![Married With You [MARZEL]](https://asset.asean.biz.id/married-with-you--marzel-.webp)
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit. Dan kini Zelia sedang duduk bersila di atas ranjang Gea, sedangkan pemilik kamar ini sedang berada di dalam kamar mandi memakai lingerai yang tadi mereka beli.
Butuh waktu sekitar hampir setengah jam untuk Zelia membujuk Gea agar mau memakai baju haram itu. Dan setelah berbagai hal gila dia lontarkan sebagai ancaman akhirnya Gea memutuskan untuk menuruti kemauannya.
Ceklek
...
...
Mata Zelia membulat benar-benar kagum melihat cantiknya Gea saat keluar dari dalam kamar mandi. Dia langsung beranjak dari ranjang mendekati gadis itu.
"Zel, lo gak gila kan nyuruh gue pake kaya gini di depan Arion?"ujar Gea sembari memandang penampilannya di depan cermin.
Zelia berdecak malas lalu mengamati penampilan Gea dari atas sampai bawah."Apanya yang gila, si? Bahkan lo mau naked di depan Arion pun itu bukan masalah besar."
"Ya, ya tapi kan gue takut. Ini kaya gak pake apa-apa mana buah dada gue kemana-mana lagi. Emang gak boleh pake bra, ya?"tanya Gea mencoba untuk bernegosiasi dengan Zelia yang keras kepala.
Zelia langsung menggeleng cepat. Dia kini duduk di atas meja rias Gea. Menatap gadis itu tajam."Lo susah banget si di suruh cari pahala? Asal lo tau, ya. Bikin puas suami itu berpahala, Gea. Apalagi nanti suami lo pulang kerja capek, terus sampe rumah di sambut istrinya yang seksi di kasih jatah. Beh! Gue jamin dia langsung ketar-ketir,"ucap Zelia di akhiri tawanya.
"Paham banget soal beginian lo,"gumam Gea yang sudah duduk di kursi riasnya.
"Gue kan dulu juga sering gitu, tapi lebih tepatnya abang lo yang nyosoran. Kesenggol dikit bangun,"kekeh Zelia dengan wajah anehnya.
Gea benar-benar tak mengerti dengan pikiran Zelia yang berubah mesum. Mungkin abangnya yang mengotori otak sahabatnya itu?"Untung Arion gak gitu, lo tau gak?"
"Apaan?"balas Zelia dengan wajah penasarannya.
Gea berdehem pelan. Dia sedang menjedai rambutnya asal membuat leher jenjangnya terekpos."Waktu itu gue kan lagi main hp, terus gue duduk tu di atas pangkuan Arion. Lo tau reaksi dia?"
"Dia gimana?"
"Wajahnya langsung merah kaya nahan sesuatu, emang gue salah kalo duduk di atas pangkuan dia?"lanjut Gea dengan wajah dongonya membuat Zelia ingin meninjunya berkali-kali.
__ADS_1
"Lo bego atau tolol?!"sarkas Zelia membuat Gea semakin bingung.
"Ck, apasih, Zel. Kok lo ngatain gue bego tolol,"kesal Gea tak terima.
Zelia yang sudah gemas menoyor kening Gea pelan."Emang lo bego! Jelas aja dia merah wajahnya, pasti dedeknya bangun. Mana lo dudukin lagi,"jelas Zelia lagi-lagi ambigu.
Gea yang memang tidak polos polos amat langsung mengerti apa yang di maksud Zelia. Dia jadi malu sendiri, kini lagi-lagi Gea menatap pantulan dirinya di cermin.
"Serius ini gak terlalu seksi?"tanya Gea sembari memutar tubuhnya. Jujur dia tak biasa, karena belahan dadanya terlalu terbuka. Bahkan lingerai ini tanpa lengan hanya ada tali kecil di pundaknya dan panjangnya saja sampai paha atas.
"Udah kaya wanita malam aja gue,"gumam Gea.
Zelia memutar bola matanya malas, dia memilih untuk meraih tasnya."Gini aja penampilan lo, ya. Jangan di ubah, rambutnya biar gitu aja."
"Iya, Zel."
Mendengar suara mobil membuat Zelia langsung berlari kecil menuju balkon."Ge, Marvel sama Arion udah pulang, tu. Gue balik dulu, nanti gue nyuruh Arion biar langsung ke kamar,"pamit Zelia tanpa menunggu jawaban dari Gea dia langsung keluar kamar gadis itu.
"Jangan lari-lari,"tegur Marvel saat melihat istrinya berlari menuruni tangga.
"Dia sakit?"tanya Arion dengan wajah berubah menjadi khawatir.
Zelia mengangguk ragu."Kecapean kayaknya, kita duluan, ya."Setelah mendapat persetujuan dari Arion, Marvel dan Zelia langsung meninggalkan rumah mereka untuk pulang.
Kini keduanya sudah berada di mobil dengan Marvel yang mengemudinya."Gea sakit?"tanya Marvel memecahkan keheningan di sekitar mobil.
Zelia menoleh, lalu tersenyum."Aku boong, ini masalah cewek kamu gak perlu tau."
"Dih, masalah cewek apaan. Jangan aneh-aneh, sayang. Jangan sampe nanti mereka berantem,"ujar Marvel.
Zelia malah tertawa."Mereka pasti bakal berantem,"gumamnya dengan pandangan ke depan menatap jalanan.
"Zel, apa yang kalian lakuin? Kalo sam---"
"Berantemnya di atas ranjang,"lanjut Zelia memotong ucapan Marvel.
__ADS_1
Dengan spontan Marvel langsung menoleh, dia menatap Zelia horor."Di ranjang? Kenapa gitu?"Entah mengapa tiba-tiba dia menjadi orang yang lemot.
"Adadeh, jadi tadi Gea cerita tentang perasaanya. Dia juga bilang kalo belom ngelepasin kesuciannya kan bego ya tu anak. Jadi aku mutusin buat ngebantu Arion merenggut kesucian Gea,"jelas Zelia membuat Marvel tersedak air liurnya sendiri.
"Kamu gak papa, kan?"panik Zelia saat melihat wajah merah Marvel karena terbatuk-batuk.
Marvel menatap Zelia dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu kembali fokus ke jalanan. Mereka berdua sama-sama bungkam karena Marvel tak menjawab pertanyaan Zelia.
Sedangkan Zelia sendiri di buat bingung dengan respon Marvel. Atau rencananya salah? Bukannya itu bagus? Karena dirinya mungkin sekarang Gea dan Arion sedang berbagi cinta?
Marvel memarkirkan mobilnya di garasi, tanpa menatap Zelia dia langsung turun begitu saja memasuki rumahnya.
"Marvel!"panggil Zelia sembari berlari pelan dengan kesusahan karena tubuhnya terasa berat.
Marvel menghentikan langkahnya di tengah tangga saat mendengar suara kaki Zelia yang berlari."Diem di situ!"
Laki-laki itu menghampiri istrinya."Kamu lupa pesan aku? Jangan lari-lari, bisa gak?!"
"Ma-maaf, kamu marah, ya?"cicit Zelia dengan wajah bersalahnya.
Marvel menghela nafas kasar lalu mengangkat tubuh istrinya ke dalam gendongannya. Jika di tanya berat atau tidak? Jawabannya tidak, tubuh Zelia tak sebesar yang kalian bayangkan. Bahkan hanya menggunakan tangan satu pun Marvel sanggup menggendongnya.
"Kamu kenapa marah?"tanya Zelia seraya melingkarkan tangannya di leher Marvel.
Marvel menunduk agar bisa melihat wajah istrinya lalu mengecup bibir pink itu dengan gemas."Jangan ikut campur urusan Gea. Nanti kalo ujung-ujungnya mereka berantem gimana?"tegur Marvel dengan suara beratnya.
"Iya maaf. Aku gak bermaksud kaya gitu, kok."
"Jangan diulangin lagi. Mereka punya keputusan dan pilihan sendiri,"lanjut Marvel seraya menurunkan Zelia dengan perlahan ke ranjang.
Zelia yang sudah duduk di tepian ranjang menatap Marvel yang sedang melepaskan kemejanya."Kamu mau makan apa?"
"Aku udah makan, mau mandi dulu."Marvel meraih handuknya lalu berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Sedangkan Zelia memilih untuk menyiapkan pakaian tidur suaminya.
__ADS_1