Married With You [MARZEL]

Married With You [MARZEL]
[38]. Positif


__ADS_3

Kini di ruangan yang serba putih sudah di kerumuni oleh banyak sekali manusia yang sedang menatap seorang gadis yang terbaring lemah di brankar.


Di sana ada, Gea, Lia, Juan, Jordan, Nia, Gino, Clara dan Marvel. Tadi saat hendak pergi memakamkan Fara Zelia jatuh tak sadarkan diri sehingga Gea membawanya ke rumah sakit lalu segera menghubungi semua keluarganya.


Sedangkan Kara dan Liora sudah pulang setelah memakamkan Fara. Marvel, laki-laki itu benar-benar shock dengan kabar bahwa Fara meninggal kecelakaan mobil semalam.


Tapi sekarang pikirannya hanya di penuhi oleh satu orang yaitu Zelia. Rasa menyesal, takut terus menggerogoti hatinya. Dia terus menatap wajah pucat dan tubuh yang tak berdaya milik Zelia.


"Saya bisa bicara dengan suami pasien?"tanya seorang dokter yang baru saja memasuki ruangan Zelia.


Semua mata pun kini tertuju kepada Marvel yang hanya berdiri kaku di tempatnya. Pada akhirnya Marvel hanya mengangguk pelan lalu mengikuti dokter yang berjalan di hadapannya.


"Jadi benar anda suami pasien?"tanya dokter itu sembari menatap Marvel yang duduk di hadapannya.


"Iya."


"Jadi gini, pasien sedang mengandung. Usianya sekitar 3 minggu lebih, dan saya menyarankan agar anda benar-benar menjaganya. Karena jika saya liat pasien benar-benar sering mengalami setres, jika dia terus-terusan setres maka itu akan membahayakan kandungannya. Hanya itu yang ingin saya sampaikan, dan sebentar lagi pasien akan sadar,"jelas sang dokter membuat Marvel mengangguk pelan, setelah mengucapkan terimakasih Marvel segera kembali ke ruangan Zelia.


Ceklek


"Marvel, apa yang dokter bilang?"tanya Nia saat melihat Marvel memasuki ruangan Zelia.


"Zelia hamil,"jawab Marvel tanpa mau berbasa-basi.


Semuanya yang ada di sana sontak melebarkan matanya terkejut. Benar-benar tak menyangka akan secepat ini Zelia hamil? Tapi sebenarnya mereka benar-benar bahagia mendengar kabar itu.


Juan mendekati Marvel yang sedang duduk di sofa, begitu juga dengan yang lainnya."Ayah bakal nyuruh papa Gino buat bawa Zelia pergi kalo kamu masih gak mau jelasin alasan kamu ngelakuin hal itu!"


Marvel memijat pelipisnya pelan matanya terpejam, sembari mengerutkan keningnya bingung. Apa lagi ini? Usapan tangan Lia di lengannya membuat Marvel membuka matanya.


"Gea udah cerita tentang lo dan Fara, sahabat Zelia,"gumam Jordan dengan tatapan tajamnya. Hal itu jelas saja membuat Marvel terkejut, tapi detik berikutnya dia hanya menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Apa yang buat kamu ngelakuin hal gila itu Marvel?"geram Gino. Dia jelas marah, mengetahui anaknya di duakan oleh Marvel, tapi dia juga tau pasti laki-laki itu memiliki alasan mengapa melakukan hal bodoh.


"Jawab atau kamu akan kehilangan Zelia buat selamanya,"titah Juan semakin menajamkan pandangannya kepada Marvel.


"Marvel gak punya alasan."Lagi, yang Marvel lakukan hanya berbohong sembari menghela nafas kasar.


Bugh


Pukulan keras yang Juan berikan membuat rahang Marvel memerah, tapi laki-laki itu hanya diam menerimanya. Karena itu pantas dia dapatkan.


"Bahkan kamu sudah mau jadi seorang ayah pun tetap pengecut?"murka Juan. Lelaki tua itu hendak kembali melayangkan bogemannya tetapi Lia segera menahannya.


"Sayang, jangan lakuin itu."Lia segera menarik suaminya agar kembali duduk di tempatnya.


Suasana benar-benar semakin tegang, Nia hanya bisa menangis sedih dan haru. Dia tak berhenti menangis di dalam pelukan Clara.


"Lo tinggal jelasin apa yang terjadi, dan semuanya akan kembali baik-baik aja, Vel,"timpal Jordan, tatapannya kembali santai dan tenang.


"Lo bukan pengecut bang!"marah Gea yang dari tadi hanya diam."Lo tau, gimana cintanya Zelia sama lo. Bahkan dia hampir setres gara-gara sikap gila lo, semua makian dan kata-kata menyakitkan lo kasih ke dia. Tapi liat apa yang dia lakuin buat lo? Dia masih mau bertahan sama laki-laki bajingan kaya lo!"Gea mengepalkan tangannya kuat-kuat. Zelia memang tak cerita banyak, tapi dia tau bagaimana sulitnya ada di posisi Zelia.


Gino yang melihat Marvel hanya bungkam pun heran sendiri."Ayo bilang apa alasannya, Vel. Papa tau kamu gak akan melakukan hal bodoh dan gila tanpa alasan."


"Kakek, kakek ngancem bakal ngancurin perusahaan ayah kalo Marvel gak mau nurutin kemauannya. Fara, cucu sahabat kakek, dia gila dan tergila-gila sama Marvel. Sampai dia minta ke kakeknya agar mau bilang ke kakek supaya Marvel mau sama dia, jelas Marvel gak bisa nolak. Karena kalo Marvel nolak semuanya akan hancur,"jelas Marvel. Lagipula Fara sudah mati! Jadi bagi Marvel tak masalah menjelaskan yang sebenarnya.


Jika boleh jujur, hatinya lega dan bahagia mendengar kabar tentang kematian Fara. Dia benar-benar sudah muak dengan sikap pemaksa gadis gila itu.


"Ayah tau itu, dan bangga karena kamu mau jujur,"ucap Juan membuat Marvel terkejut.


"Ta-tau apa?"lirih Marvel.


"Ayah selama ini tau apa yang kamu dan kakek kamu bicarakan, kamu gak lupa kan kalo ayah punya mata-mata buat terus mantau kamu?"ujar Juan. Marvel hanya bisa mendengus pelan karena merasa di permainkan.

__ADS_1


"Dan Zelia, apa dia bakal terima kalo tau sedang hamil?"tanya Jordan tiba-tiba membuat semua pasang mata kini tertuju kepada laki-laki itu.


"Dia jelas akan senang, wanita mana yang tak bahagia jika akan menjadi seorang ibu,"jawab Nia yang sudah berhenti menangis.


"Tapi dia masih sekolah."Clara menatap semuanya dengan khawatir.


"Minggu depan kita udah ujian, dan Marvel rasa Zelia mungkin gak keberatan,"ucap Marvel dengan tatapan lurus ke depan.


"Dia pasti bahagia,"timpal Gea.


"Jelas, dan kita bakal punya cucu sebentar lagi,"girang Lia membuat mereka semua tertawa pelan. Semuanya pun larut dalam perbincangan mereka.


18:15


"Vel,"panggil Zelia dengan suara lemahnya, wanita itu mulai membuka matanya dengan perlahan. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah semua sudut ruangan yang serba putih, begitu melirik tangannya yang di infus Zelia langsung tau bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit.


Marvel, laki-laki itu membuka matanya saat merasakan usapan di kepalanya. Dia yang sedang duduk di kursi samping brankar Zelia langsung berdiri saat menyadari istrinya sudah bangun.


"Sayang, kamu udah bangun?"tanya Marvel seraya memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah Zelia.


Zelia masih diam, dia tak tau apa yang terjadi sehingga dirinya bisa terbaring di rumah sakit. Wanita itu langsung menatap Marvel yang sedang menatapnya.


"Kamu udah gak marah?"Hanya itu pertanyaan yang ada di benak Zelia begitu melihat wajah Marvel.


"Kamu harus istirahat, jangan bahas-bahas yang gak penting,"tegur Marvel.


"Kamu tau Fara meninggal?"Lagi-lagi pertanyaan seputar permasalahan mereka yang keluar dari mulut Zelia.


Marvel hanya bisa mengangguk pelan."Dan kamu harus istirahat sekarang."


"Kenapa aku bisa di sini?"

__ADS_1


"Kamu kecapean,"jawab Marvel."Istirahat ya,"lanjutnya membuat Zelia pada akhirnya hanya bisa menurut.


...•••...


__ADS_2