Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[18]. Baper


__ADS_3

"MARVEL!"


Dengan tergesa-gesa Zelia berjalan menaiki tangga, membuka pintu kamarnya dengan kasar membuat orang yang ada di dalamnya terkejut.


"Apa-apaan si, Zel?"


"Lo yang apa-apaan! Ngapain bilang ke mama kalo gue gak nurut sama lo?"


"Fakta, kan?"


Zelia mendengus kesal."Harus banget ngadu?"


"Mama nanya, gue gak mau bohong!"Marvel menatap Zelia yang sedang misuh-misuh tak jelas."Belajar sana,"perintah Marvel.


"Gak!"


"Kapan pinternya kalo gak belajar?"Marvel bangkit dari ranjang lalu menarik Zelia agar duduk di karpet. Laki-laki itu bangkit mengambilkan buku-buku Zelia.


"Belajar,"titah Marvel menyodorkan buku kepada Zelia lalu ikut duduk di samping gadis itu.


"Gak ngerti gue, Vel, males ah. Besok nyontek aja sa—"


"Gak ada! Mana yang gak bisa gue ajarin,"potong Marvel.


Dengan kasar Zelia langsung membuka bukunya.


"Pelan-pelan, sayang,"tegur Marvel.


Zelia menatap Marvel dengan tatapan horor, entah kenapa dia merasa kamarnya tiba-tiba menjadi panas. Padahal ac-nya nyala dari tadi. Gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah.


"Kok panas, ya?"gumam Zelia.


Marvel terkekeh pelan melihat tingkah Zelia."Gak mandi makanya panas."


"Vel, lo mau gue lempar ke rawa-rawa?"kesal Zelia menatap Marvel tajam.


Marvel mengedikan bahunya acuh."Cepet belajar, Zel."


"Iya-iya,"jawab Zelia. Gadis itu mulai mengerjakan tugas-tugasnya, yang tak bisa pun di bantu oleh Marvel.


Marvel terus memperhatikan Zelia yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya. Laki-laki itu menyelipkan anak rambut Zelia yang menutupi mata gadis itu ke belakang telinga.


Jika boleh jujur sekarang jantung Zelia sedang maraton, dari tadi Marvel terus melakukan hal sepele yang mampu membuat jantungnya risau.


Mama tolongin Zeliaaaaaaa!


Marvel semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Zelia. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Zelia, yang langsung membuat tubuh gadis itu menegang. Marvel bisa merasakannya.


"Ada yang susah lagi?"tanya Marvel tepat di samping telinga Zelia. Bahkan gadis itu bisa merasakan hembusan nafas Marvel di samping wajahnya.


Zelia langsung menolehkan wajahnya dan seketika tatapannya terkunci dengan mata Marvel yang sedang menatapnya juga. Bahkan wajah mereka sekarang sangat dekat.


Jojon, Jojo tolongin bunda nak. Batin Zelia berteriak dalam hati memanggil kedua anaknya yang sedang anteng di ranjang.

__ADS_1


Marvel semakin mendekatkan wajahnya membuat gadis itu memejamkan matanya. Detik selanjutnya laki-laki itu meniup wajah Zelia."Mikir apa?"


Zelia langsung membuka matanya dengan kedua pipinya yang sudah bersemu merah. Sial, Marvel mempermainkannya.


Karena kesal gadis itu langsung memukul lengan Marvel dengan kasar seraya mengalihkan tatapannya ke buku."Apaan, orang mata gue sakit."


"Gak lagi mikir aneh-aneh, kan?"


"Enggak! Lo kali yang mikir aneh-aneh iya, kan?"tuduh Zelia menunjuk wajah Marvel.


Marvel meraih tangan gadis itu menurunkannya dari hadapan wajahnya."Gak boleh nunjuk-nunjuk gitu,"tegur Marvel.


Zelia langsung menarik tangannya dari genggaman Marvel."Iya, maaf."


"Udah, mana yang gak ngerti lagi?"tanya Marvel kembali fokus ke tugas Zelia.


"Yang ini,"tunjuk Zelia yang membuat Marvel dengan telaten dan sabar mulai mengajari Zelia sampai gadis itu paham.


Mereka berdua terus larut dalam tugas Zelia, Marvel benar-benar membantu Zelia mengerjakan tugasnya hingga selesai.


...•••...


"Mau kemana?"tanya Zelia yang baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat Marvel hendak pergi dengan jaket yang melekat di tubuh laki-laki itu dan celana jins panjang.


"Keluar,"jawab Marvel seraya mengambil kunci motornya. Laki-laki itu berjalan menuruni satu-persatu tangga.


Zelia mengikuti langkah Marvel."Udah malem, Vel? Lo ninggalin gue sendirian?"


Marvel menghentikan langkahnya di depan pintu lalu membalikkan tubuhnya."Gak berani?"


"Jangan manja!"Setelah mengatakan itu Marvel langsung pergi meninggalkan Zelia yang masih mematung di depan pintu.


Jangan manja


Jangan manja


Jangan manja


Zelia langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat mencoba untuk melupakan ucapan Marvel tadi. Gadis itu menutup pintunya dan kembali berjalan ke kamar.


Sedangkan Marvel dengan ugal-ugalan laki-laki itu membawa motornya membelah jalanan kota Jakarta yang sedikit padat ini.


Marvel menghentikan motornya tepat di depan markasnya, setelah mesinnya di matikan dia langsung turun masuk ke dalam.


"Woi, Bro,"sapa Danil saat melihat kedatangan Marvel.


"Alden mana?"tanya Marvel saat tak menemukan laki-laki itu.


"Di toilet,"jawab Rendra yang sedang sibuk memainkan game di ponselnya.


Dengan kasar Marvel langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa."Kalian nginep di sini lagi?"


Kenzo dan Danil dengan kompak menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Gue pulang, udah 2 hari tidur di sini,"jawab Rendra.


"Jadi?"tanya Alden tiba-tiba membuat Marvel langsung menolehkan kepalanya.


"Kalian yakin dia udah bebas dari penjara?"tanya Kenzo kali ini terlihat serius.


"Gue tadi liat dia di Markas Tiger,"jawab Alden.


"Tapi kita gak mungkin kan langsung datang ke markasnya terus ngajak baku hantam?"Danil ikut bertanya.


Cukup lama mereka saling diam dan saling memandang satu sama lain. Marvel menghela nafas pelan."Kita jangan ke sana dulu."


"Loh kenapa, Vel?"tanya Rendra.


"Gue gak mau cari ribut. Kalo mereka ngusik, baru kita ladenin,"jawab Marvel seraya mulai mengeluarkan rokoknya.


Alden mengangguk pelan bersama yang lainnya menyetujui ucapan Marvel. Lagi pula dari dulu mereka tidak akan ribut jika tidak usik.


"Gak pulang, Vel?"tanya Alden. Kini mereka berdua sedang duduk di balkon markas. Sedangkan yang lainnya sibuk bermain PS. Dan Rendra sudah pulang.


Marvel menggelengkan kepalanya pelan."Baru jam 11."


"Bro, sekarang lo udah punya istri. Jangan tinggalin istri lo di rumah sendirian,"tegur Alden membuat Marvel langsung teringat Zelia.


"Lo gimana, Al?"


Alden yang tau kemana arah pembicaraan Marvel pun menghela nafas berat."Gue gak tau. Lagi cari bukti, tapi minggu depan gue bakal nikah sama Zaski. Gue gak ngundang siapa-siapa selain kalian."


"Kita pasti bakal bantu lo nemuin buktinya, Al,"ucap Marvel yakin membuat Alden tersenyum.


"Makasih."


"Soal Liora?"tanya Marvel lagi.


"Gue gak pernah nerima buat putus. Tapi untuk sekarang gue bakal bebasin dia, sampai gue nemuin buktinya."


Marvel menepuk punggung Alden pelan."Lo bisa, Al. Gue pulang dulu."Marvel bangkit dari kursinya lalu meraih kunci motornya dan segera pergi meninggalkan markas.


Dengan gerakan cepat Marvel langsung melajukan motornya meninggalkan area markas untuk pulang.


Sesampainya di rumah Marvel langsung menaiki tangga, rumahnya sudah sepi mungkin Zelia sudah tidur.


Ceklek


Begitu pintu terbuka pemandangan pertama yang dia liat adalah Zelia yang sedang meringkuk di sofa, hal itu membuat Marvel meringis pelan.


Marvel langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai laki-laki itu keluar hanya mengenakan celana pendek dengan bertelanjang dada. Kebiasaan Marvel jika tidur.


Marvel mendekati sofa tempat Zelia tidur lalu berjongkok di hadapan gadis itu. Dia mengusap pelan pipi Zelia lalu semakin mendekatkan wajahnya.


Cup


Setelah mengecup kening Zelia Marvel langsung mengangkat tubuh gadis itu dan membawanya ke ranjang. Di susul dirinya yang tidur di samping Zelia.

__ADS_1


Marvel menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya lalu melingkarkan tangannya di pinggang Zelia. Membiarkan kepala gadis itu bertumpu di dada bidangnya yang tak terlapisi apapun. Marvel mulai memejamkan matanya sampai pada akhirnya terlelap.


...•••...


__ADS_2