! Kalo iya kenapa, hah?!"bentak Marvel berhasil membuat Zelia menjatuhkan air matanya.
"Kamu tega, Vel? Kenapa? Apa aku masih kurang buat kamu?"gumam Zelia dengan suara bergetar.
Marvel yang tak ingin meluapkan emosinya di depan Zelia memilih meninggalkan wanita itu. Dia kembali ke ruang kerjanya lalu mengurung dirinya di sana.
__ADS_1
Sedangkan Zelia, kini tubuhnya sudah luruh ke lantai. Wanita itu menutup wajahnya menggunakan tangan lalu menangis tanpa suara. Bagaimana tidak menangis? Setelah mendengar kejujuran Marvel. Memang itu yang dia mau, tapi kenapa Marvel harus selingkuh?
{10:15}
Marvel baru keluar dari ruang kerjanya setelah hampir berjam-jam mengurungkan dirinya, dia memasuki kamar dan langsung di sambut dengan Zelia yang sedang meringkuk di atas ranjangnya.
Tanpa mempedulikan istrinya dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, karena rencananya dia akan pergi hari ini.
Zelia yang sudah duduk di pinggiran ranjang masih bungkam menatap gerak-gerik Marvel yang sedang memakai kemejanya, entah mau kemana laki-laki itu dia sendiri terlalu gengsi untuk bertanya.
"Kamu jangan nungguin aku, karena aku gak pulang malem ini,"gumam Marvel seraya mengancingkan kemejanya.
Deg
Zelia menelan ludahnya dengan kasar, tangannya terkepal."Kamu mau nemuin selingkuhan kamu?"
"Hm,"balas Marvel lalu segera meraih ponsel, kunci mobil dan dompetnya. Dia berjalan keluar kamar membuat Zelia segera mengejarnya. Sebenarnya yang Zelia pertanyakan salah, tetapi karena malas berdebat Marvel memilih mengiyakannya.
"Marvel!"panggil Zelia menghentikan langkah laki-laki itu di tengah tangga.
"Kamu gak bisa giniin aku! Ceraiin aku sekarang kalo kamu mau milih dia,"ujar Zelia dengan suara bergetar.
Dia benar-benar merasa di permainkan oleh Marvel, jujur Zelia rasanya ingin menangis sekeras-kerasnya. Namun dia sadar, menangis tidak akan menyelesaikan masalahnya. Nyatanya hampir 1 jam tadi dia menangis, dan kenyataannya Marvel tetap pergi menemui selingkuhannya?
Marvel membalikkan tubuhnya lalu menatap Zelia dengan datar."Jangan pernah jadiin cerai buat mainan, Zelia! Kamu pikir pernikahan itu buat main-main? Dan berhenti menangis karena itu cuma buat kamu terlihat lemah!"
"Kamu yang mainin pernikahan kita, Vel! Kamu selingkuhin aku dan sekarang kamu bilang aku main-main sama pernikahan! Kamu emang gak pernah sadar sama kesalahan kamu!"pekik Zelia dengan wajah memerah menahan emosinya.
"Kamu tau, sebodoh apa aku dulu yang masih nerima kamu setelah semua kejahatan dan rasa sakit yang kamu kasih ke aku. Aku tetep maafin kamu sebesar apapun kesalahan kamu! Tapi ini balesan kamu? Apa di sini cuma aku yang terlalu cinta sama kamu?"lanjut Zelia dengan air mata yang mulai berjatuhan membasahi pipinya.
Marvel memejamkan matanya sejenak. Lalu membukanya kembali."Berhenti nangis di depan aku Zelia! Kamu pikir dengan kamu nangis bakal nyelesain semuanya?"
"Brengsek! Aku tau kamu brengsek! Tapi kenapa masih bisa secinta ini?!"gumam Zelia tak mengerti dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Marvel tak mempedulikan itu, dia kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan rumahnya membuat Zelia benar-benar terluka dengan sikap laki-laki itu.