![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
2 bulan kemudian
Marvel yang sedang duduk di sofa kamarnya terus menatap Zelia yang berada di atas ranjang. Wanita itu masih terlelap dengan posisi menyamping sehingga Marvel bisa memandangi wajah damai istrinya hingga puas.
Rasa ketakutan setiap hari terus menghantuinya, bahkan hampir 1 bulan belakangan ini tidurnya tak pernah nyenyak. Alasannya karena sebentar lagi sudah di pastikan istrinya akan melahirkan, dan Marvel takut anak dan istrinya kenapa-napa.
Bahkan dia tak pernah fokus dalam bekerja, dan sudah 1 minggu ini Marvel selalu bekerja dari rumah. Dia tak pernah mau meninggalkan Zelia semenit pun.
Setelah menghela nafas kasar Marvel langsung beranjak dari sofa dan menghampiri Zelia. Dia duduk di tepian ranjang, tangannya terangkat untuk mengusap pipi chubby istrinya.
"Sayang, kamu gak mau sarapan?"tanya Marvel lembut.
Zelia membuka matanya, sebenarnya sejak tadi dia sudah bangun hanya saja enggan untuk membuka mata. Wanita itu sedikit mengangkat wajahnya sehingga bisa menatap suaminya dengan jelas.
"Mager mau bangun,"gumamnya dengan wajah kusut.
"Mau aku ambilin? Tadi mbak udah aku suruh buat bikinin sop buat kamu,"ujar Marvel. Dia menunduk lalu mengecup singkat bibir istrinya.
Zelia menggeleng pelan, lalu mengubah tatapannya menjadi sendu."Aku pengin makan sosis bakar, tapi harus kamu yang beliin."
"Kenapa gak makan yang ada aja? Aku gak mau ninggalin kamu sendirian, atau mau aku pesenin di aplikasi?"bujuk Marvel namun lagi-lagi hanya di balas gelengan kepala oleh istrinya.
"Maunya kamu aja yang beliin, kan ada mbak yang jagain aku,"ucap Zelia masih berusaha untuk membujuk suaminya.
"Harus sekarang?"
"Iya,"jawab Zelia membuat Marvel hanya bisa menghela nafas kasar.
"Yaudah,"pasrah Marvel. Dia beranjak dari ranjang lalu mengambil kunci mobilnya yang ada di nakas."Kamu di kamar aja, butuh apa-apa nyuruh mbak aja. Aku sebentar,"pamitnya seraya mengecup kening istrinya.
"Hati-hati,"ungkap Zelia sebelum akhirnya Marvel benar-benar pergi meninggalkannya.
Marvel mengemudikan mobilnya menerobos jalanan kota Jakarta yang sedikit ramai meskipun ini masih pagi. Dia terus fokus dengan jalan di depannya mencari penjual sosis bakar yang istrinya inginkan. Sedikit sulit karena ini benar-benar masih pagi, dan banyak yang belum berjualan sepagi ini.
Setelah hampir setengah jam lebih Marvel keliling akhirnya dia menemukan penjual sosis bakar yang sudah buka. Tanpa menunggu lama dia langsung menepikan mobilnya dan segera turun.
"Pak, mau dong di bungkus,"ucap Marvel.
"Mau berapa, den?"
"50k, di bungkus, ya. Jangan terlalu pedes bumbunya,"ujar Marvel membuat sang penjual langsung mengangguk dan segera membuat pesanannya.
Marvel menunggu sembari duduk di kursi yang sudah di sediakan, dia menghidupkan ponselnya lalu mengecek beberapa email yang baru masuk. Ternyata ada beberapa dokumen yang harus dia periksa.
__ADS_1
"Ini den pesanannya."
Akhirnya setelah hampir 15 menit menunggu pesanannya pun jadi, dia langsung membayarnya. Lalu begitu sudah mengucapkan terimakasih Marvel kembali menuju mobilnya dan menjalankannya membawa pergi untuk pulang.
Drttt
Drttt
Fokus Marvel yang sedang mengemudi harus teralihkan saat ponselnya bergetar, dia meraih benda pipih itu tanpa melihat siapa yang menelfonnya Marvel langsung menekan tombol hijau.
"Vel, kamu dimana?"
"Di jalan, kenapa, Bun?"tanya Marvel. Dia sangat paham suara bundanya.
"Zelia di bawa ke rumah sakit, mau ngelahirin."
Deg
Mata Marvel langsung membulat."Marvel ke situ!"
Tut tut tut
Dia melempar asal ponselnya ke kursi samping, lalu semakin menambah kecepatan lajunya. Saat ini yang ada di pikirannya hanya keselamatan Zelia. Dia berharap istrinya baik-baik saja, bisa melahirkan dengan selamat.
"Bun, gimana Zelia?"tanya Marvel dengan nafas terengah-engah begitu sampai di depan ruangan istrinya.
Semua yang ada di sana langsung menatap Marvel."Lebih baik kamu masuk aja dampingin istri kamu,"perintah Juan di setujui yang lainnya.
"Marvel masuk dulu,"pamit Marvel dan segera masuk ke dalam ruangan Zelia.
Marvel menatap wanita yang sedang berbaring di brankar yang sudah di banjiri keringat wajahnya dengan tatapan teduh, begitu sampai di samping Zelia dia langsung mengecup kening istrinya berkali-kali.
"Kamu bisa, kan? Percaya sama aku kamu bisa,"ucap Marvel seraya menggenggam erat tangan Zelia yang mulai berkeringat.
Zelia menarik nafas dalam-dalam, dia sudah di banjiri oleh keringat dingin. Sembari melakukan apa yang di perintahkan sang dokter.
"Vel, sakitt,"rintih Zelia sembari terus mengejan.
"Ayo Bu, tarik nafas dalam-dalam lalu hembuskan perlahan-lahan,"titah sang dokter.
Zelia mengeratkan genggaman tangannya dengan Marvel, lalu kembali melakukan perintah sang dokter."Arhggg, huffftttt."
"Aaaaaaa,"pekik Zelia sembari mengejan.
__ADS_1
Oekkkk
Oekkkk
Tubuh Zelia langsung tak berdaya begitu mendengar suara tangisan bayi, dia menatap Marvel dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
Marvel mengecup kening istrinya berkali-kali."Makasih, sayang. Makasih kamu udah kuat bertahan,"ungkap Marvel tanpa sadar air matanya menetes begitu saja karena terharu.
"Selamat buat mas dan mbaknya, anaknya cewek,"ucap sang dokter.
"Makasih dok,"ungkap Zelia dan Marvel bersamaan.
Akhirnya setelah itu anak Zelia di bersihkan dan Marvel juga sudah mengazaninya.
1 jam berlalu
Kini ruangan yang Zelia tempati sudah di penuhi oleh keluarga besarnya beserta teman-temannya yang menjenguk dirinya.
"Yaampun, cucuku cantik banget,"puji Nia seraya menatap cucu pertamanya dengan kagum.
"Makasih, Grandma,"ungkap Zelia menirukan suara anak kecil. Tak lama setelah itu para orang tua pun meninggalkan ruangannya hingga hanya tersisa anak-anak muda.
"Anak gue, nih."Marvel menatap Jordan dan Arion dengan tampang songongnya.
"Sombong lo, gue aja pas punya anak gak sombong,"balas Jordan dengan wajah malas.
"Yang belum cepet nyusul, dong,"goda Zelia di tujukan kepada Arion dan Gea.
Arion terkekeh pelan lalu memeluk pinggang Zelia dengan posesif."Cepet nyusul, Sayang."
"Bang, jangan jadi kompor. Nanti kalo sampe rumah Arion ngebet bikin anak gimana?!"kesal Gea yang langsung di sambut gelak tawa teman-temannya.
"Emang lo gak pengin punya anak, Ge?"tanya Zelia.
"Ya mau lah! Cuma kan belom di kasih,"balas Zelia.
"Mau di namain siapa, Zel?"tanya Clara seraya mengusap pipi anak Zelia yang sedang terlelap.
"Rahasia, lo gak boleh tau. Itu rahasia gue."Bukan Zelia yang menjawab, melainkan Marvel.
"Songong lo!"ejek Clara seraya terkekeh.
Ruangan Zelia pun kini di penuhi gelak tawa mereka, hari ini hari yang akan selalu Marvel ingat. Hari paling bahagia dalam hidupnya, kini keluarganya sudah lengkap. Dan semua keresahan Marvel setiap hari sudah lenyap begitu melihat Zelia bisa melahirkan dengan selamat.
__ADS_1
"Makasih, sayang udah bikin hidup aku semakin bahagia."