Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
Tujuh puluh empat


__ADS_3

Gea menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan, jujur ini sangat berat untuk di ungkapkan. Tapi Gea butuh teman untuk memberikan dirinya masukan."Sebenarnya selama ini gue belom suka sama Arion,"ungkap Gea dengan berat hati.


Zelia sedikit terkejut, meskipun dari awal dia sudah menebak hal ini."Tapi, lo udah nikah sama dia? Terus alasan lo nerima dia jadi suami lo?"


Tatapan keduanya saling bertemu, Gea berharap Zelia bisa mengerti betapa beratnya ada di posisinya saat ini."Gue gak tega, Zel. Arion dari masa-masa SMA dia udah ngejar-ngejar gue. Dan karena gue tau gimana sakitnya ngejar-ngejar orang selama bertahun-tahun kita suka namun gak pernah dapet balesan. Gue gak mau Arion ngerasain apa yang selama ini gue rasain. Karena itu sakit, Zel."


"Tapi seharusnya dari awal lo nolak, Ge. Karena dengan kaya gini yang ada nanti Arion bakal lebih sakit, gimana bisa Arion nikah sama wanita yang gak punya perasaan sama dia? Menikah dengan wanita yang hatinya buat orang lain, itu lebih sakit dari sekedar bertahun-tahun ngejar orang yang kita suka tapi gak dapet balesan,"jelas Zelia mencoba untuk menasehati Gea.


Gea mengangguk pelan, dia tau dirinya salah. Tapi pada saat itu yang dia pikirkan hanya tak mau Arion merasakan apa yang pernah dia rasakan."Gue harus gimana?"


"Semuanya udah terlanjur, ibaratnya nasi udah jadi bubur. Dan jalan satu-satunya ya lo mulai sekarang harus belajar mencintai Arion. Pelan-pelan, Ge. Gue yakin bisa, lo tau gue sama Marvel gimana dulu? Cinta itu datang karena terbiasa, akan lebih mudah kalo udah nikah. Karena kalian bakal setiap saat bertemu,"jelas Zelia panjang.


Gea menyenderkan tubuhnya ke sandaran sofa, dia memijat pelipisnya pelan."Selama beberapa bulan ini gue hidup sama Arion. Gue ngerasa aman, nyaman. Tapi rasa cinta itu belom tumbuh,"gumam Gea.


"Kalian udah nikah 3 bulan lebih, gue yakin cinta itu bisa secepatnya tumbuh di hati lo buat Arion,"ucap Zelia meyakinkan Gea.


"Tapi, Zel. Gue benar-benar ngerasa bersalah sama Arion, dia rela gak nyentuh gue sekalipun karena takut gue gak suka. Dari situ setiap saat gue ngerasa gak pantas buat Arion, dia baik banget. Dia sayang banget sama gue, bahkan gue sering bikin dia kesel, marah pun dia tetap bersikap lembut ke gue. Dia gak pernah marahin gue, tapi hal itu justru bikin gue semakin ngerasa bersalah,"ungkap Gea. Memang selama dia menjadi istri Arion, laki-laki itu sama sekali tak pernah membentaknya, memarahinya. Ketika Gea berbuat salah pun Arion hanya akan menegurnya dengan cara yang lembut. Bukannya suami idaman seperti Arion?


"Lo yakin gak bakal nyesel kalo nyia-nyiain dia?"tanya Zelia.


Cukup lama Gea terdiam, dia benar-benar bimbang. Sebenarnya hatinya untuk siapa? Dia tak mau kehilangan Arion dari hidupnya, namun dia masih mencintai Idham. Wanita sejahat dirinya tak pantas bersanding dengan laki-laki sebaik dan setulus Arion.


"Gue gak mau kehilangan Arion,"jawab Gea pada akhirnya.


"Sebelum itu terjadi, lebih baik lo berubah jadi istri yang lebih baik lagi. Kewajiban seorang istri itu menuruti kemauan suaminya. Lo salah, Ge. Lo benar-benar belom ngasih yang seharusnya seorang istri kasih ke suaminya?"


Gea menggeleng pelan."Gue takut, Ge."


"Percaya sama gue, orang sebaik Arion gak akan nyakitin lo dalam hal apapun. Kesucian lo itu buat suami lo, buat Arion. Jadi nunggu apa lagi, meskipun Arion bilang gak papa. Percaya sama gue, dia terluka. Dia seorang laki-laki normal yang punya rasa nafsu, apalagi sama istrinya sendiri. Dia pasti kesiksa selama ini, apa lo gak kasian?"ujar Zelia membuat Gea lagi-lagi harus bungkam.

__ADS_1


"Gue bakal berusaha mulai sekarang, gue juga gak mungkin terus-terusan ngejar-ngejar Idham. Sedangkan status gue adalah istri orang, gue bakal berusaha buat cinta sama Arion,"putus Gea pada akhirnya.


Zelia menyunggingkan sudut bibirnya lalu menggenggam tangan Gea."Lo bisa, yakin sama diri lo sendiri."


"Makasih, Zel. Udah ngasih gue jalan terang,"balas Gea.


"Lo harus kasih surprise malam ini ke Arion,"ucap Zelia membuat kening Gea langsung berkerut.


"Surprise? Surprise apa?"bingung Gea.


"Pokoknya ada, deh. Sekarang lo siap-siap ganti baju kita ke mall sekarang,"titah Zelia tanpa mau di bantah.


Mata Gea membulat, dia menggeleng kuat."Gak! Bang Marvel udah bilang gak bakal nge---"


"Aunty mau punya ponakan ileran gara-gara keinginannya gak di turutin?"potong Zelia menirukan suara anak kecil.


Gea menghela nafas kasar, dia memilih beranjak dari sofa menuju kamarnya untuk bersiap-siap seperti yang Zelia pinta.


Kini Zelia dan Gea sudah berada di dalam sebuah Mall, wanita dengan perut buncit itu terus berjalan menarik lengan Gea sampai berhenti di deretan pakaian mini seperti lingerai dan baju-baju seksi lainnya.


Gea menelan ludahnya dengan kasar, dia menatap Zelia dengan tatapan penuh protes."Lo mau beli dalaman?"


Zelia berdecak pelan lalu mengambil salah satu lingerai transparan, dia menatap Gea penuh tanya."Lo pilih mau yang warna apa?"titah Zelia.


"Zel, gue gak pernah pake lingerai. Di rumah biasanya pake piyama atau kaos oversize doang,"jawab Gea.


"Ya, mulai sekarang setiap malam lo harus pake lingerai,"ujar Zelia.


"Gila! Gue ga----"

__ADS_1


"Gak ada penolakan!"potong Zelia. Wanita berbadan dua itu mengambil asal lingerai ada sekitar 10 setel lebih lalu membawanya ke kasir meninggalkan Gea yang masih di landa kebingungan.


"Berapa totalnya mbak?"tanya Zelia setelah belanjaannya di masukkan ke dalam paper bag besar.


"Totalnya dua juta lima ratus,"jawab sang kasir membuat Zelia langsung membayarnya.


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil dengan Gea yang mengemudinya."Maksud lo apa si, Zel? Lo mau pake lingerai sebanyak itu?"


"Enggak, lah! Gue udah punya banyak, bahkan kalo malem gak pake pakaian pun Marvel tambah seneng,"jawab Zelia ambigu.


"Dih, gila lo!"gumam Gea.


Zelia justru tertawa pelan, dia menatap Gea dari samping."Ntar gue mau kasih lo sesuatu yang indah."


"Apaan? Jangan aneh-aneh, deh."


"Nanti, lah. Biasanya Arion pulang jam berapa?"tanya Zelia.


Gea berpikir sejenak."Gak pasti, si. Tapi tadi bilangnya jam 7 malam udah berangkat pulang. Kemungkinan sampe rumah jam setengah 8 mungkin,"jawab Gea dengan tatapan yang masih fokus ke depan.


Zelia mengangguk pelan, dia menyunggingkan sudut bibirnya. Semoga saja rencananya berhasil, dan dia akan membantu Arion mendapatkan kesucian Gea."Oke, gue bakal minta Marvel buat jemput gue jam setengah 8."


"Gak mau nginep aja?"tawar Gea. Dia memarkirkan mobilnya di garasi rumah.


Zelia melepaskan seatbealt-nya lalu menggeleng pelan sebelum turun.


"Sini gue bantu,"ujar Gea mengambil alih beberapa paper bag di tangan Zelia.


Mereka berdua langsung meletakkan belanjaannya ke sofa, Gea memilih untuk membersihkan tubuhnya dan Zelia mengubungi Marvel agar di jemput pukul 8 kurang setelah rencananya selesai untuk membantu Gea menjadi wanita malamnya Arion nanti malam.

__ADS_1


...***...


Ada yang setuju dan mau baca gak kalo aku bikin cerita Arion sama Gea?


__ADS_2