Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[12]. Janeta Berulah


__ADS_3

"Wow, ternyata lo gatel juga ya jadi cewek,"sindir Janeta yang tiba-tiba menghalangi langkah Zelia yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Zelia menatap Janeta bingung."Maksud lo?"


"Lo apain Marvel? Sampe mau deket-deket sama cewek kaya lo,"cemooh Janeta.


"Yaelah, cewek murahan ma bakal ngelakuin apa aja. Asal bisa dapetin cowok yang di suka,"timpal Lula yang merupakan dayangnya Janeta.


"Kalian apa-apaan, si? Gue gak ngerti!"


"Lo tu cewek murahan tau, gak!"Janeta menatap Zelia dengan sengit.


Zelia terkekeh pelan saat mendengar itu."Atas dasar apa lo bilang gue cewek murahan?"


"LO BERANI SAMA GUE HAH?!"bentak Janeta.


"Kenapa? Lo pikir mentang-mentang lo osis gue takut gitu?"Zelia semakin mendekati Janeta."Gue gak takut!"


Plak


"Dasar belagu banget si lo!"kesal Janeta setelah menampar Zelia.


Plak


"Lo pikir gue bakal diem aja gitu? Gue bisa bales,"sentak Zelia setelah membalas tamparan Janeta.


"Lo bener-bener, ya!"greget Janeta hendak kembali menampar Zelia tetapi tangannya sudah di tahan Zelia terlebih dahulu. Dan dengan gerakan cepat Zelia yang kembali menampar Janeta.


"ZELIA!"


Bentakan dari arah belakang Zelia sontak membuat gadis itu menolehkan kepalanya. Di sana dia bisa melihat ada Marvel bersama teman-temannya ada Gea dan yang lainnnya juga.


"Kamu apa-apaan, si, main tampar-tampar anak orang kaya gitu?"omel Marvel menatap Zelia marah.


"Gak tau, tu, padahal aku cuma bilangin Zelia biar masukin bajunya ke rok. Tapi malah di tampar,"ujar Janeta pada Marvel.


Marvel semakin menatap Zelia marah. Lelaki itu kembali menatap Janeta."Ta, sorry, ya. Zelia emang suka kaya anak kecil. Maafin ya udah nampar lo,"ujar Marvel.


"Gue duluan,"lanjutnya lalu menarik tangan Zelia dengan kasar. Marvel membawa Zelia ke roftop, begitu masuk laki-laki itu langsung mengunci pintunya.


"Sakit, apa-apaan si, Vel. Kasar banget!"kesal Zelia menghempaskan tangan Marvel yang menggenggamnya dengan kasar.


"Bisa gak si, Zel. Sekali aja lo patuhi aturan sekolah, lo mau jadi preman apa sekolah, si? Penampilan udah kaya berandalan gini, giliran di bilangin osis baik-baik malah nampar,"murka Marvel panjang lebar.


"Orang tadi Janeta yang nampar aku dulu."


"Gausah cari pembelaan. Jelas-jelas tadi Janeta bilang dia cuma ngomongin kamu!"


Zelia memutar bola matanya males."Dia nampar aku duluan, dan kamu tau masalahnya apa? Masalahnya kamu, dia suka sama kamu. Puas?"


"Apa-apaan, si. Kenapa jadi ngelantur. Pokoknya kalo besok kaya gitu lagi gue bakal bilang ke Papa,"ancam Marvel.


"Terserah!"Zelia berniat pergi dari roftop tapi lengannya di tahan oleh Marvel.


"Zel, kamu udah dewasa. Udah kelas 12 sekarang, apa kamu bakal terus-terusan jadi murid nakal kaya gini?"tanya Marvel, kali ini terdengar lebih lembut.


"Iya, aku salah."


"Jangan di ulangin lagi."


"Hm."


"Sini peluk,"tawar Marvel dan langsung menarik tubuh Zelia ke dalam pelukannya, lelaki itu menumpukan dagunya di kepala Zelia.

__ADS_1


Zelia hanya diam tak membalas pelukan Marvel. Sebenarnya dia ingin menjelaskan yang sebenarnya, hanya saja percuma tidak ada bukti. Dan Marvel tak akan percaya.


"Kenapa diem aja?"tanya Marvel saat tak merasakan Zelia membalas pelukannya.


Zelia menjauhkan tubuhnya dari Marvel."Aku mau ke kelas."


"Bajunya benerin dulu,"perintah Marvel saat melihat kemeja gadis itu yang sudah keluar dari roknya.


"Hm."


"Marah?"tanya Marvel saat melihat respon Zelia.


Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap Marvel."Gak!"Zelia langsung membenarkan bajunya.


Setelah itu Zelia pergi begitu saja meninggalkan Marvel. Gadis itu berjalan dengan terburu-buru sembari menatap datar ke depan.


Begitu masuk kelas Zelia langsung menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke kursi kayu miliknya yang tepat berada di samping Gea.


"Dari mana, Zel?"tanya Gea.


"Toilet."


Kara berdiri dari kursinya lalu mendekati meja Zelia."Zel, Fara kenapa, ya?"


Zelia mengerutkan keningnya bingung."Emang kenapa?"


"Dia gak masuk,"Gea ikut menimpali.


"Gak ada ngabarin kita juga, padahal biasanya juga ngabarin."Kara menatap Gea dan Zelia secara bergantian, memang tidak seperti biasanya Fara seperti itu.


"Udah lah, mungkin dia sakit,"sahut Liora dari kursinya.


Kara kembali ke kursinya yang tepat berada di depan meja Zelia."Dia akhir-akhir ini aneh,"gumam Kara.


"Ta—"


Belum sempat melanjutkan ucapannya Kara langsung bungkam saat guru yang mengajar datang. Akhirnya kelas menjadi hening, dan kegiatan belajar mengajar pun di mulai.


...•••...


Ting


Bunda: Sayang, nanti pulang sekolah sama Marvel langsung ke butik Bunda ya. Bunda sama Mama mau nyari gaun buat kamu.


Zelia: Iya Ma, agak sore. Marvel kumpul OSIS dulu.


Bunda: Oke sayang.


Zelia kembali memasukan ponselnya ke dalam tas, lalu memasukkan buku-bukunya. Kini dia tinggal sendiri di kelas karena tadi harus piket dulu. Sedangkan teman-temanya sudah pulang terlebih dahulu.


Zelia bangkit dari kursinya dan berjalan melewati lorong-lorong sekolahnya yang sudah sepi. Dia akan menunggu Marvel di halte depan. Karena tadi katanya Marvel ada kumpul osis sebentar.


Karena tak tau harus berbuat apa, akhirnya Zelia memutuskan untuk memainkan ponselnya.


Suara deru motor yang keluar dari dalam sekolahannya membuat Zelia langsung menolehkan kepalanya. Gadis itu mengernyitkan keningnya saat melihat Marvel yang sedang membonceng Janeta.


Zelia berdiri saat motor Marvel sudah berhenti di depannya. Dia masih bungkam menunggu apa yang akan Marvel ucapkan.


"Zel, tunggu sini dulu. Gue mau nganterin Janeta. Dia sakit,"ujar Marvel, belum sempat menjawab motor laki-laki itu sudah melaju meninggalkan dirinya.


Zelia menghela nafas pelan. Lalu dia kembali menjatuhkan tubuhnya di tempat tadi.


Sudah hampir 1 jam lebih Zelia menunggu Marvel tapi laki-laki itu belum juga kembali menjemputnya. Karena kesal akhirnya Zelia memutuskan untuk pulang dengan taksi.

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat, Marvel menatap Janeta dengan datar yang masih terpejam di ranjang. Tadi saat hendak pulang, tiba-tiba Janeta pingsan membuat Marvel harus menunggunya.


Begitu melihat gadis itu membuka matanya Marvel langsung menghela nafas lega."Ta, gue pulang duluan, ya. Udah sore,"pamit Marvel seraya bangkit dari kursinya.


Ada rasa tak rela saat melihat Marvel pergi, tapi detik selanjutnya Janeta tersenyum licik."Seenggaknya rencana gue berjalan mulus untuk hari ini,"gumam Janeta.


Marvel dengan terburu-buru segera membawa motornya untuk kembali ke sekolah. Tetapi saat sudah tiba di depan halte tempat Zelia tadi menunggu, dia tak menemukan keberadaan gadis itu. Hal ini membuat Marvel jadi khawatir. Dia mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan melihat ada beberapa pesan masuk.


Bunda: Pulang langsung ke butik sama Zelia.


Bunda: Kemana Vel? Kamu langsung ke butik.


Marvel: Iya Bun.


Marvel langsung melajukan motornya untuk ke butik. Dia pikir Zelia mungkin sudah pulang.


Laki-laki itu menghentikan motornya di depan butik besar yang bertuliskan"Butik GEMA". Jadi Bunda Marvel membangun butik ini dengan nama yang sengaja di ambil dari nama anaknya. Gema itu adalah singkatan dari Gea dan Marvel.


Setelah melepaskan helmnya Marvel langsung berjalan masuk untuk menemui Bundanya.


"Bun,"panggil Marvel membuat 3 wanita yang sedang duduk langsung menolehkan kepalanya.


Lia bangkit lalu mendekati Marvel."Dari mana kamu? Baru selesai kumpul osis?"


Marvel terlebih dahulu mencium punggung tangan Bundanya lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke sofa di samping Zelia duduk.


"Iya, Bun."


Akhirnya Lia dan Nia kembali sibuk memikirkan gaun seperti apa yang cocok untuk di pakai Zelia nanti di acara pernikahan. Sedangkan buat Marvel itu belakangan.


Marvel melirik Zelia yang dari tadi hanya diam memainkan ponselnya. Bahkan gadis itu bersikap seolah-olah tidak ada Marvel di sampingnya.


"Pulang sama siapa?"tanya Marvel.


"Zel,"panggil Marvel saat tak mendapat jawaban dari Zelia.


Zelia menolehkan kepalanya menatap Marvel."Nanya gue?"


"Menurut lo!"


"Kirain gak, peduli apa nanya-nanya gitu?"


"Dih, di tanyain juga,"kesal Marvel.


Zelia mengedikan bahunya acuh. Dia sedang malas berbicara dengan Marvel.


"Tadi Janeta pingsan makanya gue nungguin sadar dulu,"ucap Marvel tiba-tiba.


"Oh, yaudah."


"Lo kenapa pulang duluan?"


"Lo pikir gak capek, ha?! Nunggu 1 jam ampe gue lumutan. PIKIR!"


Nia dan Lia yang mendengar keributan pun menghampiri Zelia dan Marvel."Ini ada apa, si?"tanya Lia.


"Enggak, Bun, gaunnya udah? Kalo udah Zelia cobain abis itu pulang. Zelia capek."


Nia mengangguk pelan."Udah, cobain sana."


Zelia langsung bangkit dan segera mencoba gaun pengantinnya. Sedangkan Lia menatap Marvel dengan tajam."Awas kamu, Vel!"


Marvel mengedikan bahunya acuh."Serah,"gumam Marvel.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2